Usaha memang tidak menghianati hasil. Benar kan ?
Usaha kan aksi dan hasil adalah reaksinya.
Namun hasil bisa 'menghianati' usaha.
Hasil itu tidak bisa dikontrol 100%.
Quality control untuk hasil itu nisbi banget.
Usaha bisa dikontrol itupun nisbi juga.
Karena jika kenyataan pertanyaannya bila hasilnya gagal, apakah usahanya sia-sia?
Filosofi hasil tak menghianati usaha kerap didengung-dengungkan sebagian orang. Mungkin karena untuk memotivasi bahwa setiap orang harus berusaha untuk meraih keberhasilan. Mungkin agar orang tak berpangku tangan menunggu hasil saja.
Tapi ingatlah dan camkan baik-baik : ujaran " hasil tak mengkhianati usaha" itu kalimat yang dikeluarkan orang jumawa tatkala usahanya berhasil. Ulangi : Saat usahanya berhasil ¡
Jika gagal maka takkan-lah orang jumawa bilang : "hasil tak mengkhianati usaha". Ga mungkin.
Ini nyata. Orang yang berhasil yang kemudian ingin agar keberhasilannya diketahui orang lain bahwa usahanya itu adalah karena hasil usaha kerja kerasnya maka dia akan boasting : "hasil tak mengkhianati usaha". Kalau gagal ya kicep dan ga mungkin boasting menepuk dada dengan kalimat pembenar "hasil tak mengkhianati usaha", ga mungkin.
Jadi ini kalimat jumawa seolah hanya karena usahanya dan ilmunya semata-mata dia berhasil.
Ini ga boleh karena ingat kalimat sombong Qarun : “Sesungguhnya aku diberi (harta) itu semata-mata karena ilmu yang ada padaku.”
Berhasil-tidak itu perkara langit dan bumi dan banyak faktor. Ijin Tuhan YME juga perlu. Apa kita sudah ga butuh ridha Tuhan YME ?
Karena yang sudah usaha keras namun belum berhasil akan lebih diam dan usaha lagi tentunya.
Sampai pada frasa "hasil tidak akan menghianati usaha", maka sampai titik ini maka ego kita harus kita cek. Cek ulang ego kita masing-masing.
Sampai pada frasa "hasil tidak akan menghianati usaha", maka sampai titik ini maka ego kita harus kita cek. Cek ulang ego kita masing-masing.
Karena jika kenyataan pertanyaannya bila hasilnya gagal, apakah usahanya sia-sia?
Iya kan ?
Banyak yang udah maksimal usaha tapi gagal juga.
Gini yang paling penting adalah usaha itu bukanlah kata singular melainkan plural atau jamak.
Juga kata "upaya" atau "usaha" bukan kata yang mati atau saklek. Usaha atau upaya itu bermakna variatif, ekspresif dan luas. Dampak dari usaha kini boleh jadi bukan dinikmati sendiri sekarang, boleh jadi dinikmati kelak oleh lainnya. Ini bentuk keberhasilan juga.
Gini yang paling penting adalah usaha itu bukanlah kata singular melainkan plural atau jamak.
Juga kata "upaya" atau "usaha" bukan kata yang mati atau saklek. Usaha atau upaya itu bermakna variatif, ekspresif dan luas. Dampak dari usaha kini boleh jadi bukan dinikmati sendiri sekarang, boleh jadi dinikmati kelak oleh lainnya. Ini bentuk keberhasilan juga.
Sikapi dengan bijak. Meski jika udah gagal jadi bijak itu sulit bikin emosi dan bikin ngerasa down.
Ego di check lagi.
Setelah kerjakan yang satu, kerjakan yang lain, artinya bila upaya awal gagal ya berupaya terus, dan terus.
Hasil yang terjadi adalah keberhasilan mental untuk terus bangkit. Ini merupakan sukses. Karena hakikat sukses adalah pantang menyerah.
Menyerah pasrah hanya kepada Tuhan jika upaya sudah waktunya usai.
Bukan hasilnya yang penting adalah proses upayanya.
Setelah kerjakan yang satu, kerjakan yang lain, artinya bila upaya awal gagal ya berupaya terus, dan terus.
Hasil yang terjadi adalah keberhasilan mental untuk terus bangkit. Ini merupakan sukses. Karena hakikat sukses adalah pantang menyerah.
Menyerah pasrah hanya kepada Tuhan jika upaya sudah waktunya usai.
Jika Tuhan sudah pastikan waktu di dunia selesai, maka pastikan tetap dalam kondisi berusaha mendekatkan diri pada_Nya.
Bukan hasilnya yang penting adalah proses upayanya.
Banyak dan kerap => hasil-nya gagal dicapai padahal sudah berupaya maksimal.
Udah upaya usaha pol namun hasilnya zonk.
-0-
Terus nyalahin usahanya. Kurang maksimal-lah, strategi salah-lah.
Jadi komplikasi ini ya.
Putar balik mindset. Check ego kita masing-masing. Hasil tidak bisa mutlak dikendalikan dikontrol oleh ego. Usaha ya tetap wajib dan plural jamak.
Jangan kecewa dan no sedih. Karena tetap dapat pengetahuan.
Tetap dapat pengalaman. Tetap dapat pelajaran.
Ini.bukan AI ya AI ga gini-gini amat. AI tuh ga complicated mikir rumit gini.
Karena dibutuhkan rasa bukan prompt.
-0-
9:24 AM
mung pujanarko




0 komentar:
Posting Komentar