cari kata

Rabu, 06 Mei 2026

Peran Strategis Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital


Jakarta, Techno - Halo, salam sejahtera. Saya Mung Pujanarko dosen Fasilkom, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Jayabaya.

 Di sini saya akan memberikan paparan bahwa AI atau Artificial Intelligence itu. telah mulai mengambil peran entry level.

Jadi apakah lulusan baru itu semakin sulit cari kerja? 

 Berdasarkan informasi yang saya baca, ada beberapa pekerjaan yang beresiko diambil oleh AI, antaranya adalah pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya repetitif - rutin.

Contohnya repetitif itu seperti customer service. Pekerjaan customer service itu akan digantikan oleh AI. Dengan apa? Dengan chatbot.

Karena pekerjaan customer service atau CS itu akan menjadi sangat repetitif. Dan kemudian sebagian besar akan digantikan oleh chatbot. Dan sekarang sudah mulai pekerjaan sebagai customer service ini digantikan oleh chatbot.

(Padahal belum lama saya menjadi juri di kompetisi customer service. Jadi saya pernah menjadi juri di lomba untuk customer service.)

Apa itu Chatbot dan Bagaimana Perannya di Customer Service?

Chatbot adalah program berbasis Al yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui teks atau suara, memungkinkan otomatisasi dalam customer service. Chatbot berfungsi dengan cara merespons pertanyaan umum, memberikan panduan, atau bahkan menangani keluhan pelanggan sederhana. 

Banyak perusahaan besar kini menggunakan chatbot untuk meningkatkan kecepatan layanan mereka dan mengurangi biaya operasional. ldebiz pun menghadirkan inovasi ini dalam layanan pelatihan bagi tim customer service.

Peran chatbot dalam customer service sangat bervariasi, tergantung pada kompleksitas program Al dan data yang tersedia. Beberapa chatbot canggih mampu menyelesaikan sebagian besar kebutuhan pelanggan secara mandiri, sementara yang lain hanya bertindak sebagai dukungan dasar dan meneruskan masalah lebih kompleks ke agen manusia. 

(Tulisan reportase oleh : Muhamad Riski mahasiswa Fasilkom Jayabaya)





Peran Artificial Intelligence dalam Pekerjaan Entry-Level: Ancaman atau Transformasi?


Peran Artificial Intelligence dalam Pekerjaan Entry-Level: Ancaman atau Transformasi?


Techno - Di era digital saat ini, perkembangan teknologi *Artificial Intelligence (AI)* semakin pesat dan mulai merambah berbagai sektor pekerjaan, termasuk pekerjaan entry-level. Dalam sebuah paparan Dosen Mung Pujanarko di Fakultas Ilmu Komputer Jayabaya, disampaikan bahwa AI telah menunjukkan tanda-tanda kuat dalam mengambil alih peran-peran pekerjaan tertentu, terutama yang bersifat repetitif.

# AI dan Pergeseran Dunia Kerja

Berdasarkan berbagai data dan literatur yang ada, sejumlah pekerjaan diprediksi akan mengalami transformasi signifikan akibat kehadiran AI. Pekerjaan yang bersifat berulang (repetitive) menjadi yang paling rentan tergantikan. Hal ini karena AI mampu bekerja secara konsisten, cepat, dan tanpa kelelahan dalam menjalankan tugas-tugas yang memiliki pola tetap.

Salah satu contoh paling nyata adalah pekerjaan di bidang **customer service**. Dahulu, peran ini sangat bergantung pada interaksi manusia. Bahkan, beberapa tahun lalu kompetisi dan pelatihan customer service masih menjadi fokus utama dalam peningkatan kualitas layanan perusahaan. Namun kini, peran tersebut mulai bergeser.

## Apa Itu Chatbot?

Chatbot adalah program berbasis AI yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia melalui teks maupun suara. Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk mengotomatisasi layanan pelanggan, terutama dalam menjawab pertanyaan umum, memberikan informasi dasar, serta menangani permintaan sederhana.

Dengan memanfaatkan chatbot, perusahaan dapat:

* Meningkatkan kecepatan respon layanan

* Mengurangi biaya operasional

* Memberikan layanan 24/7 tanpa henti

Beberapa chatbot canggih bahkan mampu memahami konteks percakapan dan menyelesaikan masalah pelanggan secara mandiri. Sementara itu, untuk kasus yang lebih kompleks, chatbot tetap dapat mengarahkan pelanggan ke agen manusia.

## Dampak terhadap Pekerjaan Customer Service

Perubahan ini tentu menimbulkan pertanyaan: apakah pekerjaan customer service akan sepenuhnya hilang?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun sebagian tugas dasar telah diambil alih oleh chatbot, peran manusia tetap dibutuhkan, terutama dalam:

* Menangani kasus kompleks

* Memberikan empati dan pendekatan personal

* Mengambil keputusan yang membutuhkan pertimbangan kritis

Dengan kata lain, AI tidak sepenuhnya menggantikan manusia, tetapi lebih kepada **mengubah cara manusia bekerja**.

## Kesimpulan

Artificial Intelligence memang mulai mengambil alih sebagian pekerjaan entry-level, khususnya yang bersifat repetitif seperti customer service. Namun, alih-alih menjadi ancaman sepenuhnya, AI justru membuka peluang baru bagi manusia untuk meningkatkan keterampilan dan beralih ke peran yang lebih strategis.

Oleh karena itu, penting bagi tenaga kerja saat ini untuk terus beradaptasi, mengembangkan kemampuan baru, dan memahami bagaimana bekerja berdampingan dengan teknologi AI di masa depan.

(Tulisan reportase oleh : Rangga Saputra Mahasiswa Fasilkom Jayabaya)

Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi" digelar di Universitas Jayabaya

(klik foto untuk memperbesar tampilan di website)

Jakarta, IMC - Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi :  Suatu Keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik", sukses digelar di Universitas Jayabaya, pada Hari Rabu, 6 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.25 WIB.


(klik foto untuk memperbesar tampilan di website)

Seminar Nasional yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FK-DKISIP) Indonesia ini menghadirkan para narasumber penting di bidangnya.


Diawali dengan Laporan Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026, yaitu Dekan FISIP Universitas Jayabaya, Drs. Denny Ramdhany, M,Si.

Kemudian Sambutan Rektor Universitas Jayabaya, Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H.,M.Hum., yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Prof. Ir. Herliati, M.T., PhD., yang pada intinya mendukung Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 yang dilaksanakan di Universitas Jayabaya, "Universitas Jayabaya sebagai institusi memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong mengembangkan kepentingan pengetahuan khususnya di bidang kemasyarakatan, sosial, dan politik  serta memperkuat jejaring di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan kontribusi nyata bagi masyarakat, serta mengimplementasikan visi dan misi Universitas Jayabaya sebagai teaching university.  Hari ini saya berbahagia, saya berharap melalui Seminar Nasional ini akan lahir pemikiran-pemikiran yang konstruktif yang dapat memberikan kontribusi  terhadap kebijakan dan tata kelola pemerintah yang berbasis meritokrasi, khususnya terkait mengelilingi praktik politik dan institusi melalui pengawasan dari masyarakat sipil. Demikian sambutan saya, semoga acara ini berjalan lancar, lincir, dan luncur," papar Rektor Universitas Jayabaya, Prof. Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H.,M.Hum., yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Jayabaya Prof. Ir. Herliati, M.T., PhD.

Selanjutnya Sambutan Ketua Umum Pengurus Pusat FKDKISIP, Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, MA., yang diwakili oleh Sekjen FK-DKISIP Dr. Tatang Sudrajat, Drs.,SIP., M.Si.,, dilanjutkan dengan pembukaan Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Poltik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi : Suatu keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik".





Penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua Umum FK-DKISIP kepada Ketua Yayasan Jayabaya, Rektor Universitas Jayabaya dan Dekan FISIP Universitas Jayabaya.

Selanjutnya Seminar Nasional masuk pada sesi presentasi keynote speaker, oleh  Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.Hum., Ketua Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Jayabaya), yang menyoroti tentang hukum ketatanegaraan,  "Tentu hukum tata negara dalam konteks sebagai suatu hukum-hukum, dalam hubungan dengan ilmu politik, ini tidak dapat dilepaskan satu sama lain. Oleh karena apa, baik hukum tata negara maupun ilmu politik, itu objeknya sama, yaitu Negara. Negara yang berdasarkan konstitusi, " ujar Prof. Dr. Abdul Latif, S.H., M.Hum., selaku Ketua Program Doktor Ilmu Hukum, Universitas Jayabaya.

Selanjutnya adalah keynote speaker  Prof. Dr. Phil. Ridho Al Hamdi, S.Fil.,M.A. (Dekan FISIPOL Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), melalui saluran daring zoom yang disimak oleh para peserta seminar nasional dari seluruh daerah yang mengikuti secara zoom online.

Sesi berikutnya adalah penyerahan piagam penghargaan kepada keynote speaker oleh Ketua Umum FK-DKISIP, Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redja, MA.

Kemudian tibalah sesi presentasi oleh enam orang narasumber, masingmasing selama 15 menit, dipandu oleh Moderator, Dr. Dra. Ambarwati, M.Si (Dosen FISIP Universitas Jayabaya).



Para narasumber dalam Seminar Nasional XXVI FK-DKISIP 2026 bertema : "Politik Dinasti dan Dinasti Politik dalam Sistem Demokrasi : Suatu keniscayaan Versus Pemasungan Hak Demokrasi Rakyat untuk Dipilih Sebagai Pejabat Publik", adalah :

a. Telly Nency Silooy, Dra., M.Si. (Kepala LPM Universitas Ilmiah YAPIS, Wamena Papua Pegunungan)

b. Dr. Yulinda Uang, S.IP., M.Si. (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Halmahera, Maluku Utara)

c. Dr. .Abdul Rofik, SP.,MP. (Dekan FISIP Universitas Widyahama Mahakam, Samarinda Kalimantan Timur, 2021-2025)

d. Dr. Ngudi Astuti, Dra., M.Si. (Wakil Dekan III FISIP Universitas Jayabaya Jakarta)

e. Agus Hitopa, S.H., M.I.Kom. (Dekan FISIP Institut Bisnis dan Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)

f. Masayu Adiah, S.Sos., M.Si. (Dekan FISIP Universitas Tamansiswa Palembang)

Kemudian disusul dengan diskusi/tanya jawab dengan narasumber, dipandu oleh moderator.

Selanjutnya Penyerahan Piagam Penghargaan kepada narasumber dan moderator oleh Ketua Umum FK-DKISIP Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, MA., yang diwakili oleh Sekjen FK-DKISIP Dr. Tatang Sudrajat, Drs.,SIP., M.Si.,

Penutupan seminar nasional oleh MC Laila Indriyanti Fitria, M.Si. (Kaprodi Hubungan Internasional FISIP UJ) dilanjut dengan ramah tamah/makan siang.

Acara Seminar Nasional di Universitas Jayabaya ini berlangsung secara aman tertib lancar dan kondusif serta dihadiri oleh ratusan peserta dari mahasiswa, dosen dan  civitas akademika dari berbagai universitas yang hadir baik secara langsung di Ruang Auditorium Prof. Dr. H. Moeslim Taher Lantai V Gedung Seminar 1 Universitas Jayabaya Jakarta, maupun secara zoom online. (Red)


Senin, 04 Mei 2026

Berlari 10kilometer

 Berlari 10kilometer hari Senin (4/5/2026).




Rute Lari Situ Kemang Kab. Bogor 16310



Semangat Lari 10 Kilometer di Rute Situ Kemang, Awali Pekan dengan Energi Positif

Kabupaten Bogor — Mengawali hari Senin (4/5/2026) dengan penuh semangat, saya menuntaskan lari sejauh 10 kilometer di kawasan Situ Kemang. Rute yang dikenal dengan suasana asri dan udara segar ini menjadi pilihan tepat untuk memulai pekan dengan energi positif sekaligus menjaga kebugaran tubuh.

Sejak pagi hari, suasana di sekitar Situ Kemang terasa begitu mendukung aktivitas olahraga. Pepohonan rindang yang mengelilingi area dan udara yang relatif sejuk memberikan kenyamanan selama berlari. Jalur yang cukup variatif, mulai dari jalanan datar hingga sedikit tanjakan, menambah tantangan sekaligus menjaga ritme lari tetap stabil.

Dalam jarak 10 kilometer tersebut, saya berusaha menjaga konsistensi pace agar tetap nyaman hingga garis akhir. Selain melatih fisik, kegiatan ini juga menjadi momen refleksi diri, melepas penat, serta meningkatkan fokus untuk menghadapi aktivitas sepanjang pekan.

Rute Situ Kemang sendiri memang kerap menjadi favorit para pelari di Kabupaten Bogor. Selain aksesnya yang mudah, lingkungan sekitar yang masih alami menjadikan pengalaman berlari terasa lebih menyenangkan dan tidak monoton.
Kegiatan lari ini bukan hanya soal mencapai target jarak, tetapi juga tentang membangun disiplin dan komitmen terhadap gaya hidup sehat. 

Dengan menyelesaikan 10 kilometer di awal pekan, diharapkan semangat dan konsistensi ini dapat terus terjaga dalam aktivitas sehari-hari.

Lari pagi di Situ Kemang pada Senin pagi ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana—meluangkan waktu untuk bergerak dan menikmati prosesnya.

Suasana Situ Kemang di pagi hari.


Rute Situ Kemang kab Bogor.

10 kilometer pace santai 9.


Lumut dan Ganggang

 


Saya menggambarkan aquarium atau kolam, lumut, dan ganggang.

Ganggang bisa mengapung terkena sinar matahari dan florish. Lumut tidak bisa mengapung, dan tetap menempel di pinggir dan dasar aquarium atau kolam.

Masyarakat dalam nation ada yang bisa berhasil mengapung ke atas dengan social mobilitas, atau memang dari keluarga turun temurun yang sudah ada di atas permukaan.

Sisanya mengendap seperti lumut di dalam kolam atau aquarium.

Segala ekonom, politisi, pemikir membicarakan ihsg, inflasi, deflasi, kurs valuta, defisit dan mikro dan makro, plus politik, policy, dan aspek legal, dlsb. Hanya ganggang saja yang paham dan mengikuti. Lumut boro-boro paham, tercerahkan sinar penerangan saja tidak. Bagi lumut yang tidak paham, maka berpikir seperti ganggang itu melelahkan, membuang energi dan waktu lumut.

Ini sudah ribuan tahun masyarakat dunia ya begini ini, lumut dan ganggang.



Sabtu, 02 Mei 2026

Lari Sore 6 Kilometer untuk Memperingati Hardiknas 2026

 Masih di tanggal 2 Mei 2026 Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Saya peringati dengan Lari sore 6 kilometer, setelah paginya lari 5 kilometer.




Lari Sore 6 Kilometer untuk Memperingati Hardiknas 2026

Kemang, Bogor  2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), saya mengisi sore hari dengan kegiatan sederhana namun bermakna: berlari sejauh 6 kilometer. 
Kegiatan lari ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga sebagai refleksi atas pentingnya pendidikan dalam membentuk kualitas hidup.
Lari dimulai sekitar pukul 16.31 WIB saat cuaca mulai bersahabat. Rute yang dilalui menyusuri jalanan sekitar lingkungan tempat tinggal di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, dengan suasana sore yang cukup ramai oleh aktivitas warga. Langkah demi langkah terasa ringan dam flow, seolah menjadi simbol perjalanan panjang dalam menuntut ilmu yang membutuhkan konsistensi dan semangat.


Memperingati Hardiknas tidak selalu harus dengan upacara formal. Aktivitas seperti olahraga juga bisa menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai pendidikan, khususnya dalam membangun disiplin, ketekunan, dan kesehatan jasmani. Lari 6 kilometer ini menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang untuk merenung. Di tengah ritme langkah kaki dan napas yang teratur, muncul kesadaran bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Sama seperti berlari, hasil tidak datang secara instan, melainkan melalui proses yang konsisten.
Dengan berakhirnya lari sore ini, tersimpan harapan agar semangat Hardiknas terus hidup, tidak hanya pada tanggal 2 Mei, tetapi dalam setiap langkah kehidupan. Pendidikan, seperti halnya olahraga, membutuhkan komitmen dan semangat yang berkelanjutan.
Alhamdulillah ada mahasiswa saya yang termotivasi untuk hidup sehat setelah melihat status whatsapp saya saat saya unggah link strava saya.





Bergerak pagi sejauh 5,7 Kilometer pada Hari Pendidikan Nasional 2026

 Hari pendidikan Nasional Hardiknas 2 Mei 2026

Kami peringati dengan lari dan jalan pagi 5,7 kilometer.




Bergerak Pagi sejauh 5 Kilometer, Cara Sederhana Memaknai Hardiknas 2026

Kemang, Bogor 2 Mei 2026 — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), saya mengawali hari dengan aktivitas positif: berlari pagi dengan kombinasi jalan pagi (mix run and walk) sejauh 5 kilometer. Kegiatan pagi yang kami mulai pukul 05.51 WIB  ini menjadi bentuk refleksi sederhana atas pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan semangat belajar.
Lari dimulai sejak pagi hari saat udara masih segar dan suasana lingkungan relatif tenang. Cahaya matahari yang perlahan muncul di Danau Situ Kemang memberikan energi tambahan di setiap langkah. Rute yang ditempuh mengelilingi area sekitar tempat tinggal saya di dekat Situ Kemang Kabupaten Bogor, dengan pemandangan aktivitas warga yang mulai beranjak menjalankan rutinitas.
Berlari bukan sekadar olahraga, tetapi juga ruang untuk merenung. Dalam momentum Hardiknas, setiap langkah terasa seperti simbol perjalanan menuntut ilmu—tidak selalu mudah, tetapi harus dijalani dengan konsistensi dan tekad. Pendidikan mengajarkan disiplin, dan olahraga menjadi salah satu cara untuk mempraktikkannya secara nyata.
Memperingati Hardiknas 2Mei tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan formal. Aktivitas sederhana seperti lari pagi dapat menjadi pengingat bahwa proses belajar berlangsung sepanjang hayat, di mana saja, dan dalam berbagai bentuk. Kesehatan tubuh yang terjaga juga menjadi modal penting untuk terus berkembang dan berkontribusi.
Melalui lari pagi sejauh 5 kilometer ini, tersimpan harapan agar semangat belajar dan nilai-nilai pendidikan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Hardiknas bukan hanya peringatan tahunan, tetapi momentum untuk terus melangkah maju, seiring langkah kaki yang tak pernah berhenti.


Rute lari Situ Kemang Kab Bogor.




Olahraga pagi baik buat kesehatan.

Lari pagi memberikan manfaat luar biasa, di antaranya meningkatkan kesehatan jantung, membakar lemak untuk menurunkan berat badan, memperkuat tulang dan otot, serta meningkatkan suasana hati (mood booster). 

Aktivitas ini juga memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan stamina sepanjang hari, dan menghirup udara bersih, yang sangat baik untuk kesehatan paru-paru.

Berikut adalah rincian manfaat lari pagi secara rutin:

Menjaga Berat Badan Ideal: Lari pagi membakar kalori secara efektif, terutama jika dilakukan sebelum sarapan untuk memaksimalkan pembakaran lemak.

Kesehatan Jantung dan Sirkulasi Darah: Aktivitas aerobik ini membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat (LDL), dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Meningkatkan Mood dan Kesehatan Mental: Berlari melepaskan endorfin, dopamin, dan serotonin yang mengurangi stres, kecemasan, dan memperbaiki suasana hati.

Memperkuat Tulang dan Imunitas: Paparan sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D untuk kepadatan tulang, sementara olahraga teratur meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Meningkatkan Stamina dan Produktivitas: Memulai hari dengan lari pagi meningkatkan sirkulasi darah ke otak, membuat tubuh lebih segar dan waspada sepanjang hari.

Kualitas Udara Lebih Baik: Udara pagi lebih bersih dari polusi kendaraan, sehingga lebih menyehatkan bagi paru-paru.

Insha Alloh terus bisa berlari pagi.




Pemandangan Pagi Rute Lari Situ Kemang Kec. Kemang Kab. Bogor :
Sunrise tepian danau situ Kemang


Semua foto by : Mung Pujanarko


Situ Kemang di kala sunrise


Semua foto karya pribadi : Mung Pujanarko
Lokasi foto : Situ Kemang, Kab. Bogor

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons