cari kata

Selasa, 22 Juni 2021

Pesan Personal Soal Batu Akik



Oh yess baby : amethyst party baby


Akik asli semua
Lihat itu batu hijau kecil green chalcedony atau  chrysopras itu belum dikasih ring udah cakep bener
Batuan saya memang cakep2, baby... apalagi yang merah alami ini

Dari foto di atas, saya bisa mengidentifikasi secara visual sementara beberapa jenis batu. 
Batu-batu lepas di bagian atas
Posisi
Perkiraan jenis batu
Ciri yang terlihat
🟤 Kiri paling besar
Carnelian / akik merah-oranye
Cokelat kemerahan, tembus cahaya
🟠 Kecil sebelahnya
Carnelian / chalcedony
Oranye madu, cukup transparan
🟢 Hijau tua
Green aventurine / akik hijau
Hijau gelap, agak keruh
🟠 Tengah
Carnelian / citrine-ish chalcedony
Oranye-kuning transparan
🟤 Cokelat keunguan
Labradorite atau smoky quartz
Cokelat abu-abu dengan efek warna pada permukaan
🟣 Ungu atas kanan
Amethyst (kecubung)
Ungu khas kuarsa
🟣 Ungu bawah kiri
Amethyst (kecubung)
Ungu dengan inklusi/awan di dalam
🟢 Hijau muda
Green lucky chalcedony atau batu Kalsedon Green Chalcedony hijau
Hijau pucat, halus dan agak transparan. Ini favorit saya karena dikasih sama tukang gosok batu.
⚪ Putih bergaris
Banded agate (agate/akik). Ini agate nagaraja yang terkenal punya saya itu yang ketika disenter muncul bayangan nagaraja, baby.
Pola garis putih-abu yang sangat khas
⚫ Abu-abu gelap kanan bawah
Agate/onyx atau chalcedony
Abu-abu gelap dengan bagian hitam di dalam

Batu yang sudah dipasang pada cincin
Beberapa juga menarik:
Cincin jari telunjuk: kemungkinan akik abu-abu/chalcedony.
Cincin jari tengah: batu kuning-oranye, kemungkinan carnelian atau citrine, tetapi perlu pemeriksaan untuk membedakannya.
Cincin besar dengan bingkai kuning: batu merah kecokelatan, kemungkinan carnelian/agate merah.
Cincin jari manis: batu merah tua kecokelatan, kemungkinan carnelian atau jasper.
Cincin jari kelingking: agate/carnelian cokelat-oranye.
Yang paling mudah dikenali dari foto adalah dua batu ungu sebagai kemungkinan besar amethyst (kecubung), batu putih bergaris sebagai agate, dan beberapa batu oranye sebagai kelompok carnelian/chalcedony.


Woooooww kereenn babyyy amethyst party baby
Dari foto ini, koleksinya didominasi batu ungu, dan sebagian besar sangat mungkin amethyst/kecubung. Namun, beberapa batu dalam kotak bisa juga berasal dari jenis kuarsa lain dan tidak bisa dipastikan hanya dari foto.
Identitas batu :
💜 Cincin ungu kecil kiri
Amethyst/kecubung
💜 Cincin ungu besar tengah
Amethyst/kecubung
🟣 Cincin ungu di ibu jari
Amethyst/kecubung
🟤 Cincin merah-oranye
Carnelian/akik merah
🟣 Batu-batu ungu dalam kotak
Mayoritas kemungkinan amethyst/kecubung
⚪ Batu bening/putih dalam kotak
Rock crystal/kuarsa bening, kemungkinan
🟣 Batu ungu sangat gelap dalam kotak
Amethyst gelap, tetapi perlu pemeriksaan lebih lanjut
Yang menarik dari batu dalam kotak
Batu-batu di kotak menunjukkan rentang warna ungu dari sangat muda sampai ungu tua. Ini sangat khas material amethyst, karena intensitas warna ungu pada amethyst memang bisa sangat bervariasi.
Saya belum melihat ciri yang cukup kuat untuk menyebutnya fluorite. Beberapa batu memang tampak seperti fluorite secara warna, tetapi dari foto ini belum terlihat jelas pola zonasi atau bidang belah khas fluorite.
Jadi koleksi saya sisa jaman batu ini  terdiri dari amethyst/kecubung + satu batu carnelian/akik merah + kemungkinan kuarsa bening.

Amethyst sisa party jaman batu 2015.
Jaman batu berakhir. Jaman ikan hias lohan berakhir, jaman anthurium berakhir. Kini jaman " in this economy"
Saya setiap jaman ada peninggalan
Bahkan 2 tanaman gelombang cinta anthurium saya masih ada di weblog ini. Masih hidup karena memang anthurium awet umur.




Berdasarkan tampilan visualnya, koleksi saya di telapak tangan saya ini didominasi oleh ragam jenis batu akik (chalcedony/kuarsa) khas Nusantara dengan potongan halus (cabochon).
Berikut adalah jenis untuk masing-masing batu:
Kiri Atas (Lonjong Coklat Berpola): Batu Akik Sulaiman (atau jenis Agate). Ciri khasnya memiliki motif garis-garis lingkaran alami menyerupai mata di bagian tengahnya. Ini one eyed jack lagi smile😊
Kanan Atas & Bawah (Oranye Terang): Batu Akik Cempaka / Sunkist (Yellow-Orange Chalcedony). Karakteristik warnanya kuning madu hingga oranye cerah dan tembus cahaya (translucent).
Tengah (Kehijauan light green):  Chalcedony (Light Green Chalcedony). Warnanya cenderung keputihan semi-transparan dengan bias warna hijau halus.
Kanan Kecil (Hitam/Coklat Gelap Berkilau): Batu Tiger Eye (Biduri Sepah) atau bisa juga jenis Black Star Sapphire. Terlihat memiliki pantulan cahaya garis segaris (chatoyancy) khas yang membelah permukaan batu saat terkena cahaya.
Kiri Bawah (Merah Muda Bermotif Hitam): Batu Rhodonite (atau sering disebut akik pink/merah muda). Memiliki warna dasar merah muda yang kontras dengan inklusi urat-urat hitam alami.
Jelas bagus semua lah koleksi saya sisa jaman batu tahun 2015.
Sekarang jaman "in this economy" saya ga beli batu lagi 😂😂😂
Terus Beli apa ?
Ya beli apa ya ? sambil mikir 🤔

Batu stone natural terasa dingin di tangan




Amethyst natural bila disinari matahari pagi, terasa pendarnya membuat mood senang dan nyaman. Telapak tangan terasa tingling.



Ini aseli amethyst Kalimantan semua.








Stone natural warnanya ya natural dari bumi apa adanya. Ini kan natural stone yg sederhana tapi membuat mood senang alias happy 😍



Saya suka warna batu stone apa adanya. 

Saya sangat hindari benar batu yang colour-nya terlalu bening RGB (red green blue) bening banget, bening plong tanpa inklusi serat, nge jreng RGB nya 🤣, too good to be true nature, kayak permen 😁. 

Warna RGB yang terang membuat saya tersenyum geli, 😉 mungkin belum kelas saya unt beli batu RGB yang warna RGB nya nge-jreng banget 😁
 Apalagi warna biru blue yang jreng tenan tanpa kejelasan sertifikat gem lab terpercaya, aduh rasanya pingin ngakak yaa🤣🤣

Pesan untuk Diriku Pribadi : Jangan Pernah Beli Akik agate atau jenis batu apapun Non Precious Stone lagi. 

Semua batu akik tidak berstandar harga patokan. Tidak ada. Harga hanya ditentukan toko dan seller. Namanya juga barang hobby semata.

Cukup sudah madness kegilaan jaman era demam batu, jaman gila batu udah berlalu.

Sekarang duit banyak gunanya cuy, lebih berguna duit untuk beli barang lain daripada batu akik apapun jua.

In this economy.

Uang selalu banyak gunanya selain hanya  untuk akik semata. Ngga lah. Udah cukup beli batu, ngga lagi-lagi.

Ingat harga jual kembali akik itu -bilau kau butuh uang- maka pasti lebih sulit dijual dan akan lebih jatuh dari harga belinya.

Artinya ini adalah wanti-wanti diri untuk diri saya pribadi, bukan untuk orang lain, hanya untuk saya pribadi : "jangan pernah keluarkan uang lagi untuk membeli akik alias batu akik biasa non precious stone"

"Jika wahai diriku engkau mau beli akik, maka carilah yang batu akik natural. Jangan sekali -kali tertipu dengan membeli batu akik masakan, belilah yang asli bukan sintetis, bukan tiruan, bukan man made glass, bukan batu jenang gulo, bukan batu tipu-tipu, bukan batu yang di mikroskop laboratorium terlihat gelembung gelas, bukan batu yang diwarnai, bukan batu akik abal-abal, serta akik-akik palsu imitasi nan beling punya. Juga wahai diriku, sadarlah jangan beli atau keluarkan uang lagi untuk membeli batu akik.  Boleh lah kau sesekali beli akik asli natural dari bumi nusantara yang kau suka tapi tidak mahal harganya, karena mahal itu percuma, uang banyak gunanya buat kebutuhan lainnya"

Jika seorang anak muda Gen Z saya beritahukan bahwa saya pernah habis Rp 400 ribu untuk beli batu akik, tentu anak muda Gen Z itu bisa tertawa terbahak-bahak, karena jaman ekonomi (in this economy) sekarang beli batu non precious stone Rp. 400 ribu sama dengan kena scam.😂

Anak muda Gen Z akan komen gila luh 400 ribu buat beli batu akik non precious stone, mau itu jenis apapun juga. 

Uang Rp 400 ribu sekarang bisa ditaruh di applikasi investasi misalnya. Atau 400 ribu rupiah buat isi full tank bensin mobil buat piknik ke Jawa, bisa 400 ribu. Tapi belum tolnya😂😂

Iya kan mudah sekali untuk mengklik aplikasi investasi keuangan dan investasi secukup rp 400 ribu untuk menaruh investasi. Atau Rp 400 ribu yah bisa buat jalan sama keluarga sekali makan di resto ya, lumayan lah makan di resto fastfood sekeluarga 4 orang kembalian jigo rupiahs 😂

Artinya dengan 400 ribu maka uang bisa berkembang di apps investasi finansial yang terpercaya. Atau 400 ribu rupiah buat beli celana jeans ber- merk di mall iya dapatlah 1 buah celana 😂😂. Coba aja beli merk yang bagus kan 400 ribu satu celana panjang.

Memang bagi para penggemar batu akik sulit sekali untuk tidak berburu akik yang dia sukai.

Juga kebalikannya jika bagi orang yang tak gemar batu akik akan sulit juga untuk memahami mengapa ada orang yang rela keluar uang Rp 400 ribu bahkan lebih untuk beli akik. Rasionalnya kan ga nyambung.

Ini saya kan ada di segmen masyarakat kelas middle. Kalo di tingkat piramida atas, mungkin beda sekali, kebanyakan sudah biasa dengan price dari four precious stone. Kalangan piramida atas terbiasa dengan four precious stone di langganan piramida atas di toko-toko bereputasi internasional gem stone.

Sedangkan kalau level middle yang mampunya ya non precious stone, intrinsik nilainya /  intrinsic value hanya berdasar supply and demand. Tak ada patokan pasti per carat.

Demandnya dari hobby semata. Kalau supply nya kan bisa diatur.

Pesan ini cukup untuk diri saya sendiri,  saya patri dalam hati untuk diriku pribadi. Titik.


Note : Blog ini adalah jurnal pribadi. Tak ada sangkut pautnya dengan orang lain, dan tulisan ini bukan ditujukan untuk orang lain, melainkan sebagai pengingat untuk kesadaran diri pribadi.🙏



NB : Wahai diriku pribadi, ingatlah akan kategori keinginan (want) dan kebutuhan (need)  ingatlah soal investasi, apa saja asset yang bisa untuk jadi nilai investasi standar, juga ingatlah soal beramal / berderma untuk orang-orang yang lapar, terlantar dan lebih sangat membutuhkan. Kelola keuanganmu dengan baik lagi bijak. Miliki dana tabungan darurat  🙏



Menurut hematku akik kecubung ungu yang harganya belasan juta tidak masuk akal sama sekali. Itu Gila no rasional. Coba saja beli seharga belasan juta, kemudian jual kembali ke tokonya mau terima lagi kaga?

Pasti ga mau, dengan sejuta alasan.

Akik jelas bukan investasi.

Beda dengan 4 precious stone : Ruby, Emerald  Saphire dan Diamond. Bila beli di toko yang bersertifikasi internasional maka dapat memiliki nilai investasi. 

Adapun yang jenis-jenis semi precious stone, ini yang jadi perdebatan soal harga standar.

Dengan tidak membicarakan harga bila sy ingin tahu lebih lanjut soal mineral <> gemstone sy klik situs www.minerals.net

Memakai akik nusantara yang alami natural dari pengrajin dari segenap pulau di nusantara negeri kita yang kaya adalah wujud cinta tanah air 🇮🇩

Namun melihat orang pakai akik palsu, akik kaca, akik gelasan, akik imitasi abal-abal yang bersinar terang, inilah yang agak memprihatinkan sekali (ketipu di mana orang yg kasihan ini😁). Hidup cuma sekali saja dia pakai akik palsu yang warnanya menyala karena terbuat dari gelas-gelas kaca 😁😁

Ayo lihat ini. Kalau ini aseli punya.

Kalsedon Green Chalcedony
Green Kalsedon / Green Chalcedony

Amethyst Aseli



Kalsedon Green Chalcedony


Dari foto ini, koleksi saya didominasi  batu jenid amethyst kecubung dan kalsedon, Saya identifikasi berdasarkan posisi:

Posisi
Perkiraan jenis
Tingkat keyakinan

🟣 Kiri atas
Amethyst/kecubung ungu
Tinggi

🟣 Atas tengah
Amethyst/kecubung tua
Tinggi

🟣 Kanan atas
Amethyst/kecubung
Tinggi

🟣 Kiri tengah, bulat
Amethyst
Tinggi

🟪 Tengah kiri, ungu muda
Amethyst muda
Tinggi

🟢 Tengah
Chalcedony/kalsedon hijau muda translusen a
Tinggi

🟣 Kiri bawah besar
Amethyst sangat gelap
Tinggi

🟠 Tengah kanan
Carnelian/akik merah-jingga
Sedang–tinggi

🟣 Kanan tengah kecil
Amethyst
Tinggi

🟣 Kanan bawah kecil
Amethyst
Tinggi

🟣 Paling bawah kanan kecil
Amethyst
Tinggi

🐯 Kiri bawah, cokelat bergaris
Tiger's eye/mata kucing macan
Tinggi

🔴 Merah lonjong
Carnelian/akik merah atau red chalcedony
Tinggi

🟠 Paling bawah besar
Carnelian/akik madu-jingga
tinggi / combong kristal

Yang paling menarik
Menurut saya, koleksi ini terutama terdiri dari kecubung (amethyst). Warna ungu yang cukup pekat dan transparansi beberapa batu sangat khas amethyst.
Batu cokelat di kiri bawah juga cukup jelas memperlihatkan efek garis/cahaya seperti mata, sehingga lebih mengarah ke Tiger's Eye (mata macan) daripada akik.
Sedangkan batu hijau di tengah justru perlu pemeriksaan lebih lanjut. Dari foto saja saya belum bisa memastikan apakah itu kalsedon, chrysoprase, serpentine, atau jenis batu lain.
Catatan: istilah "akik" di Indonesia sering digunakan untuk hampir semua batu permata/cabochon, padahal secara geologi agate/akik adalah salah satu jenis kalsedon. Jadi tidak semua batu pada foto ini secara ilmiah merupakan agate.


kalsedon hijau





















Akik-akik saya ini kebanyakan saya dapat dari orang tua saya terutama alm Ibu, ada juga dari anak saya yang gemar batu mulai dari jaman sebelum jaman demam batu (jaman demam batu sekira tahun 2014-2015). 



Sedangkan anak saya kumpulin batu-batunya sejak tahun 2011.

Saya semaksimal mungkin menghindari ketipu akik pantol (pantat botol) dari beling belaka. Namun ada pula saat saya juga terikut demam batu dan turut membeli batu natural -sayang- terindikasi treatment GF. Terlihat di atas bagi yang jeli ya pasti dapat lihat dengan mata telanjang ada akik yang treatment GF.

Misal hasil lab di atas keluar kode GF (glass filled) yang artinya GF : Glass Filled (terisi kaca).

Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.

Adapun amethys saya (dulu punya alm ibuku) syukur-syukur kode labnya NTD alias non treatment detected. Ini berarti alm ibu saya lebih pintar pilih batu. Alfatihah buat alm ibuku 🤲🏽

Kerap dan banyaknya orang-orang dari sejak jaman demam batu yang ketipu akik mahal tapi beling dan sintetis masakan, pewarnaan treatment, membuat sebagian orang-orang yang termasuk saya yang kurang ilmu akik, kurang bawa loop 10X atau loop 20X, kurang jeli, jadi bahan tertawaan karena pakai akik beling warnawarni 😂😂. Terutama jadi bahan tertawaan diriku sendiri. Saya mentertawai diri sendiri yang sempat mengalami euforia jaman demam batu 2015.

Sebenarnya ini ilmu juga, kan bisa diperiksakan di lab - kok kayak orang pak diperiksakan di lab 😁.

Beli batunya rp 400 ribu periksa labnya sekurang rp 100 an ribu. 😂Aduuh duuh, saking penasarannya soal batu.

Kisah-kisah tragicomedy orang-orang korban akik palsu imitasi yang beling punya sejak jaman demam batu pun masih bisa kita saksikan di internet hingga kapanpun. 💻 😅😅😂😭🙏















Dua cincin amethysts di atas, pemberian ortu saya. Terlihat dari model ringnya yang tua (old style).  Amethystnya juga tua atau amethyst lama. Satu ring sudah saya brasso yang lain masih kusam, belum pernah di brasso. Dua kecubung amethyst ini aseli. Sudah cek lab, aseli amethyst Kalimantan.



Batu pendant hitam ✴⚫🔲 nemu di halaman dekat pohon pisang di hakaman depan rumah.
Kisah nemunya saya merasa ada yang unik  di dekat pohon pisang di halaman depan rumah, seperti insting saya tertarik dan mendorong saya ingin ke lokasi itu. Saya tamatkan perhatikan dan temukan ada pendan hitam ini setengah tenggelam di dekat pohon pisang (*)




Minggu, 20 Juni 2021

Minggu Pagi (20/6/2021) di Sekolah Alam Tunas Mulia

 Hari Minggu pagi (20/6/2021) di sekolah Alam Tunas Mulia, Sumur Batu, Bantar Gebang,  Bekasi kegiatan siswa sudah dimulai.

Para siswa sedang mengerjakan tes sumatif pelajaran dasar-dasar Bahasa Jepang.



Pelajaran dasar-dasar Bahasa Jepang diberikan oleh mahasiswi jurusan Sastra Jepang bernama Kayla Putri Maharani. 



Belajar bahasa Jepang kini amat penting bagi anak muda untuk menambah keahlian berbahasa internasional, terutama para pelajar agar para siswa memperoleh pengetahuan tentang bahasa Jepang sebagai bahasa yang penting dalam pergaulan antar masyarakat bangsa-bangsa di Asia.

Sekolah Alam Tunas Mulia ini letaknya persis di samping land fill tempat pembuangan sampah akhir di Sumur Batu, Bantar Gebang.

 Siswa di Sekolah Alam Tunas Mulia semuanya belajar secara gratis. Para siswa juga tinggal di asrama dan makan 3 kali sehari selama belajar di lingkungan dalam Sekolah Alam Tunas Mulia.


Selasa, 15 Juni 2021

PPWI Ucapkan Selamat dan Sukses kepada LSP Pers Indonesia

 



Jakarta – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan tulus hati menyampaikan ucapan ‘Selamat dan Sukses’ kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia atas pencapaian hasil perjuangannya dalam memperoleh pengakuan dan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada media-media se-nusantara sebagai respon atas informasi terkini tentang penyerahan Sertifikat Assessor Komptensi Khusus Wartawan kepada 24 orang peserta Pendidikan dan Latihan Assessor Kompetensi Wartawan yang tergabung dalam Team Assessor LSP Pers Indonesia.



“Atas nama PPWI, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada rekan-rekan di LSP Pers Indonesia atas pencapaiannya saat ini. Saya mengerti bahwa untuk mendapatkan pengakuan dan lisensi sebagai assessor kompetensi khusus wartawan bukanlah sesuatu yang mudah. Semoga hasil perjuangan rekan-rekan selama tidak kurang dari 2 tahun ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi akselerasi pengembangan pers Indonesia yang profesional, positif, dan berwawasan maju di masa depan,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, Selasa, 15 Juni 2021.


Dengan penunjukkan para assessor, yang akan menjadi penilai dan penguji terhadap tingkat kompetensi dan/atau keahlian seorang wartawan, oleh BNSP, momentum ini dapat menjadi starting point (titik awal – red) dalam membenahi pers di tanah air. “Ini menjadi titik awal dalam mengurai persoalan pers kita yang semrawut selama ini, terutama dikaitkan dengan persoalan kemampuan dan keahlian wartawan. Selangkah demi selangkah, kawan-kawan yang berkecimpung di dunia pers dapat memulai menata kehidupan pers dengan mengacu kepada landasan hukum yang benar, yakni berdasarkan peraturan perundangan yang ada,” imbuh tokoh pers nasional yang selama ini gigih menyuarakan perlunya penataan kompetensi jurnalis mengikuti perundang-undangan yang mengatur tentang sertifikasi profesi.


Sejalan dengan itu, Lalengke mengingatkan agar para assessor dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. “Logo sertifikat kompetensi yang akan dikeluarkan oleh LSP Pers Indonesia adalah lambang negara Garuda Pancasila. Hal ini berkonsekwensi kepada kehormatan negara, bangsa dan masyarakat Indonesia. Jika pemilik sertifikat komptensi wartawan berlogo Garuda Pancasila tidak menunjukkan kualifikasi sebagai wartawan profesional yang berpancasilais, maka sama halnya si wartawan pemegang sertifikat itu mempermalukan Indonesia yang berdasar negara Pancasila ini,” jelas Lalengke yang merupakan lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari tiga universitas terbaik di Eropa itu.


Kepada seluruh masyarakat, termasuk jajaran pemerintahan di pusat maupun di daerah-daerah, Lalengke menghimbau untuk berkontribusi aktif dalam membangun sinergi yang baik dan benar, mengikuti aturan perundangan yang ada, di antara seluruh komponen bangsa, termasuk dengan rekan-rekan media. “Kalangan pers sudah memulai upaya menata kehidupan pers, terutama terkait persoalan kompetensi, kemampuan, dan keahlian jurnalistik bagi setiap wartawan atau jurnalis. Seluruh elemen bangsa, terutama pemerintah, aparat keamanan, aparat hukum, tokoh masyarakat, dan lain-lain, mari bersama-sama mendukung langkah positif yang telah dilakukan teman-teman pers itu. Negara yang besar ini harus ditata sesuai dengan tata tertib, yakni peraturan perundangan yang ada, tidak diatur berdasakan prinsip semau gue saja,” beber mantan Kasubbid Program pada Pusat Kajian Hukum Sekretariat Jenderal DPD-RI ini menghimbau. (APL/Red)

Tugas Pencahayaan FIKOM Jayabaya

 Berikut ini adalah gallery foto dari karya fotografi mahasiswa-mahasiswi FIKOM Jayabaya.

Fotografi kali ini bertema tugas pencahayaan.

Tugas fotografi kali ini setiap mahasiswa mengumpulkan 1 foto saja, opsinya :

Lowkey

Split light photography

Siluet (silhouette)

Highkey 














































Yasheer

































Karya Arya Indra Aditya







Karya Satriyo Bayu 






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons