cari kata

Selasa, 04 Agustus 2026

Bawaslu Campus Connect Hadir di Universitas Jayabaya, Dorong Generasi Digital Turut Wujudkan Demokrasi Transparan


Bawaslu Campus Connect Hadir di Universitas Jayabaya, Dorong Generasi Digital Turut Wujudkan Demokrasi Transparan


Video part 1
Video part 2


Jakarta, IMC -  Universitas Jayabaya menjadi tuan rumah kegiatan Bawaslu Campus Connect yang mengusung tema "Generasi Digital, Demokrasi Transparan". 

Event ini digelar di ruang Auditorium Pascasarjana Universitas Jayabaya lantai 5 Gedung Universitas Jayabaya Hari Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) ini bertujuan meningkatkan literasi demokrasi serta mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. 


Dekan FISIP Jayabaya Drs. Denny Ramdhani, M.Si dalam sambutannya menyampaikan "Peserta pemilih itu adalah generasi Gen Z dan Generasi Millennial.  Nah tugas sekarang dari Bawaslu itu bagaimana menggerakkan para generasi-generasi ini untuk bisa lebih aktif, berpartisipasi, tidak menjadi orang apatis, ataupun menjadi golongan putih, atau tidak memilih karena alasan administrasi, ataupun alasan politik. Jadi tugas dari Bawasu adalah menjadi wasit," papar Dekan FISIP Drs. Denny Ramdhani, M.Si.

Rektor Universitas Jayabaya Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.Hum.


Selanjutnya dalam sambutannya, Rektor Universitas Jayabaya Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.Hum., menyampaikan pentingnya penguatan Bawaslu sebagai lembaga,  "Diharapkan Bawaslu ini sebagai sebuah penguatan lembaga di dalam sistem ketatanegaraan kita, karena dia harus bisa kuat, bisa independen, dalam menghadapi berbagai macam tantangan di dalam rangka menghasilkan sebuah pemilu yang bermutu, "tutur Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.Hum.

Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M.


Kemudian sambutan dari Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M., selaku Koordinator Divisi Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu RI yang menyampaikan pentingnya partisipasi generasi muda dalam pemilu. 

"Tema yang kita angkat pada hari ini, generasi digital, demokrasi transparan, merupakan tema yang sangat relevan sekali dengan perkembangan teknologi,  perkembangan demokrasi yang berkembang pada saat ini.  Jadi kita hidup ini di era teknologi digital, bagaimana seluruh aspek itu mengubah sebuah kehidupan.  Termasuk bagaimana cara memperoleh informasi, bagaimana cara bisa berinteraksi, menyampaikan pendapat, menyampaikan aspirasi, hingga berpartisipasi dalam proses demokrasi.  Nah ini perkembangan ini menghadirkan berbagai apa yang dimaksud dengan peluang dan apa yang dimaksud dengan tantangan. Jadi ternyata peluangnya juga luar biasa, tantangannya juga luar biasa.
Kalau kita bisa lihat, di satu sisi teknologi ini memungkinkan mengakses sebuah informasi.  Nah, kemudian juga semakin cepat tentunya, bagaimana kita bisa memperluas ruang partisipasi publik, peningkatan transparansi pemilu dan sebagainya. Tapi juga di sisi lain, ini banyak berbagai ancaman dan tantangannya, " papar Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M., dari Bawaslu.

Panel Diskusi



Sesi berikutnya adalah pemaparan Materi-materi dari para Narasumber

Dr. Ngudi Astuti, M.Si.sedang memberikan pemaparan.

Paparan pertama bertema : "Sinergi Kampus dan Bawaslu dalam  Penguatan Demokrasi Partisipatif" oleh Dr. Ngudi Astuti, M.Si., selaku Wakil Dekan FISIP Jayabaya, yang pada intinya menyampaikan pentingnya integritas, akuntabilitas, partisipasi, transparansi dan kesetaraan sebagai fondasi demokrasi yang berkualitas.


Heroik Pratama, dari Perludem sedang memberikan pemaparannya.


- Paparan berikutnya adalah "Etika Digital dalam Kontestasi Politik: Menjaga Ruang Siber dari Ujaran Kebencian" oleh Heroik Pratama, dari Perludem yang intinya menyampaikan mengenai post truth society dan problem etik AI dalam kampanye.

- Kemudian paparan selanjutnya adalah : "Komitmen penyelenggara pemilu dalam  keterbukaan informasi publik melalui  akses pusdatin Bawaslu RI" oleh Dr. Heri Herdiawanto, M.Si. yang pada intinya menyampsikan tantangan dalam era Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.



- Selanjutnya adalah tema materi "Menelaah Integritas Pemilu di Era Siber:  Tantangan, Ancaman, dan Mitigasi" oleh Brahma Aryana S.H., dari KIPP -  Komite Independen Pemantau Pemilu, yang menyampaikan pergeseran menuju dunia maya yaitu disrupsi siber, batas demokrasi yang tak lagi terlihat. Terdapat mutasi ancaman yang nyata di era siber ini.

Saksikan paparan-paparan penting dalam acara ini di youtube :



- Dan paparan "Pusat Data dan Informasi Bawaslu:  Membuka Akses, Menjamin Transparansi" oleh Dr. Endang Sulastri.

- Panel Diskusi ini dimoderatori oleh : Dr. Ambarwati, M.Si selaku Dosen Universitas Jayabaya.

Acara ini dihadiri pula oleh Dr. Bachtiar dan Moh. Sitoh Anang, selaku Tenaga Ahli Bawaslu RI, kemudian Henry Dwi Prastowo, selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Bawaslu RI, serta Munandar Nugraha, selaku Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta. Acara ini juga turut dihadiri oleh para Wakil Rektor Jayabaya yaitu Dr. H. Syahid Suhandi Aziz, M.M., dan Dr. Hendra Dinata, S.H, M.H.

Melalui program ini, Bawaslu mengajak kalangan akademisi, khususnya mahasiswa, untuk menjadi bagian dari pengawasan partisipatif di era digital. Dengan semangat "Ayo Awasi Bersama, Sukseskan Pemilu yang Berintegritas!", peserta diajak memahami pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu, sekaligus menangkal penyebaran hoaks, disinformasi, dan pelanggaran yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

Kegiatan tersebut menghadirkan materi mengenai literasi digital, pengawasan pemilu, partisipasi masyarakat, serta penguatan nilai-nilai demokrasi. 

Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung proses demokrasi yang transparan dan akuntabel.

Selain menjadi ajang edukasi, Bawaslu Campus Connect di Universitas Jayabaya bertema "Generasi Digital, Demokrasi Transparan, Ayo Awasi Bersama, Sukseskan pemilu yang berintegritas" ini  juga menjadi wadah dialog antara penyelenggara pemilu dengan sivitas akademika. Melalui diskusi interaktif, peserta dapat menyampaikan pandangan, gagasan, maupun kritik konstruktif mengenai pelaksanaan pengawasan pemilu di Indonesia.




Mung Pujanarko Dosen FIKOM Jayabaya turut hadir dalam acara ini


Penyelenggaraan kegiatan ini di Universitas Jayabaya diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya melek politik dan digital, tetapi juga memiliki komitmen tinggi dalam menjaga integritas serta kualitas demokrasi Indonesia. 


Hadir pula dalam avara ini dari kiri ke kanan : Vera, S.T (Fasilkom Jayabaya) , Dr. Lia Marthalia, MM (Fasilkom Jayabaya), Ines Sheraton, S.M (LMH Jayabaya), Mung Pujanarko, M.I.Kom (FIKOM) Jayabaya. (*)

Senin, 03 Agustus 2026

Gunung ⛰️

 Gunung 🏔⛰️🌋🗻

Gunung tidak pernah ingin dipuji.

Atau kebalikannya Gunung juga tidak mau diremehkan. 

Gunung tahu manusia bersedia memanage Bumi Alloh ini.

Ketika Tuhan YME berfirman :

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh." QS Al-Ahzab · Ayat 72

Filosofi Jawa Ojo Gunggungan Nang Gunung

Kalau saya pikir lagi Gunung itu semua Gunung itu sakral -suci.

Gunung jelas tidak suka orang naik Gunung hanya untuk (orang itu) hanya ingin dipuji, hanya ingin sekali dapat pujian, atau hanya untuk gagah-gagahan semata, dan untuk jumawa dan untuk cari validasi semata.

Jika rasa ingin dipuji ini ada di dada ketika di Gunung maka cepat hilangkan rasa itu, atau resiko hilang diri dan kehilangan diri.

Paling fatal bisa-bisa gugur di gunung jika semata hanya haus validasi ingin dipuji semata. 

Sudah banyak contohnya semoga kita ( saya) terutama bisa ambil hikmahnya .Ojo Gunggungan Nang Gunung.

Sudah banyak peristiwa tragedi di Gunung yang berawal dari rasa ingin dipuji. Hal ini berlaku secara global bumi. Berlaku ini disemua Gunung di dunia ini. 

contoh contoh yang saya masih ingat

Ada pendaki berbikini => gugur, googling saja ; bikini climber. Untuk apa berpose pakai bikini di gunung? Ya untuk validasi lah tentunya.

Ada pendaki pemula malah balapan lari di gunung karena ingin iseng dan dipuji => hilang.

Ada pelari trail gunung sengaja ingin cari rute baru untuk mendahului secara mengejutkan agar teman-temannya kaget dan memuji => hilang dan gugur.

Ada pelari gunung sudah berumur tapi lupa sadar usia dipaksakan mungkin ya kalau di medsos posting kan bisa title : sudah tua tapi masih bisa siksa raga sambil pegang medali => gugur.

Ada pendaki yang justru ingin berpose dekat kawah ada juga ingin berpose dekat latar belakang letusan asap yang epic, semua mungkin demi postingan yang epic dan estetik di medsos = > gugur/ luka.

Senua ini kita turut berduka cita tentunya.

Tragedi-tragedi ini menjadi pengingat (bagi saya) bahwa meskipun gunung-gunung populer bagi pendaki maupun pelari trail, kawasan Gunung-gunung rata-rata memiliki risiko tinggi. Sikap mental ingin mendaki dengan luruskan niat ingin mendaki bukan untuk dipuji. 

Naik gunung dalam Islam itu mubah. Jika niat mendaki hendaknya ditujukan untuk ibadah, merenungkan keagungan ciptaan Allah SWT, serta menjaga dan melatih kesehatan dan ketahanan fisik dan mental. Jangan maksain jika kondisi tidak fit. Jangan maksain ketika kondisi cuaca tidak kondusif. Jangan maksain ketika sudah ada larangan dan jalur pendakian ditutup.

 Naik gunung bukan sekadar rekreasi, melainkan sarana tadabur alam guna mempertebal iman dan rasa syukur.

Berikut adalah panduan menata niat, doa, serta adab penting saat mendaki gunung:

Niat & Adab Utama Menurut Islam

Luruskan Niat: Hindari mendaki demi kesombongan, pamer (riya), atau sekadar menaklukkan puncak demi validasi haus pujian. Bisa-bisa saling berkelahi di puncak gunung karena rebutan spot foto. Googling saja : berkelahi di puncak gunung gegara rebutan spot foto estetik.

Izin Orang Tua: Pastikan mengantongi restu keluarga sebelum memulai perjalanan safar. Jangan ijin kemana mendakinya kemana. Sebaiknya jangan.

Jaga Sholat: Tetap tunaikan sholat lima waktu di gunung dengan memanfaatkan kemudahan jamak dan qasar jika memenuhi syarat safar.

Jaga Perilaku: Dilarang merusak alam, membuang sampah sembarangan, berkata kasar emosi pada kawan, atau bertindak tidak sopan. Jangan gunggungan sok-sokan berkata sombong.

Zikir & Doa Perjalanan GunungSaat mendaki, Rasulullah ﷺ dan para sahabat mencontohkan zikir berdasarkan medan perjalanan: Saat Tanjakan: Membaca takbir (Allahu Akbar) ketika melewati jalur menanjak. Saat Turunan: Membaca tasbih (Subhanallah) ketika melewati jalur menurun.

Doa Memohon Perlindungan di Tempat Baru (Pos/Tenda):أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq. Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."

Persiapan Fisik & Logistik Wajib

Latihan Fisik: Lakukan olahraga kardio seperti jogging atau bersepeda minimal 1–2 minggu sebelum mendaki untuk melatih jantung dan otot.

Perlengkapan Keamanan: Bawa jaket waterproof, pakaian hangat, tenda standar pendakian, sleeping bag, matras, dan senter/headlamp.

Kakau tek tok ya harus berpengalaman dan bertahap sampai bisa mahir tektok. Jangan sampai nyusahin orang banyak.

Logistik Cukup: Hitung kebutuhan air bersih dan makanan kalori tinggi sesuai dengan durasi pendakian.

Kotak P3K: Siapkan obat-obatan pribadi, obat diare, obat flu, pembalut luka, dan oksigen portabel jika diperlukan.

Jangan sok-sokan di gunung. Sok-sokan di gunung bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Persiapan yang matang, taat aturan ijin pengelola berwenang, pemberitahuan rute kepada keluarga atau pengelola, membawa perlengkapan keselamatan, serta sedapat mungkin tidak beraktivitas sendirian merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko saat beraktivitas di alam terbuka.

Ojo Gunggungan Nang Gunung. 

Gunung itu malah bikin humble bukan bikin jumawa. 

(Sebuah pesan untuk diri sendiri di blog pribadi sendiri)


Guru Besar Teknik Kimia Universitas Jayabaya Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si., bawakan Hasil Riset di Kongres Polimer Dunia IUPAC ke-51, Konvensi Internasional IUPAC MACRO 2026 di Malaysia

Guru Besar Teknik Kimia Universitas Jayabaya Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si, bawakan Hasil Riset di Kongres Polimer Dunia IUPAC ke-51, Konvensi Internasional IUPAC MACRO 2026 di Malaysia

Kuching, Malaysia, IMC  – Guru Besar Teknik Kimia Universitas Jayabaya, Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si, menghadiri IUPAC MACRO 2026 (51st IUPAC World Polymer Congress) yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026 di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK), Sarawak, Malaysia. Konvensi ilmiah bergengsi ini mengangkat tema “New Polymers and Innovative Materials for a Sustainable Future.” 

 International Union of Pure and Applied Chemistry (Persatuan Internasional Kimia Murni dan Terapan) - IUPAC, sebuah organisasi dunia yang berdiri sejak tahun 1919 untuk mengatur standar resmi, nama senyawa, dan istilah dalam ilmu kimia.

Guru Besar Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Jayabaya, Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si, tampil membawakan hasil riset mandiri : "Structure- performance relationships of chitosan-baglog-derivedmushroom biochar bio-composites for ion binding and microplastic retention in saline systems".


Keikutsertaan Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si., sebagai pemateri di ajang ini dari Indonesia, menjadi bagian dari komitmen Universitas Jayabaya dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mengikuti perkembangan terbaru di bidang teknik kimia, ilmu polimer, dan material inovatif yang berorientasi pada keberlanjutan.

IUPAC MACRO merupakan salah satu forum ilmiah terbesar di dunia di bidang polimer yang mempertemukan para ilmuwan, akademisi, peneliti, serta praktisi industri dari berbagai negara. Dalam forum ini, para peserta berbagi hasil riset terkini, berdiskusi mengenai inovasi teknologi material, serta membangun kolaborasi internasional untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Partisipasi Prof. Dr. Flora Elvistia Firdaus, M.Si,  dari Indonesia diharapkan dapat membuka peluang kerja sama riset dan publikasi internasional, sekaligus memperkaya pengembangan pendidikan dan penelitian di Program Studi Teknik Kimia Universitas Jayabaya. Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari konvensi ini juga diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Keikutsertaan Guru Besar FTI Universitas Jayabaya dalam ajang internasional tersebut mencerminkan upaya universitas untuk terus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi global, inovasi ilmiah, dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat internasional. (Syahid Suhandi Aziz/ Red)

Minggu, 02 Agustus 2026

Anggrek Mekar di Kebun pada Bulan Agustus 2026

 


Bunga dalam gambar di atas adalah Phalaenopsis amboinensis, atau dikenal sebagai anggrek bulan Ambon, yang merupakan spesies endemik Indonesia.Anggrek ini dikenal memiliki bunga beraroma harum, mirip dengan aroma sitrus dan kayu manis.Tanaman ini umumnya tumbuh sebagai epifit di batang pohon pada hutan dengan ketinggian tertentu.Jenis ini cukup populer di kalangan kolektor namun populasinya di alam liar terancam, menjadikannya tumbuhan yang dilindungi


Di tengah kebun Anggrek







Anggrek dalam gambar di atas adalah Vanda limbata, spesies anggrek yang berasal dari Indonesia.Ciri khasnya meliputi kelopak tebal berwarna merah kecoklatan dengan corak kuning, serta labellum (bibir bunga) berwarna merah muda cerah.Jenis anggrek ini dikenal memiliki aroma yang wangi.Tanaman ini tumbuh subur di wilayah Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, hingga Filipina.

Ini adalah Dendrobium Sonia R1 dengan warna ungu tua yang kaya dan pusat kelopak yang lebih terang.Anggrek ini tumbuh paling baik di lingkungan dengan kelembapan tinggi dan cahaya terang namun tidak langsung



Ini adalah Dendrobium telomoyo, yang dikenal dengan sebutan anggrek kuku macan karena bentuk kelopak bunganya yang melintir atau keriting. Fitur visual utamanya adalah perpaduan warna sepal dan petal yang unik, sering kali berwarna putih keunguan atau kekuningan, dengan bagian bibir bunga berwarna ungu cerah atau magenta. Anggrek ini berasal dari daerah tropis, seperti Filipina dan Sulawesi, serta tumbuh subur di lingkungan taman




Sabtu, 01 Agustus 2026

Kasus Diskriminasi Komunitas Pelari Bule tolak Pelari WNI Warga lokal, ditinjau dari sudut pandang Filosofi dalam Mitologi Odyssey

 


Kasus diskriminasi pelari WNA terhadap WNI melibatkan komunitas Entourage Bali di Canggu, yang menolak pendaftar ber-nomor telepon +62, memicu kemarahan publik, dan berujung pada penghentian kegiatan serta pencekalan dua penyelenggara oleh imigrasi.

Kasus diskriminasi pelari di Bali melibatkan komunitas Entourage Run di Canggu yang menolak pendaftaran Warga Negara Indonesia (WNI) dalam acara Bali Silent Disco Run pada Juli 2026. 

Direktorat Jenderal Imigrasi bertindak cepat dengan memasukkan dua penyelenggara WNA asal Belanda ke dalam daftar cekal dan penangkalan.

Kronologi dan Permasalahan

Pendaftaran ditolak: Calon peserta WNI tidak diizinkan bergabung setelah mencantumkan status kewarganegaraan pada Juli 2026.

Eksklusivitas WNA: Pendaftar asing langsung diterima, memicu kecaman publik dan tokoh lokal.

Kemacetan lalu lintas: Kegiatan kelompok lari ini juga dikeluhkan karena memadati jalan raya

Gini ya meski sudah disangkal oleh komunitas itu tapi ini kan nyata apa adanya.

Sanggahan atau klarifikasi dari komunitas Entourage Bali disampaikan setelah mereka dituduh melakukan diskriminasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) dalam acara lari di Canggu.

Poin-Poin Sanggahan dan Klarifikasi

Bantahan Diskriminasi: Pihak penyelenggara menyatakan tidak ada niat sama sekali untuk membeda-bedakan atau tidak menghormati kewarganegaraan tertentu.

Klaim Kesalahan Sistem: Penolakan pendaftaran terhadap nomor telepon Indonesia (+62) diklaim murni akibat adanya bias atau galat (error) pada sistem persetujuan otomatis (auto-filter) di grup pendaftaran.

Klaim Partisipasi Lokal: Komunitas berdalih bahwa anggota mereka berasal dari berbagai negara termasuk Indonesia, bahkan mengklaim jumlah WNI merupakan kelompok peserta terbesar pada acara Silent Disco Run.

Tindak Lanjut dan Dampak Polemik

Penghentian Kegiatan: Sebagai bentuk tanggung jawab, Entourage Bali menghentikan sementara seluruh kegiatan komunitas mereka.

Sanksi Imigrasi: Dua warga negara Belanda yang menjadi pengurus/penyelenggara telah dikenai sanksi penangkalan (cekal) dan dilarang masuk kembali ke wilayah Indonesia oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Pemeriksaan Perizinan: Aparat berwenang dan Satpol PP Bali terus menyelidiki legalitas serta kesesuaian izin kegiatan perkumpulan asing tersebut.

Alasan teknis kata komunitas Entourage Bali.

teknis apa nih ?

teknis menolak otomatis nomer +62  ?

Ginilo, ini para turis asing ini tamu.

Tamu loh.

Konsep tamu dalam mitologi Odyssey

Konsep tamu dalam kisah Odyssey diatur oleh Xenia, yaitu hukum keramahan dan kewajiban moral suci yang dilindungi oleh dewa Zeus. 

Hubungan antara tamu dan tuan rumah ini menjadi inti dari seluruh alur cerita, di mana karakter dinilai berdasarkan cara mereka memberi atau menerima jamuan.

Aturan dan Etika Tamu-Tuan Rumah (Xenia)

Kewajiban Tuan Rumah: Menyambut pendatang, memberi makanan, minuman, tempat istirahat, serta menanyakan identitas setelah tamu merasa nyaman.

Kewajiban Tamu: Bersikap sopan, tidak boleh merusak atau memanfaatkan kebaikan tuan rumah secara berlebihan.

Perlindungan Dewa: Orang Yunani kuno percaya dewa sering menyamar sebagai orang asing untuk menguji manusia.

Contoh Baik dan Buruk dalam Cerita

Tuan Rumah yang Baik: Rakyat Phaeacia menyambut Odysseus dengan dermawan, begitu pula Eumaeus si penggembala babi yang menjamu Odysseus saat menyamar jadi pengemis.

Tuan Rumah yang Buruk: Raksasa Polifemus (Cyclops) melanggar aturan dengan memakan tamu alih-alih memberi makan.

Tamu yang Buruk: Para pelamar di istana Odysseus yang menghabiskan harta benda dan bersikap kasar di rumah Penelope, sehingga mereka mendapat hukuman dari Odysseus.

Ini menginsiprasi kita jangan jadi tamu yang buruk.

Juga kita jangan jadi tuan rumah yang buruk.

Coba kalau kita berwisata di negeri orang kemudian kita turis WNI kena rasis dari orang di negara yang kita kunjungi kan kita juga ga enak hati.

Turis ya jelas tamu lah. Tamu ya sebaiknya menghormati dan menghargai tuan rumah lah. Saling menyayangi dan saling mengasihi antara tuan rumah dan tamu itu lebih baik. (*)


Narkoba lagi, kali ini dibawa oleh Oknum Pilot Malaysia




Seorang pilot maskapai Malaysia Airlines berkewarganegaraan Malaysia ditangkap setelah kedapatan membawa 25 kilogram ekstasi dan 4 gram sabu saat tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (28/7/2026).

Pilot berinisial MS tersebut ditangkap pada Rabu. Berdasarkan hasil tes urine, MS dinyatakan positif mengonsumsi narkotika. Saat itu, ia diketahui menerbangkan pesawat rute Kuala Lumpur–Jakarta yang mengangkut 170 penumpang.

Penyidik kemudian menetapkan MS sebagai tersangka dan menduga yang bersangkutan terlibat dalam jaringan narkotika internasional.

Dalam aturan internasional, kru pesawat, termasuk pilot, dikategorikan sebagai kelompok berisiko rendah sehingga menggunakan jalur khusus saat pemeriksaan di bandara. Tersangka diduga memanfaatkan celah pengamanan tersebut untuk membawa narkotika di dalam koper.

Narkotika stimulan berbahaya

Narkotika golongan stimulan adalah zat berbahaya yang mempercepat kerja otak dan sistem saraf, dengan contoh utama sabu-sabu (metamfetamin), kokain, dan ekstasi (MDMA). 

Zat ini memaksa tubuh bekerja di luar batas normal, yang berdampak fatal bagi kesehatan.

Contoh Narkotika Stimulan

Sabu-sabu (metamfetamin)

Kokain

Ekstasi (MDMA)

Bahaya dan Dampak Buruk

Kerusakan Jantung: Memicu denyut jantung terlalu cepat, tekanan darah tinggi, hingga risiko serangan jantung dan stroke.

Kerusakan Otak: Memaksa pelepasan dopamin ekstrem yang merusak fungsi saraf pengatur emosi, memori, dan konsentrasi.

Gangguan Mental: Menyebabkan emosi tidak stabil, paranoid (curiga berlebihan), halusinasi, hingga psikosis akibat kurang tidur parah.

Ketergantungan: Sangat adiktif dan membuat tubuh cepat lelah secara ekstrem saat efek obat habis.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal membutuhkan bantuan terkait penyalahgunaan narkotika, Anda bisa menghubungi layanan pengaduan resmi dari Badan Narkotika Nasional (BNN). 

Lalu apa itu narkoba pain killer ?

Fentanyl adalah obat pereda nyeri golongan opioid sintetis yang sangat kuat—sekitar 50 hingga 100 kali lebih ampuh daripada morfin—serta diklasifikasikan sebagai Narkotika Golongan II di Indonesia dan zat terkontrol yang ketat.

Risiko dan Bahaya Penyalahgunaan

Potensi Overdosis Tinggi: Mengingat potensinya yang sangat besar, jumlah yang sangat sedikit sekalipun dapat berakibat fatal atau menyebabkan kematian karena depresi pernapasan yang berat.

Ketergantungan Ekstrem: Memiliki risiko kecanduan yang tinggi, perkembangan toleransi obat yang cepat, dan gejala putus obat (sakau) yang parah.

Peredaran Gelap: Sering ditemukan dalam produk ilegal atau dicampur dengan zat lain tanpa sepengetahuan pengguna, yang secara drastis meningkatkan risiko kematian mendadak.



(Oleh : Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom => alumni Bimtek P4GN BNN)

Jumat, 31 Juli 2026

BackPack Back in Time



Mengapa Saya Memiliki lebih dari satu Backpack? Sebuah Cerita Tentang Perjalanan, Kenangan, dan Fungsi

Melihat deretan backpacks yang tersimpan di rumah, mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa jumlahnya lebih dari satu ? Meskipun juga tidak terlalu banyak. Normal saja hampir semua orang juga wajar punya lebih dari satu backpack. Sebuah hal yang wajar dan normal saja.

Hanya saya menulis untuk berusaha mengenang kembali perjalanan hidup berdasar dari backpacks (lebih dari 1 buah) dengan story kenangan yang tentu beda dari setiap backpack.

Backpack adalah istilah tas ransel atau tas punggung yang dipakai di punggung dengan dua tali bahu untuk membawa barang. 
Tas jenis backpack ini sangat populer digunakan untuk sekolah, kerja, dan jalan-jalan. 
Ciri dan Kelebihan : 
Beban seimbang: Dua tali bahu membagi berat secara merata di punggung.
Lebih sehat: Mengurangi risiko sakit di satu sisi bahu atau leher.
Kapasitas besar: Muat banyak barang dan praktis dipakai.

Sesuai Occasion

Backpacks ini saya pakai bergantian sesuai kebutuhan occasion.

Bagi sebagian orang, tas ransel (backpack) hanyalah perlengkapan untuk membawa barang. Namun bagi saya, setiap backpack memiliki cerita, fungsi, dan kenangan yang berbeda.

Dari tahun ke tahun, sejak tahun 2006 - backpack ini bertambah seiring dengan berbagai aktivitas yang saya jalani. Bukan beli di tahun 2026 langsung semua bukan.

Dari tahun ke tahun Ada tas yang dibeli untuk kebutuhan kuliah, bekerja, mengajar, liputan, perjalanan luar kota, hingga kegiatan alam terbuka. 
Ada pula yang digunakan khusus untuk membawa laptop, perlengkapan kamera, dokumen, bahkan perlengkapan hiking. Setiap tas dirancang dengan karakteristik yang berbeda sehingga memiliki peran masing-masing.


Misal ransel carrier Eiger Eliptic Solaris 55L, ini.



Ini adalah tas carrier Eiger Eliptic Solaris 55L,  berwarna hitam dengan aksen oranye. Tas ini dirancang untuk kegiatan hiking berdurasi menengah, sekitar 3-4 hari.
Fitur utamanya meliputi teknologi backsystem Aerovoid V dan rangka internal duralium untuk kekuatan dan fleksibilitas.
Eiger Eliptic Solaris 55L ini saya beli tepatnya tahun 2017. Saya ingat benar tahun 2017, yaitu pada bulan Juli 2017. Jadi hampir 10 tahun saya pakai.





Selanjutnya ini Tas selempang Eiger Courier 20 berwarna hitam ini memiliki saku depan dengan organizer dan aksen merah. Produk ini adalah tas selempang (messenger bag) dari merk Eiger. Model spesifiknya adalah Courier 20, yang sering digunakan untuk membawa laptop berukuran 14 inci. Tas ini memiliki saku depan yang dilengkapi dengan organizer untuk merapikan barang bawaan. Ini sekira tahun 2016.

Berikutnya, di atas ini adalah backpack Eiger seri Diario 22L diperkirakan mulai beredar pada pertengahan dekade 2010-an, sekitar 2014–2016. Setelah itu Eiger merilis beberapa penyegaran seperti:
Diario 22L C
Diario 22L D
Diario 22L E
Diario Omega-1 22L
Semuanya merupakan evolusi dari desain Diario 22L dengan perubahan material, kompartemen, dan detail kecil.

Melihat logo Eiger lama dan kombinasi warna biru–hitam pada tas di atas, tas tersebut berasal dari generasi awal, sehingga usianya bisa sekitar 10–12 tahun jika memang dibeli saat pertama kali beredar.


 Backpack Eiger Diario 22L ini type C warna blue aksen hitam ini saya punya sejak tahun 2014.

Sudah sulit cari stok Eiger Diario 22L type C yang warna blue aksen hitam ini.


Ada ransel Merk Jack Nicklaus ini dari tahun 2013 saya pakai. Tas ransel ini adalah merek Jack Nicklaus dengan warna maroon-orange dan menampilkan logo beruang emas yang iconic.  Terdapat beberapa kompartemen penyimpanan dengan ritsleting berwarna senada. Desainnya fungsional untuk penggunaan harian, sekolah, atau kerja. Bahan tas terlihat memiliki tekstur nilon yang ringan. Ini tas udah lama banget, terlihat sudah wornout dan ber-patina.


Kalau ini adalah ransel MR.GO berwarna abu-abu dan hitam yang terbuat dari bahan kordura dengan detail logo kulit. Ini udah dari tahun 2015 silam. Udah lama banget. Tas MR.GO lama ini dirancang sebagai ransel unisex yang cocok untuk sekolah atau kuliah. Bahan kordura yang digunakan dikenal tahan lama dan kuat. Ransel ini memiliki kompartemen utama yang luas dan saku depan tambahan


Ada dua buah backpack ASUS ini karena laptop ASUS yang pernah dibeli. Ransel laptop ASUS yang hitam polos ini cukup ikonik karena banyak penggunanya dan sering saya lihat di punggung para pengguna ransel ikonik ASUS ini di kantor-kantor atau sliweran di jalan-jalan raya dan di dalam KRL (Kereta Rel Listrik) dan di dalam transum lainnya, artinya para pembeli Laptop ASUS setia menggunakan ransel backpack ini.
 Ini adalah ransel laptop berwarna hitam, yang umumnya digunakan untuk membawa perangkat laptop ASUS dengan aman. 
Ransel ini menampilkan branding ASUS pada bagian depan, dan memiliki fitur pelindung terhadap elemen.
Sering juga saya lihat para motorist penggunanya di jalan raya.
Saya tuh kalau di jalan kadang lihat-lihat model backpack apa saja yang digunakan orang-orang khususnya saat berangkat dan pulang kerja.
 Tas ini tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk model yang dirancang untuk laptop berukuran 14 inci hingga 15,6 inci. Desainnya fungsional untuk aktivitas harian seperti kuliah atau bekerja, seringkali dilengkapi dengan bahan tahan air

Semua backpack menggendong kisah. Dan ini kisah-kisah sudah puluhan tahun.

Yang menarik, meskipun tidak semuanya digunakan setiap hari, hampir semua backpack tersebut masih saya simpan dan sesekali dipakai. 

Kualitas bahan yang baik membuat tas-tas itu tetap layak digunakan meski usianya sudah bertahun-tahun. Selama dirawat dengan baik, dibersihkan secara berkala, dan disimpan di tempat yang kering, sebuah backpack dapat bertahan sangat lama.

Lebih dari sekadar barang, setiap backpack menjadi pengingat perjalanan hidup. Ada tas yang pernah menemani perjalanan dinas, ada yang menemani saat mendaki gunung, ada yang menjadi saksi perjalanan akademik, hingga ada yang menemani aktivitas sehari-hari.

 Saat melihatnya kembali, sering kali muncul kenangan tentang tempat yang pernah dikunjungi, orang-orang yang ditemui, dan pengalaman yang telah dilalui.

Memiliki beberapa backpack juga merupakan bentuk efisiensi. Daripada memaksakan satu tas untuk semua kebutuhan, saya lebih memilih menggunakan tas yang sesuai dengan aktivitas. 

Tas kerja tetap rapi untuk dokumen dan laptop, tas hiking siap digunakan kapan saja untuk kegiatan alam, sedangkan tas harian lebih ringan dan praktis. Dengan cara ini, umur setiap tas pun menjadi lebih panjang karena pemakaiannya bergantian.


Misal Tas ini adalah Bodypack Tonale.  Laptop Backpack berwarna abu-abu yang memiliki kapasitas 25 liter. Tas ini memiliki kompartemen khusus yang dapat memuat laptop berukuran hingga 14 atau 15 inci. Terbuat dari bahan polyester atau Nylon Ripstop yang tahan air (water repellent) untuk melindungi isi tas dari hujan ringan. Dilengkapi dengan saku botol di bagian samping dan organizer mesh di dalam kompartemen utama.
Ransel laptop  Bodypack Tonale berwarna abu-abu dengan fitur kompartemen laptop 15 inci ini sudah dilengkapi sekat khusus untuk laptop 14" atau 15" dan tablet 10". Memiliki kapasitas sekitar 25 Liter dengan dimensi 45 x 30 x 19 cm. Terbuat dari material nylon ripstop yang tahan lama.


Sementara Ini adalah tas ransel Eiger Forlough 20 berwarna maroon yang dirancang untuk kebutuhan harian. 
Tas backpack ini memiliki kompartemen utama yang dilengkapi saku khusus untuk laptop 14 inci. Bagian depannya memiliki kompartemen sekunder dengan fitur organizer untuk menyimpan barang-barang kecil agar rapi. Tersedia dua saku samping yang berfungsi untuk menyimpan botol minum atau barang bawaan lainnya. Berdasarkan arsip produk dan materi promosi yang masih tersedia, seri Forlough ini ini mulai dipasarkan pada Agustus 2022. Hal ini diperkuat oleh video peluncuran produk yang dipublikasikan pada 18 Agustus 2022 dengan judul "Tas Terbaru Eiger Agustus 2022", yang memperkenalkan Forlough 20 sebagai model baru. 
Spesifikasi utamanya meliputi:
Kapasitas 20 liter.
Dimensi 30 × 20 × 45 cm.
Material Polyester 600D Double Face.
Kompartemen utama dengan sleeve laptop hingga 14 inci.
Organizer di kompartemen depan dan dua saku samping.


Dan Ini adalah ransel Kalibre Hurst berwarna hitam dengan kapasitas 16 liter. Fitur utama: Tas ini memiliki satu kompartemen utama yang dilengkapi tempat laptop dan gantungan kunci di dalamnya. 

Desain: Memiliki kompartemen kecil dengan ritsleting di bagian depan serta dua tempat botol minum di sisi kanan dan kiri.

Dimensi: Ukuran tas ini adalah sekitar (50 cm \29 cm \ 11 cm). Penggunaan: Sangat cocok digunakan untuk sekolah, kerja, atau aktivitas santai sehari-hari.


Sedangkan Tas ransel abu-abu ini merupakan jenis laptop backpack kasual dengan gaya minimalis. Ransel ini memiliki kompartemen utama yang lebar, saku depan beritsleting, dan sering dilengkapi slot khusus untuk laptop. Ini waktu beli sebuah laptop merk tertentu dan dapat backpack ini.

Eiger Otus 2.1


Ini backpack yang paling lama pernah saya punya:  Eiger Otus 2.1 ini mungkin tahun 2008 atau 2009 saya lupa. Saking lamanya sampai wornout.




Eiger Otus 2.1 gambar bordir Owl Burung Hantu mirip merk Osprey. Ada stiker hologramnya di jahitan kompartemen dalam.

Ini  belakang Eiger Otus 2.1.

Eiger Otus 2.1 merupakan salah satu seri backpack Eiger generasi lama yang cukup populer pada era 2000-an hingga awal 2010-an.  Ciri khasnya antara lain:
Desain urban dan travel ringan.
Banyak kompartemen penyimpanan.
Menggunakan bahan polyester tebal yang tahan lama.
Kapasitas menengah, cocok untuk kuliah, kerja, maupun perjalanan harian.
Logo Eiger lama yang masih menggunakan emblem oval pada bagian depan.

Evolusi Logo Eiger



Kalau diperhatikan logo Eiger ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Ini yang orisinal, bukan kw nya. Dari foto di atas terlihat koleksi tas Eiger dari dua era logo yang berbeda.

1. Logo Eiger generasi lama (sekitar 1999–2013)
Terlihat pada:
Eiger Otus 2.1
Eiger Diario 22L (biru-hitam)
Eiger Eliptic Solaris 55L (carrier hitam-oranye)
Ciri-cirinya:
Lambang gunung berbentuk segitiga dengan garis yang lebih tebal.
Tulisan EIGER menggunakan font yang lebih lebar dan tegas.
Kesan desain lebih berorientasi pada perlengkapan pendakian dan petualangan.
Logo inilah yang banyak melekat pada produk Eiger era 2000-an hingga awal 2010-an. 

2. Logo Eiger generasi baru (mulai 2014–sekarang)
Terlihat pada:
Eiger Forlough 20 (merah marun) di sisi kanan.
Perubahan utamanya:
Simbol gunung dibuat lebih sederhana dan modern.
Tulisan EIGER memakai tipografi baru yang lebih ramping dan bersih.
Identitas merek bergeser dari murni perlengkapan gunung menjadi juga produk untuk perjalanan dan penggunaan sehari-hari.
Pada saat yang sama, slogan Eiger berubah dari "The Real Adventure" menjadi "Passion for Adventure".

Urutan usia tas pada foto:
Jika diurutkan berdasarkan era desainnya:
Eiger Otus 2.1 paling tua yang saya punya.
Eiger Eliptic Solaris 55L (carrier)
Eiger Diario 22L → generasi lama, sekitar pertengahan 2010-an.
Eiger Forlough 20 → generasi logo baru (2014 ke atas).
Koleksi tas backpack saya lama ini bisa saya katakan cukup menarik karena memperlihatkan evolusi desain Eiger selama lebih dari satu dekade, dari era yang sangat berfokus pada kegiatan outdoor hingga era modern yang juga menyasar penggunaan harian dan urban.

Pada akhirnya, koleksi backpack ini bukan sekadar tumpukan tas. 

Di balik setiap ritsleting dan setiap goresan kecil, patina, tersimpan kisah perjalanan, pengalaman, dan proses kehidupan selama bertahun-tahun. 

Selama masih berfungsi dengan baik, tas-tas tersebut akan terus saya gunakan, karena nilai sebuah backpack bukan hanya terletak pada mereknya, melainkan pada perjalanan yang telah dilaluinya bersama saya pemiliknya, bersama patina goresan-goresannya. Sebuah kisah hidup.  Dan benar ketika menulis ini di usia saya ke- 52 tahun saya masih mengingat kapan dan dimana setiap backpack ini menemani perjalanan hidup.(*)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons