cari kata

Selasa, 07 Februari 2017

Sarana Olahraga “Bars” Ampuh latih otot & Turunkan Berat Badan

Skarang ini sedang menggunakan sarana olahraga Bars. Apa itu bars?
Bars adalah sebuah sarana olahraga yang terdiri dari tiang dan batang-batang besi yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa  digunakan untuk melatih otot. Terutama otot tangan, lengan, perit dan kaki.

Olah raga bars ini dinilai cujup ampuh untuk menurunkan berat badan.
Saat penulis bertemu dengan  Dwi (45)waktu itu Dwi sedang melaksanakan olahraga dengan sarana olahraga (BARS), dan sarana olahraga BARS ini hasil karya sendiri.

Berikut petikan wawancara saya dengan Dwi yang menggemari olahraga Bars ini.


“Berapa lama pak dalam pembuatan sarana olah raga bars ini?”
Dwi menjawab : “Dalam pembuatan sarana olahraga BARS ini kurang lebih satu bulan, dan ini baru dua bulan yang lalu baru bisa digunakan sampai dengan sekarang” tuturnya.

Kemudian saya bertanya, “Kenapa bapak mempunyai ide untuk membuat sarana olahraga (BARS)?”
Jawabnya, “Awalnya saya dulu memiliki badan yang cukup besar,dan saya mencari cara cepat untuk menurunkan berat badan dan Alhamdulillah sekarang badan saya bisa kembali normal,” tambahnya.
Dengan cara apa bapak BARS cepat menurunkan berat badan.

Yaitu dengan cara olahraga secara berkelanjutan dengan menggunakan BARS ini,namun pada saat itu saya masih menyewa di tempat orang lain.

Dan karena bisa dibilang program saya dalam menurunkan berat badan dengan olahraga BARS ini berhasil lama-lama saya merasa makin cinta terhadap olahraga BARS ,olehkarena itu saya mempunyai keinginan untuk membuat sarana bars sendiri seperti ini,sehingga selain saya tetapi rekan-rekan saya bisa memelihara berat badan secara teratur .Dan sampain saat ini olahraga BARSmenjadi sarana olahraga paling pavorit.

Sarana olahraga (BARS)saat ini sudah menyebar kesemua kalangan dan komunitas karena olahraga bars selain dapat menurunkan berat badan dengan cepat tetapi dapat membuat badan kita lebih atletis.
SARANA OLAHRAGA BARS

(Liputan oleh Airawan Asgar)

Pasukan Kuning 'Menyerbu' Pemukiman

Kurang lebih 20 orang anggota Pasukan Kuning terlihat sedang  rajin 'menyerbu' di pemukiman warga di wilayah Kelurahan Baru Kalisari Jakarta Timur, pada hari Selasa (7/2) pukul 06.30 WIB.
Diantara ke-20 orang Pasukan Kuning tersebut ada yang dituakan sebagai pemimpin, yaitu  Sudirman (55).
Menurut Sudirman, Pasukan Kuning ini bergerak atas perintah Pemerintah Daerah yaitu dari Kelurahan Baru Kali Sari, karena akan diadakannya pengecekan kebersihan dari pihak Kelurahan.
Maka dari itu dari pihak Kelurahan Baru Kali Sari mengerahkan Pasukan Kuning untuk mengadakan pembersihan di lingkungan wilayah Kali Sari agar tidak ada teguran masalah kebersihan oleh Ibu Lurah setempat.
Walaupun tidak ada inspeksi dari manapun, namun Pasukan Kuning tiap hari senantiasa rajin berpatroli untuk mengadakan pembersihan di sektor umum yang kelihatan kumuh dan tidak terawat.
 Oleh karenanya, warga di wilayah Kali Sari merasa banyak dibantu oleh Pasukan Kuning yang berada di wilayahnya.
Karena dari warga biasanya kalau mengadakan gotong royong pasti dibantu oleh Pasukan Kuning jadi bisa meringankan pekerjaan dari warga.
Warga setempat bernama  Iwan menyatakan sangat terbantu dengan adanya kegiatan Pasukan Kuning karena dengan demikian maka sungai menjadi bersih, selokan, got tidak lagi tersumbat sampah.
Mengingat  di wilayah Kali Sari sudah sering terjadi air meluap di perumahan warga yang berada di pinggiran sungai.
Apalagi  Pasukan Kuning ini tiap hari mengadakan pembersihan sampah, dari sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat di bantaran sungai.
Karena anak sungai yang berada di wilayah kali sari akan bermuara di Sungai Ciliwung, agar tidak menambah permasalahan sampah yang berada di Sungai Ciliwung.

Oleh karena menurut Sudirman selaku anggota Pasukan Kuning ini, dirinya sangat berharap dan menghimbau pada masyarakat pemukiman di pinggiran sungai agar tidak lagi membuang sampah di sungai.
"Janganlah membuang sampah di sungai karena bisa menyengsarakanatau menyusahkan warga lainnya, dan bisa menyengsarakan warga Ibu Kota secara luas," tutur Sudirman serius.

(Liputan oleh Jono PPWI)

18 Orang Warga mengikuti pelatihan Jurnalistik di Jakarta Timur


 Sebanyak 18 (delapan belas) orang warga Jakarta Timur mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar di dekat kawasan Mall Cijantung Jakarta Timur.

Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari yakni pada hari Selasa (7/2).

Dalam pelatihan ini diajarkan cara bagaimana cara membuat berita, teknik meliput secara cepat dan membuat berita layak tayang secara cepat pula.

Menurut salah seorang peserta yakni Heru (45) menyatakan dirinya ikut pelatihan ini karena ingin mengetahui cara menjadi jurnalis yang baik dan benar.

 “Saya ingin tahu cara menjadi jurnalis yang benar,” tutur Heru.

Kemudian menurut Beni salah seorang peserta juga, dirinya menyatakan bahwa pelatihan ini penting baginya untuk mengetahui perkembangan dunia media massa.

Sedangkan bagi peserta lainnya yakni Iwan ( 35) menyatakan bahwa dirinya juga tak mau ketinggalan ingin belajar menjadi seorang peliput  berita yang handal.

Nara sumber pelatihan, Mung Pujanarko

Dalam sesi latihan ini nara sumber yakni Mung Pujanarko menyatakan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis diperlukan banyak berlatih menulis dan pengetahuan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Saya ingin agar kemampuan kita berbahasa Indonesia menjadi prioritas kita dalam penulisan,” tukas Mung Pujanarko atau yang biasa disapa Imung itu. (*)


Sabtu, 28 Januari 2017

Scopolamine berbahaya dalam Kecubung




Scopolamine berbahaya dalam Kecubung. Kandungan zat psikoaktif bernama scopolamine ini terdapat dalam buah tanaman kecubung.

kecubung
Scopolamine berbahaya dalam Kecubung. Kandungan zat psikoaktif bernama scopolamine ini terdapat dalam buah tanaman Kecubung, sangat berbahaya.



Beberapa hari lalu saya tengah berjalan-jalan di sekitar kawasan bukit dan pegunungan yang indah.
Di kaki perbukitan, dekat pemukiman warga, saya melihat sebuah tanaman Kecubung (Daura Metel). Bunganya yang indah khas, menjuntai seperti terompet.


Tanaman Kecubung di Luar Negeri , bunga ini biasa disebut Devil’s Trumpet, atau Devil’s Breath. Anda bisa mengetikkan kata : Scopolamine, Devil's Breath di Google maka Anda bisa paham betapa secara Internasional, Kecubung memiliki reputasi mengerikan sebagai obat bius (Drugs).

Kecubung, terutama buahnya mengandung zat substantif bernama scopolamine.

Tanaman Kecubung yang masuk genus datura mengandung alkaloid tropana yang bisa mematikan, seperti scopolamine, hyoscyamine, dan  seperti pada tanaman Atropa belladonna. Zat Hyosciamin dan Scopolamin dalam Kecubung merupakan Halusinogenik kuat.

Maka itu pada Januari 2017 Badan Narkotika Nasional mengusulkan agar Kecubung digolongkan dalam psikotropika narkotika berbahaya.

Zat ini rawan digunakan untuk tindak kejahatan, terutama untuk bius / sarana pembiusan.

Karena itu berkali-kali dan dimana saja Polisi selalu mengingatkan pada masyarakat baik itu di terminal, di stasiun dan di tempat-tempat keramaian bahwa jangan menerima makanan dan minuman dari orang yang tidak Anda kenal.

Spanduk berisi peringatan : "Jangan menerima makanan dan Minuman dari orang yang tidak Anda kenal" .

Peringatan itu memang  ditujukan untuk mencegah adanya tindak kejahatan pembiusan yang biasanya menggunakan zat scopolamine yang diekstrak dari buah Kecubung.

Jangan menerima tawaran kebaikan apapun, termasuk mengantar pulang dan lain sebagainya dari orang yang asing.

Kemudian jika bepergian dan nongkrong di dunia malam, maka jangan pula menerima botol minuman yang sudah terbuka, jangan menerima minuman dan makanan dari orang yang tak dikenal yang menyodorkan, karena rawan bius scopolamine ini sangat jahat dan berbahaya.

Di Bogota, dan kota-kota pusat hiburan malam di Amerika latin banyak perempuan malam diumpankan untuk memberikan scopoamine dari kecubung ini agar tamu lelakinya pingsan, serta kehilangan akal pikiran.

Kehilangan akal pikiran ini bisa berhari-hari bahkan berminggu-minggu, bahkan bisa menimbulkan kerusakan permanen pada otak karena efek scopolamine dari kecubung ini.

BNN telah mengusulkan agara kecubung masuk tanaman yang harus diawasi. Karena banyaknya penyalah gunaan zat scopolamine ini dalam Kecubung.

Rawannya tindak kejahatan yang menggunakan kecubung ini selalu terjadi pada target-target korban  yakni biasanya :

- Korbannya adalah orang yang telah ditengarai membawa uang dalam jumlah banyak dalam bepergian.

- Korbannya kebanyakan adalah tenaga kerja yang baru pulang dari luar negeri dan membawa uang dalam    jumlah banyak hasil kerjanya di luar negeri.

- Korbannya adalah karyawan yang telah diintai dan tengah membawa uang banyak.

- Korban ada juga lelaki yang memburu wanita di dunia malam, namun wanita itu telah membawa scopolamine dan dtuangkan sedikit dalam minuman untuk membius lelaki hingga pingsan atau tak berdaya bak kerbau dicocok hidung.

-Korban biasanya tertarik pada wanita atraktif yang baru dikenalnya, kemudian kadang-kadang modusnya adalah sang wanita mengoleskan scopolamine pada bagian tubuh tertentu darinya, sang lelaki disuruh menciumnya, tak lama kemudian hirupan dan kontak dengan zat scopolamine itu membuat lelaki serampangan tadi tak berdaya. Bisa menurut bak Kerbau dicocok hidung menerima perintah untuk memberikan harta-bendanya, bisa langsung pingsan hingga berhari-hari.

-Korban tindak kejahatan pembiusan biasanya telah di target dan diintai terlebih dahulu baik secara khusus, atau di keramaian, baik itu terminal, stasiun, bandara, pasar untuk kemudian ditawarkan makanan / minuman atau tumpangan kendaraan.

Jenis penawarannya biasanya sebagai pemancing adalah hal-hal yang seolah menguntungkan bagi korban. Namun dibalik itu scopolamine telah disiapkan.

Maka tetap waspadalah, tanpa mengundang keresahan orang lain. Berdoa-eling- tenang-kalem-waspada.

(mung p)

Rabu, 25 Januari 2017

Workshop Broadcasting di STIKOM Indonesia Maju





STIKOM IMA (Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi - Indonesia Maju) menggelar workshop Broadcasting dengan tajuk ”Membuat program siaran televisi’di kampus STIKOM Indonesia Maju (IMA) yang terletak di Jl. Harapan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1).

Hadir sebaai pembicara adalah Gunanto Bimo, seorang praktisi broadcasting. 

Dalam ulasannya,  Gunanto Bimo menjelaskan bahwa kini untuk menjadi broadcaster, seseorang bisa menggunakan kamera smartphone, serta untuk mengedit gambar video juga menggunakan aplikasi editing yang bisa diunduh via internet.

“Melalui smartphone, kini Anda sudah bisa menjadi pewarta yang memberitakan peristiwa melalui bahasa gambar, kemudian anda edit sendiri dan anda siarkan sendiri, bisa via youtube atau dikirim sebagai video pewarta warga via stasiun televisi nasional yang membuka saluran jurnalisme warga,” tutur Bimo.

Dalam workshop ini Bimo juga menjelaskan bagaimana proses produksi sebuah tayangan yang bisa memakan waktu persiapan yang panjang dan berjenjang di sebuah stasiun televisi besar.

Namun dirinya juga menjelaskan proses siaran itu bisa simpel atau sederhana, terutama dalam proses siaran berita (news).

Penyederhanaan proses produksi ini mungkin dilakukan dalam era digital dan serba terkoneksi seperti sekarang ini dan masa depan.

“Penting bagi Anda para mahasiswa, untuk bisa cara mengambil gambar yang bagus, pelajari teorinya, pelajari teknik shooting gambar yang baik, untuk dapat layak tayang,” ujar Bimo.

Selama berlangsungnya workshop, para mahasiswa STIKOM Indonesia Maju sangat memperhatikan ulasan Gunanto dalam workshop yang digelar di lantai 5 gedung STIKOM mulai pukul 9.30 WIB hingga pukul 15:00 WIB ini.
Mung Pujanarko (batik), Drs. Mustofa, M.Si, Bu Veronica,MA, Bu Hani M,I.Kom, Vinda (MC)


Dalam workhsop ini hadir pula Ketua III STIKOM IMA yakni Drs Mustofa, M.Si, Ketua Program Studi, Bu Hani, M.Si dan ketua D3, Ibu Veronica, M.A serta dosen STIKOM Indonesia Maju pengampu mata kuliah Manajemen Event yakni Mung Pujanarko M.I.Kom.

Ketua panitia workshop yakni Ahmad Minannur Rohman, menyatakan kesuksesan acara ini terselenggara berkat adanya kerjasama seluruh mahasiswa kelas Manajemen Event yang telah berhasil menggelar workshop ini.

“Alhamdulillah, workshop telah berjalan lancar, semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa digunakan oleh kami semua nantinya di dunia karir dan pekerjaan," tutur ketua panitia di akhir acara. (*)



Minggu, 15 Januari 2017

Lontong Kupang dan Sate Kerang



Pada awal Januari 2017 ini saya mengunjungi kota kelahiran saya, Surabaya.
Di Kota Surabaya dan sekitarnya, saya selalu mengunjungi tempat kuliner khas Surabaya, terutama tempat-tempat kuliner yang menjual sajian menu Lontong Kupang dan Sate Kerang.

Tempat pertama yang saya selalu coba rasakan sensasi makan Kupang adalah di Pantai Kenjeran Surabaya. 

Di pantai ini kita bisa menikmati sajian kuliner Lontong Kupang dan Sate Kerang sembari menikmati pemandangan pantai dan laut di Pantai Kenjeran sebagai pantai ikonik Surabaya ini.

Di pantai ini sangat menyenangkan untuk anak-anak karena terdapat banyak permainan untuk anak-anak, juga banyak  penjual yang menjual aneka cendera mata khas pantai Kenjeran, Surabaya.

Kita juga bisa menyewa perahu motor untuk pergi ke gosong pasir di lepas pantai  Kenjeran.

Rasa Kupang di pantai Kenjeran ini amat khas dengan ditemani Sate Kerang plus minumannya adalah Es Degan.

Bagi para penggemar kuliner Lontong Kupang dan Sate Kerang, terutama para penggemar yang sudah fanatik dengan menu kuliner yang satu ini akan selalu ingin merasakan nikmatnya makan Kupang.

Kupang yaitu sejenis remis atau  moluska kecil yang biasa hidup di lepas pantai. Biasanya menempel di bebatuan. 

Kupang ini telah ditangkarkan oleh nelayan dengan cara memasang bilah bambu di lepas pantai agar Kupang mau menempel di perairan pinggir pantai.

Kupang ini tidak hidup di pantai Kenjeran, melainkan berasal dari pinggiran pantai di kawasan lain semisal di Sidoarjo.

Puas menikmati Lontong Kupang di Sidoarjo, saya pun belalih menuju ke Sidoajo, untuk apa ?

Ya untuk apa lagi kalau bukan untuk makan Kupang.

 Kupang di Sidoarjo ini juga amat khas rasanya, sehingga penikmat Lontong Kupang dan Sate Kerang seperti saya ini selalau ingin merasakan sensasi nikmatnya sepiring mungkin dua piring sajian menu Lontong Kupang dan Sate Kerang yang rasanya amat khas di lidah ini.

Bagi orang-orang yang telanjur menyukai sajian menu Lontong Kupang dan Sate Kerang, mkaka kami selalu teringat akan rasa sajian menu Lontong Kupang dan Sate Kerang ini.

Hampir sama dengan di pantai Kenjeran, para penjual menu Lontong Kupang dan saet Kerang di Sidoarjo ini juga melengkapi  menu Lontong Kupang dengan menu Lontong Kupang lengkap. Menu Lontong Kupang lengkap yakni : Lontong + Kupang + lentho + Sate Kerang dan minumnya adalah segelas mungkin dua gelas Es Degan.

Es Degan berfungsi pula untuk menetralkan efek Kupang yang mungkin bagi sebagian orang ‘ tidak tawar’ atau tidak terbiasa, atau biasa disebut mabuk Kupang.

 Namun kalau sudah terbiasa makan Lontong Kupang dan Sate Kerang seperti saya maka Alhamdulillah, saya merasakan hanya kenikmatan saja baik di mulut, maupun setelah kenyang menyantap seporsi hingga mungkin dua porsi Lontong Kupang plus lentho dan Sate Kerangnya.

Begitulah kenang-kenangan yang sudah menjadi tradisi ketika berkunjung pulang ke kampung halaman di Surabaya, Jawa Timur.
(*)








Kamis, 22 Desember 2016

Misteri Ikan

Kadang-kadang saya bersyukur saya cuma punya blog untuk mengupload segala sesuatu yang saya alami.

Saya juga bersyukur bahwa blog saya ini tidak banyak pembacanya, hanya satu-dua hit dalam sebulan, jadi saya tak ada beban untuk mengunggah foto ataupun kisah yang saya alami, karena nyaris tak ada impact sama sekali.

Saya juga tak pusing kalau orang tidak percaya bahkan mencemooh melihat isi blog saya ini.

Mengapa ?

Pertama, karena saya memperlakukan blog saya ini sebagai diary saya. Apa yang telah saya alami, saya pikirkan, saya foto, atau tuliskan, maka akan langsung saya unggah.

Untuk apa ?

Untuk saya baca sendiri setelah lama waktu berselang, sama seperti kalau kita punya diary.

Saya tidak pusing jika ada pengunjung yang hanya mampir kemudian misuh-misuh dan mengomel, nggrundhel sendiri, karena isi blog saya di luar harapannya, isinya bukan konten atau hal yang dicarinya ketika dia search di mesin pencari.

Mengapa ?

Karena kan pembaca blog ini hanyalah orang yang tersasar/ kesasar, saja dan bukan sengaja direct ingin lihat blog yang sepele ini.
Saya juga tak pakai SEO yang dengan saya sengaja pasang kata kunci segala, tidak ada kata kunci yang saya siapkan di blog ini, pula untuk pengalaman saya di espisode kali ini, lihat saja judul dan kontennya, 'kan bukan standar SEO.





Foto yang saya jepret ini (ada dua foto) dua-duanya adalah foto seekor ikan besar,

Namun ketika saya melihat hasilnya saya tersadar agaknya ada yang sedikit aneh.

Yah kalau fotografi biasa disebut sun flare, sun glare/glare,  atau bias cahaya.

Namun memang pada saat saya mengambil foto-foto ikan besar ini, saat itu cuaca cerah dan saya tak melihat ada pantulan cahaya di atas air.

Semuanya biasa saja, saya mengambil gambarnya juga cuma iseng untuk memotret ikan besar ini.



Hanya sedikit tidak biasa tampak pada atas kepala ikan-ikan ini ada sosok cahaya yang khusus muncul hanya di kepala ikan besar ini.

Kedua foto semuanya ada sosok cahaya menyilaukan yang ada pada kepala ikan besar ini.

Sekali lagi untungnya pembaca blog saya ini tak banyak orang, dan untungnya pula tersedia penjelasan alamiahnya atau ilmiahnya yakni adanya glare, atau sun flare atau pantulan cahaya matahari di siang yang terik saat saya mengambil gambar ikan besar ini.

Kalau penjelasan non fisiknya, saya kira semuanya hanya berpulang pada diri masing-masing saja, bagi yang melihatnya.






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons