cari kata

Rabu, 09 September 2026

Universitas Jayabaya dan University of San Agustin Gelar Focus Group Discussion Bahas Kebijakan Luar Negeri Filipina dan Kepemimpinan ASEAN

 Universitas Jayabaya dan University of San Agustin Gelar Focus Group Discussion Bahas Kebijakan Luar Negeri Filipina dan Kepemimpinan ASEAN




Jakarta, MTV.CO.ID— Universitas Jayabaya bersama University of San Agustin, Filipina, sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Manila to ASEAN: Philippine Foreign Policy and Regional Leadership”. Kegiatan ini mengangkat tema “The Philippines’ ASEAN Chairmanship and Its Role in a Changing Southeast Asia.” 

FGD yang digelar bersama oleh Universitas Jayabaya dan University of San Agustin, Filipina, ini  berlangsung pada Hari Rabu, 9 September 2026, pukul 13.30 WIB, bertempat di Universitas Jayabaya, Jalan Pulomas Selatan Kav. 23, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur. 





Kegiatan ini menghadirkan John Paul P. Mondejar, sebagai Director, International Relations Office sekaligus Assistant Professor, College of Liberal Arts, Sciences and Education, University of San Agustin, yang hadir bersama para mahasiswa dari University of San Agustin.

Bahas Politik Luar Negeri Filipina dan Dinamika ASEAN



FGD antara delegasi dari University of San Agustin dan delegasi dari FISIP Universitas Jayabaya ini menjadi forum akademik untuk membahas perkembangan kebijakan luar negeri Filipina, posisi Filipina di kawasan Asia Tenggara, serta peran kepemimpinan Filipina dalam ASEAN di tengah perubahan dinamika geopolitik regional.

Tema tersebut dinilai relevan bagi mahasiswa, akademisi, dan pemerhati hubungan internasional karena ASEAN menghadapi berbagai tantangan baru yang membutuhkan kerja sama dan kepemimpinan negara-negara anggotanya.

Melalui forum diskusi ini, peserta diharapkan dapat memperoleh perspektif langsung mengenai bagaimana Filipina melihat perkembangan kawasan serta bagaimana peran kepemimpinan ASEAN dapat berkontribusi terhadap stabilitas dan kerja sama di Asia Tenggara.

Memperkuat Kerja Sama Akademik Internasional


Kolaborasi Universitas Jayabaya dengan University of San Agustin melalui FGD tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kerja sama akademik internasional.

Kehadiran akademisi dari Filipina bersama para mahasiswa University of San Agustin ini  memberikan kesempatan bagi sivitas akademika Universitas Jayabaya untuk berdialog secara langsung mengenai isu-isu regional dari perspektif negara anggota ASEAN lainnya.



Kegiatan yang diselenggarakan bersama HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) Universitas Jayabaya ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai hubungan internasional, politik luar negeri, serta dinamika ASEAN. 

Hadir dari FISIP Jayabaya Wakil Dekan I FISIP Jayabaya Drs. Imam Machrudi, M.Si bersama Kaprodi HI FISIP Jayabaya Dr. (c)  Laila Indriyanti Fitria, M.Si., dan Wakil Humas Jayabaya Nina Widyaswasti Aisha, S Sos., M.Si., bersama para mahaaiswa FISIP Jayabaya.


Serta hadir pula Kepala LMH Jayabaya drg. Hj. Yulia Jayaputri Muslim Taher, FICD, M.H.

Dengan mengangkat isu “From Manila to ASEAN”, FGD ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap dinamika politik kawasan dan pentingnya hubungan antarnegara dalam menghadapi perubahan di Asia Tenggara. (Ines Sheraton/ Red)

Senin, 07 September 2026

Mahasiswa Baru Universitas Jayabaya Antusias Mengambil Jaket Almamater

 

Foto : Mahasiswa Baru Universitas Jayabaya Antusias Mengambil Jaket Almamater.




Jakarta, MTV.CO.ID — Suasana penuh antusiasme terlihat dalam kegiatan pengambilan jaket almamater bagi para mahasiswa baru Universitas Jayabaya yang berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jumat, 1–4 September 2026.

Para mahasiswa baru Universitas Jayabaya ini akan resmi dilantik sebagai mahasiswa Universitas Jayabaya pada tanggal 10 September 2026. Serta mengikuti pembekalan akademik di fakultas masing-masing, kemudian mengikuti perkuliahan di fakultas pilihan para Mahasiswa Baru Jayabaya ini pada tanggal 14 September 2016.

Kegiatan ini diikuti oleh calon mahasiswa baru Universitas Jayabaya dari berbagai jalur penerimaan, baik mahasiswa reguler maupun jalur penerumaan dari KJMU dan jalur penerimaan dari program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pengambilan jaket almamater menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan akademik di lingkungan Universitas Jayabaya.

Para calon mahasiswa tampak antusias saat menerima jaket almamater berwarna oranye, yang menjadi salah satu identitas mahasiswa Universitas Jayabaya. Bagi mahasiswa baru, jaket almamater bukan sekadar pakaian resmi, tetapi juga menjadi simbol identitas, kebanggaan, dan bagian dari keluarga besar Universitas Jayabaya.

Kegiatan pengambilan jaket almamater tersebut dipandu dan dihadiri secara langsung oleh Kepala Lembaga Humas dan Marketing Universitas Jayabaya, drg. Hj. Yulia Jayaputri Muslim Taher, FICD, M.H. Kehadiran pimpinan Lembaga Humas dan Marketing tersebut memberikan suasana tersendiri bagi para calon mahasiswa baru yang datang untuk mengambil jaket almamater mereka.

Dalam kesempatan tersebut, para calon mahasiswa baru juga berkesempatan berinteraksi dan berfoto bersama. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat dan kegembiraan mahasiswa dalam memulai perjalanan pendidikan tinggi mereka di Universitas Jayabaya.

Keberagaman latar belakang jalur penerimaan, mulai dari reguler, KJMU hingga beasiswa KIP, menunjukkan terbukanya kesempatan bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk memperoleh pendidikan tinggi di Universitas Jayabaya.

Pengambilan jaket almamater ini sekaligus menjadi momentum awal bagi calon mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus dan membangun rasa kebersamaan sebelum resmi menjalani aktivitas perkuliahan.

Dengan mengenakan jaket almamater Universitas Jayabaya, para mahasiswa baru diharapkan semakin memiliki rasa bangga terhadap almamater serta siap mengikuti proses pendidikan, pengembangan diri, dan berbagai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Selamat datang mahasiswa baru Universitas Jayabaya. Selamat bergabung dalam keluarga besar Universitas Jayabaya! 

(Ines Sheraton/red)

FISIP Universitas Jayabaya Gelar Kegiatan Peduli Kampus

 FISIP Universitas Jayabaya Gelar Kegiatan Peduli Kampus


Jakarta, MTV.CO.ID — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jayabaya sukses melalsanakan  kegiatan Peduli Kampus sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 3 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, bertempat di halaman parkir FISIP Universitas Jayabaya.

Kegiatan Peduli Kampus ini merupakan bagian dari kepedulian FISIP Universitas Jayabaya terhadap lingkungan kampus. Fokus kegiatan adalah kebersihan dan ketertiban di lingkungan Universitas Jayabaya, sehingga diharapkan dapat menciptakan suasana kampus yang lebih bersih, tertata, nyaman, dan mendukung aktivitas akademik.

Melalui kegiatan tersebut, FISIP Universitas Jayabaya juga mendorong keterlibatan berbagai unsur sivitas akademika. 



Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Jayabaya Prof. Ir. Herliati, Ph.D., kemudian Dekan FISIP Jayabaya Drs. Denny Ramdhani, M.Si., beserta para jajaran dekanat, serta para dosen FISIP Jayabaya, dihadiri oleh Kepala LPM Jayabaya Sinta Julina, S.Sos., M.Si, yang juga dosen FISIP Jayabaya. Kegiatan Peduli Kampus ini juga aktif diikuti oleh para tenaga kependidikan FISIP, serta dihadiri pula oleh Dr (c). Laila Indriyanti Fitria, M.Si., selaku Kaprodi HI FISIP Jayabaya yang juga sehari-hari menjabat sebagai Humas Jayabaya, serta Nina Widyaswasti Aisha, M.Si., dosen FISIP Jayabaya yang juga selaku wakil Humas Jayabaya. Serta hadir pula Dra. Ida Zubaedah, M.A., selaku Kaprodi Administrasi Negara FISIP Jayabaya.

Tidak ketinggalan hadir dari Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya yaitu Wakil Dekan II Fakultas Psikologi Dra. Lydia Indira, M.Psi., dan Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Jayabaya Dra. Esiyannera, M.M.

Fakultas Psikologi Jayabaya hadir untuk menerima estafet kegiatan Peduli Kampus setelah diselesaikan oleh FISIP, maka selanjutnya akan dilaksanakan oleh Fakultas Psikologi Jayabaya di lingkungan Gedung Fakultas Psikologi Jayabaya.

Tampak pula hadir di gedung FISIP Jayabaya Wakil Dekan III FIKOM Jayabaya Nenden Retno Wedari, S.I.Kom.,M.I.Kom., guna ikut mendukung kegiatan Peduli Kampus Jayabaya.


Kegiatan peduli kampus ini melibatkan para mahasiswa FISIP Universitas Jayabaya sebagai bentuk langsung partisipasi para mahasiswa. Bukan hanya kebersihan amun diharapkan dapat merasakan langsung bagaimana rasa kepedulian atau caring terhadap kampusnya sebagai tenpat sehari-hari berkegiatan akademis dan non akademis seperti olahraga.

Keterlibatan mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Selain memberikan manfaat langsung bagi kebersihan lingkungan, kegiatan Peduli Kampus diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki, kepedulian, tanggung jawab, serta budaya gotong royong di kalangan sivitas akademika Universitas Jayabaya.

Kegiatan Peduli Kampus FISIP Universitas Jayabaya sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menjaga lingkungan kampus bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga kampus.

Dengan lingkungan yang bersih dan tertib, diharapkan proses belajar mengajar, kegiatan organisasi mahasiswa, serta berbagai aktivitas akademik dan nonakademik di Universitas Jayabaya dapat berlangsung semakin nyaman dan kondusif.

Pada acara ini juga dilanjutkan dengan serah terima event Peduli Kampus dari FISIP Jayabaya kepada Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya. Kegiatan peduli kampus ini dilaksanakan secara estafet berkesinambungan bergilir kepada seluruh fakultas yang ada di Universitas Jayabaya sebagai wujud kebersamaan dalam kepedulian terhadap almamater Kampus Universitas Jayabaya. (Ines Sheraton/Red)

Minggu, 06 September 2026

Sebaran Tipis Debu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau sampai di rumah kami, Hari Minggu (6/9/2026)



Visual Terkini Kondisi Abu Vulkanik yang Hujani Wilayah Jabodetabek Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau erupsi sejak Jumat (4/9/2026) malam dan mengeluarkan abu Vulkanik.

BMKG bahkan mencatatkan bahwa sebaran abu vulkanik sampai ke wilayah Jabodetabek.

BMKG mengungkapkan, sebaran abu Vulkanik hingga pukul 04.00 WIB Minggu (6/9/2026)mencakup dua klaster.

Klaster pertama yakni arah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Sementara abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Banten hingga Lampung.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situs resmi.

Efek sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang sudah mencapai wilayah Jakarta dan Banten membuat Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB.

Aktivitas erupsi kemudian meningkat pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Abu vulkanik hingga suara dentuman bahkan dilaporkan terasa hingga wilayah Bandung Raya, Jawa Barat.

Badan Geologi mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki untuk tidak mendekat atau beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi. 


Sebaran Debu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau sampai juga di rumah kami di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Minggu (6/9/2026).

Di pekarangan rumah kami terlihat lapisan tipis debu halus abu vulkanik menempel pada daun-daun anggrek.








Untuk info lengkapnya : Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai sebagian wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, hingga Lampung pada Hari Minggu, 6 September 2026.

Status dan Sebaran Abu VulkanikStatus Gunung: Berada di Level III (Siaga). 

Klaster Sebaran Pertama (Ketinggian hingga 20.000 kaki): Mengarah ke Timur Laut–Selatan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya. 

Klaster Sebaran Kedua (Ketinggian hingga 50.000 kaki): Mengarah ke Barat Daya–Barat Laut mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, dan Selat Sunda. 

Dampak Transportasi: Sebanyak 33 penerbangan dan operasional di Bandara Soekarno-Hatta terdampak dan sempat ditutup sementara 


Lapisan tipis abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat di permukaan daun-daun tanaman Anggrek di pekarangan rumah kami di Desa Pabuaran Kecamatan Kemang Kab Bogor hari Minggu (6/9/2026).


Status Gunung Anak Krakatau resmi melonjak naik ke Level III (Siaga) hari Minggu (6/9/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung angkat bicara meminta masyarakat memperketat zona aman dan mewaspadai potensi bahaya erupsi susulan.

Terlihat lapisan tipis abu vulkanis di lantai rumah kami di Desa Pabuaran Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor pada hari Minggu Pagi (6/9/2026).


Info lengkap dari BMKG pada Minggu (6/9/2026) :

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat (4/9) malam, tercatat sudah sampai ke wilayah Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9). Ada dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situs resmi.

Klaster pertama yakni ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," tulis pihak BMKG.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Banten hingga Lampung.

"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten," tulis pihak BMKG.

Efek sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang sudah mencapai wilayah Jakarta dan Banten membuat Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara hari Minggu (6/9/2026) hingga pukul 09.30 WIB. (*)




Kandungan Abu Vulkanis : 

Abu vulkanik didominasi oleh senyawa silika (SiO2) serta berbagai unsur mineral dan logam yang berasal dari magma.

Kandungan Utama (Senyawa Oksida)Silika (SiO2): Komponen terbesar yang mencapai 50% hingga 80% dari total kandungan abu.
Aluminium Oksida (Al2O3): Berkisar antara 7% hingga 18%.
Besi Oksida (Fe2O3) atau (Fe): Berfungsi sebagai unsur hara mikro bagi tanah.
Kalsium Oksida (CaO): Senyawa kalsium.
Magnesium Oksida (MgO): Senyawa magnesium.
Natrium Oksida (Na2O) & Kalium Oksida (K2O): Senyawa natrium dan kalium.
Sulfur atau Belerang (SO4) (S): Sering ditemukan dalam bentuk sulfat atau sulfur bebas. 

Logam Jejak dan Unsur Hara
Abu vulkanik juga mengandung unsur hara makro, mikro, serta logam jejak dalam jumlah kecil, seperti: Fosfor (P2O5) Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu),
Logam berat jejak: Seperti Timbal (Pb), Krom (Cr), dan Kadmium (Cd) dalam kadar rendah.






Setelah saya amati debu vulkanis ini memang super halus sekali mungkin mikroskopis. Karena pagi saya sapu, siang masih turun dan nempel lagi di lantai. (*)

Sumber Pustaka Rujukan Bahaya Debu vulkanis mikroskopis : 

Debu vulkanis mikroskopis sangat berbahaya bagi kesehatan karena ukurannya yang sangat kecil (kurang dari 10 mikron) sehingga bisa lolos dari bulu hidung dan masuk langsung ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. 
[1](https://bantulkab.go.id/berita/detail/941/debu-vulkanik-bisa-berbahaya-bagi-kesehatan.html), 
[2] (https://nationalgeographic.grid.id/read/13288047/apa-bahayanya-debu-vulkanik-bagi-kesehatan), 
[3] (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4362164/waspadai-silikosis-efek-jangka-panjang-akibat-menghirup-debu-vulkanik)

Bahaya Utama pada KesehatanGangguan Pernapasan Akut: Partikel halus berukuran kurang dari 10 mikron dapat mengganggu saluran pernapasan atas dan menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), batuk berdahak, sesak napas, serta nyeri dada. 
[1] (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181228113719-255-356984/bahaya-abu-vulkanik-letusan-anak-krakatau-bagi-kesehatan),
 [2 (https://www.kompasiana.com/marckoferdian/638d60f64addee6c782703a2/inilah-penyebab-bahayanya-debu-vulkanik-gunungapi)

Risiko Silikosis: Kandungan kristal silika tajam yang masuk ke dalam alveoli (kantong udara di paru-paru) dalam jangka panjang dapat memicu jaringan parut atau peradangan kronis yang berujung pada penyakit paru silikosis. 
[1] (https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4362164/waspadai-silikosis-efek-jangka-panjang-akibat-menghirup-debu-vulkanik), 
[2] (https://nationalgeographic.grid.id/read/13288047/apa-bahayanya-debu-vulkanik-bagi-kesehatan)

Iritasi Mata: Debu mikroskopis yang tajam dan bersifat asam dapat menyebabkan mata perih, merah, berair, dan menggores kornea. [1] (https://www.harianterbit.com/humaniora/pr-2742650862/pakar-bahaya-debu-vulkanis-sebabkan-infeksi-pernapasan), 
[2] (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181228113719-255-356984/bahaya-abu-vulkanik-letusan-anak-krakatau-bagi-kesehatan)

Iritasi Kulit: Kontak langsung dengan debu yang bersifat asam dan permukaannya tidak teratur dapat memicu gatal-gatal, kemerahan, serta dermatitis. 
[1] (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181228113719-255-356984/bahaya-abu-vulkanik-letusan-anak-krakatau-bagi-kesehatan), 
[2] (https://www.harianterbit.com/humaniora/pr-2742650862/pakar-bahaya-debu-vulkanis-sebabkan-infeksi-pernapasan)

Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung atau asma memiliki risiko paling tinggi mengalami komplikasi parah akibat paparan ini. [1] (https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181228113719-255-356984/bahaya-abu-vulkanik-letusan-anak-krakatau-bagi-kesehatan)

Sabtu, 05 September 2026

Pohon Durien Mekar

 

 Pohon Durian (Durio)  di pekarangan kami yang sedang mengalami fase pembungaan lebat di bagian batang dan dahan-dahannya. Difoto pada Hari Sabtu pagi (5/9/2026).

Ciri-Ciri yang Terlihat
Batang Utama: Memiliki struktur kayu yang kokoh dan besar dengan tekstur kulit yang khas.
Bunga dan Kuncup: Terlihat kelompok kuncup bunga kecil berwarna kekuningan yang bergerombol padat langsung pada dahan tua dan cabang pohon.
Pola Tumbuh: Kebiasaan berbunga menempel di dahan dan batang (kauliflory) merupakan ciri khas utama dari tanaman durian. 
Karena varietas yang tepat sulit ditentukan hanya dari bentuk pohon dan bunganya saja, tanaman ini kemungkinan besar merupakan jenis durian lokal atau varietas buah unggulan yang sedang musim berbunga
pohon durian yang sedang dalam fase berbunga lebat, dengan kuncup bunga yang bergerombol di sepanjang dahan dan batang pohon. 
Ciri-Ciri yang Terlihat
Kuncup Bunga: Terlihat bergerombol kecil-kecil menempel langsung pada dahan tua (sifat khas tanaman durian).
Fase Tanaman: Pohon berada pada fase generatif, yaitu masa pembentukan bunga yang nantinya akan berkembang menjadi buah jika penyerbukannya berhasil.



Foto-foto Ini menunjukkan Pohon Durien (Durio zibethinus) yang sedang mengalami fase berbunga lebat pada bagian dahan dan batangnya. 
Alhamdulillah Pohon Durien di pekarangan kami mekar di bulan September 2026.
Ciri-Ciri Utama
Batang dan Cabang: Memiliki struktur kayu yang kokoh dengan percabangan yang dipenuhi gerombolan kuncup bunga.
Kuncup Bunga: Muncul bergerombol menempel langsung di dahan besar hingga ranting kecil dengan warna kekuningan atau kecokelatan.
Fase Tumbuhan: Menandakan masa pembungaan (generatif) yang nantinya akan berlanjut ke tahap penyerbukan dan pembentukan buah



Jumat, 04 September 2026

Latihan Lari 13 Kilometer saat Matahari Terbit 🌄

 





Alhamdulillah latihan lari 13 kilometer Rute Situ Kemang Kabupaten Bogor hari Jumat 4/9/2026. Waktu fajar menyingsing / sunrise atau pas matahari terbit🌄.



















 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons