cari kata

Kamis, 13 Januari 2022

Fabel Serigala dan Anggur

 



Fabel kuno menyatakan serigala putus asa ga jadi makan anggur yang pohonnya ketinggian untuk diraihnya.

Katanya sang serigala anggurnya pasti masam ketika tak dapat diraih.

Tunggu dulu...

Sejatinya serigala ga makan anggur. Kasihlah anggur pada serigala, dia tak makan buah.

Serigala ga doyan anggur.

Coba kasih anjing yang notabene masih keturunan serigala, buah anggur, ya pasti ngga mau juga.

Serigala tahu dia karnivora yang bukan biasanya makan anggur.

Ada fenomena karnivora Macan makan buah duren tapi duren itu duren masak yang jatuh pohon.

Serigala lebih lihai menanti kelinci yang bersembunyi.

Serigala lebih lihai memburu hewan lain yang memang mangsanya ketimbang fabel serigala makan anggur.

Perumpamaannya hanya ga masuk dalam realita.

Jika perumpamaannya serigala nunggu burung /berburu burung, maka diapun pasti pintar nunggu burung yang sakit dan tak bisa terbang mungkin.

Atau kenapa tidak fabel serigala yang berburu hewan dengan penuh kesabaran dan presisi. 

Kita semua pasti paham ini fabel motivasi semata. Tapi ga nyambung dengan hakikatnya.

Tapi, coba lihat deh saat Serigala berburu.

 Kalau kita lihat di youtube dengan potensi melekat pada dirinya Serigala itu menggunakan semua potensinya yang alami melekat pada sang Serigala dan acap kali berhasil memburu rejekinya.



Cerita anehnya :

A hungry fox wanders into a vineyard and spots a bunch of beautiful, juicy grapes hanging from a high vine. 

His mouth waters, and he decides to jump to reach them.

The Attempt: He leaps high into the air but misses the branch entirely.

The Struggle: He takes a running start and tries again and again, but the grapes remain just out of his reach.

The Resolution: Exhausted and unable to get the fruit, the fox walks away with his nose in the air, muttering to himself, "They are probably sour anyway."

The Moral Lesson => The fable teaches that it is easy to despise what you cannot attain. 

When people fail to achieve something, they often protect their ego by pretending the goal was never worth having in the first place. This behavior is where the common phrase "sour grapes" comes from.

Tunggu dulu...

Tapi...wait mau itu fox kek, wolf kek, dog kek, anjing kek...semua itu carnivore man. Karnivora.

Karnivora...ngapain bikin fabel fox dan anggur. Kelinci dan anggur lah mungkin. Dan kelinci pasti nemu jalan entah itu nunggu anggurnya jatoh sendiri karena masak.

Ini fabel dibukukan untuk anak-anak sejak dini alam pikiran anak.

Teringat oleh sejak masa kanak-kanak kalau dia orang pingin menggapai kerjaan posisi kerah putih nan mapan kelak dewasa (anggur perumaan). Tapi apa daya " in this economy" perang dunia separuh terjadi, harga-harga naik phk dimana-mana, perusahaan blue chip males rekrut orang. Mending pakai AI.

Terus si fox ga bisa jadi pegawai yang diidamkannya lalu apakah orang kemudian bilang ah ya udah pekerjaan itu mungkin nanti juga di-phk.

Terus ini orang sejak kecil udah baca fabel-fabel aneh merasa bersalah aduh apakah aku kurang motivasi ? Makan tuh motivasi. Engga lah. Fabel ditanamkan sejak kecil bukan untuk merasa minder nantinya/ menimbulkan rasa : aduh saya seorang fox ga mampu mencapai anggur, bukan lah.

Udahlah alamiah saja : bila cita-cita ketinggian ya alam kondisi akan menyadarkan🤗

Sesuaikan saja lagipula fox - wolf ga makan anggur 🤗

Jangan bego kita.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons