Agate langka motif Nagaraja.
Biasanya akik yang digambar, jenisnya akan seragam, cenderung sama ragam, ukuran dan gambar batunya, biasanya dilukis dalam void atau rongga batu atau langsung dilukis di permukaan batu, karena yang buat juga orangnya sama.
Akiik yang ada di pasaran ada yang murni corak alami. Ada juga yang digambar para perajin.
Hanya saja yang gambar alamiahnya muncul jika diterawang itulah yang sangat-sangat langka dan berharga.
Anda beruntung jika mengetahuinya.
Dalam blog ini saya kini tuliskan sekelumit sejarah yang terjadi sehari-hari. Kini adalah saat di mana saya melihat bahwa ada fenomena unik yang disebut demam batu.
Tiba-tiba ada artis wanita yang sebelumnya saya tidak pernah dengar namanya mengaku batu akik bacan yang dipunyainya berharga miliaran rupiah.
Kemudian mendadak di berbagai sudut ada lapak baik
medium dan
small yang menjual aneka batu perhiasan.
Well, saya tidak tahu persis kenapa ada fenomena ini, tapi banyak orang yang bilang bahwa sekarang ini masyarakat Indonesia sedang dilanda trend batu akik, demam batu.
Di mana-mana orang asyik membicarakan harga batu perhiasan atau batu mulia
gem stone, bahkan seorang kawan saya bekerja di media majalah yang khusus membahas batu mulia.
Kisah nyata ini bermula saat tahun 2012 lalu, anak saya membeli tiga buah batu akik pula, dia beli di kawasan Candi Sukuh, Karanganyar ketika liburan, padahal waktu itu anak saya masih SMP sekarang sudah SMU. Kini ketiga akik yang saya ulas di blog saya ini menjadi koleksi milik saya yang unik dan tiada duanya. Coraknya yang unik turut mewarnai demam batu di negeri ini.
Namun, sebelum anak saya ikut-ikutan tenggelam lebih jauh dalam demam batu akik, saya nasihatkan dulu pada anakku, bukannya apa-apa, kalau dia sudah mampu cari duit sih terserah duitnya mau diapain,
Lha tapi kan sekarang masih pakai duit ortunya (saya), jadi biarlah postingan di blog saya ini adalah sebuah nasihat untuk anak saya untuk bisa :
wise, aware dan have a knowledge tentang fenomena 'gema
gem stone' yang telah melanda negeri ini.
.JPG) |
| 3 akik yang dibeli oleh anak saya, tengah : motif junjung derajat bila di-senter ada motif wayang ular naga yang akan saya perjelas dengan foto-foto selanjutnya, kanan jenis fossil mustika galih kelor, kiri fossil mustika galih asem cokelat, semuanya masih saya simpan dengan baik. |
Nak ini peraturan pertama dalam membeli hobby.
Kalau ananda hobby batu, ketahuilah bahwa batu mulia secara internasional sudah ada standar bakunya, harganya berapa dan jenis batu sangat terbatas yang diakui secara internasional, yang paling umum harganya standar adalah Intan (
rough diamond) atau berlian (
cut diamond).
Dan inipun jika seseorang membeli intan/
diamond maka jika ingin
value-nya terjamin maka belinya pun (bagi yang tahu) di toko-toko jaringan kelas dunia seperti Tiffany’s, De Beer's dan lain sebagainya. Ini menjamin bahwa batu
diamond yang kita beli harganya terjamin, artinya jika kita ingin menjual kembali maka jaringan toko kelas dunia itupun berlaku seperti kalau kita jual-beli emas di toko emas: nilanya tetap dan hanya berubah sedikit untuk margin tokonya.
Kedua bila ananda tertarik untuk membeli batu akik maka kalau beli batu
agate misalnya, maka pikirkan apakah nanti jika ananda ingin menjual, toko penjualnya mau membeli kembali dengan harga yang relatif sama dengan harga yang ananda beli ? Seperti jika ananda beli emas di toko emas dan menjualnya kembali di toko emas yang sama, jarang toko emas yang menolak membeli lagi dengan harga yang relatif sama, melainkan hanya dipotong margin toko.
Ketiga jika ananda rasional, maka ada gejala psikologi seperti trend yang naik-turun jika menyangkut sebuah
trend market atau trend pasar.
Dulu, warga pernah dibuat bingung dengan
trend market aneka tanaman hias yang harganya miliaran, aneka ikan lohan yang miliaran, dan gilanya aneka tokek ga jelas yang juga miliaran.
Beware, karena ada yang dinamakan
Social Contagion Theory (Teori Penularan sosial) yang menyatakan bahwa orang akan mudah tertular perilaku orang lain dalam situasi sosial massa. mereka melakukan tindakan meniru/imitasi.
Dalam
market, sebuah
trend adalah tidak menetap sifatnya. Hanya sedikit barang yang sifat nilainya umum menetap dan bisa diukur secara mudah, salah satunya adalah harga logam mulia, emas, perak dll.
Coba ananda pikirkan jika membeli (semoga tidak ketipu) jika ananda membeli akik bacan seharga Rp. 3,5 juta rupiah atau sekitar 270 US dollar misalkan, apakah jika ananda pergi ke luar negeri dan jika kebetulan uang ananda habis di negeri orang, maka apakah bacan itu akan laku dijual kembali dengan nilai yang relatif sama di pawn shop di Amerika, atau di toko batu jewellery di Eropa ?
Namun jika ananda kehabisan uang di las vegas misalnya, maka ananda bisa mendatangi
pawn shop dan menjual cincin emas ananda dengan harga yang relatif sama dengan di seluruh dunia, minus
margin toko, karena harga emas terstandar internasional.
Atau tidak perlu jauh-jauh ke Amerika, jika ananda beli batu
gem stone jenis apapun di sentra batu mulia seharga katakanlah -misalkan- seharga Rp.25 juta, kemudian suatu saat ananda perlu uang mendadak, dan kemudian membawa
gem stone nanda ke perum pegadaian terdekat, apakah perum pegadaian mau menaksir
price gem stone nanda seharga sama dengan harga belinya yakni Rp.25 juta? Setahu saya tidak ada perum pegadaian yang mau menerima gadai akik.
Setahu saya selama ini hanya kantor pusat Perum Pegadaian di kawasan Kramat Raya Jakarta saja yang membuka jasa taksir batu mulia, dengan tarif jasa taksir Rp. 50 ribu per-batu. Tapi hanya jasa taksir batu, bukan gadai akik.
Bila kita baca di
situs resmi pegadaian maka Perum Pegadaian ternyata sangat teliti dan hati-hati dalam urusan menaksir
gem stone, dan jangan kecewa jika harga beli nanda ternyata di bawah taksiran harga pegadaian.
Karena perum pegadaian punya fasilitas G-Lab sebuah laboratorium untuk menguji kualitas batu mulia dengan teliti. Saya nyatakan salut dengan kejelian perum pegadaian dalam urusan menaksir harga
gem stone secara
fair price, bukan harga emosional market semata.
Karena di dalam era demam batu ini ada kecenderungan 'menggoreng' harga beberapa jenis batu tertentu termasuk bacan. Saya menebak, bacan akan jadi seperti anthurium. Namun batu yang lain selain bacan, harganya masih rasional.
Perum Pegadaian setahu saya tidak mau menerima gadai akik karena standarnya tidak ada.
 |
| Tiga akik koleksi saya yang dibeli anakku adalah dari kiri ke kanan : motif junjung derajat di tengahnya bila di senter ada motif wayang naga bermahkota naik, tengah fosil mustika galih kelor, kanan mustika galih asem cokelat |
Benar juga nasihat Gubernur Aher yang bijak yang menghimbau seyogyanya batu akik/batu mulia/
gem stone di lapak-lapak/toko-toko ada standarnya, tapi dalam hati saya berkata apa mau dikata ? karena standar itu musykil dicapai, karena setiap pedagang akik menetapkan harganya masing-masing berdasar suka dan tidak sukanya para pembeli, berdasar selera (
taste),
unique, berdasar
booming dan
trend market.
Akik Saya ternyata Bergambar wayang Nagaraja
.JPG) |
| Gallery penampakan wayang 'Nagaraja' (sampai foto-foto di bawahnya) |
.JPG) |
| sungguh akik alamiah yang indah dan tiada duanya |
.JPG) |
| Thank you for watching my remarkable akik stone, containing image of " Nagaraja" |
Kembali pada kisah yang saya tulis ini, pada tahun 2012 lalu anak saya yang sulung pergi liburan ke Candi Sukuh, Karanganyar, dari uang sakunya dia membeli 3 buah batu akik, padahal dia dulunya masih SMP, kini sudah duduk di kelas 1 SMU dan Bulan Juli 2015 naik kelas 2 SMU.
Nah keunikan bermula ketika baru-baru ini tanggal 18 Maret 2015, saya baru menyadari ketika melihat bahwa ternyata ada keunikan alamiah dalam salah satu akik yang sekarang jadi koleksi saya ini, yang putih yang bermotif 'junjung derajat' ternyata di dalamnya ada gambar sosok mitologis wayang "Nagaraja".
Unik, aneh tapi nyata apa adanya. Di dalam akik artinya, ketika di sorot lampu senter maka sosok Nagaraja yang lagi mesem ini baru muncul. kalau tidak di sorot senter, ya tidak muncul seperti pembaca lihat pada foto.
Bisa dilihat (di klik atau di tap saja gambarnya untuk memperbesar tampilan gambar foto), maka terlihat Mahkota di kepala dan juga sisik di badannya berwarna emas. Mahkota emas dan sisik emas Nagaraja ini kalau tidak disorot cahaya senter, maka warnanya putih biasa. Seperti ini :
Karena unik itulah saya mengulasnya dalam web log ini.
.JPG) |
Setelah di-senter Akik warna putih milik saya bermotif junjung derajat ini di tengahnya ada motif
"wayang ular naga bermahkota emas"
tepat di tengah-tengah motif junjung derajat,
sebuah karya seni alam yang luar biasa.
(foto diambil 18 Maret 2015, oleh : Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom)
Saya akan ambil fotonya lagi seperti pembaca lihat di bawah ini dengan cahaya lebih terang |
Keterangan Foto : Setelah di senter nampak sosok mirip wayang 'Nagaraja' pada mitologi Jawa Kuno dalam batu akik putih saya ini,terlihat warna kuning keemasan mulai dari kepala mahkota hingga tubuh dan ekor, gambar sosok Nagaraja ini muncul secara alamiah saja, karena corak alami pada batunya itu sendiri, foto by : Mung Pujanarko S.Sos, M.I.Kom
silahkan di klik fotonya untuk memperbesar tampilan
Keterangan Foto : Setelah di senter nampak sosok wayang Nagaraja dengan sisik emas, mulai dari mahkota, tubuh dan ekornya, Nagaraja adalah sosok dalam mitologi jawa Kuno yang kebetulan muncul dalam batu akik putih saya ini, foto diambil tgl 18 maret 2015
silahkan di klik fotonya untuk memperbesar tampilan
.JPG) |
Setelah di sorot senter nampak sosok mitologi Jawa Kuno Nagaraja yang berwarna emas mulai dari kepala, tubuh dan ekornya, padahal jika tidak disenter warnanya putih susu dalam batu akik putih saya ini, foto diambil tgl 18 maret 2015
|
Akik koleksi saya ini semuanya natural dan apa adanya.
Keunikan pada akik warna putih bergalur 'junjung derajat' baru nampak ketika di senter, maka nampak motif 'wayang ular naga bermahkota emas' atau lebih tepat dikatakan mirip sosok mitologis 'Nagaraja' karena dari mahkota, tubuh dan ekor semua bewarna emas setelah di-senter, tapi jika tidak di-senter warnanya adalah putih susu seperti pembaca lihat pada gambar pertama di atas, akik unik saya ini saya foto pada tanggal 18 Maret 2015.
Sebenarnya siapa sih Nagaraja ?
(Wayang Nagaraja)
Ini hanyalah tokoh dongeng dalam mitologi Jawa Kuno. Secara kebetulan anak saya membelinya di kawasan Candi Sukuh, Karanganyar, waktu liburan bersama buliknya/tante dan omnya, anak saya waktu di kawasan Candi Sukuh, Karanganyar itu beli 3 akik, ternyata setelah saya lihat seksama, akik-akik ini mengandung keistimewaan tersendiri dari segi jenis dan corak motifnya. Unik dan tiada duanya, yang paling penting : alamiah.
Siluman Ular atau mitos legenda makhluk mistis ular setengah mitologi ini muncul dalam beberapa legenda mitos dari beberapa negara. Misal di China daratan ada siluman ular putih, di India ada dewi ular, juga mitos Nagaraja. Ular naga bermahkota raja.
Jadi gambar di akik warna putih ini yang bila disorot cahaya memunculkan gambar wanita setengah ular yang memakai mahkota, maka anda para pembaca dapat melihat betapa jelas gambar Nagaraja, wanita berbadan ular tersebut,
Kehadiran sosok wanita setengah ular dalam akik milik saya ini saya anggap fenomena alam biasa.
Karena jika kita lihat batunya sepintas tidak terlalu istimewa. Warna batunya putih susu ada galuran motif junjung derajat.
Hanya saja, setelah saya sorotkan lampu senter, maka akan terlihat bayangan 'wayang' atau sosok yang jelas itu adalah ular berkepala manusia dan bermahkota emas, badannya terbuat dari warna emas dan buntutnya, -anehnya- pun menjulur sampai ke balik sisi batunya ini.
Bandingkan dengan adegan siluman ular dalam film di bawah ini :
Aneh juga, tapi cukup menyenangkan bagi saya, apalagi di era demam batu 2015 ini.
Kelak kalau demamnya sudah sembuh, tidak panas lagi. Maka akik Nagaraja ini juga akan tampil terus di blog saya ini kapanpun adanya, karena mewakili sebuah era di Indonesia yakni era demam batu. Atau pantasnya saya sebut sebagai "Era Demam Batu Bacan tahun 2015".
Kenapa ?Karena hanya harga bacan yang irrasional dan tidak internasional.
Kalau ditanya apakah Pak Mung selaku dosen yang ilmiah, lulusan S2 pula, percaya dengan hal-hal mistis ? Saya terus terang tidak percaya tahayul sedikitpun jua, juga tidak mau terjerumus dalam syirik, namun tetap saya percaya bahwa makhluk jin itu ada, alam ghaib dan akhirat juga ada. Semuanya kan ciptaan Tuhan yang Maha Esa. Kita hanya menyembah Tuhan YME saja dan itu titik alias final, tidak ada sekutu bagi Tuhan Yang Maha Esa.
Kembali pada nasehat bagi anakku, di sisi lain, anakku, suatu waktu ayahmu pernah melihat tayangan di NGC bertajuk
'Scam City' maka di Kolumbia sudah pernah ditayangkan bahwa maraknya
emerald dari beling yang di warnai hijau di lab dengan aneka kimiawi, yang menipu turis-turis yang kepincuk membeli
emerald. Saya tidak bicara di Indonesia, saya bicara hal itu di Kolumbia, tempat
emerald banyak ditemukan. Harap jangan tersinggung dulu.
So anakku, santai saja,
dont get scam by anything, anyone, be wise, spent your money in something international valued, gold or silver, gold will be easier to be valued.
 |
| Akik Unik "Nagaraja" sebagai kenang-kenangan sekaligus penanda dari era demam batu Indonesia |
 |
| tampilan akik berkandungan "Nagaraja" secara apa-adanya |
 |
| penampakan tanpa di-senter Akik 'bermuatan' Nagaraja |
 |
| Kalau di-senter muncul gambar wayang Nagaraja. |
Padahal akik milik saya itu bukan buatan atau hasil lukisan manusia, dan hanya gambar yang timbul ketika disorot cahaya senter, namun mirip benar ya?
Lihat mahkotanya dan sosok tubuhnya? mengapa bisa begitu ? saya juga ndak paham, karena kan ini hanya alur bayangan dalam sebuah batu akik. Anak saya dapatnya pun sudah tahun 2012 lalu, jauh sebelum era demam batu yang berkepanjangan demamnya.