cari kata

Senin, 14 September 2015

50 Orang Mahasiswa IBM-ASMI Perdalam Bahasa Indonesia


Guna memperdalam pengetahuan tentang Bahasa Indonesia, maka sekitar 50 orang mahasiswa IBM- ASMI  tekun mempelajari Bahasa Indonesia.
Mata Kuliah Bahasa Indonesia ini digelar di ruang  604 lantai 6 Gedung Kampus IBM-ASMI di kawasan Pulo Mas, Jakarta Timur pada hari Senin (14/9).

Dalam perkuliahan ini akan dibahas beberapa pokok materi penting tentang Bahasa Indonesia, antara lain penggunaan Bahasa Indonesia dalam tulisan berita yang baku.

Menurut salah seorang mahasiswa bernama Lutfi (21) mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam Bahasa Indonesia sekaligus ingin mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia dengan tekun agar tercapai hasil yang diinginkan.

“Saya ingin memperdalam Bahasa Indonesia yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Lutfi ketika ditemui di Kampus IBM-ASMI, Senin (14/9).

Sementara itu menurut Yohana (20) juga mahasiswi IBM-ASMI mengatakan bahwa dengan mengikuti mata kuliah Bahasa Indonesia maka dirinya berharap dapat pula untuk menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari secara baik dan benar.

 Selanjutnya menurut Dosen Bahasa Indonesia yakni Mung Pujanarko, S.Sos, M.I.Kom menyatakan bahwa Bahasa Indonesia tidak bisa dipelajari tanpa praktek.

“ Karena Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup dan memerlukan praktek menulis, karena dengan menulis kita biasa untuk membuat sebuah karangan atau laporan yang baku dan benar dalam kaidah Bahasa Indonesia,” pungkas Mung Pujanarko. (*)

Jumat, 11 September 2015

30 Orang Mahasiswa Kelas Karyawan IBM ASMI Perdalam Bahasa Indonesia



Bangku di depan meja Pak Mung Pujanarko selaku Dosen Bahasa Indonesia, terisi penuh, dan hanya ada sebuah bangku kosong tepat di depan meja Dosen yang berkacamata itu. Hal ini membuktikan jika mata kuliah Bahasa Indonesia, mendapatkan perhatian yang penuh dan serius oleh para mahasiswa IBM ASMI yang mengambil mata kuliah ini.


Maka itu, sejumlah 30 orang mahasiswa IBM-ASMI kelas karyawan terlihat belajar bahasa Indonesia dengan sangat serius.

Bertempat di ruang 610, para mahasiswa ini dengan tekun menyimak mata kuliah yang diberikan, meski waktu telah menunjukkan pukul 19: 00 WIB. Kuliah yang dilaksanakan hari Jumat (11/9 ) ini berlangsung secara tertib dan direncanakan berakhir pada pukul 22: 00 WIB.

Menurut Supri (21) sebagai salah seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi kelas karyawan, dirinya menyatakan bahwa ingin mempelajari Bahasa Indonesia untuk dipergunakan secara lisan dan tulisan sehari-hari.

”Saya  ingin mahir dalam menulis menggunakan ejaan yang disempurnakan, agar dapat berguna di dunia kerja,” tutur Supri, Jumat (11/9).

Sementara itu menurut Fatma (19) menyatakan bahwa dirinya juga ingin mengetahui lebih dalam penggunaan bahasa baik secara tulisan dengan format penulisan yang  benar.“Saya ingin tidak tanggung-tanggung belajar bahasa Indonesia untuk menambah skill saya,” ujarnya.

Pada perkuliahan ini penjelasan dari Dosen, Mung Pujanarko menyatakan bahwa belajar Bahasa Indonesia harus senantiasa dipraktekkan agar mampu menulis menggunakan kalimat efektif dan efisien secara singkat dan jelas. (*)

Senin, 07 September 2015

Belajar Bahasa Indonesia Mutlak agar Sukses di Dunia Kerja






Pentingnya belajar Bahasa Indonesia mutlak untuk perkembangan karir mahasiswa kelak ketika memasuki dunia kerja. Seperti ketika 70 orang mahasiswa IBM-ASMI belajar mata kuliah bahasa Indonesia di kampus IBM-ASMI yang terletak di kawasan Pulo Mas Jakarta Timur, hari Senin (7/9).

Menurut salah seorang mahasiswa yang bernama Febri (17) menyatakan bahwa dirinya ingin belajar bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan diri berbahasa. Selain itu dirinya selaku mahasiswi juga sadar bahwa dengan belajar bahasa Indonesia maka bisa sukses di Dunia Kerja.

“Saya ingin belajar bahasa Indonesia secara baik dan benar untuk modal kerja di dunia bisnis kelak, karena berbahasa Indonesia yang baik adalah modal utama dalam dunia kerja nanti,” ujar Febri.

Sedangkan pesan dari Dosen Bahasa Indonesia bernama Mung Pujanarko, S. Sos, M.I.Kom menyatakan bahwa mahasiswa harus belajar bahasa Indonesia yang baku. Dan membiasakan diri berbahasa Indonesia yang baku serta sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.

“Karena belajar Bahasa Indonesia merupakan hal yang mudah namun kadang diabaikan oleh para mahasiswa karena itu tidak banyak mahasiswa yang dapat menulis secara baik, bisanya hanya copy paste atau mengkopi saja, tanpa mengetik dan menulis secara baku, ini harus dirubah dalam pelajaran bahasa Indonesia agar mahasiswa mampu menulis secara baku serta sesuai dengan sistem ejaan,” papar Mung Pujanarko. (*)

Jumat, 07 Agustus 2015

Bripda Tiara mengkilap seperti Mutiara






 Bripda Tiara Permata Putri salah seorang anggota Bidang Humas Polda Sumatera Barat merasa sangat antusias mengikuti pelatihan desain grafis dan jurnalistik yang diselenggarakan oleh Divisi Humas POLRI. Bertempat di Kampus  Polimedia Media Kreatif Jl. Srengseh Sawah, Jakarta Selatan dirinya bersama 38 rekan lainnya dari seluruh POLDA di Indonesia akan menimba ilmunya scara maksimal guna memajukan di bidang kehumasan .

 Bripda Tiara Permata selaku anak dari Bapak Candra anggota Intelkam Polda Sumatera Selatan ini mengaku akan meneruskan jejak profesi ayahnya menjadi seorang polisi.

 Sebelum menjadi seorang Polwan berpangkat Bripda,  Bripda Tiara Permata  pernah bekerja freelance di salah satu stasiun televisi  di daerah yang terkenal dengan makanan khasnya pempek. Beralih dari situ karena tekadnya kuat dan didukung oleh orang tuanya, maka dia memutuskan menjadi seorang Polwan yang siap ditempatkan dimana saja.

Untungnya dia ditempatkan di satu pulau dengan ayahnya, sehingga kapanpun bisa pulang kampung bersama keluarganya tanpa terpisah jarak yang begitu jauh.

"Jadi semangat tidak akan putus dimana saja  berada" ujar  Bripda Tiara Permata.

Menjadi Polwan di Polda Sumbar dia merasa bangga, selain dapat melatih bakatnya yang sudah terasah akan menjadi semakin tajam, dan berharap nantinya akan menjadi ikon Polwan di seluruh Indonesia terutama di bidang Humas.

Tak hanya berparas cantik, ramah, suka senyum maka masyarakat akan merasa nyaman dan menaruh hormat tentunya. Oleh sebab itu POLRI harus merasa bangga mempunyai seorang Brigadir POLWAN seperti  Bripda Tiara Permata yang nantinya  akan membawa harum nama POLRI. (hendra)





Kamis, 30 Juli 2015

30 Orang Anggota Kodam Jaya Ikuti pelatihan Jurnalistik

Para peserta pelatihan jurnalistik di Kodam Jaya, kamis (30/7)

Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Heri Prakoso Ponco Wibowo  memberikan sambutan, kamis (30/7)



Jakarta- Sebanyak 30 orang peserta pelatihan Jurnalistik yang diadakan di Kodam Jaya terlihat tekun mengikuti acara pelatihan. Dalam pembukaan pelatihan, Kapendam Jaya Kolonel (Inf) Heri Prakoso Ponco Wibowo menyatakan bahwa kemampuan dasar jurnalistik harus dapat dikuasai oleh peserta pelatihan.

“Setelah usai pelatihan ini diharapkan peserta mampu meningkatkan skill atau keahlian di bidang jurnalistik,” papar Kolonel Heri di depan para peserta (30/7).

Pelatihan berjalan selama satu hari yakni pada hari Kamis (30/7) bertempat di Media Centre Kodam Jaya Jl Mayjen Sutoyo No 5, Jakarta.

Menurut salah seorang peserta yakni Kapten (Inf)  Karnadin menyatakan bahwa  dengan mengikuti pelatihan ini maka dirinya ingin menambah ilmu dan juga belajar dunia Jurnalistik.
Sementara itu menurut peserta lainnya yakni Serda Dimas menyatakan bahwa dengan pelatihan, dirinya juga berharap agar mampu menguasai ilmu jurnalistik sebagai ilmu pelaporan untuk tugas sehari-hari di lapangan.

Menurut salah seorang nara sumber yakni Wilson Lalengke menjelaskan barang siapa yang mampu menguasai informasi maka dia menguasai dunia.

”Siapa yang bisa menguasai seluk beluk membuat informasi maka dia bisa menguasai sebuah wilayah dan juga memahami masyarakat sekitarnya,” ujar Wilson Lalengke.   Dalam pelatihan ini peserta diharapkan langsung praktek dan terjun ke lapangan. (*)


Rabu, 29 Juli 2015

Wisata dan Rute Menuju Jakarta Convention Center






Sahabat, karena banyaknya sahabat, baik itu rekan-rekan yang bertanya tentang seputar Jakarta Convention Center (JCC) juga cara mencapai ke lokasi JCC dengan menggunakan sarana transportasi pribadi atau umum maka para sahabat semua kini dapat menyimak dan menyimpan informasi seputar JCC ini dengan baik.

Para sahabat  terutama para rekan sekalian dari luar DKI (Daerah Khusus Ibu Kota) Jakarta, seringkali bertanya di manakah lokasi JCC dan bagaimana cara transportasi ke JCC ?

JCC (Jakarta Convention Center) ini sering dijadikan tempat konvensi, pameran, pagelaran musik hingga acara-acara politik.

Bagi sahabat yang dari luar Jakarta, juga bertanya rute menuju JCC. Sebenarnya Rute menuju JCC ini bisa  menempuh jalan yang menuju ke arah jakarta Pusat. Rute menuju JCC bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi.
Bagi anda yang hendak menuju ke JCC baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaran umum berikut catatan rute menuju JCC :

Menggunakan Kendaraan Pribadi 

Dari Cawang

Cawang > MT. Haryono > Pancoran > Gatot Subroto > Gerbang Pemuda > JCC.

Dari Cempaka Putih
Cempaka Putih > Letjend. Suprapto > Kramat Bunder > Simpang Senen > Kramat Raya > Salemba Raya > Matraman > Tambak > Manggarai > Sultan Agung > Halimun > Dukuh Atas > Karet Pasar Baru > Penjernihan > Pejompongan > Gatot Subroto > Flyover Taman Ria TVRI > Gerbang Pemuda > JCC.

Dari Grogol
Grogol > S. Parman > Slipi > Gatot Subroto > Flyover Taman Ria TVRI > Gerbang Pemuda > JCC.

 Via Monas
Monas > Medan Merdeka Barat > MH. Thamrin > Bundaran HI > Jenderal Sudirman >Dukuh Atas > Karet Pasar Baru > Penjernihan > Pejompongan > Gatot Subroto > Flyover Taman Ria TVRI > Gerbang Pemuda > JCC.

Menggunakan Kendaraan Umum terutama dari Bandara

Dari Bandara Sukarno-Hatta
1.Dari Bandara naik Damri jurusan Lebak Bulus turun di perempatan Slipi-Palmerah (JDC).
2.Dari depan JDC naik Koantasbima 102 Tanah Abang-Ciputat turun di JCC.

Dari Bandara Halim Perdanakusumah
1.Dari Bandara Halim naik angkot biru muda TRANS HALIM ke perempatan Cawang UKI.
2.Masuk halte busway Cawang UKI naik TransJakarta jurusan Grogol/Pluit turun di halte busway Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke JCC.

Dari Stasiun Gambir
1.Keluar pelataran timur (Jalan Medan Merdeka Timur) masuk halte busway Gambir 1, naik TransJakarta jurusan Kalideres turun di halte Grogol 1.
2.Transfer ke halte Grogol 2 via jembatan busway, disitu naik TransJakarta jurusan PGC/Pinang Ranti turun di Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke JCC.

Dari Stasiun Jatinegara
1.Dari Stasiun Jatinegara naik KRL jurusan Tanah Abang-Jatinegara turun di Stasiun Karet.
2.Keluar stasiun ke kolong flyover disitu naik salah satu Kopaja 608 Tanah Abang-Blok M / Kopaja 615 Tanah Abang-Lebak Bulus turun di JCC.

Dari Stasiun Pasar Senen
1.Dari Stasiun Pasar Senen naik KRL jurusan Tanah Abang-Jatinegara turun di Stasiun Karet.
2.Keluar stasiun ke kolong flyover disitu naik salah satu Kopaja 608 Tanah Abang-Blok M / Kopaja 615 Tanah Abang-Lebak Bulus turun di JCC.

Dari Stasiun Tanah Abang
1.Dari Stasiun Tanah Abang naik Koantasbima 102 Tanah Abang-Ciputat turun di JCC.

Dari Terminal Blok M
1.Dari Terminal Blok M naik salah satu AJAP AC138 Blok M-Cimone / Kopaja 615 Lebak Bulus-Blok M-Tanah Abang / Mayasari Bakti Ac34 Blok M-Poris Plawad / PPD P45 Blok M-Cimone turun di JCC.

Dari Terminal Kalideres
Dari Terminal Kalideres naik salah satu APTB 14 Kalideres-Cikarang / Mayasari Bakti AC02 Kalideres-Kampung Rambutan / AC81 Kalideres-Depok turun di Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke JCC

Dari Terminal Kampung Rambutan
1.Dari Terminal Kampung Rambutan naik Mayasari Bakti AC02 Kampung Rambutan-Kalideres turun di JCC.

DariT erminal Lebak Bulus
1.Dari Terminal Lebak Bulus naik Kopaja 615 Lebak Bulus-Tanah Abang turun seberang JCC.

Dari Terminal Pulo Gadung
1.Dari Terminal Pulo Gadung naik APTB 13 Mayasari Bakti Pulo Gadung-Poris Plawad turun di Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke JCC.

Dari Terminal Rawamangun
1.Dari Terminal Rawamangun naik PPD AC16 Rawamangun-Lebak Bulus  turun di seberang Senayan City.
2.menyeberang jalan menuju ke depan Senayan City disitu naik salah satu Koantasbima  102 Ciputat-Tanah Abang / Kopaja 615 Lebak Bulus-Tanah Abang turun seberang JCC.


Dari Terminal/Pelabuhan Tanjung Priok

1.Dari Terminal Tanjung Priok naik Mayasari Bakti AC49 Tanjung Priok-Grogol-Blok M turun di seberang JCC (Jalan Gatot Subroto).

Dari Bandung
1.Dari Bandung naik Travel DayTrans jurusan Senayan City.
2.Dari Senayan City naik salah satu Koantasbima 102 Ciputat-Tanah Abang / Kopaja 615 Lebak Bulus-Tanah Abang turun seberang JCC.

Dari Bekasi
1.Dari Bekasi naik Mayasari Bakti AC 29 Bekasi-Grogol/Kalideres turun di JCC.

Dari Bogor/Depok
1.Dari Stasiun Bogor / Depok Baru naik KRL jurusan Tanah Abang-Jatinegara turun di Stasiun Karet.
2.Keluar stasiun ke kolong flyover disitu naik salah satu Kopaja 608 Tanah Abang-Blok M / Kopaja 615 Tanah Abang-Lebak Bulus turun di  JCC.

Dari Ciawi
1.Dari perempatan Ciawi-Tol Jagorawi naik APTB 15 Agra Mas Ciawi-Grogol turun di halte Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke  JCC.

Dari Cibinong
1.Dari Cibinong naik APTB 05 Cibinong-Grogol  turun di Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke  JCC.

Dari Cikarang
1.Dari Cikarang naik APTB 14 Cikarang-Kalideres  turun di Senayan JCC, keluar halte menyeberang jalan menuju ke  JCC.

Dari Cileungsi
1.Dari Cileungsi naik salah satu Mayasari Bakti AC42A / Maya Raya AC Cileungsi-Kalideres turun di  JCC.

Ciputat
1.Dari Ciputat naik Koantasbima 102 Ciputat-Tanah Abang turun di seberang  JCC.

Dari Serpong
1.Dari BSD City naik shuttle TransBSD jurusan Ratu Plaza turun seberang Senayan City.
2.menyeberang jalan menuju ke Senayan City disitu naik salah satu Koantasbima 102 Ciputat-Tanah Abang / Kopaja 615 Lebak Bulus-Tanah Abang turun seberang  JCC.

Dari Tangerang
1.Dari Tangerang (Cimone/Karawaci) naik AJAP AC138 Cimone-Blok M turun di  JCC.


Sebenarnya banyak rute jalan  menuju Jakarta Convention Center (JCC). Para wisatawan tidak perlu khawatir dengan akses transportasi ke JCC. Sebab Rute jalan menuju ke JCC juga bisa menggunakan transportasi umum yang jumlahnya cukup banyak di Jakarta.

Angkutan Umum reguler menuju JCC Jakarta Convention Center (Tanpa Busway) :


Dari Blok M
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

- Mayasari Bakti
AC 34 (Blok M - Poris Plawad)
AC 49 (Blok M - Tanjung Priok)

- PPD
P 45 (Blok M - Cimone)

Turun di ujung ex-Taman Ria Senayan :

-AJA.P
138 (Blok M - Cimone)

-Kopaja
615 (Lebak Bulus - Tanah Abang)


Dari Lebak Bulus/Ciputat
Turun di ujung ex-Taman Ria Senayan :

-Koantas Bima
102 (Ciputat - Tanah Abang)

Dari Grogol/Slipi
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

-Mayasari Bakti
P 02/P 55 (Kampung Rambutan - Grogol)

-PPD
213 (Kampung Melayu - Grogol)

Turun di depan gerbang JCC :

Koantas Bima
102 (Ciputat - Tanah Abang)

Kopaja
615 (Lebak Bulus - Tanah Abang)


Dari Sudirman/Thamrin/Senen
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

-Mayasari Bakti
AC 62 (Senen - Cimone)
AC 133 (Tanah Abang - Cimone)

-PPD
213 (Kampung Melayu - Grogol)

Dari Kampung Rambutan/Cililitan
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

-Mayasari Bakti
AC 02 (Kampung Rambutan - Kalideres)
P 02/P 55 (Kampung Rambutan - Grogol)


Dari Cileungsi/Cibinong
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

-Mayasari Bakti
AC 42A (Cileungsi - Kalideres)
AC 43 (Cibinong - Grogol)

Dari Depok
Turun di dekat halte busway Senayan JCC :

-Mayasari Bakti
AC 81 (Depok - Kalideres)

-PPD
P 54 (Depok - Grogol)

Dari Bekasi
Bekasi Barat: Naik Mayasari Bakti AC 05 -> Turun di Komdak/depan Plaza Semanggi -> Naik P 02/P 55/P 54 -> Turun di dekat halte Senayan JCC.
Bekasi Timur: Naik Mayasari Bakti AC 05/AC 52/P 27/P 50 -> Turun di  Komdak/depan Plaza Semanggi -> Naik P 02/P 55/P 54 -> Turun di dekat halte Senayan JCC.

Dari Ciledug
Naik Bianglala AC 44 (Ciledug - Senen)/Mayasari Bakti AC 35 (Ciledug - Senen) -> Turun di dekat halte Polda -> Naik AC 34/AC 49/P 45 -> Turun di dekat halte Senayan JCC

Jakarta Convention Center terletak di kompleks olahraga Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jakarta Convention Center memiliki balai yang memiliki 5.000 tempat duduk, dan juga balai sidang seluas 3.921 m². JCC memiliki 13 ruangan pertemuan dengan berbagai ukuran. JCC terhubung dengan Hotel Hilton Jakarta melalui terowongan bawah tanah.

Gedung ini dibangun pada tahun 1940, sebagai perlengkapan menyelesaikan diresmikan pembukaan sejak tahun 1942 yang diadakan di Jakarta

Kalau anda membawa anak-anak juga disarankan membawa makanan kecil (snack) atau minuman dari rumah untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga selama perjalanan maupun berkeliling di Jakarta pada setiap hari kemacetan yang memang bertambah parah. Semoga rute menuju Jakarta Convention Center ini bisa berguna bagi anda di mana saja anda berada dan mungkin hendak ke Jakarta Convention Center (JCC). Salam.

Selasa, 28 Juli 2015

Menajamkan Konten agar Konsen

Ibarat pisau, kita harus menemukan batu asahan yang keras agar menjadi tajam. Saya masih terus berharap betemu dengan aneka batu asahan yang membuat saya makin tajam dalam dunia jurnalistik.
Tantangan umumnya bagi para pewarta online atau jurnalis online adalah tantangan membuat konten yang original, namun memancing khalayak  luas untuk mengunjungi situsnya.

Pernah saya bahas tentang Konten Original Halal. Dengan mengusahakan bahwa konten dalam web kita adalah Konten Original Halal, maka kita telah menghindarkan diri  dengan metode : "Asal Sensasional".

Pembaca konten yang sensasional memang acapkali terus diburu oleh para pembaca dan netizen. Namun konten yang sensasional juga jangan asal sensasi semata sehingga nantinya bisa terjebak dalam hoax atau kepalsuan berita bahkan pornografi. Misal berita tentang presenter berita yang kini semakin minim busananya telah lazim menjadi sensasi berita di web luar negeri.
Dalam kacamata barat, menjadi anchor berita televisi bila perlu benar-benar menjadi 'anchor' atau jangkar bagi mata pemirsa. Cara menjadi jangkar dalam mata pemirsa televisi yang paling mudah adalah tampil seksi, dan minim berpakaian atau semakin minimal pakaian pembawa berita, bahkan berita cuaca, maka mata pemirsa akan semakin lekat dalam tayangan berita, dan makin banyak iklannya. Ini contoh berita sensasional yang bisa terpeleset dalam hitungan pornografi, sebab mengunggah foto pakaian sang anchor dari luar negeri tadi.

Dalam sebuah web, konten atau isi adalah sebuah aspek yang harus konsen (konsentrasi) dalam pembuatannya. Konten yang konsen adalah konten yang orisinal, dan konten yang konsen adalah senantiasa berkembang. Konten yang baik adalah konten yang terus melangkah dan tidak diam. Konten melangkah adalah konten yang berisi informasi sinambung dengan konten awal yang telah lebih dulu ada.

Konten dalam sebuah web seringkali orang mengatakan bahwa Content is The King atau konten adalah raja. Mengapa ? karena konten  dalam web adalah segalanya bagi web itu. Dalam situs web informatif, konten akan mendapatkan traffic bagus  atau kunjungan yang signifikan jika konten tersebut :

1.    Orisinal
2.    Menarik
3.    Berguna (usefull)

Bagi pemilik web, mengembangkan konten adalah sebuah keasyikkan dan tantangan tersendiri. Seperti dalam website PPWI yakni situs  www.pewarta-indonesia.com dimana saya menjadi kolumnisnya. Konten dalam situs milik PPWI ini termasuk jenis konten yang timeless namun melangkah. Artinya, di dalamnya boleh ada artikel yang timeless, tapi beberapa artikel itu ada yang diteruskan pengembangan informasinya oleh para pewartanya secara kontinyu. Misal info tentang kiprah PPWI.

Sebagai konten, informasi tentang PPWI ini timeless, tak lekang oleh waktu, namun terus kontinyu alias melangkah, misal info tata caramenjadi anggota, tata cara membuka perwakilan daerah, info update tentang Training CJ, dan seterusnya.

Ada pula informasi yang berisi perkembangan geliat pembangunan sebuah daerah dimana pewarta secara kontinyu meliputnya. Yang diharapkan dalam menjalankan konten melangkah, adalah sebuah informasi yang senantiasa disambung dengan informasi perkembangan yang terbaru.

Update tidak harus trend.

Misal di sebuah daerah diberitakan pembangunan jembatan, maka informasi awal menjadi sebuah informasi yang timeless, karena menjadi bagian sejarah sebuah daerah, namun bisa di-update. Misalkan 3 bulan kemudian informasi yang dilaporkan selanjutnya adalah jembatan ini sudah diresmikan dan telah dapat dipergunakan. Jadi dua informasi tentang satu jembatan ini menjadi informasi yang timeless, bagian dari sejarah sebuah daerah. Artinya pembaca yang mencari 5W 1H tentang jembatan itu,masih dapat menemukannya di situs berita yang memuatnya.

Begitu pentingnya konten ini, sehingga tidak sedikit situs yang mati suri, hingga tutup tayangnya karena tidak dapat membuat konten, baik konten timeless atau konten melangkah, apalagi konten yang trending topic, konten yang trending topik adalah konten yang selalu rigid seperti konten milik para situs besar.

Dalam dunia website, sayangnya tidak sedikit pula situs yang informasinya adalah selalu menyadur milik situs lain. Dengan harapan, konten minimal sudah terisi. Menyadur dalam dunia web site justru merugikan traffic situs penyadur, karena susunan rank di mesin pencari tidak akan mengungguli situs asli yang memuat informasi itu secara pertama dan orisinal.

Adapula situs yang kontennya tetap. Tetap, memang bisa dibilang timeless tapi bila tidak melangkah meliput perkembangan aspek yang sudah diinformasikan, maka akan kurang berguna juga (less usefull).

Adalagi contoh, -kalau boleh saya cerita-, ada seorang kenalan saya yang membuat tiga situs bisnis sekaligus. Membuat situsnya sih relatif cepat, namun karena dirinya memang bukan sebagai seorang pewarta, melainkan pedagang, dia kesulitan benar mengisi konten dalam situsnya itu jangankan satu situs, ini tiga situs web yang kontennya mau tidak mau harus ada. Dia bertanya bagaimana cara mengisi kontennya, apakah coppas dari media cetak ? Jawab saya wah jangan itu namanya plagiat, lalu bagaimana? tanyanya bingung, saya tanya, kawan bisa nulis atau motret enggak ? jawabnya : tidak bisa dan akan suruh karyawannya bagian marketing yang isi kontennya. Wah ini memprihatinkan batin saya, ambisi punya web ada namun kemampuan mengisi konten tak ada.

Saya bilang padanya, kalau kesulitan mengisi konten namanya bukan timeless tapi bisa-bisa stagnan webnya.

Kawan saya ini karena profesinya bukan pewarta, dan dia adalah seorang pedagang, memang kurang pergaulan dengan pewarta atau mereka yang memang biasa menulis, memotret dan mengisi konten. Saya katakan biarpun terlihat mudah namun sejatinya pekerjaan menulis, memotret dan membuat berita dan artikel di web tak dapat dipandang remeh, karena kreatifitas para pewarta dan produk jurnalistik para pewarta itu adalah nafas website informatif/ news web site.

Tidak senonoh bila mengelola web hanya main comot isi konten web orang lain, tidak etis bahkan illegal.

Ada pepatah banyak kepala memang lebih baik dalam pengisian konten web. Kecuali anda seorang solo jurnalis, dimana solo jurnalis hanya segelintir jumlahnya di dunia ini saja. Solo jurnalis berarti dia sudah memperoleh pemasukan dari webnya, dia sudah dapat megelola konten-konten orisinal dalam webnya. Bahakan di belahan dunia maju, konten itu mampu membuat media besar melirik, karena saking pentingnya isi konten sang solo jurnalis.

Akhir kata, konten memang hanya bisa dibuat oleh orang yang kreatif. Kreatif ini bukanlah bakat, hanya masalah teknis semata.

Sedangkan website yang hanya menyadur konten, atau re-write konten,- saya perhatikan yang paling marak adalah saling re-write konten, atau paling parah adalah coppas dari konten web lain-, maka justru sulit akan berkembang. Web site yang asal comot konten dari web lain, biasanya sangat kekurangan dari segi SDM, dan aneka kekurangan kreatifitas dan keterbatasan taktis yang  lain. Re-write itu berarti tidak memulai menulis sendiri, namun hanya mengubah tulisan milik orang lain, ini bukanlah kreatifitas. Re-Write hanyalah satu step diatas coppas, dan akan tetap kalah pamor dengan konten originalnya yang tentunya diunggah dalam waktu yang lebih terdahulu (leading news).

Konten lebih baik ditulis, diketik sendiri tanpa re-write, tanpa coppas tema konten lain. Jika ingin web site selalu unik, selalulah melangkah, selalulah mengisi konten, tak peduli melangkah kecil atau melangkah besar,  termasuk melangkah yakin di tengah langkah para raksasa media. Yang penting melangkah dengan kaki (konten) sendiri yang orisinal, dan buatan sendiri.

Buatan sendiri dimana-mana memang (harus diyakini diri) selalu lebih menarik dari sekedar coppas dari web lain.Jangan coppas, tapi ketikkan jari kita ke keyboard, fotolah sendiri meski pakai kamera Hand Phone, dan tulislah informasi yang menurut anda menarik. Salam Adventure Jurnalistik.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons