cari kata

Rabu, 26 Desember 2012

Beras Desember 2012

Minggu terakhir Desember 2012 ini, saya pergi ke warung di desa saya di Desa Kemang Kab Bogor untuk membeli beras. "Berapa bu berasnya? " tanya saya pada Bu Mimin pemilik warung. Dia menjawab "Seliter ada yang Rp.6000 ada yang Rp.7500," ujarnya. Oh literan ya,  jawab saya. Oke deh saya beli.

Kemudian saya mencoba lagi membeli beras di sebuah toko swalayan ternyata yang jenisnya  lumayan bagus dijual dengan harga Rp 10.000,- per kilo jenisnya delanggu super.

Beras mahal mungkin bukanlah topik yang mengherankan, karena mahal bagi orang adalah relatif seberapa kuat kantong seseorang maka dari situlah diukur mahal dan tidaknya. Jika mungkin dari kacamata seorang buruh yang gajinya di pabrik mencapai Rp 2 juta per-bulan maka jika dia menghidupi sekeluarga dengan istri dan dua orang anak maka, tentu saja harga beras yang Rp 10.000,-/kg bisa dibilang mahal.

Juga bagi kebanyakan warga desa di tempat saya tinggal di area Bogor Barat, sudah menggumam bahwa beras sekarang kian mahal. Saya berpikir karena lahan kita untuk tanam padi kan sudah menyempit, impor juga tergantung cuaca negara penghasil beras seperti India, Thailand, Filipina dll jika ada badai di negara tetangga pasti pasokan juga mengalami kenaikan harga.

Bicara tentang beras, beras kini bukan hanya bahan pangan namun juga sumber bahan baku etanol untuk bio fuel.  Subsidi besar-besaran pemerintah AS untuk industri biofuel berbasis dan mandat pemerintah EU untuk memproduksi biofuel mengakibatkan produsen dan kekuatan industri raksasa tergiur keuntungan besar untuk menanam tanaman pangan termasuk beras untuk jadi biofuel/bioethanol/biomethanol. Atau jika repot menanam biji-bijian untuk biofuel, ya tinggal borong dari lantai bursa komoditas pangan internasional, bereslah. Negara  miskin tak makan, ya kan tidak ada yang mengurus juga.

Kepentingan bahan bakar dari karbohidrat (zat pati) ini mereduksi tajam tujuan konsumsi manusia. Tanaman karbo untuk pangan jadi menurun drastis, pindah ke menanam untuk biofuel. Beras untuk makan akan segera beras untuk menjadi biofuel.

Dalam persaingan memproduksi biofuel ini, di berbagai situs sudah sering diberitakan bahwa Saudi Arabia berniat menyewa jutaan hektar tanah di Papua untuk ditanami padi secara modern dengan traktor, irrigasi, bibit unggul, pupuk. beritanya ada di  http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/message/136703.

Beras dan tanaman karbo lain yang kini dihasilkan dunia saat ini bisa untuk pangan dan lebih untung digunakan untuk sumber bio etanol/bio fuel. Hal ini mengakibatkan negara tropis Dunia Ketiga merupakan negara yang harus dijaga benar oleh negara Dunia Kesatu, karena jika minyak makin mahal, maka negara tropis dapat memproduksi bio etanol/bio fuel.

Dan ada artikel yang menarik bahwa harga pangan makin mahal karena dibuat biofuel di situs ini :


Menariknya, entah karena kurangnya bacaan atau memang tak peduli, para anak muda mahasiswa, saya tanya tentang harga beras, juga ternyata cuek-cuek aja dengan kenaikan beras, "Wah, harga beras bukan urusan saya pak " jawab mahasiswa kompak. Yah karena mungkin nasi matang selalu tersedia di rumah.

Setelah berbincang dengan para mahasiswa di berbagai kampus, dan jawaban adalah seragam bahwa kenaikan harga beras dianggap wajar oleh para mahasiswa. Sayapun membatin, mungkin juga adalah kebangetan kalau ada orang yang mengeluh tentang beras yang perkilonya Rp.9.000,- s/d Rp 10.000,- adanya orang takut dibilang miskin. Atau takut dibilang pesimistis. Padahal di dunia sekarang ini pilihan beras untuk biofuel lebih 'seksi' dan 'hot' ketimbang beras untuk makan orang miskin (*)




Sabtu, 08 Desember 2012

Kebanyakan Pria gagal Melihat Inner Beauty, Wanita sering Berhasil Melihat Inner Strength

"Jika kebanyakan Pria gagal melihat Inner Beauty, maka kebalikannya dari Pria, kebanyakan Wanita berhasil Melihat Inner Strength" - Mung Pujanarko

Saya pernah menulis tentang BWS atau Beautiful Women Syndrome yakni sindrome yang dialami oleh para wanita berwajah cantik, yang kemudian karena mereka cantik secara fisik lahiriah, maka mereka 'minta diistimewakan' dan mengistimewakan diri sadar atau tidak sadar.

Artikel saya tentang BWS dapat dilihat di http://mung-pujanarko.blogspot.com/2012/06/sindrom-kecantikan.html

Tapi  kebanyakan lelaki memang mengejar kecantikan wanita, maka norma BWS ini menjadi wajar-wajar saja. Karena ada pepatah : "one fox failed, then ten fox will jump in to chase the beauty one".

Kini yang saya bahas adalah tentang inner beauty seorang  wanita.

Wanita sebagai makhluk Venus awalnya berusaha mengasah inner beauty-nya, namun ternyata makhluk Mars atau pria ini terbukti tumpul terhadap kepekaan mendeteksi inner beauty wanita.

Kegagalan konsep inner beauty ini bukanlah pada sosok wanitanya, namun pada sosok pria yang kebanyakan gagal melihat inner beauty wanita.

Umumnya pria gagal total melihat inner beauty wanita, karena pria adalah murni mahluk visual yang hanya melihat kesiapan reproduksi  seorang wanita alias dari sisi fisiknya saja. Secara insting reproduksi spesies, lelaki sangat mempertimbangkan bentuk tubuh dan wajah. Kaitan wajah wanita dan daya tarik reproduksi seksual bagi lelaki adalah :  Wajah cantik melambangkan  kesiapan wanita untuk melakukan reproduksi bagi kelangsungan spesies.

 Ketika lelaki dengan indera sensoriknya men-scan wajah wanita, maka wajah yang cantik melambangkan  bersinarnya wajah wanita itu. Cantik adalah relatif absolut, artinya konsep cantik adalah mutlak dari perasaan percaya diri wanita tersebut.

Jika wanita itu tampil percaya diri dan meyakini bahwa dirinya menarik secara keseluruhan tanpa ragu-ragu, maka wajah menjadi cerah, maka bersinarlah daya tarik wanita itu di mata pria. Ini umum, karena kecantikan itu sifatnya ada dalam keyakinan diri seorang wanita. Sekali wanita itu merasa dirinya tak cantik, maka reduplah sinar itu.

Kini jika kita berbicara mengenai seorang pria. Maka wanita kebalikan dengan pria. Jika kebanyakan pria gagal dalam mengapresiasi inner beauty pada wanita, namun wanita kebalikannya, seringkali berhasil melihat inner strength dari seorang pria.

Inner strength pria ini tercermin dalam banyak kisah rakyat seperti film “Beauty and the Beast" dan film "Beastly" yang belum lama ini diluncurkan oleh Hollywood.

 Dalam film "Beastly" dikisahkan sorang pria bernama  Kyle Kingson,  yang tadinya si tampan rupawan  dan kaya juga terkenal, menjadi si buruk rupa yang dikucilkan. Ini adalah metafora, bahwa lelaki kadang kala terjebak dalam image sukses yang berarti unsur lahiriah.

  Dan memang ada benarnya yang digambarkan dalam film itu, bahwa kebanyakan wanita ternyata tidak hanya melihat lelaki dari wajah saja. Atau ada pepatah : 'lelaki bukan dari wajah'. Wanita sering dan kebanyakan berhasil melihat inner strength dari pria-pria pilihan hatinya. Lihatlah film "Beastly" yang disutradarai oleh Daniel Branz ini.

Jika inner beauty seorang wanita adalah meliputi : nilai-nilai virtue atau kebaikan watak perempuan.

Namun jika dalam  inner strength, mendorong pria dalam perbaikan sikap mental, sikap percaya diri, keteguhan hati, dan sikap mental positif pria yang kerap dan seringkali menjadi pertimbangan wanita memilih lelakinya, di samping juga faktor lahiriah.

Di sisi lain, seperti dua sisi mata uang adalah : tak kalah menjadi faktor natural spesies, adalah faktor kesiapan sisi material pria. Kemapanan pria secara natural spesies dipandang sebagai kesiapan pria untuk bereproduksi. Di mata wanita, rasa percaya diri dan kemapanan sosial ekonomi pria menjadi daya tarik keberlangsungan reproduksi spesies, yang secara naluriah spesies, dirasa menjamin berlangsungnya kehidupan dalam keluarga. (*)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons