cari kata

Senin, 03 Agustus 2026

Gunung ⛰️

 Gunung 🏔⛰️🌋🗻

Gunung tidak pernah ingin dipuji.

Atau kebalikannya Gunung juga tidak mau diremehkan. 

Gunung tahu manusia bersedia memanage Bumi Alloh ini.

Ketika Tuhan YME berfirman :

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh." QS Al-Ahzab · Ayat 72

Filosofi Jawa Ojo Gunggungan Nang Gunung

Kalau saya pikir lagi Gunung itu semua Gunung itu sakral -suci.

Gunung jelas tidak suka orang naik Gunung hanya untuk (orang itu) hanya ingin dipuji, hanya ingin sekali dapat pujian, atau hanya untuk gagah-gagahan semata, dan untuk jumawa dan untuk cari validasi semata.

Jika rasa ingin dipuji ini ada di dada ketika di Gunung maka cepat hilangkan rasa itu, atau resiko hilang diri dan kehilangan diri.

Paling fatal bisa-bisa gugur di gunung jika semata hanya haus validasi ingin dipuji semata. 

Sudah banyak contohnya semoga kita ( saya) terutama bisa ambil hikmahnya .Ojo Gunggungan Nang Gunung.

Sudah banyak peristiwa tragedi di Gunung yang berawal dari rasa ingin dipuji. Hal ini berlaku secara global bumi. Berlaku ini disemua Gunung di dunia ini. 

contoh contoh yang saya masih ingat

Ada pendaki berbikini => gugur, googling saja ; bikini climber. Untuk apa berpose pakai bikini di gunung? Ya untuk validasi lah tentunya.

Ada pendaki pemula malah balapan lari di gunung karena ingin iseng dan dipuji => hilang.

Ada pelari trail gunung sengaja ingin cari rute baru untuk mendahului secara mengejutkan agar teman-temannya kaget dan memuji => hilang dan gugur.

Ada pelari gunung sudah berumur tapi lupa sadar usia dipaksakan mungkin ya kalau di medsos posting kan bisa title : sudah tua tapi masih bisa siksa raga sambil pegang medali => gugur.

Ada pendaki yang justru ingin berpose dekat kawah ada juga ingin berpose dekat latar belakang letusan asap yang epic, semua mungkin demi postingan yang epic dan estetik di medsos = > gugur/ luka.

Senua ini kita turut berduka cita tentunya.

Tragedi-tragedi ini menjadi pengingat (bagi saya) bahwa meskipun gunung-gunung populer bagi pendaki maupun pelari trail, kawasan Gunung-gunung rata-rata memiliki risiko tinggi. Sikap mental ingin mendaki dengan luruskan niat ingin mendaki bukan untuk dipuji. 

Naik gunung dalam Islam itu mubah. Jika niat mendaki hendaknya ditujukan untuk ibadah, merenungkan keagungan ciptaan Allah SWT, serta menjaga dan melatih kesehatan dan ketahanan fisik dan mental. Jangan maksain jika kondisi tidak fit. Jangan maksain ketika kondisi cuaca tidak kondusif. Jangan maksain ketika sudah ada larangan dan jalur pendakian ditutup.

 Naik gunung bukan sekadar rekreasi, melainkan sarana tadabur alam guna mempertebal iman dan rasa syukur.

Berikut adalah panduan menata niat, doa, serta adab penting saat mendaki gunung:

Niat & Adab Utama Menurut Islam

Luruskan Niat: Hindari mendaki demi kesombongan, pamer (riya), atau sekadar menaklukkan puncak demi validasi haus pujian. Bisa-bisa saling berkelahi di puncak gunung karena rebutan spot foto. Googling saja : berkelahi di puncak gunung gegara rebutan spot foto estetik.

Izin Orang Tua: Pastikan mengantongi restu keluarga sebelum memulai perjalanan safar. Jangan ijin kemana mendakinya kemana. Sebaiknya jangan.

Jaga Sholat: Tetap tunaikan sholat lima waktu di gunung dengan memanfaatkan kemudahan jamak dan qasar jika memenuhi syarat safar.

Jaga Perilaku: Dilarang merusak alam, membuang sampah sembarangan, berkata kasar emosi pada kawan, atau bertindak tidak sopan. Jangan gunggungan sok-sokan berkata sombong.

Zikir & Doa Perjalanan GunungSaat mendaki, Rasulullah ﷺ dan para sahabat mencontohkan zikir berdasarkan medan perjalanan: Saat Tanjakan: Membaca takbir (Allahu Akbar) ketika melewati jalur menanjak. Saat Turunan: Membaca tasbih (Subhanallah) ketika melewati jalur menurun.

Doa Memohon Perlindungan di Tempat Baru (Pos/Tenda):أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq. Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."

Persiapan Fisik & Logistik Wajib

Latihan Fisik: Lakukan olahraga kardio seperti jogging atau bersepeda minimal 1–2 minggu sebelum mendaki untuk melatih jantung dan otot.

Perlengkapan Keamanan: Bawa jaket waterproof, pakaian hangat, tenda standar pendakian, sleeping bag, matras, dan senter/headlamp.

Kakau tek tok ya harus berpengalaman dan bertahap sampai bisa mahir tektok. Jangan sampai nyusahin orang banyak.

Logistik Cukup: Hitung kebutuhan air bersih dan makanan kalori tinggi sesuai dengan durasi pendakian.

Kotak P3K: Siapkan obat-obatan pribadi, obat diare, obat flu, pembalut luka, dan oksigen portabel jika diperlukan.

Jangan sok-sokan di gunung. Sok-sokan di gunung bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Persiapan yang matang, taat aturan ijin pengelola berwenang, pemberitahuan rute kepada keluarga atau pengelola, membawa perlengkapan keselamatan, serta sedapat mungkin tidak beraktivitas sendirian merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko saat beraktivitas di alam terbuka.

Ojo Gunggungan Nang Gunung. 

Gunung itu malah bikin humble bukan bikin jumawa. 

(Sebuah pesan untuk diri sendiri di blog pribadi sendiri)


0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons