cari kata

Selasa, 22 Juni 2021

Pesan Personal Soal Batu Akik

 







Batu stone natural terasa dingin di tangan



Amethyst natural bila disinari matahari pagi, terasa pendarnya membuat mood senang dan nyaman. Telapak tangan terasa tingling.













Stone natural warnanya ya natural dari bumi apa adanya. Ini kan natural stone yg sederhana tapi membuat mood senang alias happy 😍


Saya suka warna batu stone apa adanya. Saya hindari benar batu yang colour-nya terlalu bening RGB (red green blue) bening banget, bening plong tanpa inklusi serat, nge jreng RGB nya 🤣, too good to be true nature, kayak permen 😁. Warna RGB yang terang membuat saya tersenyum geli, 😉 mungkin belum kelas saya unt beli batu RGB yang warna RGB nya nge-jreng banget 😁
 Apalagi warna biru blue yang jreng tenan tanpa kejelasan sertifikat gem lab terpercaya, aduh rasanya pingin ngakak yaa🤣🤣


Pesan untuk Diriku Pribadi : "Jangan Pernah Beli Akik Non Precious Stone seharga lebih dari nilai harga rupiah 0,5 gram Emas."

Ingat harga jual kembali akik itu -bilau kau butuh uang- maka pasti lebih sulit dijual dan akan lebih jatuh dari harga belinya.

Artinya ini adalah wanti-wanti diri untuk diri saya pribadi, bukan untuk orang lain, hanya untuk saya pribadi : "jangan pernah keluarkan uang untuk membeli akik alias batu akik biasa non precious stone dengan harga lebih dari 0,5 gram emas."

"Jika wahai diriku engkau mau beli akik, maka carilah yang batu akik natural. Jangan sekali -kali tertipu dengan membeli batu akik masakan, belilah yang asli bukan sintetis, bukan tiruan, bukan man made glass, bukan batu jenang gulo, bukan batu tipu-tipu, bukan batu yang di mikroskop laboratorium terlihat gelembung gelas, bukan batu yang diwarnai, bukan batu akik abal-abal, serta akik-akik palsu imitasi nan beling punya. Juga wahai diriku, sadarlah jangan beli atau keluarkan uang untuk membeli batu akik yang harganya lebih dari nilai 0,5 gram emas. Boleh lah kau beli akik asli natural dari bumi nusantara yang kau suka dengan harga tak lebih dari nilai harga 0,5 gram emas."

Jika seorang anak muda milenial saya beritahukan bahwa saya habis rp 400 ribu untuk beli satu batu akik, tentu anak muda milenial itu bisa tertawa terbahak-bahak, karena jaman kekinian mudah sekali untuk mengklik aplikasi investasi keuangan dan investasi secukup rp 400 ribu untuk menaruh investasi.

Artinya dengan 400 ribu maka uang bisa berkembang di apps investasi finansial yang terpercaya.

Memang bagi para penggemar batu akik sulit sekali untuk tidak berburu akik yang dia sukai.

Juga kebalikannya jika bagi orang yang tak gemar batu akik akan sulit juga untuk memahami mengapa ada orang yang rela keluar uang rp 400 ribu bahkan lebih untuk beli akik. Rasionalnya kan ga nyambung.

Ini saya kan ada di segmen masyarakat kelas middle. Kalo di tingkat piramida atas, mungkin beda sekali, kebanyakan sudah biasa dengan price dari four precious stone. Kalangan piramida atas terbiasa dengan four precious stone di langganan piramida atas di toko-toko bereputasi internasional gem stone.

Sedangkan kalau level middle yang mampunya ya non precious stone, intrinsik nilainya /  intrinsic value hanya berdasar supply and demand. Tak ada patokan pasti per carat.

Demandnya dari hobby semata. Kalau supply nya kan bisa diatur.


Pesan ini cukup untuk diri saya sendiri,  saya patri dalam hati untuk diriku pribadi. Titik.


Note : Blog ini adalah jurnal pribadi. Tak ada sangkut pautnya dengan orang lain, dan tulisan ini bukan ditujukan untuk orang lain, melainkan sebagai pengingat untuk kesadaran diri pribadi.🙏



NB : Wahai diriku pribadi, ingatlah akan kategori keinginan (want) dan kebutuhan (need)  ingatlah soal investasi, apa saja asset yang bisa untuk jadi nilai investasi standar, juga ingatlah soal beramal / berderma untuk orang-orang yang lapar, terlantar dan lebih sangat membutuhkan. Kelola keuanganmu dengan baik lagi bijak. Miliki dana tabungan darurat  🙏



Menurut hematku akik kecubung ungu yang harganya belasan juta tidak masuk akal. Coba saja beli seharga belasan juta, kemudian jual kembali ke tokonya mau terima lagi kaga?

Pasti ga mau, dengan sejuta alasan.


Akik jelas bukan investasi.

Beda dengan 4 precious stone : Ruby, Emerald  Saphire dan Diamond. Bila beli di toko yang bersertifikasi internasional maka dapat memiliki nilai investasi. 

Adapun yang jenis-jenis semi precious stone, ini yang jadi perdebatan soal harga standar.

Dengan tidak membicarakan harga bila sy ingin tahu lebih lanjut soal mineral <> gemstone sy klik situs www.minerals.net

Memakai akik nusantara yang alami natural dari pengrajin dari segenap pulau di nusantara negeri kita yang kaya adalah wujud cinta tanah air 🇮🇩

Namun melihat orang pakai akik palsu, akik kaca, akik gelasan, akik imitasi abal-abal yang bersinar terang, inilah yang agak memprihatinkan sekali (ketipu di mana orang yg kasihan ini😁). Hidup cuma sekali saja dia pakai akik palsu yang warnanya menyala karena terbuat dari gelas-gelas kaca 😁😁























Akik-akik saya ini kebanyakan saya dapat dari orang tua saya terutama alm Ibu, ada juga dari anak saya yang gemar batu mulai dari jaman sebelum jaman demam batu ( jaman demam batu sekira tahun 2014-2015). 





Sedangkan anak saya kumpulin batu-batunya sejak tahun 2011.

Saya semaksimal mungkin menghindari ketipu akik pantol (pantat botol) dari beling belaka. Namun ada pula saat saya juga terikut demam batu dan turut membeli batu natural -sayang- terindikasi treatment GF. Terlihat di atas bagi yang jeli ya pasti dapat lihat dengan mata telanjang ada akik yang treatment GF.

Misal hasil lab di atas keluar kode GF (glass filled) yang artinya GF : Glass Filled (terisi kaca).

Indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan.

Adapun amethys saya (dulu punya alm ibuku) syukur-syukur kode labnya NTD alias non treatment detected. Ini berarti alm ibu saya lebih pintar pilih batu. Alfatihah buat alm ibuku 🤲🏽

Kerap dan banyaknya orang-orang dari sejak jaman demam batu yang ketipu akik mahal tapi beling dan sintetis masakan, pewarnaan treatment, membuat sebagian orang-orang yang termasuk saya yang kurang ilmu akik, kurang bawa loop 10X atau loop 20X, kurang jeli, jadi bahan tertawaan karena pakai akik beling warnawarni 😂😂. Terutama jadi bahan tertawaan diriku sendiri. Saya mentertawai diri sendiri yang sempat mengalami euforia jaman demam batu 2015.

Sebenarnya ini ilmu juga, kan bisa diperiksakan di lab - kok kayak orang pak diperiksakan di lab 😁.

Beli batunya rp 400 ribu periksa labnya sekurang rp 100 an ribu. 😂Aduuh duuh, saking penasarannya soal batu.

Kisah-kisah tragicomedy orang-orang korban akik palsu imitasi yang beling punya sejak jaman demam batu pun masih bisa kita saksikan di internet hingga kapanpun. 💻 😅😅😂😭🙏















Dua cincin amethysts di atas, pemberian ortu saya. Terlihat dari model ringnya yang tua (old style).  Amethystnya juga tua atau amethyst lama. Satu ring sudah saya brasso yang lain masih kusam, belum pernah di brasso.


Batu pendant hitam ✴⚫🔲nemu di halaman dekat pohon pisang




Minggu, 20 Juni 2021

Minggu Pagi (20/6/2021) di Sekolah Alam Tunas Mulia

 Hari Minggu pagi (20/6/2021) di sekolah Alam Tunas Mulia, Sumur Batu, Bantar Gebang,  Bekasi kegiatan siswa sudah dimulai.

Para siswa sedang mengerjakan tes sumatif pelajaran dasar-dasar Bahasa Jepang.



Pelajaran dasar-dasar Bahasa Jepang diberikan oleh mahasiswi jurusan Sastra Jepang bernama Kayla Putri Maharani. 



Belajar bahasa Jepang kini amat penting bagi anak muda untuk menambah keahlian berbahasa internasional, terutama para pelajar agar para siswa memperoleh pengetahuan tentang bahasa Jepang sebagai bahasa yang penting dalam pergaulan antar masyarakat bangsa-bangsa di Asia.

Sekolah Alam Tunas Mulia ini letaknya persis di samping land fill tempat pembuangan sampah akhir di Sumur Batu, Bantar Gebang.

 Siswa di Sekolah Alam Tunas Mulia semuanya belajar secara gratis. Para siswa juga tinggal di asrama dan makan 3 kali sehari selama belajar di lingkungan dalam Sekolah Alam Tunas Mulia.


Selasa, 15 Juni 2021

PPWI Ucapkan Selamat dan Sukses kepada LSP Pers Indonesia

 



Jakarta – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dengan tulus hati menyampaikan ucapan ‘Selamat dan Sukses’ kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pers Indonesia atas pencapaian hasil perjuangannya dalam memperoleh pengakuan dan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, kepada media-media se-nusantara sebagai respon atas informasi terkini tentang penyerahan Sertifikat Assessor Komptensi Khusus Wartawan kepada 24 orang peserta Pendidikan dan Latihan Assessor Kompetensi Wartawan yang tergabung dalam Team Assessor LSP Pers Indonesia.



“Atas nama PPWI, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada rekan-rekan di LSP Pers Indonesia atas pencapaiannya saat ini. Saya mengerti bahwa untuk mendapatkan pengakuan dan lisensi sebagai assessor kompetensi khusus wartawan bukanlah sesuatu yang mudah. Semoga hasil perjuangan rekan-rekan selama tidak kurang dari 2 tahun ini dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi akselerasi pengembangan pers Indonesia yang profesional, positif, dan berwawasan maju di masa depan,” ungkap alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu, Selasa, 15 Juni 2021.


Dengan penunjukkan para assessor, yang akan menjadi penilai dan penguji terhadap tingkat kompetensi dan/atau keahlian seorang wartawan, oleh BNSP, momentum ini dapat menjadi starting point (titik awal – red) dalam membenahi pers di tanah air. “Ini menjadi titik awal dalam mengurai persoalan pers kita yang semrawut selama ini, terutama dikaitkan dengan persoalan kemampuan dan keahlian wartawan. Selangkah demi selangkah, kawan-kawan yang berkecimpung di dunia pers dapat memulai menata kehidupan pers dengan mengacu kepada landasan hukum yang benar, yakni berdasarkan peraturan perundangan yang ada,” imbuh tokoh pers nasional yang selama ini gigih menyuarakan perlunya penataan kompetensi jurnalis mengikuti perundang-undangan yang mengatur tentang sertifikasi profesi.


Sejalan dengan itu, Lalengke mengingatkan agar para assessor dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benar, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. “Logo sertifikat kompetensi yang akan dikeluarkan oleh LSP Pers Indonesia adalah lambang negara Garuda Pancasila. Hal ini berkonsekwensi kepada kehormatan negara, bangsa dan masyarakat Indonesia. Jika pemilik sertifikat komptensi wartawan berlogo Garuda Pancasila tidak menunjukkan kualifikasi sebagai wartawan profesional yang berpancasilais, maka sama halnya si wartawan pemegang sertifikat itu mempermalukan Indonesia yang berdasar negara Pancasila ini,” jelas Lalengke yang merupakan lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dan Applied Ethics dari tiga universitas terbaik di Eropa itu.


Kepada seluruh masyarakat, termasuk jajaran pemerintahan di pusat maupun di daerah-daerah, Lalengke menghimbau untuk berkontribusi aktif dalam membangun sinergi yang baik dan benar, mengikuti aturan perundangan yang ada, di antara seluruh komponen bangsa, termasuk dengan rekan-rekan media. “Kalangan pers sudah memulai upaya menata kehidupan pers, terutama terkait persoalan kompetensi, kemampuan, dan keahlian jurnalistik bagi setiap wartawan atau jurnalis. Seluruh elemen bangsa, terutama pemerintah, aparat keamanan, aparat hukum, tokoh masyarakat, dan lain-lain, mari bersama-sama mendukung langkah positif yang telah dilakukan teman-teman pers itu. Negara yang besar ini harus ditata sesuai dengan tata tertib, yakni peraturan perundangan yang ada, tidak diatur berdasakan prinsip semau gue saja,” beber mantan Kasubbid Program pada Pusat Kajian Hukum Sekretariat Jenderal DPD-RI ini menghimbau. (APL/Red)

Tugas Pencahayaan FIKOM Jayabaya

 Berikut ini adalah gallery foto dari karya fotografi mahasiswa-mahasiswi FIKOM Jayabaya.

Fotografi kali ini bertema tugas pencahayaan.

Tugas fotografi kali ini setiap mahasiswa mengumpulkan 1 foto saja, opsinya :

Lowkey

Split light photography

Siluet (silhouette)

Highkey 














































Yasheer

































Karya Arya Indra Aditya







Karya Satriyo Bayu 






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons