cari kata

Rabu, 17 Juni 2026

Analisa In This Economy



Volume 1 oleh : Muhamad Riski 2022745720004


Tanya :  ⁠Didalam era sekarang ini adalah era krisis dan peluang, didalam krisis ekonomi politik sekarang ini peluang apa yang diperoleh oleh umkm ?

Jawab : 

1. UMKM dapat masuk mengisi celah ini dengan menawarkan produk lokal dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Produk home industry, pakaian lokal, atau bahan pangan olahan lokal akan lebih dilirik.

2. Gerakan mencintai produk lokal (local pride) biasanya meningkat pesat saat krisis. UMKM yang memproduksi barang substitusi (pengganti) barang impor memiliki peluang besar untuk merebut pasar domestik.

3. UMKM tidak perlu modal besar untuk menyewa toko fisik di mal. Dengan memanfaatkan konsep social commerce atau berjualan secara live streaming

---****---'

Volume 2 oleh Matthew Richard Cyrus Mamoto 2022745720005: 


Pertanyaan:

Didalam bisnis multimedia secara spesifik, bisnis multimedia apakah yg bisa survive dan berkembang di jaman teknologi ai sekarang ini?


Jawaban:

Di era AI yang serba otomatis, bisnis multimedia yang survive bukan yang melawan AI, tapi yang memanfaatkan AI sebagai alat sambil tetap mengedepankan nilai yang tidak bisa dihasilkan mesin: kreativitas unik, konteks emosional, dan sentuhan manusia.


Berikut beberapa jenis bisnis multimedia spesifik yang bisa berkembang pesat pada zaman teknologi AI sekarang ini: 


1. Production House untuk Video Interaktif & Personalisasi Massal


AI bisa generate video dari teks, tapi belum bisa membuat video yang benar-benar personal untuk ribuan klien sekaligus dengan konteks lokal yang dalam.


· Model bisnis: Membuat video promosi yang kontennya berubah otomatis berdasarkan data penonton (nama, lokasi, perilaku). Misal: 1 iklan produk yang di setiap tayangan menyebut nama pengguna atau cuaca di kotanya.

· Contoh: PH yang menggunakan AI (seperti Runway, Pika, atau HeyGen) untuk mengganti latar, produk, atau avatar di video master, lalu menjualnya sebagai paket "1.000 video personalized" ke e-commerce atau sekolah.

· Keunggulan: AI mempercepat produksi 90%, manusia tetap mengatur narasi, emosi, dan etika.


2. Jasa Kurasi & Restorasi Konten Heritage (Budaya & Arsip)


Banyak perusahaan, museum, atau keluarga punya ribuan foto/video lama berkualitas buruk atau tidak terkelola. AI hebat untuk restorasi, tapi butuh manusia untuk memilah mana yang bernilai sejarah/emosional.


· Model bisnis: Menawarkan jasa scan, restorasi warna/wajah (pakai Topaz, Remini), lalu mengedit ulang menjadi dokumenter pendek atau konten viral untuk media sosial.

· Contoh: Studio multimedia "Memori Nusantara" yang bekerja sama dengan Pemda untuk mengubah arsip VHS tahun 80-an menjadi konten TikTok/Reels yang estetik, plus menyimpannya di cloud terstruktur.

· Keunggulan: AI mengerjakan teknis (denoise, upscale), manusia menarasikan ulang dengan konteks dan emosi.


3. Creative AI Agency untuk Konten Lokal & Niche


Bukan sekadar jasa desain biasa, tapi spesialisasi membuat asset multimedia yang sangat spesifik secara budaya/lokal yang tidak ada di database AI global (Midjourney, DALL-E).


· Model bisnis: Menjual paket unlimited ilustrasi, karakter 2D, atau suara latar (soundscape) bertema daerah tertentu—misalnya "karakter pewayangan versi cyberpunk" atau "suara pasar tradisional + remix EDM".

· Contoh: Agency "Nusantara AI" yang dibayar bulanan oleh game indie atau animasi pendek untuk menghasilkan 500 aset unik bertema rumah adat, yang mustahil dihasilkan AI global karena kurang dataset.

· Keunggulan: AI sebagai asisten cepat, manusia sebagai prompt engineer super spesialis + kurator orisinalitas.


4. Bisnis Audio Immersive & Sound Design Emosional


AI bisa generate musik, tapi belum bisa menciptakan soundscape yang bereaksi terhadap emosi pengguna atau lingkungan secara real-time dengan nuansa artistik tinggi.


· Model bisnis: Jasa produksi audio 3D/ambisonic untuk pameran, VR, atau ruang publik. Ditambah jasa "sound healing" multimedia yang menggabungkan suara alam asli (rekaman lapangan) dengan generative AI untuk variasi.

· Contoh: Studio "Suara Ruang" yang menyewakan pengalaman audio meditasi di spa premium. Klien adalah hotel bintang 5 yang butuh suara khas (misal: hutan Ubud + gamelan lembut + AI generate birds yang berbeda tiap menit).

· Keunggulan: Rekaman asli (field recording) tidak bisa digantikan AI. AI hanya membantu variasi agar tidak membosankan.


5. Jasa Pengujian & Etika AI Multimedia (Quality Assurance Manusia)


Seiring maraknya konten AI, banyak perusahaan besar butuh manusia untuk memastikan konten generasi AI mereka tidak bias, tidak melanggar hak cipta, dan secara estetika "berasa manusia".


· Model bisnis: Menjadi vendor audit untuk perusahaan yang pakai AI generate gambar/video/teks. Tim Anda mengevaluasi: apakah konten AI ini ofensif? apakah mirip karya orang? apakah cukup orisinal?

· Contoh: Badan usaha "Human Touch Check" yang dikontrak oleh platform iklan digital. Mereka dibayar per jam untuk menandai konten AI yang "terlalu generik" atau "tidak sesuai budaya lokal Indonesia".

· Keunggulan: AI menghasilkan banyak sampah, manusia yang menyaring jadi premium. Ini bisnis B2B yang stabil.


--****--'

Volume 3 oleh : Muhammad Dimas Zhafran

NIM : 2022745720006

Tanya : peluang apa yg dipunyai oleh lulusan baru dalam era digital saat ini?


1. Dalam era digital saat ini, lulusan  baru memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja. Perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan beroperasi, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kemampuan digital semakin meningkat. Hal ini menjadi keuntungan bagi lulusan baru karena mereka umumnya lebih dekat dengan teknologi dan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.


2. Salah satu peluang yang dimiliki lulusan baru adalah kesempatan bekerja di berbagai bidang berbasis digital, seperti digital marketing, desain grafis, pengembangan website dan aplikasi, analisis data, manajemen media sosial, content creator, hingga e-commerce. Banyak perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengelola media digital untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi informasi juga membuka lapangan pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.


3. Selain bekerja di perusahaan, lulusan baru juga memiliki peluang untuk menjadi freelancer. Berbagai platform digital memungkinkan seseorang menawarkan jasa secara online, seperti desain, penulisan, penerjemahan, editing video, hingga pemrograman. Dengan cara ini, lulusan baru dapat memperoleh pengalaman kerja sekaligus penghasilan tanpa harus terikat pada satu perusahaan.


4. Peluang lainnya adalah berwirausaha melalui bisnis digital. Saat ini, seseorang dapat membuka toko online, menjadi reseller atau dropshipper, menjual produk digital, maupun membangun merek pribadi melalui media sosial dengan modal yang relatif kecil dibandingkan bisnis konvensional. Kemudahan akses internet dan banyaknya platform e-commerce membuat proses memulai usaha menjadi lebih mudah.


5. Era digital juga memberikan akses yang luas terhadap pendidikan dan pengembangan keterampilan. Lulusan baru dapat mengikuti kursus online, pelatihan, webinar, dan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi mereka. Dengan terus belajar dan mengembangkan kemampuan, mereka dapat meningkatkan daya saing di pasar kerja yang semakin kompetitif.


6. Peluang terbesar bagi lulusan baru di era digital bukan hanya terletak pada banyaknya jenis pekerjaan yang tersedia, tetapi juga pada kemudahan untuk terus belajar, membangun jaringan profesional, dan menunjukkan kemampuan melalui portofolio digital. Oleh karena itu, lulusan baru yang mampu memanfaatkan teknologi, memiliki kemauan belajar yang tinggi, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih kesuksesan dalam karier maupun usaha mereka.


Volume 4 oleh : Rangga Syahputra

NIM 2022745720002

Tanya  : Apakah bisnis di indonesia akan survive dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang melonjak ?


Jawaban : Rupiah melemah ke Rp18.000/USD akibat keluarnya dana asing besar-besaran dari pasar obligasi negara dan kuatnya dolar AS. Dampaknya, biaya impor bahan baku melonjak, margin bisnis menipis, dan harga barang naik, memicu PHK di berbagai sektor. Solusinya, pemerintah perlu dorong hilirisasi dan Bank Indonesia menaikkan suku bunga SRBI untuk menarik modal asing kembali. Masyarakat sebaiknya prioritaskan produk lokal, hindari utang konsumtif, dan simpan aset di instrumen tahan inflasi seperti emas.

Tanya :Bagaimana cara pebisnis indonesia bisa bertahan sekarang dan mampu bertahan/berkembang?

Jawab : Pebisnis Indonesia punya dua sisi berbeda dalam situasi ini. Di sisi positif, rupiah yang melemah membuka peluang besar bagi yang mengincar pasar luar — produk Indonesia jadi lebih kompetitif di pasar internasional, margin membesar karena pendapatan dolar tapi biaya tetap rupiah. Namun bagi pelaku bisnis yang marketnya stay di Indonesia, kondisi ini justru menyulitkan — biaya produksi melonjak akibat bahan baku impor mahal, sementara daya beli konsumen domestik terus tergerus inflasi.

---****-'''

Volume 5 oleh : Komara Awaludin

NIM : 2022745720001


Tanya : Peluang apa yang bisa diperoleh umkm di era krisis ini?

Jawab :

​1. Akselerasi dan Transformasi Digital (Go Digital)

​Krisis sering kali memaksa perilaku konsumen berubah secara drastis (misalnya, lebih banyak belanja dari rumah).

​Peluangnya: UMKM yang cepat beradaptasi bisa memanfaatkan e-commerce, social commerce (TikTok Shop, Instagram, dll), dan pembayaran digital. Pasar yang tadinya cuma lokal/seputaran RT-RW, sekarang bisa menjangkau skala nasional bahkan internasional dengan modal minim.

​2. Pergeseran ke Produk Substitusi yang Lebih Murah

​Saat krisis, daya beli masyarakat biasanya menurun, sehingga mereka mencari alternatif produk yang lebih terjangkau namun tetap berkualitas.

​Peluangnya: UMKM punya fleksibilitas tinggi untuk menciptakan produk substitusi (pengganti) dari barang-barang bermerek besar yang harganya mulai tak terjangkau oleh masyarakat.

​3. Pemanfaatan Tren Local Pride (Cinta Produk Lokal)

​Krisis global terkadang membuat jalur impor terhambat atau barang impor menjadi sangat mahal.

​Peluangnya: Ini adalah panggung besar untuk produk lokal. Konsumen akan lebih melirik produk buatan dalam negeri karena ketersediaannya lebih stabil dan harganya lebih masuk akal.

​4. Efisiensi Biaya Operasional (Model Bisnis Lean)

​UMKM tidak memiliki beban struktur organisasi yang gemuk seperti perusahaan raksasa.

​Peluangnya: UMKM jauh lebih lincah (agile). Mereka bisa memanfaatkan ruang rumah sebagai gudang/tempat produksi, menerapkan sistem pre-order (PO) untuk menekan risiko modal, atau menggunakan sistem reseller/dropshipper untuk memperluas jaringan penjualan tanpa biaya gaji tetap.

​5. Fokus pada Kebutuhan Primer dan Kesehatan

​Dalam kondisi krisis, masyarakat akan memangkas pengeluaran tersier (kemewahan) dan berfokus pada kebutuhan dasar.

​Peluangnya: UMKM yang bergerak di bidang pangan (makanan olahan tahan lama, bahan pokok alternatif) dan sektor kesehatan/kebersihan skala rumahan akan selalu punya pasar yang stabil.


---***--

Segar Kebun Bunga Bulan Juni 2026 (Rose varietas Holiday Island Peony)

 Foto by : mung pujanarko

Lokasi : pekarangan rumah



Bunga mawar (Rose)  ini diidentifikasi sebagai varietas Holiday Island Peony. Fitur visual utamanya adalah mahkota bunga berwarna merah muda terang dengan pusat berwarna putih dan kuning cerah.Jenis ini dikenal memiliki keharuman lembut dan rajin berbunga di cuaca panas


Bunga mawar saya ini di atas adalah varietas Holiday Island Peony. Varietas ini dikenal karena warnanya yang cerah dan aromanya yang lembut. Jenis mawar ini sering dibudidayakan oleh komunitas pencinta mawar di Indonesia karena rajin berbunga.

Holiday Island Peony Rose






Dendrobium diatas adalah hibrida yang populer karena ketahanannya.Visual bunga ini menunjukkan kombinasi warna merah tua atau cokelat keunguan dengan bagian lidah (labellum) yang kontras.Jenis anggrek ini umumnya tumbuh subur di iklim tropis dan membutuhkan cahaya terang namun tidak langsung.



Anggrek ini adalah Dendrobium hibrida, sering disebut sebagai Dendrobium Heart of Northoaks Primary. Fitur visual utamanya meliputi kelopak putih kehijauan yang melengkung dan bibir bunga berwarna ungu tua cerah. Anggrek jenis ini dikenal tahan terhadap sinar matahari penuh dan hujan, menjadikannya populer untuk koleksi di Indonesia.


Ini adalah anggrek hibrida jenis Dendrobium Rabbit White Lips Violet. Anggrek ini memiliki ciri khas bunga putih dengan bibir berwarna ungu cerah.
Dikenal juga dengan sebutan anggrek kelinci karena bentuk kelopaknya yang unik.
Tanaman ini sering dijual dalam kondisi dewasa atau berbunga.

Tanaman ini adalah Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum) yang dikenal dengan pola bintik coklat pada kelopak hijau atau kuningnya. Jenis anggrek ini sering digunakan dalam lanskap dan dapat tumbuh dengan baik saat dipasang di pohon, menyukai sinar matahari penuh. Grammatophyllum scriptum populer di dunia dan sering ditemui dalam kondisi tanaman dewasa yang siap berbunga.

Grammatophyllum scriptum





Anggrek ini varietas Dendrobium Morning Sun atau Dendrobium Burana Honey, yang dikenal karena warna kuning cerah dengan gradasi merah muda atau ungu di ujung kelopaknya.Tanaman ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup, namun sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung yang terlalu terik sepanjang hari.Penyiraman sebaiknya dilakukan secara teratur saat media tanam mulai terasa kering untuk menjaga kelembapan tanpa menyebabkan akar membusuk.


Grammatophyllum scriptum

Grammatophyllum scriptum

Lukisan Grammatophyllum scriptum


Latihan Lari Pagi 17 kilometer 17 Juni 2026

 


Hari Rabu pagi (17/6/2026) kembali berlatih lari pagi.

17 kilometer 17 juni 2026

Link strava https://strava.app.link/2Kagp7VY13b








Udara sejuk rute lari situ kemang kec kemang kab bogor

Lari keliling danau Situ Kemang Kec. Kemang Kab. Bogor.

Silent and morning breeze.


Solitude Run Situ Kemang
Silent - sepi - segar🏃
Semua foto by : Mung Pujanarko






Challenges yang sudah selesai :





Selasa, 16 Juni 2026

FIKOM Jayabaya bersama Fasilkom dan MKn akan adakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat : "Guru bukan Teman Nongki" (Batasan Etika Komunikasi Siswa di Sekolah

FIKOM Jayabaya bersama Fasilkom dan MKn akan adakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat  : "Guru bukan Teman Nongki" (Batasan Etika Komunikasi Siswa di Sekolah)




 Jakarta - Setelah sukses mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema Sosialisasi Pemilahan Sampah di Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Minggu (14/6/2026) lalu, FIKOM Jayabaya kini bersiap untuk mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat selanjutnya bertema : "Guru bukan Teman Nongki" (Batasan Etika Komunikasi Siswa di Sekolah).

Pengabdian kepada Masyarakat yang mengangkat tema Guru bukan Teman Nongki" (Batasan Etika Komunikasi Siswa di Sekolah) ini akan digelar di SMAN 73 DKI Jakarta pada hari Senin, 22 Juni 2026.

Dekan FIKOM Jayabaya Dra. Winarni, M.Si., memaparkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ( PkM) ini FIKOM Jayabaya akan berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Jayabaya, dan Program Magister Kenotariatan Jayabaya.

Tema Kekinian

Tema : "Guru bukan Teman Nongki" (Batasan Etika Komunikasi Siswa di Sekolah) ini dipilih oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya bersana Fasilkom dan Magister Kenotariatan karena perkembangan teknologi komunikasi dan media sosial telah mengubah pola interaksi antara siswa dan guru. Kemudahan berkomunikasi melalui aplikasi pesan instan, media sosial, dan berbagai platform digital sering kali membuat batas antara hubungan profesional guru dan siswa menjadi semakin kabur.

Dalam praktiknya, tidak sedikit siswa yang berkomunikasi dengan guru menggunakan bahasa yang terlalu santai, mengabaikan tata krama, atau memperlakukan guru layaknya teman sebaya. Kondisi ini berpotensi menurunkan penghormatan terhadap guru sebagai pendidik serta mengurangi efektivitas proses belajar-mengajar di lingkungan sekolah.

Melalui tema ini, FIKOM Universitas Jayabaya ingin memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya etika komunikasi, kesantunan berbahasa, dan batasan yang sehat dalam berinteraksi dengan guru. Siswa perlu memahami bahwa hubungan yang akrab dengan guru tetap harus dilandasi rasa hormat, sopan santun, dan kesadaran akan peran masing-masing.

Selain itu, tema ini juga relevan dengan bidang ilmu komunikasi yang menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, beretika, dan sesuai konteks sosial. Dengan meningkatnya pemahaman siswa tentang etika komunikasi, diharapkan tercipta lingkungan pendidikan yang lebih harmonis, saling menghargai, dan mendukung pembentukan karakter generasi muda yang beradab.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu kontribusi FIKOM Universitas Jayabaya dalam membangun budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kesopanan dan penghormatan terhadap profesi guru sebagai pilar utama pendidikan bangsa. ( Win/ Red)

Mahasiswa FIKOM Jayabaya Soroti Persoalan Pengelolaan Sampah Saat Program Pengabdian Masyarakat di Komplek Pertamina Ujung Menteng

  


Jakarta Timur || MTV.CO – Program Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya di Komplek Pertamina, Kelurahan Ujung Menteng, Jakarta Timur, Minggu (14/6/2026), tidak hanya menjadi ajang sosialisasi pemilahan sampah, tetapi juga mengungkap persoalan nyata dalam pengelolaan sampah di lingkungan permukiman.



Kegiatan yang merupakan bagian dari program Universitas Jayabaya tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan sosial dan lingkungan yang terjadi di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut mendampingi warga mengikuti sosialisasi pemilahan sampah organik dan anorganik. Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai RT sekitar hadir dan menyimak materi yang disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Namun, di balik tingginya kesadaran masyarakat, mahasiswa menemukan kondisi yang memprihatinkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) lingkungan Komplek Pertamina. Sampah terlihat menumpuk dan belum diangkut selama kurang lebih dua minggu.

"Mahasiswa Jayabaya terlihat langsung membantu masyarakat, terutama warga Komplek Pertamina. Mereka juga melihat langsung kondisi TPS di lingkungan ini yang sudah dua minggu belum diangkat oleh pihak terkait," ujar Ade, petugas kebersihan sekaligus pengawas TPS di lokasi tersebut.






Temuan tersebut menjadi catatan penting bagi mahasiswa. Pasalnya, keberhasilan program pemilahan sampah tidak hanya ditentukan oleh kesadaran warga, tetapi juga oleh dukungan sistem pengelolaan sampah yang berjalan dengan baik. Ketika masyarakat sudah mulai memilah sampah, tetapi pengangkutan tidak dilakukan secara rutin, maka tujuan pengurangan dan pengelolaan sampah menjadi kurang optimal.

Dosen pendamping dan mahasiswa menilai persoalan sampah harus dilihat secara menyeluruh. Edukasi kepada masyarakat memang penting, namun perlu dibarengi dengan pelayanan publik yang memadai, mulai dari penyediaan sarana pemilahan hingga kepastian jadwal pengangkutan sampah.

Secara kritis, kondisi TPS yang tidak terangkut selama dua minggu menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya masalah perilaku masyarakat, melainkan juga menyangkut tata kelola dan koordinasi antar pemangku kepentingan.



Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak lingkungan, gangguan kesehatan, hingga menurunkan motivasi warga yang telah berupaya melakukan pemilahan sampah.



Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Jayabaya tidak hanya belajar mengenai komunikasi dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana kebijakan dan pelayanan publik berpengaruh terhadap keberhasilan program lingkungan.



Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, pengelola lingkungan, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berpihak pada kebutuhan warga.

Dengan demikian, gerakan pemilahan sampah tidak berhenti pada tataran sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi solusi bagi persoalan sampah di lingkungan perkotaan.

(Oleh : Tim Mahasiswa Jurnalistik FIKOM Universitas Jayabaya)

Senin, 15 Juni 2026

Warga Komplek Pertamina Ujung Menteng Edukasi Pemilahan Sampah di Tengah Pembatasan Kuota TPSP Bantar Gebang

 Warga Komplek Pertamina Ujung Menteng terima Edukasi Pemilahan Sampah di Tengah Pembatasan Kuota TPSP Bantar Gebang







CAKUNG, JAKARTA TIMUR, IMC – Warga RW 04 Komplek Pertamina, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, mulai mendapatkan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini digerakkan melalui kolaborasi antara Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Jayabaya dengan warga setempat pada Minggu, 14 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB. 

Program sosialisasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mematuhi Instruksi Gubernur No. 5 Tahun 2026 yang mewajibkan seluruh warga DKI Jakarta memilah sampah dari rumah. Langkah ini dinilai semakin mendesak mengingat kondisi tempat penampungan sampah (TPS) di lingkungan tersebut yang sempat menggunung akibat adanya pembatasan kuota pembuangan ke TPSP Bantar Gebang. 

Menurut Pak Syarif selaku pihak LMK, sosialisasi ini akan berjalan intensif hingga 1 Agustus mendatang sebelum program pemilahan benar-benar direalisasikan secara penuh ke tingkat RT yang terhubung dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH). "Sampah organik nantinya akan diambil dan dikelola oleh Dinas LH untuk dijadikan pupuk kompos atau pakan, sampah non-organik masuk ke bank sampah RW, sedangkan sampah residu baru dibuang ke Bantar Gebang," jelas Pak Syarif mengenai mekanisme penyaluran sampah yang telah dipilah.







Kendati demikian, realisasi di lapangan masih menghadapi tantangan. Ibu Tety, pengurus Bank Sampah setempat, mengakui bahwa belum semua warga paham cara memilah secara spesifik. Pengurus bank sampah masih harus bekerja ekstra memisahkan kembali kategori sampah anorganik yang bernilai jual, seperti memisahkan botol plastik dari tutup dan labelnya, serta mengelompokkan kardus berdasarkan ukurannya. "Saat ini baru berjalan di beberapa RT saja, belum meluas satu RW. Namun dengan program pemerintah ini diharapkan kesadaran masyarakat bisa meningkat," ungkap Ibu Tety. 



Tantangan terbesar saat ini justru datang dari penumpukan sampah di TPS lokal yang sudah berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Pak Adi, petugas pengangkut sampah komplek, mengeluhkan keterlambatan armada pengangkutan yang biasanya datang setiap hari menggunakan kontainer. Keterlambatan ini terjadi setelah adanya insiden longsor yang memakan korban jiwa di TPSP Bantar Gebang, sehingga pihak pengelola membatasi kuota truk sampah yang masuk dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Pembatasan tersebut dilaporkan memotong kapasitas pembuangan secara drastis. 






Menanggapi tumpukan sampah yang mulai menimbulkan bau dan belatung tersebut, Ketua RW 04, Pak Alis Naini, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kasatgas LH di tingkat kelurahan dan kecamatan. "Penyelesaiannya harus bertahap karena keterbatasan kuota dan armada. Sembari menunggu armada LH, kami juga berupaya mencari solusi mandiri di lingkungan, seperti mengolah sampah menjadi pupuk bersama pengurus PKK guna mengurangi volume sampah di TPS," kata Pak Alis Naini. 



Meskipun dihadapkan pada masalah pengangkutan, warga menyambut positif edukasi ini. Pak Gufron Darianto, salah seorang warga senior, menyatakan bahwa sosialisasi ini memberikan kemajuan dan edukasi yang sangat baik bagi masyarakat yang terbiasa langsung membuang sampah tanpa dipilah. Beliau yang pernah tinggal di luar negeri berharap sistem pemilahan sampah menggunakan plastik yang berbeda warna antara organik dan anorganik dapat segera diterapkan secara konsisten demi menjaga kesehatan warga Komplek Pertamina yang mayoritas diisi oleh lansia. (Jafia dan Tim FIKOM Jayabaya)


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons