Ini malam minggu (25/7/2026) saya membaca berita mengenai tewasnya seseorang apkam di pelataran tempat hiburan malam di tangerang. Googling saja beritanya dengan kata kunci : "tewas gegara rebutan antrian sate taichan di pelataran tempat hiburan malam".
Prihatin dan turut berduka tentunya.
Saya berpikir tentunya karena saya suka mikir, mengapa tempat hiburan malam justru rawan kekerasan ? Identik dengan kerawanan sosial ?
Banyak berita seputar kekerasan keributan di tempat hiburan malam. Iya kan ? Googling saja.
Ya kita semua sama-sama tahu di tempat hiburan malam sudah banyak kejadian orang hilang nyawa, ada yang gegara perkelahian, mungkin mabuk kemudian berkelahi. Berkelahinya pun pakai lethal weapon semua.
Ada juga yang kehilangan nyawa karena sebab overdosis, googling saja semua kata kunci : "tewas akibat overdosis di tempat hiburan malam" . Saya sudah googling dan beritanya berderet. Ada yang entah mengapa di tempat-tempat hiburan malam adalah ada ajang untuk yang sok jago, untuk yang sok kaya, dan yang sok berkuasa, juga sok cool dan sok tipsy agar keren.
Tempat hiburan malam ini mungkin untuk orang-orang yang pada hakekatnya tidak happy, jadi ingin happy-happy di thm tempat hiburan malam.
Tempat hiburan malam ini mungkin untuk orang-orang yang ingin have a good time karena sedikit have a good time dalam hidupnya.
Ya wajar dong orang ingin senang di tempat hiburan malam mungkin gitu kan ?
Lha iya senang-senang kan mungkin itu tujuan hidup ya ?
Daripada susah-susah atau pepatah bersusah susah dahulu malah mati kemudian ? Senang tak kunjung datang mungkin?
Iya namanya ini juga pikiran saya yang selama 50 tahun hidup saya hanya sekali dua kali datang ke tempat hiburan malam ituoun karena tugas liputan jurnalistik tahun awal tahun 2000an dulu.
Ingatan saya dulu itu : jika mau senang di tempat hiburan malam itu kudu orang yang datang ke THM harus berkantong tebal. Ini. syarat mutlak. Harus berkantong tebal dan siap spending much money di thm.
Lha iyalah berkantong tebal untuk bisa datang ke tempat hiburan malam.
Berkantong tipis mah dirumah aja ya kan?
Berkantong tipis biasanya mendekatkan diri dengan ibadah, jika nanti kantong udah tebal menjauhkan ibadah lagi, dan demikian seterusnya berputar.
Di THM ya pastinya puskesmas lah pusat kesenangan mas-mas yang berbahagia. Ada para Sirens disitu siap menemani, ada para Mara yang bahaya disitu.
Sirens seperti kisah Odyssey dan Mara-Bahaya seperti Mara.
Siapa Sirens ?
Siapa Mara ?
Dan kenapa Mara berbahaya sehingga diabadikan dalam bahasa Marabahaya ? Googling saja.
Mara dan para Mara adalah bahaya.
Ingat baik-baik adik-adik, ingat Sirens dan nyanyian & tarian jogetan para Sirens di room bisa bikin lupa diri dan lupa daratan. Lihat dong film Odyssey. Atau baca mitologinya. Ini kan udah ditulis ribuan tahun yang lalu dalam kisah-kisah manusia.
Di THM juga bisa Minum - mabuk atau tipsy lalu sifat primal primata keluar bebas karena ada otak primal dan otak reptil di otak kita akibat evolusi. Jadi semua hawa nafs bisa dibebasin tanpa beban disonansi kognitif. Lepas semua dalam kotak pandora otak manusia di THM.
THM tempat hiburan malam selalu dibanjiri bahkan uniknya ada istilah 'dui' driving under influence : berkendara -> mabuk -> kemudian kecelakaan bikin orang korban tak berdosa mati. Udah sering ini sih. Googling saja berderet beritanya : pulang dugem mabuk dan tabrak orang, ini hampir setiap minggu ada berita ini, sepertinya update terus ini mabuk sambil nyetir dan tabrak orang. Tak bakal usai ini. Mungkin ini adalah trend.
Sepulang dugem thm mabuk mengemudi kemudian tabrak korban, mati atau cacat seumur hidup. Lalu kasusnya menguap begitu saja.
Begitulah thm yang saya ketahui di dunia ini..
Ingat : Sirens dan Mara ( jamak ya plural)
Sebab itu diabadikan dalam kata Marabahaya, iya lah karena Sirens dan Mara adalah bahaya bagi adik-adik ya....lihat Odyssey ya adik2.
Demikian adik2 semua salam sehat jasmani dan rohani. ( Ini bukan tulisan AI karena AI ga sesatire ini)
7:10 PM
mung pujanarko



0 komentar:
Posting Komentar