cari kata

Kamis, 30 April 2020

Family






Saya menikmati mengunggah moment kehidupan saya dan keluarga saya dalam blog saya yang saya jadikan sebagai jurnal pribadi ini.

Saya menikmati menjadi blogger meskipun tidak ada yang baca ataupun berkunjung ke blog saya ini, saya bahagia karena saya bebas dari medsos.

Saya tak punya akun fb, tidak aktif di twitter, kosong di instagram, dan bebas dari sering komen di wa.

Pokoknya saya hanya blogger saja, dimana jurnal ini untuk bigdata pribadi.

Inilah indahnya menjadi blogger yang lowkey saja tanpa harap reward atau apresiasi dari netizen.

😃😄

Vitae



Menyenangkan punya blog pribadi sebagai jurnal pribadi.

Saya bisa mengunggah apapun karena saya tak ingin punya medsos aktif


Rabu, 22 April 2020

Sambut Bulan Puasa, PPWI Akan Adakan Diklat Jurnalistik Ramadhan 1441




Jakarta – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) kembali membuka pendaftaran peserta untuk mengikuti Diklat Jurnalistik Ramadhan 1441 H. Kegiatan diklat ini dimaksudkan untuk menemani warga mengisi waktu saat menjalankan ibadah puasa di Bualn Ramadhan yang sudah di ambang pintu ini.

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Diklat Jurnalistik PPWI, Agung Jepriyansyah, kepada media ini, Rabu, 22 April 2020.

 "Setelah sukses menyelenggarakan Diklat Jurnalistik Corona angkatan 1 dan 2, PPWI akan meneruskan kegiatan yang sama dikaitkan dengan momentum bulan puasa Ramadhan ini. Kegiatan ini juga kurang-lebih sama situasinya, yakni dalam rangka mengisi masa-masa stay at home akibat pandemi Covid-19," ujar Agung yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PPWI Ogan Komering Ilir (OKI).

Sementara itu, Ketua Umum Wilson Lalengke, mengatakan bahwa mengisi waktu luang di masa-masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan kegiatan positif dan bertujuan meningkatkan kualitas diri pasti lebih baik dan bermanfaat. Kegiatan ini juga adalah untuk menggalang dana yang akan disalurkan kepada warga yang membutuhkan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.

"Daripada waktu habis terbuang percuma selama dipaksa tinggal di rumah, akibat bencana Covid-19 lebih baik kita belajar sambil beramal. Belajar jurnalistik sambil membantu warga yang terdampak kebijakan stay at home,” ujar Wilson.

Kegiatan Diklat dengan durasi tiga hari itu didesain untuk menghasilkan wartawan dan pewarta warga yang cerdas, handal, dan mumpuni di bidang jurnalistik. Peserta diklat akan diberikan materi terkait Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara Praktis Membuat Berita/Artikel, Editing atau Penyuntingan Artikel, dan Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online.

Proses belajar-mengajar pada Diklat Jurnalistik Ramadhan akan dimulai pada hari Jum'at, 24/4/2020, sampai dengan tanggal 26 April 2020. Semua donasi yang terkumpul, akan kembali di salurkan kepada warga yang terdampak Covid-19.

Terkait teknis program, jadwal, dan syarat pendaftaran, prosedurnya sama dengan yang terdahulu, seperti yang pernah diadakan Diklat Jurnalistik Corona di angkatan pertama dan kedua. Detilnya sebagai berikut:

Waktu Pelaksanaan Diklat:
Tanggal 24 – 26 April 2020, pada pukul 09.30 – 12.00 WIB setiap harinya.

Waktu Pendaftaran:
Sejak informasi ini disebarluaskan sampai dengan kegiatan diklat akan dimulai atau saat kuota 30 orang peserta terpenuhi.

Materi Diklat:
- Dasar-dasar Bahasa Indonesia
- Cara praktis membuat berita (hard/straight news)
- Editing (penyuntingan) artikel/berita
- Cara praktis mengunggah berita di media online (www.pewarta-indonesia.com)

Peserta:
- Wartawan/jurnalis
- Pelajar/Pembelajar
- Masyarakat umum
- Maksimal 30 orang per kelas

Tempat diklat:
Belajar dari rumah masing-masing melalui jaringan online (WhatsApp Classroom, Zoom Avis-Classroom)

Jadwal materi diklat:
- Hari pertama: Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara praktis membuat berita
- Hari kedua: Editing/penyuntingan berita/artikel
- Hari ketiga: Cara praktis mengunggah berita di media online

Biaya (donasi):
Setiap peserta diharapkan untuk memberikan donasi sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola oleh team PPWI untuk disalurkan kepada warga masyarakat yang kesulitan bahan pangan selama menjalani masa bencana Covid-19.

Metode kegiatan diklat:
1. Transfer donasi Diklat Jurnalistik Corona sebesar Rp. 100.000,- ke rekening Bank BNI Cabang Senayan, Nomor Rekening: 0243142926, Atas Nama: Persatuan Pewarta Warga Indonesia.
2. Kirimkan nomor WA Anda bersama bukti transfer donasi ke Sdr. Agung Jepriansyah (+62-857-8992-5565) untuk kemudian dimasukkan ke dalam kelas WA Diklat Jurnalistik Ramadhan, informasikan kelas yang diinginkan (pagi atau siang).
3. Setiap peserta hadir online sesuai jadwal yang dipilihnya saat mendaftar untuk mengikuti pembelajaran online.
4. Materi tertulis dan rekaman suara akan disampaikan melalui jaringan WhatsApp Classroom-nya untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami.
5. Selanjutnya peserta dapat mengajukan pertanyaan, baik tertulis maupun rekaman suara untuk diberikan penjelasan maupun didiskusikan bersama rekan sekelasnya.
6. Penugasan, praktek menulis sesuai materi yang baru saja diberikan dan didiskusikan, dan dikumpulkan saat itu juga.
7. Pemberian tugas PR, praktek menulis untuk dikerjakan seusai jam belajar online.

Narasumber/Trainer:
- Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI, Pimred KOPI)
- Mung Pujanarko (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, Pimred Penanegeri.Com)
- Simon Syaefudin (Wartawan Senior, mantan redaktur Republika)

Fasilitas:
- Sertifikat Diklat dari PPWI Nasional (E-Sertifikat).
- Akses menjadi penulis di Koran Online Pewarta Indonesia dan Jaringan PPWI Media Group.
- Menjadi anggota Komunitas PPWI Nasional dan di daerah masing-masing.
- Kesempatan beramal bagi sesama warga bangsa Indonesia di masa sulit bencana Covid-19.

Silahkan manfaatkan peluang belajar jurnalistik, sambil mengisi waktu luang yang ada. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Agung di nomor WA: 0857-8992-5565. (APL/Red)

Pakai Masker, The New Normal 😁😷





Pakai masker di era pandemi covid-19 merupakan the new normal alias hal normal yang baru.

Sayapun juga menikmati saja memakai masker dalam setiap beraktivitas.

Di masa PSBB atau pembatasan sosial berskala besar ini kita bisa mematuhi peraturan terkait pemakaian masker.

Di bulan ramadhan di tengah covid-19 juga setiap beraktivitas di luar rumah juga wajib pakai masker agar paling tidak bisa mengurangi -meski tak bisa 100% menghilangkam resiko penularan corona.












Senin, 20 April 2020

Sukses Dua Angkatan Diklat Jurnalistik Online PPWI bertajuk : "Diklat Jurnalistik Corona"





Alhamdulillah, telah berjalan lancar dan sukses dua angkatan diklat jurnalistik online PPWI yang diadakan di tengah situasi pandemi Corona.

Diklat ini bertujuan pertama menambah ilmu jurnalistik dan pengetahuan praktis seputar media online, dan tujuan terpenting adalah demi amal donasi guna membatu warga masyarakat yang terdampak corona, karena uang hasil diklat PPWI ini disumbangkan untuk para warga terdampak corona.

Bagi para peserta yang sudah berpartisipasi dalam Diklat ini maka berikut pengumuman dari tim panitia Diklat.

Yth. Para Peserta Diklat Jurnalistik Corona Gen-1 dan Gen-2 di tempat...

Rangkaian pelaksanaan kegiatan diklat secara online bagi masing-masing angkatan telah selesai dilaksanakan. Berdasarkan hasil diskusi mendalam para narasumber dan trainer, dengan ini disampaikan hasil diklat sebagai berikut:

1. Seluruh peserta dinyatakan lulus dengan predikat BAIK, SANGAT BAIK, dan ISTIMEWA. Dengan demikian, seluruh peserta berhak mendapatkan sertifikat diklat dari PPWI Nasional.

2. Peserta terbaik dengan predikat ISTIMEWA diberikan kepada dua orang peserta dari masing-masing angkatan.

3. Peserta terbaik Diklat Jurnalistik Corona Angkatan-1 adalah:
- Neneng Jauharah
- Agung Jepriyansyah

4. Peserta terbaik Diklat Jurnalistik Corona Angkatan-2 adalah:
- Martinus Paru Liwu
- Tarsinah

5. Sertifikat dalam bentuk E-sertifikat akan dikirimkan ke email masing-masing peserta dalam waktu sesingkat-singkatnya.

6. Pelaksanaan diklat Jurnalistik Corona tingkat lanjutan akan diinformasikan sesegera mungkin.

7. Salah satu syarat kepesertaan pada diklat lanjutan nanti adalah aktif menulis hasil liputan kegiatan di komunitasnya masing-masing dan ditayangkan di KOPI. Untuk itu disarankan agar seluruh peserta berusaha menghasilkan karya jurnalistik sebanyak mungkin dan sesempurna mungkin sesuai materi diklat yang sudah diberikan sebelumnya.

8. Sesuai rencana, peserta diklat yang dinyatakan lulus diklat lanjutan, akan mengikuti program pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer - ToT), untuk kemudian berhak melakukan Diklat Jurnalistik Corona secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi maklum adanya. Terima kasih.

Jakarta, 19 April 2020

Trainer/Narasumber,
Wilson Lalengke
Mung Pujanarko
Simon Syaifudin

Jumat, 17 April 2020

Hari Kedua Diklat PPWI Digelar, Peserta Makin Antusias





Pelaksanaan Diklat Jurnalistik Corona angkatan kedua yang dilaksanakan oleh DPN PPWI memberi kesan yang begitu mendalam bagi peserta diklat. 13 orang yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias menyimak materi yang diberikan.

Materi di hari kedua, Kamis, 16/04/2020, membahas tentang Cara Praktis Editing Artikel. Pembahasan yang dipandu oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memberikan wawasan baru bagi peserta Diklat Jurnalistik Corona ini.

Salah seorang peserta, M. Irwan, mengatakan diklat hari kedua ini menambah wawasan serta ilmu editing bagi peserta. "Kita lebih mudah paham mengenai tata bahasa yang benar," kata Irwan.

Irwan juga berharap diklat ini terus dikembangkan untuk ke depannya. Ia juga menghimbau teman-teman yang lain untuk ikut diklat seperti ini.

"Biar bisa lebih maju dan cerdas dalam menghasilkan karya jurnalistik," tegas Irwan.

Dari jadwal yang disodorkan Panitia, pelaksanaan diklat ini akan dilanjutkan besok hari dengan materi Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online. (*)

_Penulis: Heince Lolowang, peserta diklat dari Bitung, Sulut_

Kamis, 16 April 2020

PPWI Gelar Diklat Jurnalistik Online, Hari Kedua Peserta Dapat Materi Penyuntingan Berita





Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menggelar diklat Jurnalistik secara online, via WhatsApp Classroom.  Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT dan beberapa daerah lainnya.

Sebagaimana yang katakan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, belum lama ini, Selasa, (14/04/2020), bahwa tujuan dari kegiatan "Diklat Jurnalistik Corona" ini adalah membekali para peserta tentang Jurnalistik. Kegiatan itu juga dimaksudkan dalam rangka menggalang dana untuk membantu warga masyarakat yang terdampak Covid 19.

“Daripada waktu habis terbuang percuma selama dipaksa tinggal di rumah akibat bencana Covid-19 ini, lebih baik kita belajar sambil beramal. Belajar jurnalistik sambil membantu warga miskin yang terdampak kebijakan stay at home yaa,” ujar Wilson.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai sejak Rabu kemarin, (15/04/2020) dan berakhir pada Jumat, (17/04/2020). Hari ini merupakan hari kedua digelarnya diklat dengan materi yang cukup menarik, yakni penyuntingan berita.

Wilson Lalengke, yang juga sebagai pemateri diklat, menjelaskan secara terperinci terkait teknik penyunting berita, seperti teknik pemenggalan kata, penulisan dan penempatan huruf kapital dan penempatan tanda baca yang benar. Selain itu, para peserta diberikan tugas untuk mengedit artikel secara baik dan benar.

"Kegiatan edit-mengedit artikel terlihat sepeleh sehingga tahap ini sering kita abaikan. Padahal, hampir semua penulis besar mengungkapkan bahwa proses editing adalah sebuah tahapan menulis yang menjadi salah satu kunci sukses mereka menjadi penulis ternama. Editing adalah kunci pertama untuk memprediksi apakah seorang penulis bakal sukses atau tidak", terang Wilson.

Kegiatan ini mendapat pesan dan kesan yang baik serta dihujani berbagai apresiasi, baik dari peserta maupun masyarakat umum. Salah satunya datang dari Yusi Sulfitri peserta asal asal Kalimantan Barat.

"Alhamdulillah dengan diadakannya diklat ini, dapat menambah pengetahuan dan wawasan saya tentang editing artikel. Saya ucapkan apresiasi  dan banyak terimakasih untuk ketua PPWI dan seluruh tim PPWI yang bertugas. Semoga ke depannya tetap jaya dan bermanfaat bagi kita semua. (*Martin)

Rabu, 15 April 2020

Peserta Diklat dari Dua Wilayah Indonesia Ikuti Diklat Jurnalistik Corona Angkatan Kedua






Indonesia – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) kembali menggelar Diklat Jurnalistik Corona yang dilaksanakan secara online bagi wartawan dan masyarakat umum. Diklat angkatan kedua ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai pada hari ini, Rabu, tanggal 15 sampai dengan 17 April 2020.

“Kegiatannya sama seperti kelas online angkatan pertama, akan berlangsung selama tiga hari, sudah dimulai hari ini tadi,” ungkap Agung Jepriyansah, koordinator panitia kegiatan, Rabu, 15 April 2020.

Agung juga menyampaikan bahwa diklat angkatan kedua ini diikuti duabelas peserta yang berasal dari dua wilayah Indonesia, Indonesia bagian barat dan bagian tengah. Mereka adalah M. Abbas dari Ogan Komering Ilir, Sumsel; Fauzi Amin dari Samarinda, Kaltim; Yusi Zulfitri dari Sekadau, Kalbar; Erwin Tulalo dari Jakarta Selatan, DKI Jakarta; Icky C Sudarsa dan Leo Ahmaron dari Bandung, Jabar; Sugiyono dari Pacitan, Muhammad Irwan dari Ponorogo, dan Tarsinah dari Surabaya, Jatim; Donald Karel Lotulung dari Manado, dan Heince Arianto Lolowang dari Bitung, Sulut; dan Martinus Paru Liwu dari Flores Timur, NTT.

“Alhamdulillah, kali ini peserta berasal dari dua wilayah Indonesia, yaitu dari Indonesia bagian barat dan bagian tengah dan timur, masing-masing ada perwakilannya,” jelas Agung yang merupakan Sekretaris DPC PPWI Ogan Komering Ilir ini.

Sementara itu, ketika dimintai komentarnya, peserta dari NTT, Martinus Paru Liwu, mengatakan bahwa dirinya merasa senang mengikuti diklat tersebut. “Saya sangat senang karena melalui kegiatan ini, saya dapat mengetahui banyak hal terkait pola dan kaidah jurnalistik. Ini merupakan edukasi yang baik,” kata Martinus kepada pewarta media ini, Rabu (15/04/2020).

Sebagaimana dipublikasikan terdahulu, dalam rangka mengisi waktu luang selama masa karantina akibat wabah Virus Corona saat ini, PPWI Nasional menginisiasi sebuah event Diklat Jurnalistik Corona yang dapat diikuti oleh siapa saja. Selain untuk memberi kegiatan bermanfaat bagi masyarakat, program ini juga dimaksudkan untuk menggalang dana bagi membantu warga yang kesulitan ekonomi sebagai dampak pemberlakuan kebijakan _stay at home_ dan _physical distancing._

Para peserta diklat juga akan mendapatkan sertifikat diklat jurnalistik setelah menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan para narasumber. Materi diklat yang disajikan dalam diklat ini adalah: Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara Praktis Membuat Berita, Editing atau Penyuntingan Artikel, dan Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online. (APL/Red)

Berburu Ilmu Jurnalistik di Acara Diklat Online PPWI, para peserta dari Berbagai Daerah terkesan





KOPI, Jakarta - Menulis bukanlah persoalan pekerjaan atau sepiring nasi, ini adalah panggilan dari hati yang terdalam, dengan menulis kita sudah memberikan penghargaan pada setiap peristiwa yang terjadi disekitar kita, yang kita saksikan, dengar, ataupun rasakan.

Bagi orang yang berprofesi sebagai jurnalis, apapun medianya, dituntut untuk menguasai kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang benar, karya tulis yang baik berikut penulisan maupun materi yang dimuat akan dapat mempengaruhi pembaca, bahkan tidak sedikit pembaca dapat meluapkan emosionalnya setelah membaca, ada yang gembira, sedih maupun marah.

Apalagi di era keterbukaan seperti sekarang ini, siapapun dapat menulis di media, jika tidak dibarengi dengan pengetahuan menulis yang benar serta dasar jurnalisme tentu akan menjadi sorotan bagi pembaca.

Ditengah Pandemi Wabah Virus Corona di negeri ini, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) terus menunjukan eksistensinya dalam berkontribusi positif ditanah air dengan membekali insan pers maupun masyarakat umum untuk bersama-sama belajar menjadi pewarta yang profesional. Diklat Jurnalistik yang digelar oleh PPWI berlangsung secara online via whastsapp. Peserta yang sebelumnya telah mendaftar, diasah kemampuannya untuk mengenal dasar-dasar penulisan Bahasa Indonesia yang benar, tidak hanya itu, peserta dijuga dibuka wawasannya untuk memahami dasar jurnalistik, jurnalisme online dan teknik reportase.

Ini adalah Diklat angkatan kedua setelah sukses menggelar Diklat pertama pada pekan lalu, di gelombang kedua ini Diklat dilaksanakan tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan tanggal 17 April 2020. Kegiatan menarik ini diikuti peserta dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, dan daerah lainnya.

Wilson Lalengke, SPd, M.Sc, MA, Inisiator Diklat Jurnalistik Corona yang juga Ketua Umum PPWI sangat mengapresiasi semangat belajar para peserta dari berbagai daerah yang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya apresiasi semangat yang luar biasa dari peserta, serius untuk berburu ilmu, saya berharap setelah selesai diklat ini dapat meneruskan ilmunya didaerah masing-masing” Ujar Ketua PPWI yang juga Alumni PPRA-48 Lembahanas RI tahun 2012.

Sementara itu, salah satu peserta dari Bandung, Leo Ahmaron, kepada Pewarta KOPI menuturkan Diklat ini sangat berkesan, “Saya sangat terkesan, saya acungi jempol untuk PPWI, ditengah wabah virus corona PPWI mampu menggelar diklat ini, selain dapat ilmu kita juga dapat bersilaturahmi dengan rekan-rekan pewarta dari daerah lain” ujarnya kepada Pewarta Kopi. (fa)

Angkatan ke-2 Diklat Jurnalistik Online Ditengah Pandemi Corona Berhasil Dilaksanakan



Acara Diklat Jurnalistik Online angkatan ke-2 yang diadakan secara online atau daring melalui whatsapp group berhasil dilaksanakan oleh PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) pada hari Rabu 15/04/2020.

Dalam arahannya, Wison Lalengke selaku Ketua Umum PPWI menghimbau kepada seluruh peserta diklat untuk benar-benar mengikuti diklat dengan baik. Karena diklat online ini akan berguna dalam memandu peserta untuk menulis berita dengan baik dan benar.

"Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para peserta atas kedatangannya secara online dalam mengikuti pendidikan dan latihan ini, semoga para peserta dapat mengikuti apa-apa yang menjadi materi yang akan diberikan oleh para pembimbing," tegas Ketum PPWI Wilson Lalengke.

Selain itu, Wilson membeberkan bahwa seluruh uang pendaftaran peserta diklat  akan disumbangkan langsung kepada para warga masyarakat yang terdampak ekonomi akibat pandemi wabah Corona, diantaranya kepada pekerja informal.

"Saya juga berharap semoga pelatihan ini menambah wawasan dalam menulis berita dan apa yang sudah kita keluarkan dalam materi menjadi ladang amal untuk membantu sesama," ujarnya.

Selain itu, salah satu peserta yakni Leo Ahmaron ET dari Bandung menyatakan antusias dalam mengikuti sesi diklat jurnalistik online ini.

 "Dengan diadakannya diklat jurnalistik online corona Gen 2 saya merasa terkesan satu inisiatif yang perlu diacungi jempol untuk bapak ketum, dalam kondisi seperti sekarang ini dan sekaligus  untuk mengisi waktu "work at home", kita bisa menambah ilmu dan bersilaturahmi dan yang tidak kalah penting adalah cari ilmu sambil beramal,  pesan saya mohon jangan berhenti pada diklat jurnalistik corona Gen 2. Dan kalau situasinya sudah normal agar dapat dilaksanakan diklat ini secara tatap muka untuk menjalin persatuan dan kesatuan dalam wadah PPWI, terimakasih," tuturnya secara tertulis. (Icky)

PSBB juga Kampung "Lock Dong"




Bogor - Wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pada hari ini Rabu (15/4) termasuk di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Warga yang ditemui di Kabupaten Bogor mengatakan, bahwa dengan adanya PSBB ini maka warga pun juga was-was, merasa khawatir jika terkena razia kalau berboncengan motor atau menumpang mobil secara berombongan.

Warga juga siap masker untuk dipakai beraktifitas sehari-hari.

Tidak hanya itu di sebagian kampung di desa di area Kabupaten Bogor juga menerapkan penutupan akses jalan masuk pemukiman gang atau lorong kampung. 

Penulis yang berdomisi di Kecamatan Kemang tepatnya Desa Pabuaran Kecamatan Kemang juga terimbas dari PSBB meski tinggal di kampung, karena ada akses masuk ke jalan kampung desa yang diportal karena warga yang menutup pintu jalan.




Kreatifitas warga pun beragam, ada yang menutup akses jalan pemukiman kampung dengan spanduk bertuliskan "lock dong".




"Maaf mas, ditutup sementara, hampura (maaf) hanya untuk warga di lorong ini saja yang bisa masuk, selain warga di dalam sini harus ijin, pedagang juga tak boleh masuk,"  ungkap Yanto salah seorang warga kepada penulis, Rabu (15/4).

PSBB Dilaksanakan di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor mulai hari ini Rabu (15/4/2020) sebagai upaya memutus mata rantai penularan atau penyebaran virus corona covid-19. (*)

Senin, 13 April 2020

” Diklat Jurnalistik Corona”, sebuah Oase di Pandemi Virus Covid-19



Layaknya  sumber  mata air di tengah  padang  pasir,  Diklat  Jurnalistik  Corona  memberikan  kesegaran  di tengah  kehausan “stayhome”.
Hari kedua  Diklat  Jurnalistik Corona, PPWI, tanggal   12  April  2020 , dilaksanakan  dengan penuh antusias. Diklat  yang diselenggarakan dengan fasilitas   whats app group  bernama  Diklat Corana  Pagi, telah  marak komentar sebelum jam pembelajaran .  Pembelajaran dimulai  pukul 09.00 –12.00 WIB, namun peserta  telah  mulai “on” di Group sebelum diklat dimulai .  Tulisan celetukan ringan  minta duduk  di depan, kopi sudah tersedia, hadir paling depan mewarnai komentara di group whats app.  Laksana  oase yang memberikan  kesejukan, Diklat  Jurnalistik   mampu menyatukan  peserta  seolah-olah dalam satu kelas klasikal .
Diklat Jurnalistik  hari kedua  membahas  materi pelajaran;  bahasa Indonesia, cara praktis menulis berita,  dan penyuntingan. Materi  diberikan oleh  Wilson  Lalengke, sebagai narasumber. Materi  Bahasa Indonesia  diberikan  dengan latihan membedah  kasus  berita  yang telah  ditayangkan di salah satu  media. Peserta  diminta untuk  memberikan  “editing “  terhadap tulisan tersebut.   Disela-sela  mengerjakan tugas, peserta  dapat mengajukan pertanyaan  kepada narasumber melalui whats app.  “Saya  bertanya  penulisan yang  benar itu  5kg atau 5 kg?” tanya  Mang Karni .  Pertanyaan  ini  juga langsung dijawab  oleh narasumber , “ 5 kg atau  ditulis  lengkap saja 5 kilogram”.  Peserta yang telah selesai  melakukan tugas yang diberikan  dapat langsung mengirimkananya. Hasil  tulisan  tersebut  langsung mendapatkan  komentar  dari narasumber berupa  tulisan  atau rekaman  suara dari narasumber.
Pembelajaran   dalam  Diklat Jurnalistik  ini sangat menarik.  Komunikasi  dua arah antara narasumber dan peserta  terjalin dengan  baik.  Narasumber memonitor keaktifan para peserta dan sesekali menanyakan  keaktifan peserta.  “Mana  siswi kita  satu lagi neh??  Masih monitor ?? “,  sapa narasumber. Peserta akan menjawab, “ Hadir. “   tulis  Neneng . Guyonan ringan   juga  mewarnai  aktifitas belajar secara on line.  “Gak Kelihatan  duduknya dimana yaa.. Belakang Bang Harry ?”,  tanya  Bang Shonny.  “ Di belakang biar gampang nyontek, “ timpal Yustrisna.  Komentar-komentar  dari peserta dan narasumber  menjadikan suasana  kelas menjadi  hidup.
Meskipun  waktu  untuk  diklat ini  sangat  sedikit, narasumber juga memberikan  referensi untuk dibaca oleh peserta. Referensi ini  bertujuan  agar peseta lebih  mudah dalam mempelajari kaidah-kaidah penulisan  bahasa Indonesia dengan baik dan benar melalui  link Ruang Bahasa Indonesia. 

Sesi  pembelajaran hari kedua ditutup dengan memebrikan tugas kepada para peserta untuk  membuat  artikel atau berita  tentang kegitan   Diklat Jurnalistik  Corona  hari kedua. Tugas dikumpulkan   paling lambat  pukul  15.00 WIB , dan dikirimkan  secara japri  kepada narasumber.

Red.
tyas

Diklat Angkatan Pertama Usai, PPWI Buka Pendaftaran Angkatan Kedua





Jakarta – Tingginya minat para wartawan dan masyarakat umum untuk mengikuti program Diklat Junralistik Corona yang sedang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI), mendorong pantia diklat membuka pendaftaran peserta untuk angkatan berikutnya. Sebagaimana diketahui, dalam rangka mengisi masa-masa stay at home akibat bencana Virus Corona atau Covid-19 saat ini, PPWI Nasional menginisiasi sebuah program pendidikan dan latihan jurnalistik bagi wartawan, pewarta warga, dan masyarakat umum.

Menurut inisiatornya, Wilson Lalengke, disamping untuk membekali para peserta tentang jurnalistik, kegiatan itu juga dimaksudkan dalam rangka menggalang dana untuk membantu warga masyarakat yang terdampak Covid-19. “Daripada waktu habis terbuang percuma selama dipaksa tinggal di rumah akibat bencana Covid-19 ini, lebih baik kita belajar sambil beramal. Belajar jurnalistik sambil membantu warga miskin yang terdampak kebijakan stay at home yaa,” ujar Wilson yang juga adalah Ketua Umum PPWI, Minggu, 12 April 2020.

Kegiatan Diklat dengan durasi tiga hari itu didesain untuk menghasilkan wartawan dan pewarta warga yang cerdas, handal, dan mumpuni di bidang jurnalistik. Peserta diklat diberikan materi terkait Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara Praktis Membuat Berita/Artikel, Editing atau Penyuntingan Artikel, dan Cara Praktis Mengunggah Berita di Media Online.

Pembelajaran angkatan pertama Diklat Jurnalistik Corona ini telah berjalan dari tanggal 11 April dan akan berakhir pada tanggal 13 April 2020. Peserta angkatan pertama berjumlah sebelas orang, berasal dari Pidie Jaya, Aceh satu orang; Palembang dan Kayuagung, Sumatera Selatan, masing-masing dua orang; Jakarta tiga orang; serta Bandung, Puwakarta, dan Karawang, Jawa Barat masing-masing satu orang.

Sebagai respon atas minat yang tinggi dari kalangan jurnalis dan warga masyarakat untuk mengikuti program ini, PPWI Nasional melalui panitia pelaksana, membuka kesempatan pendaftaran untuk angkatan kedua. Hal itu sebagaimana diungkapkan Agung Jepriansyah, koordinator diklat, bahwa program angkatan berikut segera akan dimulai.

“Rencananya, Rabu 15 April ini sudah dimulai kelas diklat angkatan kedua. Sekarang sudah kami buka pendaftaran bagi peserta diklat berikutnya,” ujar Agung yang merupakan Sekretaris DPC PPWI Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan itu, Minggu, 12 April 2020.

Terkait syarat pendaftaran, Agung mengatakan bahwa syaratnya sama dengan angkatan terdahulu. Posedur pendaftaran juga sama. Secara detil, Agung menginformasikan proses pendaftaran peserta diklat angkatan kedua sebagaimana berikut ini.

*Waktu Pelaksanaan Diklat:*
Tanggal 15 – 17 April 2020, pada pukul 09.30 – 12.00 WIB setiap harinya.

*Waktu Pendaftaran:*
Sejak informasi ini disebarluaskan sampai dengan kegiatan diklat akan dimulai atau saat kuota 30 orang peserta terpenuhi.

*Materi Diklat:*
- Dasar-dasar Bahasa Indonesia
- Cara praktis membuat berita (hard/straight news)
- Editing (penyuntingan) artikel/berita
- Cara praktis mengunggah berita di media online (www.pewarta-indonesia.com)

*Peserta:*
- Wartawan/jurnalis
- Pelajar/Pembelajar
- Masyarakat umum
- Maksimal 30 orang per kelas

*Tempat diklat:*
Belajar dari rumah masing-masing melalui jaringan online (WhatsApp Classroom, Zoom Avis-Classroom)

*Jadwal materi diklat:*
- Hari pertama: Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara praktis membuat berita
- Hari kedua: Editing/penyuntingan berita/artikel
- Hari ketiga: Cara praktis mengunggah berita di media online

*Biaya (donasi):*
Setiap peserta diharapkan untuk memberikan donasi sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola oleh team PPWI untuk disalurkan kepada warga masyarakat yang kesulitan bahan pangan selama menjalani masa bencana Covid-19.

*Metode kegiatan diklat:*
1. Transfer donasi Diklat Jurnalistik Corona sebesar Rp. 100.000,- ke rekening Bank BNI Cabang Senayan, Nomor Rekening: 0243142926, Atas Nama: Persatuan Pewarta Warga Indonesia.
2. Kirimkan nomor WA Anda bersama bukti transfer donasi ke Sdr. Agung Jepriansyah (+62-857-8992-5565) untuk kemudian dimasukkan ke dalam kelas WA Diklat Jurnalistik Corona, informasikan kelas yang diinginkan (pagi atau siang).
3. Setiap peserta hadir online sesuai jadwal yang dipilihnya saat mendaftar untuk mengikuti pembelajaran online.
4. Materi tertulis dan rekaman suara akan disampaikan melalui jaringan WhatsApp Classroom-nya untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami.
5. Selanjutnya peserta dapat mengajukan pertanyaan, baik tertulis maupun rekaman suara untuk diberikan penjelasan maupun didiskusikan bersama rekan sekelasnya.
6. Penugasan, praktek menulis sesuai materi yang baru saja diberikan dan didiskusikan, dan dikumpulkan saat itu juga.
7. Pemberian tugas PR, praktek menulis untuk dikerjakan seusai jam belajar online.

*Narasumber/Trainer:*
- Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI, Pimred KOPI)
- Mung Pujanarko (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, Pimred Penanegeri.Com)
- Simon Syaefudin (Wartawan Senior, mantan redaktur Republika)

*Fasilitas:*
- Sertifikat Diklat dari PPWI Nasional (E-Sertifikat).
- Akses menjadi penulis di Koran Online Pewarta Indonesia dan Jaringan PPWI Media Group.
- Menjadi anggota Komunitas PPWI Nasional dan di daerah masing-masing.
- Kesempatan beramal bagi sesama warga bangsa Indonesia di masa sulit bencana Covid-19.

“Silahkan manfaatkan peluang belajar jurnalistik ini sambil mengisi waktu luang yang ada. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat PPWI Nasional di 021-53668243, SMS/WA 081371549165 (Shony). Terima kasih,” tutup Agung. (APL/Red)

Hari Kedua Diklat Jurnalistik Corona, Bahas Editing Berita






Nasional - Pada hari kedua Diklat Jurnalistik Corona yang diselenggarakan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pusat, Minggu (12/4/2020), makin menarik. Sebelas orang peserta berasal dari berbagai wilayah Indonesia, yakni Pidie Jaya, Palembang, Kayuagung OKI, Jakarta, Bandung, dan Karawang, sangat antusias mengikuti diklat yang digelar sejak Sabtu, 11 April 2020 kemarin.

Dalam pelatihan hari ini yang digelar secara online melalui WhatsApp Classroom tersebut, panitia menghadirkan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, yang membawakan materi editing atau penyuntingan berita. Tokoh pers nasional itu tampil tunggal memberikan materi diklat yang dimulai sejak pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.

Wilson mengatakan bahwa dalam sebuah karya jurnalistik, proses editing merupakan hal yang sangat penting. "Hasil jurnalistik yang baik tidak terlepas dari sebuah proses editing yang benar," ungkap Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini diajarkan mengenai cara editing berita yang baik dan benar. Mereka juga diajarkan tentang penulisan kata sambung, penulisan titik, koma, titik koma, dan tanda baca lainnya dalam sebuah tulisan.

“Intinya adalah harus teliti, baik tanda baca, ejaan, pemilihan kata, maupun penulisan titik dan koma, juga harus tepat. Dengan demikian, pesan melalui berita yang kita sajikan untuk publik tersampaikan dengan baik,” kata Wilson dalam pemaparan materinya.

Tak hanya cara editing berita, peserta juga diajarkan cara penulisan gelar yang baik dan benar. "Tidak jarang kita temukan penulis yang keliru dalam penulisan gelar yang melekat pada seseorang," imbuh Wilson mengingatkan.

Selaku trainer yang mengisi materi di hari kedua ini, Wilson Lalengke berharap para peserta dapat memahami dan mengerti apa yang disampaikannya. Dengan memahami penjelasan yang diberikan, selanjutnya peserta dapat menerapkan dalam penulisan karya jurnalistiknya.

“Semoga materi yang diterima peserta dapat diaplikasikan dengan baik, sehingga makin berkualitas karya jurnalistiknya,” ujar Pimred media KOPI tersebut.

Menurut salah seorang peserta, Neneng JK dari Karawang, Jawa Barat, ia menyampaikan bahwa kegiatan diklat seperti ini sangat bagus dan positif bagi para penulis pemula.

"Saya rasa kegiatan diklat ini sangat penting bagi pemula. Selain menambah ilmu jurnalistik, juga dapat menambah wawasan tentang cara penulisan artikel dengan baik dan benar," ucap Neneng.

Penulis muda dari Karawang itu berharap agar kegiatan diklat tidak hanya sampai di sini. "Semoga akan ada diklat selanjutnya dengan materi yang berbeda, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas para peserta dalam menulis artikel atau berita," tambah Neneng berharap.

Acara Diklat Jurnalistik Corona yang dilaksanakan dalam rangka mengisi waktu luang selama pemberlakuan kebijakan nasional stay at home ini akan berlangsung hingga esok, Senin, 13 April 2020. Di hari terakhir besok, peserta akan belajar mengunggah artikel atau berita di media online PPWI, Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) dengan situs resmi www.pewarta-indonesia.com. (Team Peserta Diklat)

Sabtu, 11 April 2020

Peduli Terhadap Pandemi Covid-19 PPWI Galang Dana Dengan Diklat Jurnalistik Corona



Sabtu, 11/4/2020

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, melakukan gagasan dengan mengadakan kegiatan Diklat Jurnalistik daring dalam situasi pandemi Corona.

Tujuan dari Diklat Jurnalistik saat pembatasan sosial akibat Corona secara online ini ialah untuk mengalang dana meringankan sedikit beban dari masyarakat dikalangan kebawah terhadap pendemi Covid-19 (Corona) yang berpengaruh terhadap dampak dari ekonomi masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah ke bawah.

Pelatihan Diklat Jurnalistik Corona yang adakan PPWI Nasional dibimbing *Trainer* oleh tiga tenaga ahli dan profesional di bidang jurnalistik diantara ialah:
- Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI, Pimred KOPI)
- Mung Pujanarko (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, sekred Penanegeri.Com)
- Simon Syaefudin (Wartawan Senior, mantan redaktur Republika)
Ketiga tenaga ahli dan profesional tersebut yang menguji puluhan para peserta yang mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik Corona, bekerja secara sukarela berbagi pengetahuan nya.

Adapun mereka yang telah mengikuti kegiatan Diklat Jurnalistik Corona akan mendapatkan beberapa fasilitas Sbb:
- Sertifikat Diklat dari PPWI Nasional (E-Sertifikat)
- Akses menjadi penulis di Koran Online Pewarta Indonesia dan Jaringan PPWI Media Group
- Menjadi anggota Komunitas PPWI Nasional dan di daerah masing-masing.
- Kesempatan beramal bagi sesama warga bangsa Indonesia di masa sulit bencana Covid-19.

Dana yang nantinya telah terkumpul dari hasil Diklat Jurnalistik Corona, akan disumbangkan kembali kepada warga yang layak menerimanya. Ini merupakan gagasan dari Shony sapaan akrab Wilson, untuk membuat hal-hal yang baru terutama kepentingan nya yang bersifat secara umum, bertujuan belajar sambil beramal dan beramal sambil belajar.  (Reportase : Agung Jepriansyah)

Peserta Diklat Online PPWI Antusias Ikuti Pembelajaran Teknik Berita Cepat (quick news)








Nasional - PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) kembali beraksi sosial. Dalam rangka mengisi waktu luang selama masa Stay at Home, mulai tanggal 11 April 2020, selama 3 hari berturut-turut, PPWI Nasional menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Jurnalistik Corona, bagi wartawan dan masyarakat umum.

 Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalang dana dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana Covid-19.

Diklat sesi pertama berlangsung pada hari Sabtu (11/4) secara online via whatsapp dan diikuti oleh puluhan peserta secara daring.

Dalam diklat ini Wilson Lalengke selaku Ketum PPWI memberikan materi Bahasa Indonesia yang baku untuk membuat berita.

Kemudian Mung Pujanarko memberikan dasar-dasar jurnalistik dan cara membuat berita cepat secara akurat.

Salah satu peserta diklat bernama Heri bertanya bagaimana membuat berita secara cepat dan akurat ?

"Saya  jjr g paham ni pak,,Sy hanya ingin cara membuat berita yg tepat akurat dan tajam,, BLH minta contoh gmn yg di mksud berita tajam" posting Heri dalam diklat ini.

Jawab narsum yakni Mung Pujanarko adalah untuk membuat berita cepat maka pewarta harus "belanja" data 5W dan 1H untuk bisa menyajikan data dan fakta.

"Para peserta harus cepat berpikir dan cepat menuangkan fakta dan data untuk bisa jadi berita yang faktual" ujar Mung Pujanarko.

Materi Diklat yang diajarkan pada diklat online ini adalah : 
- Dasar-dasar Bahasa Indonesia
- Cara praktis membuat berita (hard/straight news)
- Editing (penyuntingan) artikel/berita
- Cara praktis mengunggah berita di media online (www.pewarta-indonesia.com)

Peserta yang mengikuti adalah kalangan Wartawan/jurnalis dan Pelajar/Pembelajar serta Masyarakat umum. (*)

Jumat, 10 April 2020

Galang Dana untuk Bantu Warga, PPWI Nasional Akan Selenggarakan Diklat Jurnalistik Corona



Jakarta - Dalam rangka mengisi waktu luang selama masa _Stay at Home_, mulai tanggal 11 April 2020, selama 3 hari berturut-turut, PPWI Nasional akan menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Jurnalistik Corona, bagi wartawan dan masyarakat umum. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggalang dana dalam rangka membantu warga yang terdampak bencana Covid-19.

*Materi Diklat:*
- Dasar-dasar Bahasa Indonesia
- Cara praktis membuat berita (_hard/straight news_)
- Editing (penyuntingan) artikel/berita
- Cara praktis mengunggah berita di media online (www.pewarta-indonesia.com)

*Peserta:*
- Wartawan/jurnalis
- Pelajar/Pembelajar
- Masyarakat umum
Maksimal 30 orang per kelas

*Tempat:*
Belajar dari rumah masing-masing melalui jaringan online (_WhatsApp Classroom_)

*Waktu:*
Kelas pagi, pukul 09.30 – 12.00 WIB setiap hari (Sabtu, Minggu, Senin)
Kelas siang, pukul 13.30 - 16.00 WIB setiap hari (Sabtu, Minggu, Senin)

*Jadwal:*
- Sabtu: Dasar-dasar Bahasa Indonesia, Cara praktis membuat berita
- Minggu: Editing/penyuntingan berita/artikel
- Senin: Cara praktis mengunggah berita di media online

*Biaya (donasi):*
Setiap peserta diharapkan untuk memberikan donasi sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola oleh team PPWI untuk disalurkan kepada warga masyarakat yang kesulitan bahan pangan selama menjalani masa bencana Covid-19.

*Metode Kegiatan Diklat:*
1. Transfer donasi Diklat Jurnalistik Corona sebesar Rp. 100.000,- ke rekening Bank BNI Cabang Senayan, Nomor Rekening: 0243142926, Atas Nama: Persatuan Pewarta Warga Indonesia.
2. Kirimkan nomor WA Anda bersama bukti transfer donasi ke Sdr. Agung Jepriansyah (+62 857-8992-5565) untuk kemudian dimasukkan ke dalam kelas WA Diklat Jurnalistik Corona, informasikan kelas yang diinginkan (pagi atau siang).
3. Setiap peserta hadir online sesuai jadwal yang dipilihnya saat mendaftar untuk mengikuti pembelajaran online.
4. Materi tertulis dan rekaman suara akan disampaikan melalui jaringan WhatsApp Classroom-nya untuk dipelajari, dimengerti, dan dipahami.
5. Selanjutnya peserta dapat mengajukan pertanyaan, baik tertulis maupun rekaman suara untuk diberikan penjelasan maupun didiskusikan bersama rekan sekelasnya.
6. Penugasan, praktek menulis sesuai materi yang baru saja diberikan dan didiskusikan, dan dikumpulkan saat itu juga.
7. Pemberian tugas PR, praktek menulis untuk dikerjakan seusai jam belajar online.

*Narasumber/Trainer:*
- Wilson Lalengke (Ketua Umum PPWI, Pimred KOPI)
- Mung Pujanarko (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, Pimred Penanegeri.Com)
- Simon Syaefudin (Wartawan Senior, mantan redaktur Republika)

*Fasilitas:*
- Sertifikat Diklat dari PPWI Nasional (E-Sertifikat)
- Akses menjadi penulis di Koran Online Pewarta Indonesia dan Jaringan PPWI Media Group
- Menjadi anggota Komunitas PPWI Nasional dan di daerah masing-masing.
- Kesempatan beramal bagi sesama warga bangsa Indonesia di masa sulit bencana Covid-19.

Waktu pendafaran: dimulai sejak pengumuman ini dikeluarkan hingga saat pembelajaran akan dimulai atau kuota 30 orang per kelas terpenuhi. Silahkan manfaatkan peluang belajar jurnalistik ini sambil mengisi waktu luang yang ada. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat PPWI Nasional di 021-53668243, SMS/WA 081371549165 (Shony). Terima kasih.

Jakarta, 9 April 2020
Sekretariat PPWI Nasional

Kamis, 09 April 2020

Share Post Fotografi tema "Game Online di tengah Pandemi" karya mahasiswa STIAMI kampus Depok


Pada 10 April 2020, DKI Jakarta resmi memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Maka penduduk diharapkan sabar untuk di rumah saja, tidak keluar rumah.

Sedangkan di area Bodetabek juga ada anjuran physical distancing, jaga jarak dan di rumah saja. Prinsipnya agar masyarakat tidak keluar rumah, dan tetap jaga jarak sosial.

Untuk itu berbagai aktivitas kekinian pun jadi ajang pelepas rasa bosan di tengah pembatasan. Aktivitas yang bisa menghibur diantaranya adakah bermain game online. Berikut deretan karya mahasiswa stiami depok yang memotret aktivitas game online di rumah saja.

Berbagai aktivitas warga bermain game online di tengah berkecamuknya wabah corona dipotret oleh para mahasiswa stiami kampus Depok, hal ini sekaligus menjadi ajakan agar tetap di rumah saja. Jalani aktivitas secara menyenangkan dirumah saja, dan jauhkan stress dari kehidupan di tengah wabah corona.




































 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons