Gunung 🏔⛰️🌋🗻
Gunung tidak pernah ingin dipuji.
Atau kebalikannya Gunung juga tidak mau diremehkan.
Gunung tahu manusia bersedia memanage Bumi Alloh ini.
Ketika Tuhan YME berfirman :
"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh." QS Al-Ahzab · Ayat 72
Gunung tahu Alloh yang Maha Rahman dan Maha Rahiim _ Maha Pengasih Maha Penyayang ingin agar memanage Bumi Alloh alam Alloh dengan penuh rasa kasih sayang terhadap kehidupan.
Lha Bumi suka goyang dan selalu aktif, dan Gunung juga suka muntahkan lava& lahar, Langit juga suka petir. Kasih sayang bagi mereka mungkin sulit karena sudah pasti makan korban jiwa makhluk hidup lainnya. Nah manusia Adam-Hawa sanggup manage bumi_alam dengan kasih sayang. Meskipun & Masihpun berusaha dan belajar agar tidak bodoh kasih sayang, belajar terus kita semua manusia sampai kiamat.
 |
Imi contoh Sikap kasih sayang dari manusia ke makhluk lain di bumi ini. Ini adalah monumen perunggu “Unity” di Almaty, Kazakhstan. Patung ini menggambarkan sekelompok orang yang membentuk rantai manusia untuk menyelamatkan seekor anjing dari tepi waduk Sairan. Peristiwa aslinya terjadi pada 2016, ketika beberapa orang secara spontan saling berpegangan untuk menjangkau anjing yang terjebak. Yang menarik, patung ini bukan sekadar monumen. Pesan utamanya adalah: satu orang mungkin tidak cukup kuat, tetapi ketika orang-orang saling membantu, mereka dapat melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan sendirian. Patung karya Erbosyn Meldibekov ini diresmikan pada Maret 2026, sekitar sepuluh tahun setelah kejadian tersebut. Komposisinya dibuat sangat dinamis, mengikuti kemiringan tepian waduk sehingga seolah-olah kita sedang melihat peristiwa penyelamatan itu secara langsung. Bahkan ada unsur interaktif: tangan figur paling atas sengaja dijulurkan ke arah orang yang lewat, sehingga pengunjung dapat memegangnya dan secara simbolis "menjadi bagian dari rantai penyelamatan." Menurut saya, ini salah satu contoh menarik bagaimana kejadian sehari-hari diabadikan karena masih adanya rasih kasih sayang di bumi ini yang memiliki pesan sosial universal: kasih-sayang, solidaritas, empati, dan saling menolong. Ini yang menjadikan kita manusia selalu ingat bahwa kita telah ditiupkan ruh, bukan hanya punya jiwa nyawa, tapi punya ruhani.** |
Filosofi Jawa Ojo Gunggungan Nang Gunung
Kalau saya pikir lagi Gunung itu semua Gunung itu sakral -suci.
Gunung jelas tidak suka orang naik Gunung hanya untuk (orang itu) hanya ingin dipuji, hanya ingin sekali dapat pujian, atau hanya untuk gagah-gagahan semata, dan untuk jumawa dan untuk cari validasi semata.
Jika rasa ingin dipuji ini ada di dada ketika di Gunung maka cepat hilangkan rasa itu, atau resiko hilang diri dan kehilangan diri.
Paling fatal bisa-bisa gugur di gunung jika semata hanya haus validasi ingin dipuji semata.
Sudah banyak contohnya semoga kita ( saya) terutama bisa ambil hikmahnya .Ojo Gunggungan Nang Gunung.
Sudah banyak peristiwa tragedi di Gunung yang berawal dari rasa ingin dipuji. Hal ini berlaku secara global bumi. Berlaku ini disemua Gunung di dunia ini.
contoh contoh yang saya masih ingat
Ada pendaki berbikini => gugur, googling saja ; bikini climber. Untuk apa berpose pakai bikini di gunung? Ya untuk validasi lah tentunya.
Ada pendaki pemula malah balapan lari di gunung karena ingin iseng dan dipuji => hilang.
Ada pelari trail gunung sengaja ingin cari rute baru untuk mendahului secara mengejutkan agar teman-temannya kaget dan memuji => hilang dan gugur.
Ada pelari gunung sudah berumur tapi lupa sadar usia dipaksakan mungkin ya kalau di medsos posting kan bisa title : sudah tua tapi masih bisa siksa raga sambil pegang medali => gugur.
Ada pendaki nenek2 maksa naik Gunung Pyramid Bondowoso padahal sudah ditutup jalurnya, akhirnya ? Googling saja. Ini nenek2 apa ingin dokumentasi medsos nan epic lan eksis di G. Piramid Bondowoso ?
Berduka cita kita semua ya jelas.
Di Gunung- Gunung lain, Ada juga pendaki yang justru ingin berpose menantang epic dekat kawah ada juga ingin berpose estetik dekat latar belakang letusan kepulan asap pyrlolastic yang epic, semua mungkin demi postingan yang epic dan estetik di medsos = > gugur/ luka.
Senua ini kita turut berduka cita tentunya.
Tragedi-tragedi ini menjadi pengingat (bagi saya) bahwa meskipun gunung-gunung populer bagi pendaki maupun pelari trail, kawasan Gunung-gunung rata-rata memiliki risiko tinggi. Sikap mental ingin mendaki dengan luruskan niat ingin mendaki bukan untuk dipuji.
Naik gunung dalam Islam itu mubah. Jika niat mendaki hendaknya ditujukan untuk ibadah, merenungkan keagungan ciptaan Allah SWT, serta menjaga dan melatih kesehatan dan ketahanan fisik dan mental. Jangan maksain jika kondisi tidak fit. Jangan maksain ketika kondisi cuaca tidak kondusif. Jangan maksain ketika sudah ada larangan dan jalur pendakian ditutup.
Naik gunung bukan sekadar rekreasi, melainkan sarana tadabur alam guna mempertebal iman dan rasa syukur.
Berikut adalah panduan menata niat, doa, serta adab penting saat mendaki gunung:
Niat & Adab Utama Menurut Islam
Luruskan Niat: Hindari mendaki demi kesombongan, pamer (riya), atau sekadar menaklukkan puncak demi validasi haus pujian. Bisa-bisa saling berkelahi di puncak gunung karena rebutan spot foto. Googling saja : berkelahi di puncak gunung gegara rebutan spot foto estetik.
Izin Orang Tua: Pastikan mengantongi restu keluarga sebelum memulai perjalanan safar. Jangan ijin kemana mendakinya kemana. Sebaiknya jangan.
Jaga Sholat: Tetap tunaikan sholat lima waktu di gunung dengan memanfaatkan kemudahan jamak dan qasar jika memenuhi syarat safar.
Jaga Perilaku: Dilarang merusak alam, membuang sampah sembarangan, berkata kasar emosi pada kawan, atau bertindak tidak sopan. Jangan gunggungan sok-sokan berkata sombong.
Zikir & Doa Perjalanan GunungSaat mendaki, Rasulullah ﷺ dan para sahabat mencontohkan zikir berdasarkan medan perjalanan: Saat Tanjakan: Membaca takbir (Allahu Akbar) ketika melewati jalur menanjak. Saat Turunan: Membaca tasbih (Subhanallah) ketika melewati jalur menurun.
Doa Memohon Perlindungan di Tempat Baru (Pos/Tenda):أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ A’udzu bi kalimatillahit tammati min syarri ma khalaq. Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."
Persiapan Fisik & Logistik Wajib
Latihan Fisik: Lakukan olahraga kardio seperti jogging atau bersepeda minimal 1–2 minggu sebelum mendaki untuk melatih jantung dan otot.
Perlengkapan Keamanan: Bawa jaket waterproof, pakaian hangat, tenda standar pendakian, sleeping bag, matras, dan senter/headlamp.
Kakau tek tok ya harus berpengalaman dan bertahap sampai bisa mahir tektok. Jangan sampai nyusahin orang banyak.
Logistik Cukup: Hitung kebutuhan air bersih dan makanan kalori tinggi sesuai dengan durasi pendakian.
Kotak P3K: Siapkan obat-obatan pribadi, obat diare, obat flu, pembalut luka, dan oksigen portabel jika diperlukan.
Jangan sok-sokan di gunung. Sok-sokan di gunung bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Persiapan yang matang, taat aturan ijin pengelola berwenang, pemberitahuan rute kepada keluarga atau pengelola, membawa perlengkapan keselamatan, serta sedapat mungkin tidak beraktivitas sendirian merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko saat beraktivitas di alam terbuka.
Ojo Gunggungan Nang Gunung.
Gunung itu malah bikin humble bukan bikin jumawa.
(Sebuah pesan untuk diri sendiri di blog pribadi sendiri)
Foto kenangan : Saya dan kawan2 FISIP Unsrat angkatan 1992, mendaki Gunung Manado Tua tahun di 1992.