Jangan campur amal baik dengan amal buruk. Karena ibarat amal baik sewajan sepanci akan rusak karena terkena taik amal buruk yang kecemplung dalam "wajan". Sewajan amal baik akan rusak dengan sedikit amal buruk.
Ibarat ada panci atau wajan yang menyimpan amal baik ibarat sewajan masakan lezat opor ayam yang dikumpulkan selama hidup-seumur hidup, tiba-tiba kecemplungan taik amal buruk meski cuma sekali kecemplung taik amal buruk, maka amal baik sepanci-sewajan opor ayam itu akan rusak semua, dan ngebuang. Karena amal baik sewajan sudah rusak kena kecemplungan amal buruk.
"nila setitik rusak susu sebelanga"
"Nila setitik rusak susu sebelanga" adalah peribahasa Indonesia yang berarti kesalahan kecil dapat merusak seluruh kebaikan yang telah dibangun. Ini menggambarkan situasi di mana kejahatan kecil menghilangkan kebaikan besar atau satu kekeliruan membuat semua usaha menjadi berantakan.
Ini baru nila (nila ibarat racun kotoran taik) setitik, kalau taik nila racunnya banyak seember?
"Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya". Peribahasa ini bermakna bahwa sekali saja seseorang berbuat curang, berbohong, atau tidak jujur, korupsi, maka selamanya orang lain akan meragukan dan tidak mempercayainya lagi. Seumur hidup orang tak percaya, seumur hidup nama baik rusak. Bertaubat.
Jadi buatku : jangan lakukan amal buruk. Jauhi amal buruk. Run, dont just walk away, but run away from it.
Amal (dari bahasa Arab: 'amal) secara bahasa berarti perbuatan, pekerjaan, atau tindakan manusia yang didasari niat. Dalam konteks umum amal mencakup segala aktivitas fisik maupun mental, baik yang bernilai baik (amal saleh) maupun buruk, yang dilakukan dengan sadar.
Kata "amal" berasal dari bahasa Arab yaitu 'amal yang artinya adalah pekerjaan.
Amal dalam bahasa Indonesia berarti perbuatan baik atau buruk.
Jadi jangan lakukan amal buruk. Karena Amal baik- ibarat masakan opor ayam- sewajan pun akan rusak kecemplung taik amal buruk.
Reminder buat pribadi. Bukan buat orang lain. Ini buat pribadi saja.
Bulan Ramadhan 1447 H
Maret 2026
10:33 AM
mung pujanarko





0 komentar:
Posting Komentar