Sepatu kulit Pakalolo
Ok ini sebuah memorandum pribadi.
Memorandum tentang sepatu kulit Pakalolo.
Saya ini punya story kenangan.
Dulu di tahun 2007-2008 saat awal saya jadi Dosen saya pernah ditugaskan ke sebuah sekolah menengah atas untuk mengawas ujian nasional.
Saat di sekolah itu seseorang entah siapa di sekolah tsb menyapa saya dan seolah tidak percaya kalau saya dosen. Karena dilihat dari sepatu saya dulu. Dulu itu tahun 2006-2009 saya pakai sepatu kasual kets model lama dan sudah worn out, belel banget (dulu-past tense) karena banyak aktivitas saya luar ruang daripada di dalam kelas.
Sepatu itu saya dulu itu lupa merknya- yg jelas bukan Pakalolo. Tapi sudah usang memang sepatu saya dulu itu karena saya pakai motoran terus. Berdebu dan belel terkena elemen alam.
Dulu itu sepatu belel saya itu saya pakai ke mana-mana karena saya pikir kerja lebih utama pakai otak daripada pakai sepatu😄.
Terus orang tsb -jelas saya lupa nama karena sudah 20 tahun yang lalu momennya-, berkata pada saya "Lho lah anda dosen masa sepatunya gitu, pakai dong Pakalolo gitu" ujarnya.
Wak...saya bingung, baru pertama ini ada seseorang beri masukan komen soal sepatu yang saya pakai. Memang dulu soal sepatu saya tidak hiraukan benar. Sesuai bujet saja pilih yang murah jaman tahun 2007 itu harga.
Saya saat itu baru ngeh juga kalau Dosen itu dilihat sepatunya juga.😄😄😂😂
Jujur saya saat kuliah muda usia tidak pernah lihat sepatu dosen-dosen saya. Saya iya ingat nama-nama dosen saya, dan saya ingat apa yang diajarkan. Namun bukan sama sekali ingat sepatunya apa 😂😂
Bagi saya kuliah saya di tahun 1990-an sepatu dosen saya apa, baju dosen saya apa, saya tidak perhatikan. Saya hanya ingat buku-buku ala dan diktat apa dosen yang mengajar. Bodo amat dengan outfit dosen2 saya.
Kemudian ndilalah kersaning Allah saya bertahun kemudian mungkin antara tahun 2014 - 2015, setelah momen itu beli lah saya sepatu kulit Pakalolo ini.
Pada waktu beli saya beli bukan karena ikut saran orang itu bukan. Namun lebih karena pilih cari yang kulit aseli bukan kalep. Saya lihat boots ini kulit sapi 100%.
Sepatu saya ini jelas model lama. Bukan model tali kekinian. Lupa saya sekira tahun berapa ini sepatu kulit Pakalolo. Tapi seingat saya lebih 10 tahun lah ini sepatu. Mungkin sekira tahun 2016 saya belinya.
Lama sekali sudah.
Untuk model sepatu ankle boots kasual berbahan kulit dengan model slip-on tanpa tali seperti foto saya di atas, seri dan siluet kasual sejenis ini mulai gencar diproduksi dan menjadi tren di pasar Indonesia pada rentang waktu akhir era 1990-an hingga pertengahan 2000-an. Model ini merupakan salah satu desain klasik legendaris dari Pakalolo yang terkenal sangat awet karena menggunakan kulit sapi pilihan dan sol yang kokoh.
Pakalolo (sering dikenal dengan Pakalolo Boots) adalah merek sepatu dan sandal pria yang berasal dari Indonesia. Diproduksi oleh pabrik di Tangerang, merek ini terkenal sejak tahun 1960 dengan spesialisasi penggunaan material kulit asli untuk alas kaki kasual hingga formal (sumber : google)
Model spesifik sepatu bot slip-on kasual legendaris dari Pakalolo Boots seperti pada gambar sudah tidak diproduksi lagi (discontinue) untuk lini reguler terbarunya.
Jadi meski sudah puluhan tahun saya pakai, masih awet saja sepatu ini hingga kini. Patina kulit juga sudah terbentuk alami di sepatu saya.
Yah demikian memorandum saya pribadi.
Buatan Indonesia yang penting Ya kan. Yang penting adalah pakai sepatu buatan Indonesia, merk lokal Indonesia. Bukan merk luar yang dibuat di Indonesia. Tapi memang 💯% buatan Indonesia. Awet luar biasa 👍🇮🇩👍
Kita cinta buatan Indonesia 🇲🇨👍👍
Ok nb ya
Tulisan ini tidak ditulis AI 100%
Sy pelajari bahwa pengalaman pribadi yang random tidak bisa serta merta ditulis pakai AI 100%. Mengapa ? Karena ingatan pribadi spesifik milik kita pribadi tidak mudah dijangkau AI setidaknya belum.
Ini contoh sederhana pengalaman atau memorandum pribadi yang random tapi saya tidak bisa minta bantu AI total menulisnya.
2:09 PM
mung pujanarko






























