https://strava.app.link/aNjnOeManZb
Aktivitas bergerak pagi saya mulai jam 05.26 WIB.Status wa saya, 24 jam hilang dan dilupakan. Namun dengan saya posting di blog saya ini bisa jadi record latihan untuk evaluasi latihan olahraga saya.
Mengapa setiap latihan lari pagi selalu saya posting di status whatsapp saya ?
Alasan posting status saya di whatsapp saya :
1. Menandai Perubahan. Hal ini untuk mengirim pesan / signal kepada lingkungan sosial saya bahwa saya telah mengalami transformasi perubahan.
2. Memberitahukan aktivitas kita kepada lingkungan sosial kita yang melihat status (terbatas hanya yang melihat status saja yang 24 jam hilang) yakni : teman-teman di group wa semasa sd, semasa smp, teman-teman masa sma, teman-teman semasa kuliah, kemudian teman-teman kerja atau teman main, teman-teman hangout dll, yang ada dalam kontak kita, saudara-saudara famili handai tolan dll yang ada di kontak kita untuk memberitakan / membroadcasting aktivitas kita yang telah kita lakukan, simpel karena dengan adanya statemen atau status menunjukkan bahwa kita menjalani kehidupan atau living the life.
3. Menunjukkan bahwa validasi yang kita peroleh dari atensi lingkungan sosial tidak perlu like atau komen melainkan cukup lingkungan sosial kita tahu aktivitas kita. Tidak kurang tidak lebih. Sifatnya hanya signalling aktiviti.
4. Validasi sampai kapanpun penting bagi kehidupan sosial, sesimpel karena kita manusia butuh atensi dari lingkungan sosial kita.
5. Kebutuhan menunjukkan sesuatu dalam hidup yang perlu kita tunjukkan karena secara simpel hal itu memberi kepuasan dalam hati tersendiri.
6. Semua orang kecuali sebagian kecil orang ingin memamerkan nukilan kehidupan ini. Maka posting status wa bisa melegakan dahaga pamer kita.
7. "Aku status maka aku ada" adalah variasi dari ungkapan filsafat terkenal "Aku berpikir, maka aku ada" (Cogito, ergo sum) dari René Descartes, yang intinya menegaskan bahwa kesadaran berpikir adalah bukti pasti keberadaan diri, karena keraguan itu sendiri menunjukkan adanya suatu kesadaran yang berpikir.
Ungkapan ini menjadi dasar filsafat modern untuk membangun pengetahuan, di mana aktivitas berpikir (atau meragukan) membuktikan adanya "aku" yang berpikir, meski dunia luar bisa jadi ilusi.
Meski pamer saya adalah sebenarnya ilusi saya, karena hanya nukilan bukan the whole life. Tapi pamer nukilan hidup bisa melegakan karena sudah bereaksi pada fatamorgana (a mirage).
Tiap hari melihat fatamorgana kehidupan media sosial. Maka dengan posting aktiviti di status bisa merefleksikan atau memantulkan kembali fatarmorgana balik ke ranah media sosial.
(*)
7:29 AM
mung pujanarko















0 komentar:
Posting Komentar