cari kata

Jumat, 29 November 2019

Baksos Universitas Jayabaya di Sekolah Alam di Bantar Gebang











Kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat digelar oleh Universitas Jayabaya, dalam hal ini oleh beberapa fakultas yakni : Fakultas Psikologi bersama Fakultas IImu Komunikasi, FISIP, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya di Sekolah Alam Tunas Mulia di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat hari Jumat 29/11/2019.











Pihak Sekolah Alam Tunas Mulia yang diwakili oleh Bapak Nadam dan Bapak Juwarto  selaku ketua Yayasan Sekolah Alam Tunas Mulia menyambut baik kegiatan bakti sosial dalam rangka pengabdian kepada masyarakat Universitas Jayabaya di Sekolah Alam Tunas Mulia di Bantar Gebang.

Pengurus Sekolah Alam Tunas Mulia di Bantar Gebang ini  juga menyatakan bahwa sekolah alam ini ingin mandiri untuk mengajarkan ilmu bagi anak- anak di sekitar tempat pembuangan sampah akhir di Bantar Gebang ini.


Juwarto selaku Ketua yayasan sekolah alam Tunas Mulia menyatakan rasa terimakasih kepada Universitas Jayabaya karena sudah ada dua siswa Sekolah Alam Tunas Mulia yakni Masnah dan Nurjanah yang telah memperoleh beasiswa berkuliah dan lulus menjadi Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya.

Dalam bakti sossial ini pengurus sekolah alam Tunas Mulia menyatakan apresiasinya kepada Universitas Jayabaya, apalagi dengan adanya dua mahasiswa dari alumni Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang yang bisa berkuliah di universitas Jayabaya hingga lulus menjadi sarjana, dimana tadinya keduanya berasal dari siswa sekolah alam tunas mulia di Bantar Gebang ini.



Dalam acara ini hadir pula Masnah S.Psi yang telah menamatkan  studi dari Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya dan kini sudah bekerja mandiri dengan membuat sekolah di Bantar Gebang mulai dari PAUD sampai SMP bernama Sekolah Taman Bacaan Umum Al Ikhlas di dekat lokasi TPA (tempat pembuangan sampah akhir) Sumur Batu, di Bantar Gebang.

Turut hadir dalam kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat di Sekolah Alam Tunas Mulia Bantar Gebang ini Dekan Fakultas Psikologi Dr Widura bersama jajaran dosen psikologi, dan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya Dra. Hj.Dewi Setyarini, M.S bersama jajaran dosen Fakultas ilmu Komunikasi, serta perwakilan dosen Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik dan perwakilan Dosen FISIP Universitas Jayabaya. (red)


Sabtu, 16 November 2019

Kurang Kerjaan vs Banyak Kerjaan





Kurang kerjaan. Begitu mungkin yang ada dalam benak orang ketika melihat ada orang lain yang masih sibuk ber medsos.

Mengisi status di medsos bisa dianggap sebagai kurang kerjaan. Apa bisa dianggap waktu yang berguna bila dihabiskan untuk update status melulu, padahal tidak ada hal yang urgent atau penting untuk diunggah.

Banyak kerjaan, berarti orang yang banyak kerjaan itu seolah hidupnya ditelan pekerjaan.

Ada seorang ayah yang dari awal menikah hingga punya anak 2, hidupnya jika dikalkulasi banyak dihabiskan di luar kota untuk bekerja mencari nafkah


Saudara, bekerja mencari nafkah tidaklah salah. Namun ketika si ayah tersebut menua, mungkin waktu yang hilang dulu untuk membimbing anaknya akan dirasakannya ketika tua.

Anaknya pun akan mengingat perilaku ayahnya yang waktunya hanya habis untuk bekerja saja.

Sedikitnya waktu dan kesempatan dalam membimbing anakna, sedikitnya waktu untuk mengarahkan anaknya.

Waktu membimbing anak ada pada rentang usia anak balita hingga bisa dilepas jelang dewasa,  yang harusnya bisa diisi dengan masukan ilmu bimbingan akhlak rohani dan contoh-contoh suri tauladan hidup bermasyarakat.

Jika ayah itu terlalu sibuk beketja, dan bekerja saja dengan secuil waktu buat keluarga dan anaknya maka kelak tua akan menyesal jua.

Ketika dia tua, maka yang diingat anaknya adalah betapa ayahnya yang pemarah, pahit hidupnya yang ditelan pekerjaan, sehigga mungkin sampai rumah hanya tersisa kemarahan sang ayah yang dibawanya dari alam pekerjaannya.

Sungguh tragis. Jika kenangan anaknya hanyalah kemarahan ortu yang mendominasi rentang waktu didiknya.

Kurang kerjaan, adalah ketika bermedsos hanya berisi nyinyiran rasa iri terhadap hidup orang lain.
 Kurang kerjaan adalah ketika bermedsos hanya ada tujuan pamer. Kurang kerjaan jika status medsos isinya keluhan yang membingungkan.

Kurang kerjaan jika kurang pengetahuan tapi nekad menyebar hoax.

Membaca medsos bukan berarti membaca pengetahuan.

Pengetahuan didapat karena banyak membaca pengetahuan yang bermanfaat.

Kondisi minat baca bangsa Indonesia memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. (*)

Kamis, 14 November 2019

Setelah Lulus Kuliah, Menjadi Wirausahawan (Buka Bisnis) atau Bekerja ?





Setelah lulus kuliah dan menyandang gelar sarjana, kini lulusan baru dihadapkan dengan kenyataan hidup, yakni mau apa setelah lulus kelak dari bangku perkuliahan ?

Apakah ingin bekerja di perusahaan swasta, ataukah mencoba peruntungan daftar pns, ataukah anda ingin berwira usaha atau buka bisnis. Jika ingin membuka sebuah usaha, maka usaha apa yang akan anda tekuni, atau anda jalankan.
?






Pertanyaan sederhana ini akan dijawab oleh beberapa mahasiswa berikut ini :

1.   Nama saya Santya, setelah lulus saya ingin mencari pekerjaan terlebih dahulu karena saya ingin mecari pengalaman bekerja di dunia kerja setelah itu ketika saya memiliki gaji yang cukup, mungkin saya akan membuka usaha kecil seperti membuka jastip barang-barang dari luar negeri. Jika saya pun setelah saya lulus ingin bekerja di perusahaan swasta televisi atau bidang penyiaran. Jika saya bekerja dibidang penyiaran televisi saya ingin mengubah diri menjadi pemberani bicara di depan umum. Jika saya misalkan menjadi produser maka saya akan mengubah seorang talent tanpa gimmick. Gimmick yang artinya seorang talent tanpa berpura-pura pacaran dengan artis lain sedangkan artis itu dikenyataan realnya tidak berpacaran hanya sekedar berteman.

2.   Nama saya Donny Rendi. Setelah lulus dari bangku perkuliahan, saya ingin bekerja terlebih dahulu. Bila diperbolehkan oleh kesempatan, maka saya lebih ingin bekerja pada perusahaan/startup kecil. Disana saya ingin berkembang bersama perusahaan tersebut, saling berjuang untuk memajukan perusahaan tersebut. Saya ingin mendorong perusahaan tersebut melalui keahlian saya dalam bidang fotografi dan videografi. Setelah saya merasa sudah memiliki pengalaman dan modal yang cukup, saya ingin mengasah kemampuan fotografi dan videografi saya.  Saya ingin membangun sebuah startup kecil dalam bidang fotografi,videografi ataupun advertisement.

3. Nama saya Regita Intan. Setelah lulus dari bangku kuliah, saya ingin mengembangkan passion saya di bidang menulis dan MC. Saya juga ingin mencoba hal baru seperti bekerja di salah satu perusahaan untuk melatih saya bekerja dalam tekanan. Saya juga memiliki keinginan untuk membuka bisnis di bidang makanan dan minuman yang sedang kekinian dan memiliki peluang yang cukup besar. Setelah itu saya akan melanjutkan tanggung jawab saya sebagai anak untuk melanjutkan usaha yang dibangun oleh keluarga.

4. Nama saya Yonny Deswita Khairina jika sudah lulus nanti saya ingin bekerja di perusahaan swasta terlebih dahulu sekaligus untuk mengumpulkan modal untuk membuka usaha sendiri dibidang kuliner atau event organizing juga saya ingin menjadi seorang motivator.

5.  Nama saya Lioni Nofita, setelah lulus nanti saya akan langsung ingin bekerja di perusahaan yang sesuai dengan passion saya dan menambah pengalaman baru lagi untuk bekal kedepannya, selain itu saya ingin membahagiakan keluarga saya dengan segala perjuangan dan kerja keras yang telah saya lakukan selama ini. Banyak pengalaman baru yang saya dapat dari kuliah sambil bekerja, dan ini merupakan bekal untuk saya agar dapat lebih baik lagi kedepannya.

6.  Tri edca oktaviani, setelah lulus kuliah nanti saya inggin membangun passion saya dibidang modelling, dan terjun langsung menjadi artis, setelah sukses saya akan membuka usaha bisnis seperti dunia kuliner, karna dunia kuliner itu sendiri banyaknya menguntungkan peluang. 


Begitulah sekiranya pandangan dari beberapa mahasiswa dalam memilih masa depannya. (*)



Senin, 11 November 2019

Studium General Jayabaya 2019







Kerjasama empat fakultas di Universitas Jayabaya menghasilkan event Studium Generale yang dihelat pada hari Rabu (13 /11) di kampus Universitas Jayabaya, Pulomas Jakarta.


Empat fakultas yang bekerja sama mengadakan Studium Generale ini adalah : Fakultas Hukum, FISIP, FIKOM dan Fakultas Psikologi.

Studium Generale kali ini bertema Living and Sharing Together In Digital Era,  dimoderatori oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Dr. Ika Yuliasari, M.Si.

Studium Generale ini diadakan oleh Universitas Jayabaya digelar di lantai V Gedung Rektorat, menghadirkan para Narsum atau narasumber yaitu  Akiko Horiba, Ph.D. dari The Sasakawa Peace Foundation sebagai narsum utama, kemudian juga menghadirikan Dr. Widura Imam Mustopo dari Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya, dan Drs. Imam Mahrudi, M.Si dari Fisip Universitas Jayabaya, serta
Galih Geraldi dari alumni Fikom Jayabaya dan juga narsum Dr. Yurisa Martanti, MH., MKn dari Fakultas Hukum Universitas Jayabaya.

Dalam paparannya Akiko Horiba, Ph.D.  membahas pentingnya perdamaian di kawasan Asia Tenggara. 




Kemudian Dr. Widura membahas mengenai bagaimana menangkal hoax dan menyikapi adanya fake news yang beredar, dimana setiap pribadi bisa menangkalnya dalam perspektif psikologi.

Drs Imam Mahrudi membahas sejarah tentang keberagaman (diversity) bangsa-bangsa di dunia yang merupakan kepastian kehidupan internasional. 

Sementara Dr. Yurisa Martanti, MH., MKn dari Fakultas Hukum Universitas Jayabaya membahas mengenai implementasi aspek hukum yang relevan dengan digital era yakni UU ITE.

Narasumber Galih Geraldi S.I.Kom selaku praktisi kehumasan juga menyoroti bagaimana sebaiknya megenali informasi hoax yang beredar dan juga mengantisipasi penyebaran fake news, karena hoax dan fake news merupakan penyimpangan  (deviations) di era kebebasan informasi.






Jumat, 08 November 2019

lkmm fikom jayabaya 2019









Pada hari Jumat 8/11/2019 hingga hari Minggu 10/11/2019 mahasiswa FIKOM Jayabaya mengadakan LKMM (latihan kepemimpinan dan manajemen untuk mahasiswa) di Villa SS Cisarua, Puncak Jawa Barat.

LKMM ini yang pertama bertujuan untuk menambah wawasan ilmu leadership bagi para mahasiswa dan wawasan manajemen terutama untuk menjalankan proker atau program kerja senat mahasiswa.

LKMM 2019 ini diikuti oleh 25 mahasiswa Baru FIKOM Jayabaya.

Materi LKMM yaitu manajemen ormawa (organisasi mahasiswa) diisi dari para angkatan 2018 dan angkatan 2017 FIKOM Jayabaya.

Kegiatan ini di selenggarakan rutin setahun sekali untuk para mahasiswa baru FIKOM Jayabaya.













Senin, 04 November 2019

Pinisi di Sunda Kelapa




Pelabuhan Sunda Kelapa - pada hari Kamis (17/10/2019) saya ke pelabuhan Sunda kelapa (Jak-ut) untuk memotret beberapa kapal pinisi disana untuk memenuhi tugas mata kuliah fotografi jurnalistik, di foto ini jelas terlihat banyak nya kapal kapal pinisi yang sedang bersandar di pelabuhan Sunda kelapa tersebut.

Di sini juga terlihat banyak nya truk besar atau kontainer yang melintas lalu lalang sekedar untuk membawa barang yang telah di turunkan dari kapal kapal pinisi tersebut.

Walaupun di jaman sekarang dengan ada nya kapal kapal dengan teknologi baru atau mesin yang lebih baru, ternyata kapal pinisi tetap masih menjadi pilihan para pelaut dengan melaut menggunakan kapal tersebut.

Kemungkinan faktor yang dipertimbangkan oleh para pelaut menggunakan kapal tersebut adalah di karenakan jika dibandingkan dengan kapal lainya kapal pinisi sama sekali tidak mengukanan bahan bakar untuk menjalankan kapal tersebut melainkan hanya mengandalkan arah mata angin dengan bentangan layar nya kapal pinisi akan berjalan tanpa harus memikirkan bahan bakar energi.

(foto dan teks oleh : David Cister)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons