cari kata

Rabu, 07 Oktober 2026

Cek Kesehatan Gratis di Universitas Jayabaya, Layanan Kesehatan Libatkan Sudinkes, Puskesmas, RS SMEC dan Kimia Farma

 


Foto ; drg. Wenny Ichwaniya, MARS, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur, drg. Hj. Yulia Moeslim Taher, FICD., M.H., Kepala Lembaga Marketing dan Humas Universitas Jayabaya (tengah) dan dr. Titta Gusni Salim, MARS, Kepala Puskesmas Kecamatan Pulogadung, Selasa (6/10/2026) di Lobby Tengah Universitas Jayabaya.

JAKARTA, IMC — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan Universitas Jayabaya berlanjut pada hari kedua, Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini kembali menghadirkan tenaga kesehatan dari berbagai institusi untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di lingkungan kampus Universitas Jayabaya.

Pada pelaksanaan hari kedua, kegiatan dihadiri drg. Wenny Ichwaniya, MARS, Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur. Kehadiran Sudinkes Jakarta Timur menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan bagi sivitas akademika Universitas Jayabaya.



Selain itu, hadir dr. Titta Gusni Salim, MARS, Kepala Puskesmas Kecamatan Pulogadung, bersama jajaran dokter dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Pulogadung. Tim medis memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada peserta yang mengikuti program CKG.

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Universitas Jayabaya

Pelaksanaan CKG juga mendapat dukungan dari rekan-rekan dokter RS SMEC Jakarta serta Kimia Farma yang hadir langsung di Universitas Jayabaya. Keterlibatan berbagai unsur layanan kesehatan tersebut memperkuat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menjaga kesehatan secara rutin.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Jayabaya dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Puskesmas Kecamatan Pulogadung, RS SMEC Jakarta, dan Kimia Farma dalam memberikan akses layanan pemeriksaan kesehatan di lingkungan perguruan tinggi.

Dari pihak Universitas Jayabaya, kegiatan turut mendapat perhatian dan pendampingan dari drg. Hj. Yulia Moeslim Taher, FICD., M.H., Kepala Lembaga Marketing dan Humas Universitas Jayabaya yang juga Dosen Universitas Jayabaya sekaligus praktisi medis. 

Menurut drg. Yulia, kehadiran layanan kesehatan di lingkungan kampus memberikan kemudahan bagi sivitas akademika untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa harus meninggalkan lingkungan Universitas Jayabaya.

Program CKG ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kampus. Pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat mendorong mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

Dengan berlanjutnya pelaksanaan pada hari kedua, Universitas Jayabaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kesehatan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan peduli terhadap kesehatan seluruh sivitas akademika. (liputan : Ines Sheraton)

Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom.: Meniti Karier Jurnalistik dari Media Cetak hingga Era Digital

Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom.: Meniti Karier Jurnalistik dari Media Cetak hingga Era Digital

Perkenalkan, saya :  Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom adalah editor di sejumlah situs berita antara lain : 

 https://pewarta-indonesia.com/, https://www.indonesiamediacenter.com/?m=1, https://www.mtv.co.id/?m=1, https://www.kasuaritv.com/?m=1, https://www.adhyaksafoto.com/?m=1, https://www.suarasultan.com/?m=1, dan https://www.berantaspos.com/?m=1,

Saya alumni FISIP UNEJ Universitas Negeri Jember, dan Magister Jurnalistik dari IISIP Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta. Mengawali karir di harian pagi SURYA di Surabaya tahun 1999, setelah lulus S1, dan kemudian Harian DUTA MASYARAKAT tahun 2006, kemudian Majalah ADINFO BOGOR tahun 2007 serta kemudian editor pada situs-situs berita di atas.

 Dunia jurnalistik telah menjadi bagian penting dari perjalanan profesional saya _> Mung Pujanarko, S.Sos., M.I.Kom. 

Perjalanan karier saya semenjak lulus S1 di bidang media dimulai sejak 1999, ketika saya mengawali kiprah sebagai jurnalis di harian pagi SURYA di Surabaya.

Pengalaman di media cetak kemudian berlanjut. Pada 2006, Mung Pujanarko bergabung dengan Harian DUTA MASYARAKAT, sebelum melanjutkan aktivitas jurnalistiknya di Majalah ADINFO BOGOR pada 2007.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi berita masyarakat, kiprahnya kemudian berkembang ke media digital. Mung Pujanarko aktif sebagai editor maupun pengelola konten di sejumlah situs berita, di antaranya Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI), Indonesia Media Center, MTV.co.id, Kasuari TV, Adhyaksa Foto, Suara Sultan, dan Berantas Pos.

Namanya juga tercatat sebagai penulis di Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI). Dalam salah satu publikasi KOPI, Mung Pujanarko dikenal sebagai sosok yang memberikan pelatihan mengenai dasar-dasar jurnalistik, termasuk pentingnya penerapan unsur 5W+1H, akurasi fakta dan data, serta dukungan fotografi dan videografi dalam pemberitaan.

Dari Wartawan Cetak ke Media Digital

Pengalaman panjang di media cetak menjadi modal penting dalam memasuki era jurnalistik digital. Perubahan teknologi membuat proses produksi dan distribusi berita berkembang semakin cepat.

Bagi Mung, pengalaman jurnalistik tidak berhenti pada aktivitas menulis berita. Dunia media juga menuntut kemampuan melakukan penyuntingan, memeriksa fakta, memahami karakter pembaca, serta menyesuaikan penyajian informasi dengan perkembangan platform digital.

Jejaknya sebagai editor terlihat pada sejumlah media daring. Di Indonesia Media Center, misalnya, nama Mung Pujanarko tercantum dalam keterangan profil redaksi/penulis bersama latar belakang akademiknya di bidang komunikasi dan jurnalistik.

Karya-karya yang menggunakan kredit foto atau nama Mung Pujanarko juga muncul dalam sejumlah pemberitaan di berbagai media digital, termasuk MTV.co.id dan Kasuari TV.

Memperkuat Kompetensi melalui Pendidikan

Di tengah perjalanan profesionalnya sebagai jurnalis, Mung Pujanarko juga memperkuat kompetensi akademiknya.

Ia merupakan alumni FISIP Universitas Jember (UNEJ). Pendidikan kemudian dilanjutkan pada jenjang magister dengan mengambil bidang Jurnalistik di IISIP (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jakarta.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman lapangan tersebut kemudian menjadi kombinasi penting dalam aktivitasnya sebagai praktisi sekaligus pengajar jurnalistik.

Profil yang tercantum pada sejumlah media juga menyebut Mung Pujanarko sebagai instruktur jurnalistik serta pernah menjalankan aktivitas pengajaran di sejumlah perguruan tinggi.

Tetap Aktif di Dunia Media dan Jurnalistik

Memasuki era media digital, Mung Pujanarko (52) tetap mempertahankan aktivitas jurnalistiknya. Berbagai berita yang dipublikasikan dengan namanya menunjukkan keterlibatannya dalam produksi dan penyuntingan informasi, khususnya berita pendidikan, kampus, sosial, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Pengalaman sejak menjadi wartawan media cetak pada akhir 1990-an hingga terlibat dalam media online menunjukkan adanya perjalanan panjang mengikuti perubahan lanskap jurnalistik Indonesia.

Dari ruang redaksi media cetak, dunia majalah, hingga newsroom digital, perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana profesi jurnalistik terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi.

Bagi Mung Pujanarko, pengalaman jurnalistik bukan hanya tentang menghasilkan berita, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan mengenai jurnalistik kepada generasi berikutnya.

Dengan pengalaman sejak 1999, perjalanan Mung Pujanarko menjadi gambaran seorang praktisi media yang mengalami langsung perubahan besar dunia pers Indonesia: dari era surat kabar dan majalah menuju era media online dan produksi informasi digital. (OODA LOOP)

OODA  LOOP


Senin, 05 Oktober 2026

Universitas Jayabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan










Universitas Jayabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa, Dosen, dan Karyawan

JAKARTA — Universitas Jayabaya menggelar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan. Kegiatan yang merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jakarta Timur dan Puskesmas Kecamatan Pulogadung.

Program CKG berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, 5–9 Oktober 2026, bertempat di Lobby Tengah Universitas Jayabaya. Pelayanan kesehatan diberikan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Jayabaya dalam mendorong kesadaran dan kepedulian sivitas akademika terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Selain mahasiswa, program ini juga memberikan kesempatan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan karyawan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Universitas Jayabaya juga mengimbau para dosen untuk mendukung partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang mengikuti CKG diberikan dispensasi untuk tidak mengikuti perkuliahan pada waktu pemeriksaan dan/atau memperoleh kelonggaran waktu dalam pengisian absensi apabila terjadi keterlambatan.

Kelonggaran tersebut tetap dilaksanakan dengan memperhatikan ketentuan akademik yang berlaku di Universitas Jayabaya.

Jadwal Cek Kesehatan Gratis

Pada Senin, 5 Oktober 2026, pemeriksaan dijadwalkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Teknik Sipil angkatan 2026 pada pukul 09.00–10.30 WIB. Selanjutnya, mahasiswa Arsitektur angkatan 2026 mendapat jadwal pukul 10.30–12.00 WIB. Setelah istirahat pukul 12.00–12.30 WIB, layanan pukul 12.30–13.00 WIB diperuntukkan bagi karyawan, mahasiswa, dan peserta lainnya.

Selasa, 6 Oktober 2026, pemeriksaan mata bagi karyawan/tenaga kependidikan serta layanan pap smear khusus peserta yang sudah menikah berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB. Sementara itu, mahasiswa Manajemen angkatan 2026 mendapat jadwal pukul 09.00–11.00 WIB dan Teknik Elektro angkatan 2026 pukul 11.00–12.00 WIB. Setelah istirahat, layanan kembali dibuka bagi karyawan, mahasiswa, dan peserta lainnya pukul 12.30–13.00 WIB.

Pada Rabu, 7 Oktober 2026, pemeriksaan mata bagi karyawan/tenaga kependidikan dan layanan pap smear kembali tersedia pukul 09.00–12.00 WIB. Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara angkatan 2026 dijadwalkan pukul 09.00–10.30 WIB, sedangkan Ilmu Hubungan Internasional angkatan 2026 pukul 10.30–12.00 WIB. Setelah istirahat, layanan bagi peserta lainnya berlangsung pukul 12.30–13.00 WIB.

Kamis, 8 Oktober 2026, jadwal pemeriksaan diperuntukkan bagi mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2026 pukul 09.00–10.30 WIB, Sistem Informasi angkatan 2026 pukul 10.30–12.00 WIB, dan Teknik Kimia setelahnya sesuai pengaturan pelaksanaan. Waktu istirahat dijadwalkan pukul 12.00–12.30 WIB, dilanjutkan layanan bagi karyawan, mahasiswa, dan peserta lainnya pukul 12.30–13.00 WIB.

Sementara itu, pada Jumat, 9 Oktober 2026, pemeriksaan dijadwalkan bagi mahasiswa Psikologi pukul 09.00–10.00 WIB, Akuntansi pukul 10.00–11.00 WIB, dan Teknik Mesin pukul 11.00–12.00 WIB. Setelah istirahat pukul 12.00–12.30 WIB, layanan bagi karyawan, mahasiswa, dan peserta lainnya berlangsung pukul 12.30–13.00 WIB.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis ini, Universitas Jayabaya berharap semakin banyak sivitas akademika yang memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas Jayabaya dalam menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika.


Sabtu, 03 Oktober 2026

Run 3 Oktober 10K

 Run 3 Oktober 10 kilometer

Rute Situ Kemang



Saya lahir 3 Oktober 1974.

Kini 3 Oktober 2026 tepat HUT saya ke-52 tahun.

Alhamdulillah laa haula walaa quwata illa billah


Kembali berlatih lari 10 kilometer di pagi hari.

Rute keliling Situ Kemang Bogor.


Udara pagi situ Kemang masih morning breeze.
Di rute lari situ Kemang ini kita bisa berlari menyusuri Situ/ Danau Kemang.












Pentingnya Lari Pagi bagi Usia 50-an: Menjaga Kesehatan, Kebugaran, dan Kualitas Hidup

Memasuki usia 50-an bukan berarti seseorang harus mengurangi aktivitas fisik. 
Justru, pada usia ini, menjaga kebugaran tubuh menjadi semakin penting. Salah satu olahraga yang dapat dilakukan secara rutin adalah lari pagi.

Bagi seseorang yang berusia 50 tahun ke atas, lari pagi bukan sekadar aktivitas untuk membakar kalori atau menjaga berat badan, tetapi juga merupakan investasi kesehatan jangka panjang. 

Dengan latihan yang teratur dan sesuai kemampuan, lari pagi dapat membantu menjaga kesehatan jantung, memperkuat otot, meningkatkan stamina, serta mendukung kesehatan mental.

1. Menjaga kesehatan jantung
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit kardiovaskular cenderung meningkat. 
Lari pagi dengan intensitas yang sesuai dapat melatih jantung agar bekerja lebih efisien, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol.

2. Pada usia 50-an, massa otot dan kepadatan tulang dapat mulai menurun. Aktivitas lari yang dilakukan secara terukur membantu mempertahankan kekuatan otot kaki dan mendukung kesehatan tulang.
Namun, lari sebaiknya dilengkapi dengan latihan kekuatan, seperti squat ringan, latihan keseimbangan, dan latihan beban, untuk membantu mengurangi risiko jatuh dan cedera.

3. Menjaga berat badan dan metabolisme
Lari pagi membantu membakar energi, menjaga komposisi tubuh, serta meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini bermanfaat untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan membantu menjaga berat badan tetap sehat.

Dikombinasikan dengan pola makan bergizi dan tidur yang cukup, lari pagi dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat di usia 50-an.
Jika baru mulai berlari, memiliki penyakit jantung, tekanan darah yang belum terkontrol, atau mengalami nyeri sendi, konsultasikan dahulu dengan dokter. Hentikan aktivitas jika mengalami nyeri dada, pusing berat, atau sesak napas yang tidak biasa, dan segera cari pertolongan medis.

Penutup
Lari pagi pada usia 50-an merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Konsistensi jauh lebih penting daripada kecepatan maupun jarak tempuh. Tidak perlu selalu mengejar rekor pribadi atau berlari sejauh mungkin. Lari ringan yang dilakukan secara teratur, disertai istirahat cukup dan pola makan sehat, dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Usia 50-an bukan alasan untuk berhenti berlari. Sebaliknya, inilah saat yang tepat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup agar tetap sehat, bugar, dan bersemangat menjalani hari. Setidaknya itulah yang saya lakukan : terus berlatih lari. (*)

Kamis, 01 Oktober 2026

Anggrek mekar di Bulan Oktober 2026 (Black Scorpion)

 

Dendrobium Black Scorpion atau Dendrobium Yesika Toni.

Bunga ini memiliki ciri khas:

• Warna ungu tua hingga hampir hitam pada bagian kelopak dan labellum (bibir bunga).

• Bentuk kelopak yang agak memelintir atau antelope-type.

• Berkilau dengan tekstur lilin.




Dendrobium Capung Kapuas yang berasal dari Kalimantan atau jenis anggrek capung serupa dengan kelopak memanjang menyerupai serangga.

spesies anggrek dari genus Pinalia (sebelumnya bagian dari Eria), seperti Pinalia kingii, yang memiliki tangkai perbungaan tegak panjang dengan kuntum bunga kecil berwarna krem atau putih.









Dendrobium violaceoflavens atau kerabat hibridanya. Anggrek ini memiliki ciri khas kelopak atau sepal atas yang memuntir ke atas berwarna kekuningan serta bibir bunga (labellum) berwarna ungu tua yang mencolok.


Masya Alloh. Bulan Oktober 2026 setelah melalui Elnino parah di September 2026.
Bulan Oktober 2026 ini sudah mulai hujan di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Sebelumnya di September agak parah kering dan panas.



Kebun anggrek kami =>  in sya Allah survived Elnino Major 2026 ini.



Anggrek Oncidium Sharry Baby, yang terkenal dengan kelopak berwarna cokelat marun dan bagian lidah putih serta aroma khas seperti cokelat.






Dendrobium Black Scorpion atau Dendrobium Yesika Toni. 
Bunga ini memiliki ciri khas:
  • Warna ungu tua hingga hampir hitam pada bagian kelopak dan labellum (bibir bunga).
  • Bentuk kelopak yang agak memelintir atau antelope-type.
  • Berkilau dengan tekstur lilin.




 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons