Peserta Diklat Kepemimpinan dan Bela Negara PPWI di Grup 3 Kopassus sedang berpose
This is featured post 2 title
Sangat berkesan pelatihan bagi anggota PPWI di Markas Grup 3 Kopassus Cijantung
This is featured post 3 title
Pelatihan bagi angota PPWI ini dilakukan di Markas Grup 3 Kopassus guna membentuk karakter, disiplin, dan integritas kepribadan
This is featured post 4 title
Peserta diklat bela negara PPWI selalu kompak dalam setiap kesempatan, baik di barak, di lapangan dan arena pelatihan lainnya di dalam markas Grup 3 Sandi Yudha Kopassus
This is featured post 5 title
Pelatihan PPWI meliputi : kepemimpinan pengetahuan bela negara, wawasan nusantara dan teknik survival di Kopassus
This is featured post 5 title
Persatuan Pewarta Warga Indonesia mengirim anggota-anggotanya untuk mengikuti pelatihan bela negara, agar tumbuh rasa cinta pada NKRI, dan menghayati benar arti penting keutuhan NKRI bagi masa depan Bangsa Indonesia
Jakarta, Techno - Halo, salam sejahtera. Saya Mung Pujanarko dosen Fasilkom, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jayabaya.
Di sini saya akan memberikan paparan bahwa AI atau Artificial Intelligence itu. telah mulai mengambil peran entry level.
Jadi apakah lulusan baru itu semakin sulit cari kerja?
Berdasarkan informasi yang saya baca, ada beberapa pekerjaan yang beresiko diambil oleh AI, antaranya adalah pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya repetitif - rutin.
Contohnya repetitif itu seperti customer service. Pekerjaan customer service itu akan digantikan oleh AI. Dengan apa? Dengan chatbot.
Karena pekerjaan customer service atau CS itu akan menjadi sangat repetitif. Dan kemudian sebagian besar akan digantikan oleh chatbot. Dan sekarang sudah mulai pekerjaan sebagai customer service ini digantikan oleh chatbot.
(Padahal belum lama saya menjadi juri di kompetisi customer service. Jadi saya pernah menjadi juri di lomba untuk customer service.)
Apa itu Chatbot dan Bagaimana Perannya di Customer Service?
Chatbot adalah program berbasis Al yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui teks atau suara, memungkinkan otomatisasi dalam customer service. Chatbot berfungsi dengan cara merespons pertanyaan umum, memberikan panduan, atau bahkan menangani keluhan pelanggan sederhana.
Banyak perusahaan besar kini menggunakan chatbot untuk meningkatkan kecepatan layanan mereka dan mengurangi biaya operasional. ldebiz pun menghadirkan inovasi ini dalam layanan pelatihan bagi tim customer service.
Peran chatbot dalam customer service sangat bervariasi, tergantung pada kompleksitas program Al dan data yang tersedia. Beberapa chatbot canggih mampu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan pelanggan secara mandiri, sementara yang lain hanya bertindak sebagai dukungan dasar dan meneruskan masalah lebih kompleks ke agen manusia.
(Tulisan reportase oleh : Muhamad Riski mahasiswa Fasilkom Jayabaya)
Peran Artificial Intelligence dalam Pekerjaan Entry-Level: Ancaman atau Transformasi?
Techno - Di era digital saat ini, perkembangan teknologi *Artificial Intelligence (AI)* semakin pesat dan mulai merambah berbagai sektor pekerjaan, termasuk pekerjaan entry-level. Dalam sebuah paparan Dosen Mung Pujanarko di Fakultas Ilmu Komputer Jayabaya, disampaikan bahwa AI telah menunjukkan tanda-tanda kuat dalam mengambil alih peran-peran pekerjaan tertentu, terutama yang bersifat repetitif.
# AI dan Pergeseran Dunia Kerja
Berdasarkan berbagai data dan literatur yang ada, sejumlah pekerjaan diprediksi akan mengalami transformasi signifikan akibat kehadiran AI. Pekerjaan yang bersifat berulang (repetitive) menjadi yang paling rentan tergantikan. Hal ini karena AI mampu bekerja secara konsisten, cepat, dan tanpa kelelahan dalam menjalankan tugas-tugas yang memiliki pola tetap.
Salah satu contoh paling nyata adalah pekerjaan di bidang **customer service**. Dahulu, peran ini sangat bergantung pada interaksi manusia. Bahkan, beberapa tahun lalu kompetisi dan pelatihan customer service masih menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas layanan perusahaan. Namun kini, peran tersebut mulai bergeser.
## Apa Itu Chatbot?
Chatbot adalah program berbasis AI yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui teks maupun suara. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi layanan pelanggan, terutama dalam menjawab pertanyaan umum, memberikan informasi dasar, serta menangani permintaan sederhana.
Dengan memanfaatkan chatbot, perusahaan dapat:
* Meningkatkan kecepatan respon layanan
* Mengurangi biaya operasional
* Memberikan layanan 24/7 tanpa henti
Beberapa chatbot canggih bahkan mampu memahami konteks percakapan dan menyelesaikan masalah pelanggan secara mandiri. Sementara itu, untuk kasus yang lebih kompleks, chatbot tetap dapat mengarahkan pelanggan ke agen manusia.
## Dampak terhadap Pekerjaan Customer Service
Perubahan ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah pekerjaan customer service akan sepenuhnya hilang?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun sebagian tugas dasar telah diambil alih oleh chatbot, peran manusia tetap dibutuhkan, terutama dalam:
* Menangani kasus kompleks
* Memberikan empati dan pendekatan personal
* Mengambil keputusan yang membutuhkan pertimbangan kritis
Dengan kata lain, AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia, tetapi lebih kepada **mengubah cara manusia bekerja**.
## Kesimpulan
Artificial Intelligence memang mulai mengambil alih sebagian pekerjaan entry-level, khususnya yang bersifat repetitif seperti customer service. Namun, alih-alih menjadi ancaman sepenuhnya, AI justru membuka peluang baru bagi manusia untuk meningkatkan keterampilan dan beralih ke peran yang lebih strategis.
Oleh karena itu, penting bagi tenaga kerja saat ini untuk terus beradaptasi, mengembangkan kemampuan baru, dan memahami bagaimana bekerja berdampingan dengan teknologi AI di masa depan.
(Tulisan reportase oleh : Rangga Saputra Mahasiswa Fasilkom Jayabaya)
Jakarta, IMC - Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi : Suatu Keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik", sukses digelar di Universitas Jayabaya, pada Hari Rabu, 6 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.25 WIB.
(klik foto untuk memperbesar tampilan di website)
Seminar Nasional yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FK-DKISIP) Indonesia ini menghadirkan para narasumber penting di bidangnya.
Diawali dengan Laporan Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026, yaitu Dekan FISIP Universitas Jayabaya, Drs. Denny Ramdhany, M,Si.
Kemudian Sambutan Rektor Universitas Jayabaya, Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H.,M.Hum., yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Prof. Ir. Herliati, M.T., PhD., yang pada intinya mendukung Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 yang dilaksanakan di Universitas Jayabaya, "Universitas Jayabaya sebagai institusi memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong mengembangkan kepentingan pengetahuan khususnya di bidang kemasyarakatan, sosial, dan politik serta memperkuat jejaring di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat, serta mengimplementasikan visi dan misi Universitas Jayabaya sebagai teaching university. Hari ini saya berbahagia, saya berharap melalui Seminar Nasional ini akan lahir pemikiran-pemikiran yang konstruktif yang dapat memberikan kontribusi terhadap kebijakan dan tata kelola pemerintah yang berbasis meritokrasi, khususnya terkait mengelilingi praktik politik dan institusi melalui pengawasan dari masyarakat sipil. Demikian sambutan saya, semoga acara ini berjalan lancar, lincir, dan luncur," papar Rektor Universitas Jayabaya, Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H.,M.Hum., yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Prof. Ir. Herliati, M.T., PhD.
Selanjutnya Sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat FKDKISIP, Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, MA., yang diwakili oleh Sekjen FK-DKISIP Dr. Tatang Sudrajat, Drs.,SIP., M.Si.,, dilanjutkan dengan pembukaan Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Poltik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi : Suatu keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik".
Penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Umum FK-DKISIP kepada Ketua Yayasan Jayabaya, Rektor Universitas Jayabaya dan Dekan FISIP Universitas Jayabaya.
Selanjutnya Seminar Nasional masuk pada sesi presentasi keynote speaker, oleh Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.Hum., Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Jayabaya), yang menyoroti tentang hukum ketatanegaraan, "Tentu hukum tata negara dalam konteks sebagai suatu hukum-hukum,dalam hubungan dengan ilmu politik, ini tidak dapat dilepaskan satu sama lain. Oleh karena apa, baik hukum tata negara maupun ilmu politik, itu objeknya sama, yaitu Negara. Negara yang berdasarkan konstitusi, " ujar Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.Hum., selaku Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Jayabaya.
Selanjutnya adalah keynote speaker Prof. Dr. Phil. Ridho Al Hamdi, S.Fil.,M.A. (Dekan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), melalui saluran daring zoom yang disimak oleh para peserta seminar nasional dari seluruh daerah yang mengikuti secara zoom online.
Sesi berikutnya adalah penyerahan piagam penghargaan kepada keynote speaker oleh Ketua Umum FK-DKISIP, Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redja, MA.
Kemudian tibalah sesi presentasi oleh enam orang narasumber, masingmasing selama 15 menit, dipandu oleh Moderator, Dr. Dra. Ambarwati, M.Si (Dosen FISIP Universitas Jayabaya).
Para narasumber dalam Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi : Suatu keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik", adalah :
a. Telly Nency Silooy, Dra., M.Si. (Kepala LPM Universitas Ilmiah YAPIS, Wamena Papua Pegunungan)
b. Dr. Yulinda Uang, S.IP., M.Si. (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Halmahera, Maluku Utara)
c. Dr. .Abdul Rofik, SP.,MP. (Dekan FISIP Universitas Widyahama Mahakam, Samarinda Kalimantan Timur, 2021-2025)
d. Dr. Ngudi Astuti, Dra., M.Si. (Wakil Dekan III FISIP Universitas Jayabaya Jakarta)
e. Agus Hitopa, S.H., M.I.Kom. (Dekan FISIP Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)
f. Masayu Adiah, S.Sos., M.Si. (Dekan FISIP Universitas Tamansiswa Palembang)
Kemudian disusul dengan diskusi/tanya jawab dengan narasumber, dipandu oleh moderator.
Selanjutnya Penyerahan Piagam Penghargaan kepada narasumber dan moderator oleh Ketua Umum FK-DKISIP Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, MA., yang diwakili oleh Sekjen FK-DKISIP Dr. Tatang Sudrajat, Drs.,SIP., M.Si.,
Penutupan seminar nasional oleh MC Laila Indriyanti Fitria, M.Si. (Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UJ) dilanjut dengan ramah tamah/makan siang.
Acara Seminar Nasional di Universitas Jayabaya ini berlangsung secara aman tertib lancar dan kondusif serta dihadiri oleh ratusan peserta dari mahasiswa, dosen dan civitas akademika dari berbagai universitas yang hadir baik secara langsung di Ruang Auditorium Prof. Dr. H. Moeslim Taher Lantai V Gedung Seminar 1 Universitas Jayabaya Jakarta, maupun secara zoom online. (Red)
Semangat Lari 10 Kilometer di Rute Situ Kemang, Awali Pekan dengan Energi Positif
Kabupaten Bogor — Mengawali hari Senin (4/5/2026) dengan penuh semangat, saya menuntaskan lari sejauh 10 kilometer di kawasan Situ Kemang. Rute yang dikenal dengan suasana asri dan udara segar ini menjadi pilihan tepat untuk memulai pekan dengan energi positif sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar Situ Kemang terasa begitu mendukung aktivitas olahraga. Pepohonan rindang yang mengelilingi area dan udara yang relatif sejuk memberikan kenyamanan selama berlari. Jalur yang cukup variatif, mulai dari jalanan datar hingga sedikit tanjakan, menambah tantangan sekaligus menjaga ritme lari tetap stabil.
Dalam jarak 10 kilometer tersebut, saya berusaha menjaga konsistensi pace agar tetap nyaman hingga garis akhir. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi diri, melepas penat, serta meningkatkan fokus untuk menghadapi aktivitas sepanjang pekan.
Rute Situ Kemang sendiri memang kerap menjadi favorit para pelari di Kabupaten Bogor. Selain aksesnya yang mudah, lingkungan sekitar yang masih alami menjadikan pengalaman berlari terasa lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Kegiatan lari ini bukan hanya soal mencapai target jarak, tetapi juga tentang membangun disiplin dan komitmen terhadap gaya hidup sehat.
Dengan menyelesaikan 10 kilometer di awal pekan, diharapkan semangat dan konsistensi ini dapat terus terjaga dalam aktivitas sehari-hari.
Lari pagi di Situ Kemang pada Senin pagi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana—meluangkan waktu untuk bergerak dan menikmati prosesnya.
Saya menggambarkan aquarium atau kolam, lumut, dan ganggang.
Ganggang bisa mengapung terkena sinar matahari dan florish. Lumut tidak bisa mengapung, dan tetap menempel di pinggir dan dasar aquarium atau kolam.
Masyarakat dalam nation ada yang bisa berhasil mengapung ke atas dengan social mobilitas, atau memang dari keluarga turun temurun yang sudah ada di atas permukaan.
Sisanya mengendap seperti lumut di dalam kolam atau aquarium.
Segala ekonom, politisi, pemikir membicarakan ihsg, inflasi, deflasi, kurs valuta, defisit dan mikro dan makro, plus politik, policy, dan aspek legal, dlsb. Hanya ganggang saja yang paham dan mengikuti. Lumut boro-boro paham, tercerahkan sinar penerangan saja tidak. Bagi lumut yang tidak paham, maka berpikir seperti ganggang itu melelahkan, membuang energi dan waktu lumut.
Ini sudah ribuan tahun masyarakat dunia ya begini ini, lumut dan ganggang.