cari kata

Senin, 04 Maret 2013

Diklat Jurnalistik FKW oleh PPWI Penyegaran bagi Wartawan



FKW (Forum Komunikasi Wartawan) Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan bekerja sama dengan PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) mengadakan Diklat Jurnalistik untuk memberikan wawasan dan pembelajaran bagi para anggotanya terutama di bidang Jurnalistik.

Diklat ini berlangsung di Hotel New Idola, Jl Pramuka Raya, Jakarta pada tanggal 4-6 Maret 2013.  Tujuan diadakan pelatihan ini yang pertama adalah untuk menjalin tali silaturhami antar anggota FKW dan PPWI dan kedua adalah untuk menimba pengetahuan terbaru di bidang jurnalistik.

Dalam pelatihan ini dititikberatkan bahwa para anggota FKW harus mampu mengadapatasi cara jurnalistik terbaru yakni Quick News dan  etika jurnalsitik.

Tampil sebagai pembicara adalah ketua umum PPWI  yakni Wilson Lalengke, dan juga pembicara pengajar jurnalistik yakni Mung Pujanarko.  Dalam diklat ini menurut para peserta sangat membantu  dalam  menimba  ilmu jurnalistik. “Dalam diklat ini saya merasakan adanya penyegaran dalam bidang kewartawanan, dan banyak hal yang kita dapatkan di sini” ujar Gusti, Pimred tabloid  X-Kasus, Tanah Bumbu.

Sedangkan bagi peserta lain yakni Muaz selain silaturahmi adalah kebanggaan bagi daerah, karena wartawan yang memiliki banyak karakter bisa berkumpul dan belajar bersama,”papar Muaz selaku wartawan harian media kalimantan.

Nanang Rusmani Ketua FKW Tanah Bumbu (kiri-pakai baju bergaris), Mung Pujanarko (kanan-baju biru)

 Ketua FKW (Forum Komunikasi Wartawan) Tanah Bumbu- Kalimantan Selatan, Nanang Rusmani menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh agar para wartawan dan insan pers di Tanah Bumbu Kalimantan Selatan agar mau masuk dalam organisasi profesi.
 Pada kesempatan Diklat Jurnalistik yang digagas oleh FKW Tanah Bumbu di Hotel New Idola, Jakarta Timur, pada hari senin (4/3) Nanang Rusmani menyatakan bahwa wartawan adalah profesi strategis bagi perkembangan daerah dan bagi otonomi daerah. “Untuk itu saya pribadi mendukung  agar wartawan di Tanah Bumbu yang belum ada perkumpulan organisasi untuk nantinya masuk ke dalam organisasi profesi yang resmi misal FKW, PPWI atau PWI, untuk mendukung keberadaan wartawan itu sendiri,” papar Nanang Rusmani.
Dirinya juga mengatakan bahwa di Tanah Bumbu, keberadaan wartawan juga dibutuhkan untuk mengangkat potensi daerah Tanah Bumbu. “Kami dari FKW, bukan merupakan corong Bupati, namun sebagai warga Tanah Bumbu, kami juga memiliki kewajiban untuk mengangkat kebaikan dan potensi Tanah Bumbu,” lanjutnya.
Dengan begitu, menurutnya, tingkat independensi wartawan Tanah Bumbu bisa terjaga dan tidak diintervensi oleh pihak manapun. “Contohnya dengan pelaksanaan Diklat Jurnalistik FKW bekerja sama dengan PPWI pusat, maka inipun sebagai kerja keras untuk melaksanakan independensi wartawan Tanah Bumbu, saya pribadi berterimakasih  kepada PPWI yang telah memberikan motivasi, dan penambahan wawasan serta silaturahmi yang baik kepada FKW Tanah Bumbu,” urai Nanang Rusmani.  (*)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons