cari kata

Rabu, 12 November 2014

Kepanitiaan PPWI dalam Lomba Foto Pilpres 2014





Hari Jumat (09/1)1 saya bergegas berangkat dari rumah di Bogor menuju Mall Kota Kasablanka-Jakarta, untuk menghadiri pameran lomba foto Pilpres 2014 yang diadakan oleh PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) bekerja sama dengan Divisi Humas POLanRI.
 Di Lantai dasar (ground) mall Kota Kasablanka, Jakarta inilah hasil-hasil karya lomba foto Pilpres 2014 dipajang.

Sebagai bagian dari kepanitiaan lomba, saya sangat antusias dengan adanya ajang pengasahan bakat di bidang fotografi. Apalagi lomba foto ini dibuka luas untuk kalangan umum.

Kebetulan, saya sendiri adalah dosen mata kuliah fotografi di Universitas Jayabaya Jakarta, karena itu saya sangat mendukung ketika organisasi yang saya ikuti yakni PPWI bekerja sama dengan POLRI mengadakan lomba fotografi yang bersejarah ini.

Dunia fotografi bagi saya merupakan hal yang penting karena menyangkut keilmuan, dan dokumentasi dari peristiwa sejarah.

Banyak dari kita yang sering mendokumentasikan acara-acara atau tempat yang kita kunjungi, dan itu menjadi bagian sejarah dari diri kita, namun sangat sedikit yang menerapkan Jurnalisme Foto.

Saya sendiri juga mengajar mata kuliah jurnalistik foto, yakni sebuah cabang  ilmu untuk menggabungkan moda komunikasi visual dan moda komunikasi verbal sekaligus di dalam sebuah media.

Media massa era sekarang ini, merupakan media massa yang viral. Tak peduli apapun jenis medianya, apakah media sosial, atau media online, sifat viral ini membuat fotografi jurnalistik menjadi sebuah hal yang menarik.

Dalam keahlian jurnalistik foto seorang pewarta tidak akan hanya menampilkan karya fotografinya  saja, namun juga disertai teks atau caption photo. Secara praktis caption photo juga haruslah memuat sedikitnya keterangan tentang siapa (who) atau apa (what) kemudian dimana (where), kapan (when) dalam sebaris kalimat (line).

Jika sudah termuat 4 W tadi sebagai caption photo,  maka teks berita atau narasinya, adalah pendalaman dari keterangan why dan how peristiwa itu terjadi.

 Intinya, fotografi jurnalistik amat menyenangkan untuk digeluti, dan bukan hanya milik para wartawan media massa saja, namun pada prinsipnya ilmu fotogragi jurnalistik ini bisa diterapkan oleh siapa saja, di media sosial apa saja.

Bagi pembaca yang tertarik untuk mengetahui siapa saja pemenang lomba foto Pilpres 2014,  keterangan lebih lengkap tentang lomba foto Pilpres 2014, dapat di baca di link  :

http://www.pewarta-indonesia.com/special-event/warta-ppwi/14673-pengumuman-inilah-pemenang-lomba-foto-pilpres-2014.html

(*)

Senin, 03 November 2014

Wisata Kuliner di Rice Bowl

Febryanti Erna Mian Hanna, Kavic Aditya, Joko Heriyadi melakukan wisata kuliner di Restoran Rice Bowl (1/11).

Suasana resto Rice Bowl

Aneka Menu di Rice Bowl



Kami dari Mahasiswa IBM Asmi yang terdiri dari 3 anggota Febryanti Erna Mian Hanna, Kavic Aditya, Joko Heriyadi melakukan wisata kuliner di akhir pekan. Kami berjalan-jalan di Mall Atrium Jakarta Pusat dan di Restoran Rice Bowl menjadi pilihan kami untuk mencari informasi  kuliner pada Sabtu, 1 November 2014


 Restoran Rice Bowl ini sering disebut dengan restoran keluarga. Restoran ini menyajikan berbagai hidangan termasuk Chinese dengan rasa istimewa. Restoran Rice Bowl juga memiliki menu andalannya adalah bebek panggang dan ayam rebus Singapore hainanyang banyak disukai pengunjung. Restoran ini semakin menarik dengan menu pilihan seperti : Noodle, Sharing, Spicy Chicken BBQ Fried Rice, Yang Chau Fried Rice, Kung Pao Chicken Fried Rice, Singapore Hainanese Chicken,  Hongkong Hainanese Rice Bowl, Aneka Sayuran, Aneka Mie, Drinks, Dessert, dll. Untuk menu rice bowl tersedia pilihan nasi dengan orange chicken yaitu ayam yang disiram dengan suas orange berupa nanas dan sayur-sayuran atau nasi dengan daging sapi lada hitam yang menjadi salah satu favorit restoran yang berada di dalam Mall Atrium Jakarta Pusat.


Nah untuk hidangan mie, ini yang spesial. Hidangan Mie di Rice Bowl memuaskan selera kami dengan sajian mienya yang beragam. Di Restoran ini tersedia mie daging iga sapi, ayam saus kungpao yakni ayam tanpa tulang yang diberi tepung dan disajikan dengan saus dan cabai kering, bawang bombai, serta kacang goreng sebagai campurannya. Mie yang disajikan di Restoran Rice Bowl ada yang merupakan buatan sendiri. Ada dua pilihan, yaitu mi home made dan mie hongkong yang ukurannya lebih kecil dan halus. Bumbu mi yang ditawarkan restoran ini cukup gurih. Kuahnya walau bening, namun gurih. Kuah ini terbuat dari tulang-tulang ayam dan udang yang dimasukkan ke dalam kain. Jadi, inilah mengapa kuah tetap bening namun meninggalkan rasa gurih. Tak komplet jika makan tanpa sayuran brokoli jamur hitam atau kailan daging sapi. Harga di Restoran Rice Bowl (Family Restaurant) sangat terjangkau untuk kantong mahasiswa, Harga di restoran terdiri dari Rp.29.000,- sedangkan Rp.194.000,- saja untuk paket keluarga. Selain itu bisa Delivery tanpa ada minimum order. Restoran Rice Bowl buka setiap hari dari Pukul 09.00 – 22.00 WIB
   
    Di Restoran ini kami sangat menikmati dan merasa puas atas menu hidangan. Kami juga menyukai pelayanan di restoran ini yang terlihat nyaman dan kami juga bisa melihat langsung cara penyajiaannya tapi sayang kita tidak di izinkan untuk melakukan sesi foto. Karena wisata kuliner yang kita lakukan adalah bagian dari tugas dosen jadi kami lakukan secara suka cita. Sangat terlihat suasana yang sangat nyaman dan di restoran ini merupakan restoran yang sering di kunjungi terkhususnya oleh pengunjung keluarga.” ujar salah satu pelayan. (*)

    


 


Dapoer Oven




"Dapoer Oven"  adalah salah satu cafe yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi para pecinta kue dan pasta, karena di cafe ini menjual berbagai macam kue dan pasta dengan beragam rasa yang khas membuat lidah anda menjadi ketagihan. Cafe Dapoer Oven sangat pas untuk ajang  berkumpul bersama kerabat, keluarga, atau pacar. Cafe yang berada di Jl. Walang Baru Raya No.20B Jakarta Utara ini cocok untuk orang-orang yang hobby dengan kuliner dan hampir setiap harinya cafe ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung yang ingin menikmati menu-menu secara langsung.

Khususnya bagi Rivana Alfaudi (18) seorang mahasiswi baru IBM ASMI jurusan Manajemen Transportasi Laut, bersama teman-temannya ia mengunjungi Dapoer Oven ini pada  hari Jumat (31/10) sore hari sepulang dari kampusnya. Alfa begitu nama panggilan yang sering disapa oleh teman-temannya ini merasa sangat senang memilih cafe Dapoer Oven menjadi salah satu tempat tongkrongan favorit bersama teman-temannya.

"Cafe di sini selain tempatnya nyaman dan enak untuk menjadi tempat nongkrong bareng temen, menu-menunya pun banyak dan tentunya sangat pas di kantong pada saat akhir bulan seperti ini, terus ada wifi gratisnya juga yang bikin kita betah disini, ” ungkap Alfa. Menikmati kuliner sambil berkumpul dengan teman-teman menjadi kegiatan rutinnya, “ Gue ke sini biasanya sama temen kampus gue, kalau lagi main aja ke rumah temen gue si Yeri soalnya rumah dia deket sih dari sini, gue juga tau tempat ini dari dia,”  ujar Alfa saat ditemui di cafe Dapoer Oven bersama teman-temannya.



Menu yang ada di Dapoer Oven selain menjual kue dan pasta, cafe ini juga menjual menu-menu yang unik dan menarik. Seperti chicken soup, lasagna, pizza, roti bakar dan berbagai minuman yang menyegarkan lidah.


Ivan Sukma Wijaya (18) atau akrab disapa Ivan, kerabat dekat Alfa ini mengatakan bahwa menu chicken soup dan milk shake chococino dipilih sebagai menu favoritnya karena rasanya sangat enak dan menggeliat di lidah.pagea.jpg“ Gue sih biasa pesen chicken soup dan milk shake chococino, abis rasa kuah kaldunya itu loh pas banget buat lidah gue dan enak disantap saat masih panas ditambah minumannya milk shake chococino, wedeeeeeeh ajib,” tutur Ivan saat sedang menikmati hidangan tersebut.



Alfa bersama teman-temannya yaitu Ivan (18), Enen (18), Onye (18), Nanda (18), Kokoh (19) dan Yeri (18) sedang asik menikmati santapannya masing-masing sambil bercanda ria. Mereka mengakui bahwa cafe Dapoer Oven ini sebagai tempat wisata kuliner yang asik dan menyenangkan.

Bagi anda pecinta kuliner khususnya penyuka kue dan pasta, jangan sungkan untuk datang ke Dapoer Oven ini, karena terdapat berbagai macam menu dengan harga yang sangat terjangkau dan tersedia wifi gratis untuk menemani makan anda. (*)



Liputan Kuliner oleh Mahasiswa FE IBM-ASMI
Ivan Sukma Wijaya
Rivana Alfaudi

CAFE LA DHANA


Menu Nasi GorengLa Dhana, foto by : Faradilla



"Cafe La Dhana" mempunyai arti tersendiri, kata "La" diambil dari kata "Lampiri", karena cafe ini bertempat di daerah Lampiri, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Dan kata "Dhana" diambil dari nama anak pemilik  cafe ini.

Untuk lokasinya sendiri, tempat ini sangat terjangkau, karena cafe ini terletak di depan jalan arteri dan sangat strategis. Awal mulanya, cafe ini terletak di kawasan Medical, Pondok Kelapa, Jakarta Timur dan diberi nama Coffee Lampiri, karena cafe ini lebih identik dengan minuman kopi, jelas Lia (40) Wakil owner Cafe La Dhana.

"Cafe ini juga memiliki cabang di daerah Bekasi tepatnya di Mall Mega Bekasi," lanjut  Lia saat di temui di lokasi cafe, Jumat (31/10). Sedangkan untuk menu favorit di sini bermacam-macam, untuk menu beef  lebih favorit dengan menu beef chop steak.

"Kita menggunakan daging lokal, dan pembuatannya hanya sekitar 10 menit, rasanya berbeda dari cafe lain karena kita menggunakan bahan-bahan tradisional," ujar Chef Angga seorang Chef di Cafe ini. "Sementara untuk nasi gorengnya sendiri di sini lebih khas dengan Nasi Goreng La Dhana, yang mempunyai khas tersendiri yaitu dengan ditambahnya sate ayam bumbu kacang, telur mata sapi dan kerupuk udang untuk pelengkap hidangan nasi goreng itu," imbuhnya.

Minuman Ice Mocca Mint, Foto by Okti

Menu Beef Chop Steak, foto by : Verdilla
Di Cafe ini terdapat pula menu spesial yang biasa disebut dengan Chicken Teriyaki, Sop Buntut, Tuna Risol, BBQ Chicken Finger dan Cheese Pizza. Itulah beberapa menu yang tersedia di Cafe yang bertempat di Jl. Raya Pondok Kelapa Blok E.9 No.3B Pondok Kelapa – Jakarta Timur.


Sedangkan, untuk menu minuman di Cafe ini lebih favorit dengan ragam coffee antara lain Coffee Latte Special, Coffee Burn, Coffee Latte Plain dan Mexicano Latte. Selain itu, di Cafe ini juga tersedia Iced La Dhana Chocolate, Iced Chocolate Mint, Iced Mocha Mint dan Iced Peach Tea. Minuman inilah yang lebih khas dari Cafe La Dhana.

Sedangkan menurut salah seorang pengunjung dan juga mahasiswa  bernama Sendy Rama (22), dia mengatakan bahwa dirinya sering berkumpul bersama teman-temannya bahkan sampai tidak ingat waktu jika sedang berkunjung ke Cafe ini. Selain, harganya yang terjangkau, setiap tiga bulan sekali Cafe ini memberikan promo kepada pengunjung khususnya pelajar dan mahasiswa. Dan untuk saat ini sampai akhir tahun sedang ada potongan harga sebesar 5% hanya dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa, jelas Sendy saat ditemui di Cafe La Dhana.
  
 Pengunjung lainnya, seorang karyawan bernama Adnan (30) dengan pasangannya Dinda (26) berkomentar bahwa mereka biasa dinner di Cafe ini dan lebih sering memesan coffee art dengan bentuk hati diatas kopinya. Sedangkan untuk makanannya pasangan ini lebih suka dengan Sop Buntut dan Cheeseroll Pancake sebagai hidangan penutup mereka.

  Kami sendiri yakni Verdilla Alila (18), Faradilla Sukmawanti(18) dan Okti Andani (18), datang ke Cafe ini untuk membuat tugas liputan kuliner, yang akan dipresentasikan saat mata kuliah Bahasa.

 Menurut kami Cafe ini lokasinya terjangkau, tempatnya pun menarik sangat cocok sekali buat kami yang suka hangout bersama teman-teman dan disini juga dilengkapi dengan Wi-Fi, karaoke dan beberapa alat musik lainnya yang bisa digunakan. Kalau untuk menu kami lebih suka dengan menu beefnya. (*)


Liputan Kuliner Oleh Mahasiswi FE IBM-ASMI, Jakarta :
OKTI ANDANI (3140053)
VERDILLA ALILA (3140161)
FARADILLA SUKMAWANTI (3140162)






Jumat, 31 Oktober 2014

Memperingati Hari Blogger Nasional

Pada tanggal 27 Oktober secara spesial diperingati sebagai hari Blogger Nasional. Bermula saat pesta blogger tahun 2007,  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) waktu itu Mohammad Nuh spontan mendeklarasikan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Momentumnya dibuat seiring Pesta Blogger 2007 lalu. Ide ini dicetuskannya saat memberikan sambutan dalam Pesta Blogger 2007 (PB2007), sebuah acara gathering blogger nasional yang diadakan di Blitz Megaplex, Jakarta, Sabtu (27/10/2007) lalu.

Kini pada 27 Oktober 2014 ini saya juga turut memperingatinya dengan memberikan ulasan tentang pentingnya membuat catatan jurnal di blog.

Web Log atau media blog ini merupakan jenis media dotcom juga, yang menginduk pada penyedia layanan blog yang bersifat gratis.

Masyarakat Indonesia kebanyakan lebih suka sebagai pengguna micro-blogging berupa twitter atau face book sebagai media sosial sehari-harinya. Masih amat jarang yang suka menulis di Blog, alasannya adalah menulis di Blog memerlukan konsep, serta durasi kalimat yang lebih panjang, dari pada hanya mengetik karakter-demi karakter di jejaring microblogging seperti facebook atau twitter yang hanya ratusan buah karakter (huruf) saja sudah jadi.

Pentingnya membuat catatan jurnal di media blog membutuhkan ketrampilan tersendiri, paling tidak menyusun konsep, membuat story/ cerita atau catatan jurnal kronologis yang kesemuanya itu lebih kompleks daripada hanya sekedar membuat status, komentar status balik, atau cuitan atau men -cuit balik di area micro-blogging.

Saya sendiri tidak aktif di micro-blogging seperti facebook dan saya pasif pula di arena micro-blogging twitter, namun di media Blog ini saya senang untuk membuat catatan-catatan jurnal.

Dengan membiasakan diri saya sendiri untuk  membuat catatan jurnal, maka saya rasa amat berharga untuk diri saya sendiri, karena dengan membiasakan menulis catatan jurnal secara langsung di Blog membuat saya tidak malas untuk mendokumentasikan penggalan catatan sejarah diri sendiri.

Pada hakekatnya, kita semua adalah pelaku sejarah. Pelaku sejarah bukan hanya artis atau pejabat saja, namun setiap orang pada dasarnya adalah pelaku sejarah. Dan sejarah ini terkoneksi antara orang satu dan orang lainnya. Tinggal bagaimana orang tersebut mampu membuat catatan sejarahnya sendiri berdasarkan apa yang dia alami, atau dia review sebagai catatan pinggir. 

Untuk diri saya pribadi, jika tidak saya biasakan menulis catatan jurnal peristiwa yang saya alami di blog, maka penggalan catatan sejarah ini hanya akan lewat begitu saja, tanpa ada catatan 5W dan 1 H-nya, padahal event-event di mana saya terlibat, (untuk saya)  penting untuk kronologi catatan pribadi saya.

Untuk itu sejak tahun 2011 lalu saya selalu membiasakan diri membuat foto, dan tulisan untuk saya unggah di blog saya ini. Meskipun kadang-karena malas dan terlewat oleh kesibukan-, maka ada saja event-event yang terlewat, tidak sempat saya catat dalam jurnal blog saya ini.

Misalnya saja ada yang dalam sebulan saya cuma menulis satu posting saja di Blog. Padahal sebenarnya di bulan itu ada  beberapa  event menarik yang saya ikuti, fotonya juga sudah saya dokumentasikan, namun karena terlambat dan menunda menulisnya, maka moment itu hanya terlewat begitu saja. Kinipun saya sudah lupa pula bagaimana 5W dan 1H peristiwa event yang terlewat itu, diunggah lagi juga sia-sia, karena postingan blog perbulannya sudah tidak pas dengan bulan terjadi peristiwa itu, mengingat blogspot mengklasifikasi postingan berdasarkan bulan. 

Jadi membuat jurnal saya di Blog ini secara 5W dan 1H buat saya cukup penting, karena jika event yang saya terlibat di dalamnya itu terlewat dan tidak saya catat, maka ingatan saya akan moment tersebut kerap terlupa. Juga akan tertinggal oleh timeline blog yang terindeks setiap bulan.

Maka pada Hari Blogger Nasional pada tanggal 27 Oktober ini saya jadikan pengingat agar diri ini selalu tidak malas untuk membuat catatan jurnal, makin rajin mendokumentasikan setiap event yang saya ikuti.

Untuk apa dan untuk siapa ?

Jawabnya : untuk membuat catatan sejarah diri pribadi, dan untuk info pada anak cucu atau para pembaca kelak, karena saya mati kelak tidak meninggalkan gading atau kulit.  (*)

Senin, 27 Oktober 2014

Menikmati Kelezatan ‘Iga Penyet’ di Warung Leko


Suasana Warung Leko, foto by : Melani




Bagi para pencinta  menu masakan iga sapi mungkin sudah tidak asing lagi dengan Rumah Makan “Warung Leko” atau biasanya disebut "WALEK". Warung Leko cabang Bekasi  berlokasi di Plaza Pondok Gede, komplek Ruko Blok H no. 7A di lantai 2, tepatnya di atas Pizza Hut bersebelahan dengan Bank BCA.

Resto yang luasnya sekitar 200 meter persegi ini merupakan tempat yang sangat asyik dan nyaman buat nongkrong atau kumpul berlama-lama guna menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman.

“Saya sering sekali makan di sini untuk sekedar kumpul, dan acara keluarga atau teman. Karena interior dan konsep tata letak ruang yang sangat bagus serta elegan,  membuat saya nyaman untuk berlama-lama dan menjadikan saya pelanggan setia di Rumah Makan Warung Leko ini,” komentar dari Fani Trisnawan (20) salah satu pelanggan dari Rumah Makan Warung Leko ketika ditemui di lokasi, Sabtu (25/10).

Pemilik Rumah Makan Warung Leko, Joko Utomo (50) mengatakan, bahwa Warung Leko ini telah dibuka sejak tanggal 23 Agustus 2010 lalu. Dan resto adalah salah satu dari beberapa cabang yang sudah tersebar di Indonesia.

"Di rumah makan kami telah tersedia berbagai macam makanan dan minuman ice cream, dan jangan khawatir harganya terjangkau dan lokasinya pun strategis," kata Joko.  Menu makanan di Rumah Makan Warung Leko memiliki kurang lebih 70 jenis  makanan dan memiliki kurang lebih 50 jenis minuman.

Menu Iga Penyet, foto by : Melani

"Dari semua pelanggan yang datang ke rumah makan ini, paling banyak pelanggan memesan menu iga penyet dan es jeruk nipis-degan,”, kali ini ujar Santi (18), salah satu pelayan di Rumah Makan Warung Leko.

Ternyata yang membuat banyak pelanggan  memesan Iga Penyet ini adalah dagingnya yang begitu empuk, bumbu yang begitu meresap, lezat dan sangat khas sekali, membuat kita yang memakan akan ketagihan untuk memakannya.

 Dan juga sambal yang begitu pedas tapi tidak membuat kita sakit perut. Menurut salah satu dari Chef Rumah Makan Warung Leko, Tommy (30) mengatakan “Iga yang kami sajikan ini, kami masak secara matang supaya dagingnya empuk dan juga bumbu-bumbu meresap pada daging tersebut.” paparnya.

Jadi, ternyata rahasia dari Iga Penyet tesebut adalah seni pengolahan saat memasak iga tersebut dan bumbu-bumbu yang digunakan menambah kelezatan dari Iga Penyet.

Penulis telah membuktikan sendiri, semua komentar dari pelayan, pelanggan yang lain ataupun Chef memang sudah terbukti kebenarannya. Karena penulis sendiri pun juga sering bahkan ketagihan untuk ke Rumah Makan Warung Leko untuk menyicipi bagaimana kelezatan dari Iga penyet tersebut. (*)

Liputan Kuliner Oleh : Melani Aprilasuci

Honey Juice, Jus yang fresh !




 
Sop Buah merupakan kuliner segar yang cukup kondang saat ini di berbagai daerah di Indonesia terutama outlet yang bernama  Honey Juice. Istimewanya  buah-buahan serta batu es yang steril dan bersertifikat dengan berbagai macam rasa dan semua jenis buah yang ada didalam satu mangkok sop buah juga dengan kuah dari jus buah sendiri.

Honey juice ini memiliki 12 outlet yang tersebar di daerah Jakarta dan memiliki pelayanan yang sangat memuaskan, yang berdiri sejak tahun 2007 dengan membuka 1 outlet terlebih dahulu dengan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik buat pembeli dengan berbagai macam jenis buah-buah yang segar dan yang bersetifikat halal.

Seperti yang sudah diceritakan diatas outlet Honey Juice mempunyai juice unggulan yang disebut dengan sop buah yang terdiri dari berbagai macam buah ditambah dengan kuah buah dari  juice itu sendiri dan satu lagi keunggulannya es batu yg bersetifikat halal, juga baik untuk tubuh . Dengan produk sop buah ini ingin membuktikan tidak hanya dengan juice saja tetapi kita bisa menemukan varian baru dan menjadi primadona.

Sop buah ini memiliki rasa yang segar dan bisa membuat orang ketagihan akan dengan rasa kuah dari sop nya terbuat dari jus buah itu sendiri dan perpaduan macam-macam buah Aneka potongan buah seperti strawberry, mangga, melon, semangka, lengkeng, sawo, kelapa muda, buah naga, sirsak, jambu batu dan masih banyak lagi, berpadu cantik dengan es yang sudah ditambahkan sirup gula,  susu kental manis.

 Kalau anda suka durian, bisa juga minta sop buah durian yang akan ditambahkan butiran buah durian ke dalamnya menambahkan selera tersendiri dan rasa es batunya yang terbuat dari bahan steril dan higenis serta bersetifikat . namun masih ada macam-macam sop buah diantaranya : ada rasa Mangga, Jeruk, Jambu, Strawberry, Apel, Pear, Tomat, Markisa, Melon, Terong Belanda, Nangka, Buah Naga, Sirsak, Alpukat, Durian, Bluberry, Kiwi, Sunkist, Belimbing, Pisang dan juga bisa ditambahkan dengan keju sebagai menu pelengkap.

penampilan sop buah Honey Juice , Foto by : Putri

 
Honey Juice mengkombinasikan cita rasa yang klasik dengan modern sehingga menjadi suatu sop buah yang dapat menggiurkan kepada siapa pun yang memakannya dan dengan harga yang cukup terjangkau , tak heran jika banyak yang dateng ke outlet  ini dari yang bapak-bapak, ibu-ibu, anak remaja, sampai anak kecil yang ketagihan akan rasanya sop buah ini dan mereka tidak hanya menjual yang berhubungan dengan juice saja tetapi mereka menambahkan menu pelengkap seperti : roti bakar, kentang goreng, dan spaghetti sehinnga membuat orang tidak begitu bosan dengan menu meraka  yang berbuhungan dengan buah saja. Biasanya outlet  ini mulai melayani para pembelinya dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam setiap hari.

 Meskipun sudah memiliki 12 outlet, namun saat akhir pekan atau musim liburan outlet honey juice ini selalu ramai jadi harus sedikit lebih sabar mengantri pada moment-moment tersebut.

Honey juice ini memiliki 12 outlet yang tersebar di daerah seleruh Jakarta. 7 outlet di Jakarta Utara , 2 outlet Jakarta Pusat , 2 outlet Jakarta Timur dan 1 outlet di Jakarta Selatan . Berikut alamat outletnya : Jl. Titipan Ilahi Muncang no.17 , Jl. Walang Raya no.12 , Jl. Warakas Timur no.19 ,   Jl. Kebantenan Raya No.32 , Jl. Tanjung Priok no.1 , Jl. Cilincing Raya no.19 dan Jl. Swasembada Raya no.3 . Semua outlet ini berada didalam gang sehingga jauh dari kemacetan kota Jakarta dan tak heran outlet ini memilki banyak pengunjung yang mampir untuk melepas kecapekan dan rasa lelah karena bekerja seharin dengan minuman juice yang berkualitas ini. (*)

Diliput oleh  Putri Cahyati,


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons