cari kata

Senin, 15 Juni 2026

Warga Komplek Pertamina Ujung Menteng Edukasi Pemilahan Sampah di Tengah Pembatasan Kuota TPSP Bantar Gebang

 Warga Komplek Pertamina Ujung Menteng terima Edukasi Pemilahan Sampah di Tengah Pembatasan Kuota TPSP Bantar Gebang







CAKUNG, JAKARTA TIMUR, IMC – Warga RW 04 Komplek Pertamina, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mulai mendapatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini digerakkan melalui kolaborasi antara Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Jayabaya dengan warga setempat pada Minggu, 14 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB. 

Program sosialisasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mematuhi Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2026 yang mewajibkan seluruh warga DKI Jakarta memilah sampah dari rumah. Langkah ini dinilai semakin mendesak mengingat kondisi tempat penampungan sampah (TPS) di lingkungan tersebut yang sempat menggunung akibat adanya pembatasan kuota pembuangan ke TPSP Bantar Gebang. 

Menurut Pak Syarif selaku pihak LMK, sosialisasi ini akan berjalan intensif hingga 1 Agustus mendatang sebelum program pemilahan benar-benar direalisasikan secara penuh ke tingkat RT yang terhubung dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH). "Sampah organik nantinya akan diambil dan dikelola oleh Dinas LH untuk dijadikan pupuk kompos atau pakan, sampah non-organik masuk ke bank sampah RW, sedangkan sampah residu baru dibuang ke Bantar Gebang," jelas Pak Syarif mengenai mekanisme penyaluran sampah yang telah dipilah.







Kendati demikian, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan. Ibu Tety, pengurus Bank Sampah setempat, mengakui bahwa belum semua warga paham cara memilah secara spesifik. Pengurus bank sampah masih harus bekerja ekstra memisahkan kembali kategori sampah anorganik yang bernilai jual, seperti memisahkan botol plastik dari tutup dan labelnya, serta mengelompokkan kardus berdasarkan ukurannya. "Saat ini baru berjalan di beberapa RT saja, belum meluas satu RW. Namun dengan program pemerintah ini diharapkan kesadaran masyarakat bisa meningkat," ungkap Ibu Tety. 


Tantangan terbesar saat ini justru datang dari penumpukan sampah di TPS lokal yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Pak Adi, petugas pengangkut sampah komplek, mengeluhkan keterlambatan armada pengangkutan yang biasanya datang setiap hari menggunakan kontainer. Keterlambatan ini terjadi setelah adanya insiden longsor yang memakan korban jiwa di TPSP Bantar Gebang, sehingga pihak pengelola membatasi kuota truk sampah yang masuk dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Pembatasan tersebut dilaporkan memotong kapasitas pembuangan secara drastis. 

Menanggapi tumpukan sampah yang mulai menimbulkan bau dan belatung tersebut, Ketua RW 04, Pak Alis Naini, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kasatgas LH di tingkat kelurahan dan kecamatan. "Penyelesaiannya harus bertahap karena keterbatasan kuota dan armada. Sembari menunggu armada LH, kami juga berupaya mencari solusi mandiri di lingkungan, seperti mengolah sampah menjadi pupuk bersama pengurus PKK guna mengurangi volume sampah di TPS," kata Pak Alis Naini. 

Meskipun dihadapkan pada masalah pengangkutan, warga menyambut positif edukasi ini. Pak Gufron Darianto, salah seorang warga senior, menyatakan bahwa sosialisasi ini memberikan kemajuan dan edukasi yang sangat baik bagi masyarakat yang terbiasa langsung membuang sampah tanpa dipilah. Beliau yang pernah tinggal di luar negeri berharap sistem pemilahan sampah menggunakan plastik yang berbeda warna antara organik dan anorganik dapat segera diterapkan secara konsisten demi menjaga kesehatan warga Komplek Pertamina yang mayoritas diisi oleh lansia. (Jafia dan Tim FIKOM Jayabaya)


Minggu, 14 Juni 2026

Capung Ciwet (Pantala flavescens)

 




Serangga dalam foto saya tersebut kemungkinan adalah Capung Ciwet (Pantala flavescens), spesies capung yang sangat umum ditemukan.

Capung ini memiliki tubuh berwarna kuning keemasan dengan panjang sekitar 4,5 cm dan bentang sayap antara 7,2 hingga 8,4 cm.Pantala flavescens dikenal sebagai serangga migran dengan penyebaran yang sangat luas di berbagai belahan dunia.

Ikut dan Finished Event Flungo Virtual Run 2026

 













Saya mengikuti event Flungo Virtual Run 2026.

Tanggal Penting:

Pendaftaran: 25 April – 13 Mei 2026

Periode Lari: 7 – 14 Mei 2026

Saya ikut kategori lari 10K.

Alhamdulillah finisher event Flungo Virtual Run 2026 dan dapat medalifinisher🏅



Sabtu, 13 Juni 2026

Dragonfly in the Dark

 

Foto by : mung pujanarko
Capung Merah dalam Gelap.
Capung Merah dalam Hitam.

Klik gambar unt memperjelas di gadget
"Dragonfly in the Dark"
Capung Merah dalam Gelap.
Capung Merah dalam Hitam.

Capung Merah dalam Gelap.
Capung Merah dalam Hitam.

"Dragonfly in the Dark" by mung pujanarko

"Dragonfly in the Dark"

Capung = dragonfly

Capung Merah dalam Gelap.

Capung Merah dalam latar Hitam.

Ini adalah capung jantan dari spesies Neurothemis terminata, yang juga dikenal sebagai capung sayap merah.

Spesies ini umum ditemukan di daerah perkotaan dan perdesaan di Indonesia.

Capung ini berfungsi sebagai predator alami bagi serangga kecil seperti nyamuk.

Warna merah cerah pada sayapnya berperan penting dalam komunikasi dan dominasi wilayah. 

Foto oleh : mung pujanarko




Dragonfly in the Dark".


Memotret Capung: Menangkap Keindahan Sang Predator di Udara

Capung merah merupakan salah satu serangga yang menarik untuk dijadikan objek fotografi. 
Foto ini saya beri title " Dragonfly in the Dark".

Dengan warna tubuh merah yang indah, sayap transparan gradasi warna merah, dan gerakannya yang lincah, capung mampu menghadirkan foto-foto alam yang memukau.

Foto ini saya beri title " Dragonfly in the Dark".

Untuk mendapatkan hasil terbaik, pemotretan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat capung masih relatif tenang dan sering hinggap di rerumputan atau ranting. 

Gunakan mode makro pada kamera atau ponsel untuk menangkap detail tubuh dan sayapnya. Fokuskan pada bagian mata dan sayap capung karena mata atau sayap merah yang tajam akan membuat foto terlihat lebih hidup.

Pencahayaan alami dari sinar matahari pagi juga membantu menghasilkan warna merah yang lebih cerah dan detail yang lebih jelas. 

Kesabaran menjadi kunci utama karena capung dapat terbang sewaktu-waktu. Bergeraklah perlahan agar tidak mengganggu objek. Memotret capung hampir sulit ketika capung selalu terbang menghindar.

Memotret capung bukan hanya melatih keterampilan fotografi, tetapi juga mengajak kita lebih dekat dengan alam serta menghargai keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita. 

Setiap foto capung yang berhasil diabadikan menjadi bukti keindahan alam yang sering luput dari perhatian sehari-hari. (*)






Capung Orthetrum sabina

 


Foto saya ini menampilkan seekor capung dari spesies Orthetrum sabina, yang juga dikenal sebagai capung badak.
Serangga ini tergolong dalam famili Libellulidae dan merupakan predator alami bagi serangga kecil seperti nyamuk dan wereng.Capung ini memiliki ciri khas tubuh ramping dengan warna dominan hijau dan hitam, sering ditemukan bertengger di batang tanaman tipis



Foto karya : mung pujanarko

Capung Neurothemis terminata

Foto karya : Mung Pujanarko



Klik unt memperjelas gambar












klik gambar unt memperjelas tampilan di gadget






Capung Merah Foto by : Mung Pujanarko


















Capung dalam foto saya ini adalah jenis spesies Neurothemis terminata.

Spesies ini umum ditemukan di area perkotaan dan perairan di Indonesia. Capung Jantan jenis merah ini memiliki sayap merah pekat di bagian tengah dan ujung jernih, serta tubuh merah gelap.





Dalam ekosistem, capung ini berfungsi sebagai pengendali hama alami (memangsa serangga seperti nyamuk dan wereng) dan indikator lingkungan (bioindikator). 

Kehadirannya menjaga keseimbangan rantai makanan sekaligus menandakan bahwa kualitas air di habitat sekitarnya masih bersih dan belum tercemar.

Berikut adalah rincian peran penting capung dalam ekosistem:Pengendali Hama Alami: Capung dewasa memakan serangga pengganggu seperti lalat, nyamuk, dan hama tanaman pertanian seperti wereng. Sementara saat fase nimfa (di air), mereka memakan jentik nyamuk dan invertebrata air lainnya










Ini anggrek vanda coerulea dari genus Vanda, kemungkinan besar hibrida seperti Vanda coerulea atau Vanda 'Princess Mikasa', yang dikenal dengan warna ungu/birunya.


Anggrek dendrobium. Bunga ini  anggrek spesies Dendrobium lasianthera, yang asli dari Papua.Ciri khas utamanya adalah kelopak yang melintir atau keriting, sering disebut sebagai anggrek "tanduk".Warna bunganya bervariasi namun umumnya memiliki nuansa merah marun atau gradasi ungu.


 Abdomen (perut) capung jantan ini ramping dan merah gelap secara keseluruhan. Betina memiliki abdomen coklat kekuningan atau coklat gelap, sedikit lebih tebal, dengan pola garis .    Lokasi foto : halaman rumah kec kemang bogor. Fotografi by : mung pujanarko. All right reserved.




Semua foto by : mung pujanarko

Foto by : mung pujanarko
Lokasi : halaman rumah

Capung ini adalah jantan dari spesies Neurothemis terminata atau Neurothemis fluctuans.
Dikenal sebagai Capung Merah atau Common Parasol, serangga ini umum ditemukan di daerah tropis Asia Tenggara.
Pejantan memiliki sayap berwarna merah pekat dengan ujung yang jernih, sementara betina warnanya lebih kusam.
Kehadiran mereka merupakan indikator lingkungan perairan yang masih baik.

Foto- foto by : mung pujanarko





















Foto-foto Capung Merah di weblog ini karya : Mung Pujanarko
F : 7.1
Karya : mung pujanarko


karya mung pujanarko

Foto karya : Mung Pujanarko

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons