cari kata

Minggu, 31 Oktober 2021

Generasi Sandwich Berkah

 



Generasi sandwich saya beropini adalah keberkahan tersendiri.

Disana-sini orang bicara mengenai beratnya, sialnya, dan tak beruntungnya generasi sandwich. Padahal generasi sandwich yang bisa berkesempatan membantu orang tua dan keluarga sekaligus menafkahi dirinya dan keluarga merupakan keberkahan tersendiri.

Proporsional dalam membagi alokasi bantuan dan nafkah ini disesuaikan dengan kemampuan sendiri.

Jadi generasi berkah banyak yang bilang adalah kesempatan dalam sebuah periode hidup yang pantas diperjuangkan.

Tips Menulis Artikel Advokasi oleh Wilson Lalengke

 **



Berikut ini adalah rekaman kegiatan pelatihan tentang kiat-kiat menulis Artikel Advokasi oleh Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke. Materi diklat ini disajikan dalam program khusus Pelatihan Advokasi Keadilan Sosial yang diselenggarakan oleh The Indonesia Social Justice Network (ISJN), pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Acara diklat yang dilaksanakan secara virtual (zoom meeting) ini diikuti oleh 50 orang peserta dari berbagai kalangan.


Pada kesempatan ini, Wilson Lalengke secara personal mendorong setiap pembelajar, khususnya mereka yang ingin beraktivitas sebagai aktivis keadilan sosial untuk menyimak dan mempraktekan kiat-kiat menulis artikel advokasi sebagaimana yang diajarkan dalam diklat ini. Bagi setiap pembelajar via video ini, yang berhasil membuat artikel advokasi, silahkan kirim hasil karya tulisnya (artikel advokasi) ke email: shony_01@yahoo.com. Disediakan Sertifikat Khusus dari The Credo of Pakuli Institute (CPI).


Selamat menyaksikan, selamat belajar, selamat berkarya para penulis dan aktivis keadilan sosial Indonesia..!!!


https://youtu.be/Bg8WNANiAGs

Sabtu, 30 Oktober 2021

Ani Rose Collection Tampil Sebagai Sponsor Pelatihan Jurnalistik Online

 




Bogor – Ani Rose Collection, yakni sebuah brand fashion ternama di Indonesia tampil sebagai sponsor dalam acara pelatihan jurnalistik online yang diprakarsai oleh PPWI dan Universitas Mpu Tantular. 

Pelatihan satu hari ini , Sabtu (30/10/2021) yang berlangsung secara daring ini memang dimaksudkan untuk mengasah skill atau keahlian para jurnalis di seluruh Indonesia. Maksudnya adalah skill menulis cepat dan tepat memang harus diajarkan kepada seluruh pewarta warga yang ingin menjadi pengisi konten berita di media online.

Ani Rose Collection pada pelatihan jurnalistik online sebelumnya pada bulan Agustus 2021 telah membagikan doorprize berupa tas dan juga asesoris.



Bu Ani selaku pemilik Ani Rose Collection mengatakan bahwa dirinya selaku pengusaha UMKM senantiasa harus bekerja sama dengan para pewarta dimanapun mereka berada untuk publikasi.



“Ani Rose Collection pada pelatihan kali ini akan membagikan kaos kepada para peserta terbaik,”ujar Ani selaku pemilik Ani Rose Collection.



Untuk itu Danny Siagian selaku ketua panitia menyambut baik kehadiran Ani Rose Collection. (*)

 


Akhir Pekan Pelatihan Jurnalistik Digelar oleh PPWI dan Universitas Mpu Tantular

 

 






KOPI – Sejumlah kurang lebih 80 peserta dari seluruh Indonesia terlihat menyimak penjelasan para narasumber dalam event pelatihan Jurnalistik yang digelar pada hari Sabtu (30/10/2021) mulai jam 13:00 WIB sampai selesai, secara virtual daring.






Pelatihan ini dapat terlaksana atas kerjasama yang baik antara PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan Universitas Mpu Tantular, Jakarta.



Narasumber dalam pelatihan ini adalah Wilson Lalengke, Mung Pujanarko, dan Danny Siagian.






Dalam sambutan awal, Sekjen PPWI Fahrul Razi menyatakan bahwa pelatihan jurnalistik untuk warga ini dirasa penting karena untuk mendidik warga menjadi pewarta warga. 



Juga secara umum dikatakan olehnya bahwa tidak hanya para pemilik modal besar saja yang bisa membuat media massa, namun juga warga biasapun bisa membuat media massa.

“Pelatihan ini  baik untuk menjelaskan ilmu jurnalistik yang sesuai secara undang-undang pers no 40 tahun 1999,  sebagai wacana bagi warga yang ingin membuat media dan mengisi konten berita sesuai dengan ilmu jurnalistik,” ujar Fahrul Razi dalam sambutannya.

Danny Siagian selaku ketua panitia event ini mengutarakan jika peserta hanya dibatasi 80 orang agar pelatihan bisa berjalan secara interaktif dan efektif. (*)


Senin, 18 Oktober 2021

Waktu kenangan

 


Waktu menyimpan kenangan

Waktu masa lalu

Masa kini atau waktu present time

Juga waktu di masa depan yang kita tidak tahu pasti.


Bela Babinsa dan Rakyat Kecil, PPWI Apresiasi Brigjen TNI Junior Tumilaar

 



KOPI, Jakarta – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) mengapresiasi Brigjen TNI Junior Tumilaar, S.H., M.H. yang telah melakukan tindakan heroik membela anggota TNI dalam hal ini Babinsa (Bintara Pembina Desa) dan rakyat kecil yang diperlakukan sewenang-wenang terkait penguasaan hak atas tanah pribadinya oleh sebuah korporasi pengembang properti.

“Kami mengapresiasi kepada beliau Brigjen TNI Junior Tumilaar,” ucap Sekjen DPN PPWI H. Fachrul Razi, S.I.P., M.I.P.

Fachrul Razi yang juga Senator DPD RI asal Aceh, menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Brigjen TNI Junior Tumilaar sebagai sikap yang seharusnya, yaitu menunjukkan bahwa TNI harus membela rakyat.

“Apa yang beliau lakukan adalah sikap yang menunjukkan bahwa TNI memang harus menjadi pembela rakyat,” tegas Fachrul Razi.


Sabtu, 09 Oktober 2021

Indonesia Mencari 1000 Polisi Baik yang Tidak Pernah Pungli

 **



Jakarta – Indonesia mencari 1000 Polisi Baik yang tidak pernah melakukan pungutan liar (Pungli). Program ini diinisiasi Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) bekerjasama dengan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saberpungli).


Kegiatan ini dilakukan dalam rangka HUT PPWI ke-11 yang jatuh pada tanggal 11 November 2021. Dalam Acara tersebut, DPN-PPWI juga akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pewarta Warga (International Conference on Citizen Journalism).


Saat dikonfirmasi awak media terkait program ini, Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., melalui release yang dikirimkan Sekretariat Nasional PPWI kepada berbagai media di tanah air, Sabtu (2/10/21), menyampaikan, “Dalam rangka HUT PPWI tahun ini, DPN PPWI bersama Pengurus PPWI di daerah dan cabang serta kantor perwakilan PPWI di negara sahabat akan menggelar Konferensi Internasional Pewarta Warga pada HUT PPWI. Mohon doa dan dukungan rekan semua dan seluruh bangsa Indonesia.” [1]


Lebih lanjut, Alumni PPRA-48 Lemhanas RI Tahun 2012 mengatakan tema yang diangkat dalam HUT kali ini, yakni ‘Pewarta Warga Menyatukan Bangsa, Mendamaikan Dunia’. Sementara itu dari tema besar ini, Panitia pelaksanaan kegiatan mengambil sub tema: ‘Melalui Peringatan HUT PPWI Tahun 2021, Kota Tingkatkan Kesadaran Berbagi Informasi yang Benar, Baik, dan Bermanfaat bagi sesama,” ungkap Lulusan Pasca Sarjana Bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris.


Adapun terkait program ‘Indonesia Mencari 1000 Polisi Baik’, salah satu kategorinya tidak pernah melakukan pungli. Hal ini merupakan upaya memberantas tindakan pungli yang sedang diprogramkan pemerintah sesuai yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2016 tentang Saber Pungli.


Menurut Wilson, pungli adalah perilaku yang sama 11-12 dengan korupsi. Bedanya, korupsi mengambil uang rakyat yang tersimpan di APBN, sementara pungli mengambil uang rakyat dari kantong rakyat.


“Keduanya adalah tindak pidana yang tidak boleh dilakukan oleh pengelola negara yang adalah pelayan masyarakat,” tegas Tokoh Pers Nasional yang selalu membela rakyat yang tertindas.


Lanjutnya, pungli dan korupsi merupakan penyakit berbahaya yang selama ini menjadi pandemi terselubung di bangsa ini, yang oleh karenanya Indonesia tidak mampu mencapai tujuan hidupnya, yakni mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.


“Setiap Pewarta Warga bertanggungjawab untuk mengawasi agar lingkungan masing-masing steril dari penyakit pungli dan korupsi,” pesannya.


Untuk itu, dalam rangka mensukseskan program ‘Indonesia Mencari 1000 Polisi Baik’ maka setiap warga masyarakat dapat mengajukan maksimal 3 orang Polisi Baik yang dikenalnya dengan baik, mengetahui secara detail sifat, perilaku,dan karakter polisi yang diajukannya, dan sanggup mempertanggungjawabkan pilihannya itu (minimal bertanggungjawab moral). Diharapkan agar pengajuan Polisi Baik tidak diketahui oleh yang bersangkutan.


Berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain:

1. Anggota Polisi Republik Indonesia yang masih aktif (Polki dan Polwan);

2. Bertugas dimanapun, di unit dan satuan kerja manapun, di internal Institusi Polri maupun di luar Polri, di seluruh wilayah Indonesia maupun di luar negeri;

3. Telah bertugas minimal 5 tahun sebagai Anggota Polisi Republik Indonesia;

4. Tidak pernah melakukan kriminalisasi wartawan, pewarta warga, dan masyarakat umum, terkait dengan unggahan karya jurnalisme warga (tulis, foto, image, karikatur, video, meme, dan sejenisnya) non-SARA dan pornografi mereka di media massa, media sosial, maupun di jejaring komunikasi komunitas (WhatsApp group, pesan berantai, pesan pribadi, dan lain-lain);

5. Tidak pernah melakukan tindak pidana pungutan liar (pungli), pemerasan, pemalakan,

perampokan, penipuan, dan korupsi (penyalahgunaan uang negara);

6. Tidak pernah melakukan tindak kekerasan, pengancaman, dan intimidasi terhadap siapapun;

7. Sering menolong warga masyarakat di tempat tugas atau dimanapun ia berada;

8. Diajukan oleh minimal 3 orang warga masyarakat umum, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Warga yang mengajukan tidak boleh mempunyai hubungan keluarga inti (bapak/ibu, anak/istri, kakek/nenek, kakak/adik) dengan polisi tersebut.


Berikut prosedur pengajuan, diantaranya:

1. Setiap warga masyarakat mengajukan maksimal 3 Polisi Baik.

2. Isi formulir dikirimkan ke Panitia Pelaksanaan melalui email: polisi.baik.ppwi@gmail.com dengan menyertakan foto Polisi Baik dalam pose pakaian dinas Polri, Foto KTP, dan KTA.

3. Lampirkan foto diri dan foto KTP warga yang mengajukan Polisi Baik dalam email pengajuannya.

4. Pengajuan calon penerima piagam penghargaan Polisi Baik pilihan masyarakat dapat juga dilakukan melalui kontak WA di Nomor 0878-8588-0080 (Mas Ikung), 085772004248 (Mbak Wina), 081371549165 (Shony), atau pesan pribadi di akun Facebook: @Sekretarit PPWI Nasional.

5. Waktu pengajuan dari tanggal 01 s/d 30 Oktober 2021 (pukul 23.59).

6. Seluruh proses tidak dipungut biaya.

7. Piagam penghargaan Polisi Baik dalam bentuk hard-copy akan dikirimkan ke alamat Polisi Baik masing-masing dengan biaya pengiriman ditanggung boleh Penerima (COD). (NJK)


Catatan:

[1] PPWI Akan Mengadakan Konferensi Internasional Pewarta Warga https://pewarta-indonesia.com/2021/10/PPWI-akan-mengadakan-konferensi-internasional-pewarta-warga/

Senat Mahasiswa FIKOM Jayabaya gelar Webinar “Mural : Seni dalam Berkomunikasi”

 


FIKOM – Senat Mahasiswa Fikom Jayabaya sukses menggelar webinar bertajuk  “Mural : Seni dalam Berkomunikasi” pada hari  Sabtu, 09 Oktober 2021, pukul 10.00 hingga selesai secara virtual daring. Hadir sebagi pembicara dalam event ini adalah Alga Indria, M.DS  (Seniman, Walikota Mural Bandung) dan Victor Simanjuntak, S.Sos, M.Si (Dosen Komunikasi Politik FIKOM Universitas Jayabaya).

Dalam penjelasannya Alga Indria menjelaskan secara gamblang mulai dari sejarah mural, “Sebenarnya mural sudah ada sejak jaman dulu, dari istilah bahasa latin ‘murus’ atau dinding, mural sudah dikenal manusia sejak rock art di dinding Gua jaman manusia jaman dulu dan berkembang hingga sekarang ,” ujar Alga Indria.



Bahasa Rupa menurut Alga Indria merupakan bahasa universal. “Kita bisa lebih bisa berinteraksi dengan rupa karena lebih muda dipahami daripada tulisan,” ujar Alga.

Alga Indria juga menjelaskan cara membuat mural yang kreatif dengan proses dan teknik desain yang kaya akan gagasan. Pembuatan mural juga menggunakan metode semiotika dan semantik.

“Caranya bagaimana bikin gambar yang vibe-nya terasa,” ujar Indria yang juga menjelaskan  mengenai ikon, simbol, dan indeks. “Ikon merupakan gambar yang menyerupai aslinya, simbol adalah gambar yang telah disepakati bersama atau adanya kesepakatan, sementara indeks adalah gambar sebab akibat,” urai Alga.









 “Tips membuat mural yang kreatif dimulai dengan membuat tema terlebih dahulu selanjutnya desain, lebih baik desain yang orisinal,” ujar Alga Indria.

Alga Indria menjelaskan bahwa aspek mural dan kota harus melibatkan tiga hal, yakni : partisipatif, kolaboratif dan movement. “Kita harus berorientasi kepada masyarakat , mari kita pro rakyat, sebelum kita membuat mural kita libatkan masyarakat, agar masyarakat juga ikut menjaga mural, ayo kita buat lingkungan kita lebih aman dan nyaman,” ujar Alga Indria.

Selanjutnya narasumber dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya yakni Victor Simanjuntak, S.Sos, M.Si menjelaskan tentang “Mural dalam Komunikasi Politik”. Mural bisa berisi tentang kritik sosial, juga bisa berisi pesan-pesan  lain seperti ekonomi dan seni. “Harus dihindari vandalisme yang merusak fasilitas publik,” paparnya.

Victor Simanjuntak, S.Sos, M.Si  memaparkan mural sebagai media komunikasi pada dasarnya mural itu adalah pesan komunikasi, untuk itu masyarakat sebagai komunikan harus bisa membaca makna dalam mural. “Mural itu pada dasarnya adalah ekspresi sosial, budaya dalam masyarakat, ada mural juga sebagai seni dimana masyarakat dapat menikmati mural,”  lanjutnya.

“Mural sebagai komunikasi politik di ruang publik maka mural bisa berupa kritik sosial, dan juga bisa mural sebagai pesan atau kritik kepada masyarakat itu sendiri misalnya pesan anti narkoba dan pesan mengenai kebersihan lingkungan misalnya,”  pungkasnya. (imung)

Minggu, 03 Oktober 2021

Dalam Rangka Peringatan HUT Ke-14, PPWI Akan Mengadakan Konferensi Internasional Pewarta Warga

 **



Jakarta – Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN-PPWI) akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pewarta Warga _(International Conference on Citizen Journalism)_ pada tanggal 11 November 2021 mendatang. Konferensi ini dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 organisasi PPWI.


Hal itu diungkapkan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA melalui release yang dikirimkan Sekretariat Nasional PPWI kepada berbagai media di tanah air, Sabtu, 2 Oktober 2021. “Dalam rangka HUT PPWI tahun 2021 ini, DPN bersama seluruh pengurus PPWI di daerah dan cabang serta kantor perwakilan PPWI di negara sahabat akan menggelar Konferensi Internasional Pewarta Warga pada HUT PPWI, yakni tanggal 11 November 2021. Mohon doa dan dukungan rekan semua dan seluruh bangsa Indonesia,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.


Terkait dengan tema kegiatan dalam HUT PPWI tahun ini, lulusan pasca sarjana bidang Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, itu mengatakan bahwa DPN menetapkan tema utama, yakni ‘Pewarta Warga Menyatukan Bangsa, Mendamaikan Dunia’. “Sementara itu dari tema besar ini, Panitia Pelaksana kegiatan mengambil sub-tema: Melalui Peringatan HUT PPWI Tahun 2021, Kita Tingkatkan Kesadaran Berbagi Informasi yang Benar, Baik, dan Bermanfaat bagi Sesama,” ungkap Wilson Lalengke.


Informasi dan komunikasi, imbuhnya, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peradaban manusia sejak kehadirannya di muka bumi ini hingga ke akhir hayatnya. Informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan vital bagi setiap orang selama hidupnya, baik secara personal maupun dalam konteks hidup bersama di dalam suatu masyarakat.


“Pada tataran yang lebih luas, mencakup orang banyak dengan berbagai dinamika persoalan publik, jurnalisme hadir untuk memenuhi kebutuhan manusia terhadap informasi dan komunikasi. Jurnalisme berkembang sesuai tingkatan zamannya, dari yang paling sederhana melalui lambang dan symbol di bebatuan dan/atau dedaunan, hingga ke zaman media massa modern menggunakan fasilitas teknologi canggih berbasis internet saat ini,” tutur tokoh pendiri organisasi jurnalisme warga PPWI di Indonesia itu.


Ketersediaan fasilitas komunikasi publik berbasis internet memungkinkan semua orang dapat melibatkan diri menjadi jurnalis, yang dalam istilah populernya disebut jurnalis warga atau pewarta warga _(citizen journalist)_. Dalam konteks ini, setiap orang dapat berbagi informasi dari, oleh, dan untuk komunitasnya masing-masing; juga untuk masyarakat suatu bangsa dan komunitas internasional. Jurnalisme warga membuka ruang tak terbatas bagi setiap orang di muka bumi ini untuk saling terhubung tanpa sekat-sekat apapun, baik secara geografis-politik maupun perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan.


Pada dasarnya, secara sadar atau tidak, jurnalisme merupakan alat yang telah digunakan selama ribuan tahun untuk menciptakan sebuah kondisi sosial kemasyarakatan yang diinginkan. Dengan kata lain, jurnalisme adalah alat rekayasa sosial _(social engineering)_. Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) lahir sebagai sebuah wadah bagi penyemaian, penumbuhan, dan pemeliharaan idealisme yang dikandung oleh jurnalisme berbasis warga masyarakat agar alat rekayasa sosial ini dapat berfungsi dan mencapai sasaran yang diinginkan masyarakat, bukan semata hasil pemikiran dan kehendak sekelompok orang atau pihak tertentu.


“PPWI yang dideklarasikan pada 11 November 2007 di Jakarta mengusung visi untuk mewujudkan komunitas masyarakat Indonesia yang cakap-media atau cerdas informasi, yakni warga yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam berbagi informasi melalui media massa serta mampu merespon dengan benar setiap informasi yang diperoleh dari media massa. Bagi PPWI, media massa adalah segala sesuatu yang dapat digunakan oleh manusia sebagai wadah dalam berbagi informasi kepada khalayak ramai, termasuk di dalamnya media sosial dan peralatan elektronik yang digunakan dalam jejaring komunikasi massa, seperti handphone beraplikasi komunikasi massal,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Subbid Program pada Unit Kajian Kebijakan dan Hukum Sekretariat Jenderal DPD-RI ini.


Dalam perkembangannya, sambung Lalengke, PPWI tidak saja bergerak dalam bidang komunikasi dan media massa ala jurnalisme warga, tetapi juga mengimplementasikan berbagai informasi yang diberitakan atau disebarluaskannya melalui media kepada publik. Para anggota dan pengurus PPWI adalah perencana, penggerak, dan pelaksana berbagai kegiatan produktif di tengah-tengah komunitasnya di berbagai bidang pembangunan. Kegiatan-kegiatan kreatif tersebut menjadi sumber utama informasi dan data yang akan diberitakannya di media masing-masing.


“Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang menjadi tulang punggung media massa pewarta warga, tahun 2021 ini PPWI telah merambah ke manca negara. Saat ini, telah ada 8 (delapan) Kantor Perwakilan PPWI di luar negeri, yakni Lebanon, Arab Saudi, Oman, Mesir, Libya, Chad, Somalia, dan Iraq. Selain itu, para anggota PPWI juga telah ada di puluhan negara sahabat, antara lain di Jepang, Hongkong, Taiwan, Belanda, dan Prancis. Teman-teman pengurus dan anggota PPWI di luar negeri itu nanti akan ikut serta dalam konferensi internasional perwarta warga yang bakal diselenggarakan nanti,” tutup Wilson Lalengke yang mengaku ingin agar setiap orang di permukaan bumi ini dapat saling mengenal dan membantu satu dengan yang lainnya. (APL/Red)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons