Saya menggambarkan aquarium atau kolam, lumut, dan ganggang.
Ganggang bisa mengapung terkena sinar matahari dan florish. Lumut tidak bisa mengapung, dan tetap menempel di pinggir dan dasar aquarium atau kolam.
Masyarakat dalam nation ada yang bisa berhasil mengapung ke atas dengan social mobilitas, atau memang dari keluarga turun temurun yang sudah ada di atas permukaan.
Sisanya mengendap seperti lumut di dalam kolam atau aquarium.
Segala ekonom, politisi, pemikir membicarakan ihsg, inflasi, deflasi, kurs valuta, defisit dan mikro dan makro, plus politik, policy, dan aspek legal, dlsb. Hanya ganggang saja yang paham dan mengikuti. Lumut boro-boro paham, tercerahkan sinar penerangan saja tidak. Bagi lumut yang tidak paham, maka berpikir seperti ganggang itu melelahkan, membuang energi dan waktu lumut.
Ini sudah ribuan tahun masyarakat dunia ya begini ini, lumut dan ganggang.
Benar bahwa lumut di bawah selama ratusan tahun ini ya tidak peduli kurs valas. Tidak sampai boro-boro nyampai pokok bahasan dollar.
Sejak itu maka benar ujaran : "rakyat tidak pakai dollar".
Karena yang mikirnya dollar hanya ganggang. Polemik atas ujaran tersebut ya bahkan tidak digagas blas oleh rakyat.
Hanya digagas dan dinalar saja oleh para ganggang di atas. Ribut antar ganggang yang jumlah populasinya tidak seberapa di lapisan atas. Saling Ribut sok iyes saling bahas saling komen sok paham saling mikir.
Lumut kaga pengaruh blas. Boro-boro mikir apa valas -ekonomi- mikro -makro, hedeuuh.
Nanti pun pemilu ya yang penting ada sembako udah gitu ajalah.
Ini bukan AI
AI ga senalar satire gini amat.
Wkwkwk
AI juga ga pakai wkwkwkw

Tidak ada komentar:
Posting Komentar