cari kata

Kamis, 16 Juli 2026

Blooming Berkembang

 Bulan Juli 2026 di taman anggrek Kamsa.

Blooming dan berkembang berbunga-bunga mekar merekah 



Amarilis (Hippeastrum) atau bunga bakung. Ciri khasnya meliputi kelopak besar berbentuk bintang dengan warna dasar putih yang memiliki garis-garis merah muda.Tanaman ini tumbuh dari umbi dan sering berbunga setelah musim hujan atau masa kering.



Dendrobium Burana Green Star.Ciri khasnya adalah kelopak berwarna hijau kekuningan yang cerah. Bagian tengahnya, yang disebut labellum atau lidah, berwarna ungu tua.Jenis anggrek ini populer di kalangan kolektor karena warna dan bentuknya yang unik.


Anggrek Oncidium, jenis Sharry Baby atau Volcano Hula Halau, yang dikenal memiliki banyak bunga kecil.Warna: Menampilkan warna cokelat tua atau marun yang kontras dengan labellum (bibir bunga) berwarna putih atau krem kuning.Aroma: Beberapa varietas dalam kelompok ini dikenal memiliki aroma khas yang manis, seringkali menyerupai cokelat atau vanila



Jenis mawar dengan warna merah tua yang sangat gelap, sering dijuluki "mawar hitam" karena penampilannya yang menyerupai beludru. Varietas ini merupakan "Nigrette" atau "Deep Secret", yang dikenal memiliki warna merah marun hingga kehitaman.





Kultivar mawar tertentu seperti 'Greetings' atau 'Easy to Please' yang dikenal dengan warna cerah dan pusat putih/kuning. Karakteristik Visual: Kelopak bunga berwarna merah magenta atau mallow-pink yang kontras dengan pusat putih dan benang sari kuning cerah.Jenis Tanaman: Ini adalah jenis mawar semak (shrub rose) atau floribunda yang populer ditanam di pot atau taman karena mekar berulang kali.

Tanaman ini adalah anggrek bulan (Phalaenopsis) dengan kelopak kuning cerah dan lidah berwarna merah marun.


 spesies Dendrobium lasianthera, yang dikenal dengan sebutan anggrek keriting karena kelopak bunganya yang melintir.Tanaman ini berasal dari wilayah Papua, Indonesia, dan Papua Nugini, serta termasuk dalam kategori anggrek bertanduk tegak.Anggrek jenis ini merupakan salah satu spesies yang dilindungi, dengan harga bibitnya 


Dendrobium Tjandrawati atau Dendrobium Pantera Tigris Sondaica, yang dikenal memiliki warna ungu pekat dan bentuk mahkota yang unik.Bunga-bunga ini umumnya mekar dengan baik dan sering dikoleksi karena keindahannya. Kita harus paham cara merawat jenis anggrek ini agar terus berbunga. Yaitu dengan vitamin untuk anggrek.


Dendrobium violaceoflavens atau hibrida serupa yang dikenal dengan warnanya yang unik.













Memposting di weblog pada dasarnya sharing non purposive atau non purposive sharing.

Istilah "non-purpose sharing" (non-tujuan berbagi) ini berarti postingan konten tidak ditujukan pada audiens tertentu atau captive audiens.

Tidak flexing secara spesifik purpose to flexing only, but only posting to weblog that have a uncertain audiens number.

Jumlah audiens bukan jadi tujuan. Jumlah audiens tidak pasti. Tergantung mesin pencari.

Posting di weblog bagi saya bukan flexing melainkan murni tujuan arsiparis atau dokumentasi saja.

Tidak ada niat pamer. Karena sadar bahwa siapa yang mau kurang kerjaan lihat weblog.

Mending scroll medsos kan ?  Ini weblog ga bisa di scroll, guys.

Hanya dokumentasi yang saya beri judul blooming berkembang. Semua makhluk hidup ingin berkembang dalam hidupnya.




Anggrek spesies Phalaenopsis amboinensis. Tanaman ini dikenal karena pola warna bunganya yang unik, seringkali berupa garis-garis atau bintik-bintik merah-coklat di atas dasar putih atau kekuningan.Anggrek ini merupakan jenis epifit, artinya tumbuh menempel pada pohon lain di habitat aslinya




Adalah anggrek Vanda yang tumbuh subur dengan akar udara yang panjang dan menjuntai. Tanaman ini tampak sehat dan memiliki banyak daun hijau, siap untuk berbunga atau sudah memiliki calon bunga.

Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum). Bunga anggrek ini memiliki pola bintik coklat dan kuning yang khas, menyerupai kulit macan tutul.


Amarylis pink

Mari kita berkembang dan berbunga-bunga.🌸🪷🪻🐞


Dendrobium Thongchai Gold atau Dendrobium Atakit.



  • Tanaman saya ini merupakan anggrek hibrida dari jenis Oncidium, yang sering dijuluki anggrek "Dancing Lady" atau "Wildcat".
  • Bunganya khas dengan pola merah marun dan kuning yang kontras, serta bentuk labellum (bibir bunga) yang lebar.
  • Jenis anggrek ini populer sebagai tanaman hias karena tahan sinar matahari dan memiliki masa berbunga yang lama.

  • Ini bunga labu kuning (Cucurbita pepo) yang berwarna kuning cerah dan berbentuk terompet. Bunga ini sering digunakan sebagai bahan makanan, seperti digoreng krispi atau dimasak dalam sup. 
    Tanaman ini memiliki bunga jantan dengan tangkai lurus dan bunga betina yang memiliki bakal buah kecil di bagian bawahnya. Penyerbukan manual atau polinasi sering diperlukan agar bunga betina berkembang menjadi buah labu.





    Ini bunga delima (Punica granatum) yang berwarna oranye cerah.  Bunga ini memiliki kelopak yang tampak berkerut dan tebal, khas bunga delima yang mekar.

    anggrek Dendrobium yang ini merupakan hibrida seperti Dendrobium Kahiyang Ayu atau jenis sejenis.
    Fitur visual utamanya adalah kelopak bunga berwarna kuning cerah atau kehijauan dengan aksen ungu tua atau merah muda yang kontras pada bagian bibir (lip) bunga.

    bunga labu kuning (Cucurbita pepo) yang berwarna kuning cerah dan berbentuk terompet. Bunga ini indah.

    Anggrek ini adalah Phalaenopsis amboinensis, spesies endemik Indonesia, khususnya dari wilayah Ambon.Bunganya kecil, memiliki aroma harum, dan seringkali mekar secara berurutan pada tangkai bunga yang sama seiring bertambahnya usia tanaman.Varian yang ditampilkan memiliki dasar warna putih atau kuning muda dengan corak cokelat kemerahan berbentuk garis-garis.

    Ini hibrida Dendrobium lasianthera, jenis yang terkenal dengan kelopak atas yang melintir seperti tanduk. Bunga ini memiliki gradasi warna yang khas, seringkali menggabungkan nuansa merah, ungu, dan kuning kehijauan.

    anggrek imi dari jenis Dendrobium, yang sering disebut sebagai Dendrobium "Sakura Hime" atau varietas "Snow Boy" karena warna putih dengan pusat ungu cerah.Anggrek ini dikenal memiliki kelopak bunga putih bersih dengan labellum (bibir bunga) berwarna ungu atau magenta yang kontras.Tanaman ini umumnya tumbuh dengan baik di pot atau sebagai anggrek tanah, dan membutuhkan penyiraman teratur serta kelembapan sedang hingga tinggi.

    Ini adalah bunga pohon kedondong (Spondias dulcis) yang berukuran kecil dan berwarna kuning kehijauan. Bunga-bunga kecil ini tumbuh dalam kelompok (malai) pada tangkai yang panjang. Pohon ini menghasilkan buah kedondong yang umum digunakan sebagai bahan rujak di Indonesia

  • anggrek ini dari jenis Dendrobium, yang sering disebut sebagai Dendrobium "Sakura Hime" atau varietas "Snow Boy" karena warna putih dengan pusat ungu cerah. 
  • Anggrek ini dikenal memiliki kelopak bunga putih bersih dengan labellum (bibir bunga) berwarna ungu atau magenta yang kontras. 
  • Tanaman ini umumnya tumbuh dengan baik di pot atau sebagai anggrek tanah, dan membutuhkan penyiraman teratur serta kelembapan sedang hingga tinggi. 


  • anggrek ini spesies Dendrobium Rajajowas Black Spider. Bunga-bunga tersebut berwarna cokelat gelap atau keunguan dengan corak kuning kehijauan.
     



    Dendrobium Aya Sophia. Memiliki bunga dengan mahkota yang melintir unik berwarna kuning-cokelat atau ungu.Tanaman ini umumnya membutuhkan cahaya terang namun tidak langsung dan media tanam yang kering dengan baik



    Jenis anggrek-anggrek ini sering ditemukan dalam koleksi pecinta tanaman hias.

    Rabu, 15 Juli 2026

    Renungan Malam

    Renungan Malam

    Baru baru ini di bulan juli 2026 masyarakat Indonesia kelas menengah yang sudah terengah-engah karena ekonomi begah dibuat terperangah oleh dugaan tindak koruptif manipulatif kewenangan jabatan senilai emas 74 kilogram.



    Jaman dulu ada pesugihan emas sisik ular siluman. 

    Sekarang pesugihan paling cepat dan akurat adalah pesugihan koruptif manipulatif.

    Dengan jabatan dan kuasa-relasi maka pesugihan koruptif manipulatif baik oknum ekskutif oknum legislatif maupun yudikatif -oknum bisa eksklusif massif kondusif.

    Sama ketika jaman dulu hikayat pesugihan emas sisik ular naga gemerincing turun di rumah pelaku pesugihan. Seram bukan?

    Ya bukan.

    Bukan seram lagi.

    Lebih seram jika harta kita tidak ada ridho Alloh SWT. Tidak ada ridha berarti tidak ada berkah dari Alloh SWT.

    Lalu Apakah kaya orang pesugihan sisik emas ular naga ? Lha jelas iya kaya. Tapi apa diridhai Tuhan Yang Maha Esa emasnya?

    Pesugihan saya rasa ga gratis. Ada konsekuensi gelapnya. Dan itu dosa.

    Kalau kita masih ingat dosa dan pahala.

    kalau lupa karena lapar serakah ?

    Tuhan ridha pada harta yang halal. Pada harta yang diperoleh dengan jalan yang baik yang fair yang berkah.

    Alangkah ngerinya pegang harta di dunia ini yang Tuhan tidak ridha. Tuhan jelas tidak gembira dengan perilaku koruptif manipulatif nan massif. Tuhan tidak ridha maka sudah sulit untuk kita berkelit.


    Apakah ini sama dengan fenomena pesugihan gunung kawi yang makan tumbal ?

    Apakah pesugihan koruptif manipulatif eksekutif legislatif yudikatif yang massif juga makan tumbal seperti halnya pesugihan lainnya ?



    Public Discussion #2 HIMAHI Universitas Jayabaya Bahas Rivalitas Ekonomi Global Dalam Sistem Internasional

     Public Discussion #2 HIMAHI Universitas Jayabaya Bahas Rivalitas Ekonomi Global Dalam Sistem Internasional







    _(Oleh: Kanaya Raisha Ramadhya)_


    Jakarta, 15 Juli 2026 – Di tengah meningkatnya persaingan antarnegara besar dalam memperebutkan pengaruh di bidang ekonomi, teknologi, dan energi. pemahaman terhadap dinamika ekonomi global menjadi hal yang penting bagi seluruh generasi. Persaingan tersebut tidak hanya berdampak pada hubungan antarnegara, tetapi juga memengaruhi stabilitas ekonomi, kebijakan luar negeri, serta arah perkembangan sistem internasional. Sebagai upaya meningkatkan wawasan dan daya pikir kritis mahasiswa terhadap isu-isu global tersebut, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Universitas Jayabaya menyelenggarakan Public Discussion #2 bertajuk "Persaingan Ekonomi Global: Rivalitas Antara Negara-Negara Besar dalam Sistem Internasional Kontemporer" pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Ruang Seminar I Prof. Hj. Yuyun Moeslim Taher, S.H., M.H., Lantai V Gedung Rektorat Kampus A Universitas Jayabaya. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si. sebagai narasumber utama dengan Alfian Handerson sebagai moderator. 


    Dalam pemaparannya, Dr. Ichsanuddin Noorsy menjelaskan bahwa persaingan ekonomi global tidak lagi hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh sejarah sistem ekonomi dunia. Salah satu yang dibahas adalah Sistem Bretton Woods, yang menjadi fondasi tatanan ekonomi internasional setelah Perang Dunia II. Beliau menjelaskan bahwa Amerika Serikat pada awalnya menjadikan dolar sebagai mata uang yang ditopang oleh emas. Namun, seiring berjalannya waktu, dolar tidak lagi bergantung pada cadangan emas, melainkan pada kepercayaan masyarakat internasional terhadap Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki kekuatan ekonomi, kepemimpinan global, dan kemampuan militer yang besar.

     Selain itu, narasumber juga mengangkat konsep energy war, yaitu persaingan yang memanfaatkan sektor energi sebagai instrumen geopolitik. Salah satu contohnya adalah kenaikan harga minyak pada 14 Juli 2008, yang memberikan dampak besar bagi negara-negara yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor energi. Menurutnya, penguasaan terhadap energi, sistem pembayaran internasional (payment system), hingga kekuatan militer merupakan instrumen penting dalam mempertahankan dominasi suatu negara di tingkat global. 

    Perkembangan bentuk persaingan antarnegara juga mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Jika sebelumnya dunia dihadapkan pada persaingan energi (energy war), kemudian berkembang menjadi perang dagang (trade war), saat ini rivalitas semakin bergeser ke bidang Information and Communication Technology (ICT). Penguasaan teknologi informasi menjadi salah satu faktor utama yang menentukan posisi suatu negara dalam percaturan ekonomi dan politik internasional. 

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ichsanuddin Noorsy juga mengutip pemikiran serta menjelaskan konsep competitive coexistence, yaitu kondisi ketika negara-negara besar tetap bersaing dalam berbagai sektor, tetapi pada saat yang sama masih menjalin kerja sama untuk menjaga stabilitas internasional. Narasumber turut menyinggung pandemi COVID-19 yang sempat memunculkan berbagai tuduhan terhadap China sebagai asal mula penyebaran virus, sehingga memperlihatkan bagaimana isu kesehatan global dapat berkembang menjadi bagian dari persaingan geopolitik antarnegara.

    Tidak hanya membahas ekonomi dan politik, diskusi juga menyinggung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu arena persaingan global. 

    Menurut Dr. Ichsanuddin Noorsy, persaingan antarnegara saat ini tidak lagi terbatas pada sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga mencakup penguasaan teknologi, inovasi, serta kemampuan riset yang menjadi penentu daya saing suatu negara. Oleh karena itu, pembangunan dignified society atau masyarakat yang bermartabat dinilai penting agar suatu bangsa mampu menghadapi perkembangan global tanpa kehilangan identitas, nilai-nilai kebangsaan, dan kualitas sumber daya manusianya.


    Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan mengenai penerapan paham neoliberalisme di Indonesia yang dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi. Menanggapi hal tersebut, Dr. Ichsanuddin Noorsy menjelaskan bahwa persoalan utama suatu bangsa sering kali terletak pada lemahnya kepemimpinan dalam menegakkan keadilan dan kecendekiawanan. 

    Beliau juga menyoroti perubahan kondisi Indonesia yang dahulu dikenal sebagai negara pengekspor menjadi lebih bergantung pada impor di berbagai sektor, serta adanya perbedaan antara pernyataan para pemimpin sebelum dan ketika menjabat. Pertanyaan lain disampaikan oleh Yansen, yang meminta rekomendasi strategi untuk menghadapi berbagai konflik ekonomi yang dihadapi Indonesia. 

    Selain itu, peserta juga mempertanyakan mengapa persaingan ekonomi global yang pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesejahteraan justru berkembang menjadi perang dagang antarnegara. Menanggapi hal tersebut, narasumber menekankan bahwa tujuan utama pembangunan bangsa seharusnya tetap berlandaskan cita-cita untuk membebaskan masyarakat dari ketertindasan, kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, dan kehinaan, sehingga kepentingan nasional tetap menjadi prioritas di tengah dinamika persaingan global.


    Sebagai penutup, Alfian Handerson selaku moderator menyimpulkan bahwa persaingan ekonomi global telah berkembang dari sekadar kompetisi perdagangan menjadi persaingan yang melibatkan penguasaan energi, teknologi, sistem pembayaran, hingga kekuatan geopolitik.

     Ia juga menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu meningkatkan wawasan, berpikir kritis, dan berkontribusi dalam membangun bangsa yang lebih mandiri dan berdaya saing tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan. 

    Sebelum acara resmi ditutup, Dr. Ichsanuddin Noorsy, menyerahkan buku kepada tiga peserta terbaik yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi. Pemberian buku tersebut menjadi bentuk apresiasi atas antusiasme peserta sekaligus sebagai upaya untuk mendorong budaya diskusi, berpikir kritis, dan meningkatkan literasi di kalangan mahasiswa. (*)

    Panitia Pelaksanaan Pemilihan Organisasi Kemahasiswaan (P3OK) FIKOM - Jayabaya Tahun 2026

     Panitia Pelaksanaan Pemilihan Organisasi Kemahasiswaan (P3OK) FIKOM - Jayabaya Tahun 2026

    P3OK SEMA dan BPM FIKOM Jayabaya untuk Pengurus SEMA dan BPM Periode 2026- 2027


    Jakarta - Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya sukses membentuk dan menyelenggarakan P3OK (Panitia Pelaksanaan Pemilihan Organisasi Kemahasiswaan) untuk memilih Ketua BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) FIKOM Jayabaya dan Ketua Senat Mahasiswa FIKOM Jayabaya periode 2026-2027.


    Pelaksanaan Pemilihan Umum Pengurus Organisasi Mahasiswa ini dihadiri oleh Dekan FIKOM Jayabaya Dra. Winarni, M.Si., kemudian Wakil Dekan II sekaligus Kaprodi FIKOM Jayabaya, Dra. Hj. Dewi Setyarini, MS dan Wakil Dekan III FIKOM Jayabaya Nenden Retno Wedari, S.I.Kom, M.I.Kom. 




    Adapun susunan pengurus BPM dan SEMA yang baru terbentuk untuk masa bakti periode 2026 - 2027 adalah sebagai berikut : 

    Ketua BPM: Nizar an Nabil (2024371650005)

    Wakil Ketua BPM : Gabriel Jonathan (2024371650013)

    Komisi A : Andi Dio (2024371650022)

    Komisi B : Anisa Fitri Rahmayani (2024371650019) 

    Komisi C : Septriana Putri (2024371650014) 

    SEMA

    Ketua Senat Mahasiswa: Danial Stevan Liem (2024371650004) 

    Wakil Ketua Senat Mahasiswa: Yeldha (2024371650001)

    Bendahara:

    1. Tiana (2024371650018)

    2. Aprilia Novandi  (2025371650017)

    Sekretaris:

    1. Damia Dini Damis Suhendi (2024371650021)

    2. Sinta Nuriyah (2025371650002)

    Divisi Dokumentasi

    1. Malaika Octa Charli (2024371650010)

    2. Wita Citra  (2024371650020)

    3. Muhamad Farhan Bavagi (2025371650005)

    Divisi Kreasi

    1. Yosia Siagian (202437165009)

    2. ⁠Putra Tegar (2024371650011)

    3. ⁠Naldi Situmorang (2024371650017)

    4. Priscilla Paulina (2025371650007)

    5. Yasa Prabandara (2025371650022)

    Div Produksi

    1. Maria Rohana (2024371650016)

    2. ⁠Kevin Nainggolan 2024371650023

    3. ⁠Gabriel Valentino (2024371650012)

    4. Nazwa Syarifah Azhahroh (2025371650023)

    Div Relasi

      1. Rafly Octaviano Saputra(2025371650003)

      2. Abdee Satria Negara (2025371650001)

    3. Affan Fahri (2025371650016)

    Div Humas

      1. Hanson Moran (2024371650015) 

      2. Alfian syah Zahran (2025371650015) 

    3. Utami Sujud Pangestu (2025371650010)


    Selasa, 14 Juli 2026

    Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Jayabaya ikuti International Deans' Course (IDC) Southeast Asia 2026 di Jerman


    Internasional || MTV.CO.ID - Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Jayabaya Mubarokah Nuriaini Dewi, S.T., M.T., terpilih dalam seleksi Internasional guna mengikuti DIES International Deans' Course (IDC) Southeast Asia 2026.

    Pada event ini Mubarokah Nuriaini Dewi, S.T., M.T., menjadi salah satu peserta bersama total 30 peserta guna mengikuti seminar tatap muka (on-site) selama 10 hari yaitu dari tanggal 15–26, Juni 2026 di Osnabrück dan Berlin, Jerman. Dalam agenda ini peserta aktif menyusun Project Action Plan (PAP) untuk reformasi di institusi asal mereka. 



    DIES (Dialogue on Innovative Higher Education Strategies) International Deans' Course (IDC) Southeast Asia 2026 adalah program pelatihan intensif manajemen pendidikan tinggi yang ditujukan untuk para dekan dan wakil dekan dari wilayah Asia Tenggara. Program ini diselenggarakan bersama oleh German Academic Exchange Service (DAAD) dan Osnabrück University of Applied Sciences.

    IDC SEA 2026 menggabungkan 30 peserta dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Filipina. Peserta sangat terlibat, antusias, dan penuh dengan ide-ide inovatif, menciptakan lingkungan belajar yang semarak dan menginspirasi.

    Foto : Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Jayabaya Mubarokah Nuriaini Dewi, S.T., M.T bersama Prof. Dr. Peter Meyer selaku pendiri sekaligus koordinator/manajer proyek untuk International Deans' Course (IDC) yang diselenggarakan oleh DAAD.

    Bagian pertama dari kegiatan ini berlangsung secara tatap muka pada bulan Juni 2026 di Jerman. Melalui sesi praktik, studi kasus, dan diskusi antar rekan, seluruh peserta aktif mengeksplorasi konsep dan alat utama dalam manajemen pendidikan tinggi. 

    Pada akhir fase ini, setiap peserta akan menyusun Project Action Plan (PAP) – sebuah proyek reformasi konkret yang akan diterapkan di institusi asal mereka. (Red)

    Rapat Evaluasi PMB Jalur KJMU Universitas Jayabaya Perkuat Sinergi Antara Fakultas dan Lembaga Marketing Humas Jayabaya

     Rapat Evaluasi PMB Jalur KJMU Universitas Jayabaya Perkuat Sinergi Antara Fakultas dan Lembaga Marketing Humas Jayabaya













    Jakarta, 14 Juli 2026 – Universitas Jayabaya menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Batch 1, dan Batch 2, dan Batch 3, pada hari Selasa (14/7/2026) di Ruang Seminar 2, Lantai V, Gedung Rektorat Universitas Jayabaya.

    Rapat dipimpin oleh Kepala Lembaga Marketing dan Humas (LMH) Universitas Jayabaya, Drg. Hj. Yulia Moeslim Taher, FICD., M.H., sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sosialisasi dan proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur beasiswa KJMU yang telah berlangsung di Universitas Jayabaya.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Administrasi Umum (BAU) Universitas Jayabaya, Indra Rustiawan, S.T., M.M.,  para Dekan Fakultas, para Wakil Dekan Fakultas, serta perwakilan tenaga kependidikan dan para dosen dari masing-masing fakultas di lingkungan Universitas Jayabaya. Rapat evaluasi ini juga dihadiri para PIC KJMU Jayabaya yaitu Iramona Juanisa, S.E., Hilwa, Amd.MI., dan Ines Sheraton, S.M.

    Kehadiran seluruh unsur perwakilan fakultas menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan penerimaan mahasiswa baru melalui program beasiswa KJMU.

    Dalam arahannya, Drg. Hj. Yulia Moeslim menekankan pentingnya evaluasi sebagai sarana untuk informasi dan koordinasi bersana fakultas-fakultas pada pelaksanaan PMB Jalur KJMU. Menurutnya, koordinasi yang baik antarunit menjadi faktor penting dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada calon mahasiswa serta memastikan proses seleksi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

     Kepala LMH Jayabaya juga menyampaikan pentingnya sinergi administrasi dan koordinasi lintas fakultas agar seluruh tahapan penerimaan mahasiswa dapat terlaksana secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Selama rapat berlangsung, masing-masing fakultas menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan sosialisasi KJMU Universitas Jayabaya. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi bersama guna menyempurnakan mekanisme penerimaan mahasiswa baru pada pelaksanaan KJMU berikutnya.

    Melalui rapat evaluasi ini, Universitas Jayabaya berharap seluruh fakultas dapat semakin memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon mahasiswa, sehingga program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi generasi muda Jakarta. (Red)

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons