cari kata

Senin, 17 Februari 2014

Diklat Jurnalistik Rakyat


Bagi masyarakat luas dari golongan apa saja yang berminat untuk mendalami bidang tulis-menulis, jurnalistik, maupun penulisan humas, maka anda dapat mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan oleh sekretariat PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia). Pelatihan ini meliputi Quick News yakni bagaimana kita menulis secara cepat, akurat dan menggunakan kaidah Bahasa Indonesia Jurnalistik, kemudian ada teknik quick photo yakni bagaimana cara membuat foto yang baik secara cepat, dan quick video yakni membuat tayangan video secara faktual dan aktual juga ada sesi quick online yakni teknik memanfaatkan segala jenis media online secara cepat dan mengikuti etika serta hukum yang berlaku.

Untuk jelasnya peminat dapat menghubungi Sekretariat PPWI

Yeni Herliani di  081 277 540 997

Tempat pelatihan berlangsung di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat


Jumat, 14 Februari 2014

Mahasiswa FIKOM Jayabaya Salurkan Bantuan Korban Banjir Jakarta




Perwakilan mahasiswa FIKOM (Fakultas Ilmu Komunikasi) Universitas Jayabaya terjun langsung menyalurkan bantuan untuk para korban Banjir di Kawasan Kampung Pulo Jakarta Timur, Selasa (28/1). Bantuan  yang disalurkan oleh para mahasiswa FIKOM Jayabaya ini terdiri dari pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah, selimut, obat-obatan, dan bahan makanan kering siap saji.
“Kami sengaja memilih menyalurkan bahan makanan kering siap saji agar tahan lama di Posko Pengungsian di RW III Kampung Pulo Jakarta Timur ini, sementara untuk para adik-adik siswa ada paket alat tulis, mungkin ini bisa sedikit meringankan,” tutur Bangkit Nugroho (19) selaku Ketua BPM ( Badan Perwakilan Mahasiswa ) FIKOM  Jayabaya di Posko Pengungsian Kampung Pulo, Jakarta Timur (28/1).
Bantuan langsung disalurkan di Posko RW III di Kampung Pulo Jakarta Timur dan diterima oleh warga serta Sekretaris RT 02/RW III Iwan (40). Iwan menyatakan bahwa setelah sempat surut ternyata, pada Selasa (28/1) air mulai naik lagi seiring dengan derasnya aliran air sungai ciliwung.”Air sempat surut namun, naik lagi semalam “ tutur Iwan.
Aksi penyaluran bantuan para mahasiswa FIKOM ini murni dari hasil swadaya para mahasiswa “Kami mencari dan menampung sumbangan pakaian, alat tulis, selimut , obat-obatan dan makanana kering siap saji dari para rekan mahasiswa, kemudian setelah cukup banyak terkumpul ini ada 9 dos besar, langsung kami bawa ke Kampung Pulo untuk disalurkan ke Posko di RW III ini, karena kita lihat Posko ini masih belum banyak menerima bantuan dibanding Posko lainnya,“ ujar Bangkit Nugroho yang disertai oleh rekan-rekannya yakni Ray Farhan (19), Rizki Mardiansyah (19) juga didampingi oleh Pembantu Dekan III Bagian Kemahasiswaan Mung Pujanarko. (*)

Kamis, 23 Januari 2014

Januari, Hujan tak kunjung Berhenti, Jam Kuliah Terpaksa diganti


Hujan sepanjang hari di bulan Januari ini menjadi kondisi yang relatif sulit bagi sebagian masyarakat, terutama masyarakat Ibu Kota DKI. Di Jakarta akibat banjir, jumlah pengungsi juga telah mencapai kisaran angka 10 ribu jiwa pengungsi akibat tempat tinggal mereka kebanjiran. Terutama di kawasan Jakarta Timur, Kampung Melayu, Kampung Pulo dan kawasan Priok.
Bagi para mahasiswa hujan di Januari ini juga sedikit banyak berimbas pada kegiatan perkuliahan. Seperti yang dialami oleh mahasiswa semester 1 di Kampus IBM-ASMI Jakarta. Meski mayoritas mahasiswa yang ditanya menjawab bahwa mereka bukanlah korban banjir, namun berakibat pada jadwal perkuliahan yang harus diganti, akibat beberapa dosen yang tidak dapat datang ke kampus karena terhalang banjir, atau terhalang kemacetan parah di saat hujan lebat, bahkan ada rumah dosen yang juga terendam banjir.
“Saya tinggal di kawasan Tanjung Priok, Jl Deli, dekat pelabuhan, di sekitar kawasan Rumah Sakit Koja, sementara kampus saya di IBM-ASMI yang terletak di kawasan Pulo Mas,  jadi setiap kuliah saya pasti terhambat, karena ada  genangan banjir di kawasan ITC Cempaka Mas, ternyata bukan hanya saya saja melainkan dosen juga ada yang mengalami kesulitan pergi ke kampus akibat banjir dan curah hujan yang tinggi” tutur Farah (19) mahasiswi Fakultas Ekonomi di Kampus IBM ASMI Jakarta (23/1).
Banjir memang tidak memilih korban, ketika rumah dosen kebanjiran atau dosen yang kesulitan mobilitas untuk datang mengajar, terpaksa mengganti hari akibat cuaca yang buruk.  Salah satu Dosen bernama Pak Imung (40) mengaku cukup kesulitan untuk mengatur jadwal mengajarnya, karena mobiltasnya yang terhambat banjir di Jakarta. “Saya tinggal di Bogor, di kawasan Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, untuk cuaca di Bogor sendiri setiap hari dari malam hingga siang hari terus diguyur hujan, seringkali sepanjang hari hujan tidak putus dengan intensitas cukup deras selama Januari ini, karena saya menggunakan sarana transportasi umum, jadi pasti terjebak macet di Tol dengan waktu tempuh 3 jam bahkan 4 jam dari Bogor ke Jakarta, belum lagi di Bogor sendiri yang kemacetan juga cukup parah, akibat hujan deras, jadi terkadang saya tidak dapat memberi perkuliahan,” ujar Imung. Dirinya menjelaskan solusinya adalah memberikan pengganti perkuliahan atau memberikan tugas pada mahasiswa.  (*)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons