This is featured post 2 title
Sangat berkesan pelatihan bagi anggota PPWI di Markas Grup 3 Kopassus Cijantung
This is featured post 3 title
Pelatihan bagi angota PPWI ini dilakukan di Markas Grup 3 Kopassus guna membentuk karakter, disiplin, dan integritas kepribadan
This is featured post 4 title
Peserta diklat bela negara PPWI selalu kompak dalam setiap kesempatan, baik di barak, di lapangan dan arena pelatihan lainnya di dalam markas Grup 3 Sandi Yudha Kopassus
Senin, 17 Agustus 2026
Minggu, 16 Agustus 2026
Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya Berpartisipasi dalam Bakti Indonesia di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang
![]() |
| Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya Berpartisipasi dalam Bakti Indonesia di Kelenteng Sam Poo Kong Semarang |
SEMARANG, IMC — Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya turut berpartisipasi dalam kegiatan Bakti Indonesia, sebuah gerakan sosial bertajuk “Gerakan Derma Sosial Dalam Keberagaman Indonesia”, yang diselenggarakan pada 6–8 Agustus 2026 di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang.
Mengusung misi merawat toleransi dan keberagaman, acara ini menargetkan sekitar 5.000 warga setempat untuk mendapatkan berbagai layanan sosial dan kesehatan secara gratis.
Dalam kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya berkontribusi memberikan layanan konsultasi psikologi kepada masyarakat Semarang. Kehadiran tim psikologi Universitas Jayabaya menjadi bagian dari upaya memberikan akses layanan dan edukasi psikologis secara langsung kepada masyarakat.
Kegiatan Bakti Indonesia juga menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan sosial secara gratis, antara lain pemeriksaan gigi, medical check-up, donor darah, konsultasi dokter umum, pemeriksaan mata dan THT, pemeriksaan jantung, konseling psikologi, pemeriksaan kesehatan, skrining kanker serviks, serta skrining TB melalui X-ray.
Selain layanan kesehatan, acara tersebut juga diisi dengan talk show dan health talk yang membahas berbagai tema, termasuk nasionalisme, psikologi, serta kesehatan masyarakat. Sejumlah lembaga kesehatan, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan mitra sosial turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Partisipasi Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya dalam Bakti Indonesia menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan keilmuan psikologi untuk membantu masyarakat memperoleh pemahaman dan dukungan terkait aspek psikologis dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Psikologi Universitas Jayabaya tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun kepedulian sosial serta memperkuat semangat kebersamaan dan keberagaman di tengah masyarakat Indonesia.
Layanan Kesehatan Lengkap dan Konsultasi Psikologi Gratis
Dalam kegiatan ini tersedia konsultasi psikologi bagi keluarga maupun perorangan yang didukung pakar dari Universitas Jayabaya dan Universitas Padjadjaran, serta gelaran talkshow kesehatan dan bazaar UMKM.
Penggagas Bakti Indonesia, Dra. Hj. Mulia Jayaputri, MPA, Psikolog, menekankan pentingnya kepedulian nyata melalui aksi ini. "Kami ingin lewat pelayanan yang mereka terima selama Bakti Indonesia berlangsung, membawa dampak kesadaran untuk merawat sesama. Menumbuhkan budaya tanggung jawab atas antar manusia, karena kebersamaan akan hidup apabila diwujudkan dalam tindakan nyata," ungkap Dra. Hj. Mulia Jayaputri, MPA, Psikolog.
![]() |
| Kegiatan gerakan lintas rumah ibadah Bakti Indonesia kembali hadir menggelar aksi kemanusiaan dipusatkan di Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Semarang. (Dok Bakti Indonesia)m |
Guna memberikan dampak langsung bagi masyarakat, ratusan tenaga medis dan relawan dikerahkan sepanjang kegiatan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan komprehensif.
Warga dapat menikmati layanan tes darah, rekam jantung, pemeriksaan mata dan gigi, uji laboratorium, deteksi dini kanker, hingga pembagian ribuan paket vitamin guna memastikan dampak kesehatan yang berkelanjutan. (Red/ Lydia Indira)
Sabtu, 15 Agustus 2026
Yudisium FIKOM Jayabaya Bulan Agustus 2026
Jakarta- Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Jayabaya menggelar Yudisium pada Hari Jumat tanggal 14 Agustus 2026 yang dilaksanakan di ruang auditorium FIKOM Jayabaya C25 di Gedung B Universitas Jayabaya JI. Pulomas Selatan Kav. 23, Jakarta 13210 Telp/Fax: (021) 470 0889, pada pukul 13.00 WIB sampai selesai.
Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dibuka langsung oleh Dekan FIKOM Jayabaya Dra. Winarni, M.Si.
Dengan Master of Ceremony oleh Dosen FIKOM Jayabaya Ifdholia Muntriani, S.I.Kom., M.I.Kom.
Pembacaan nama-nama lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dibacakan oleh Kaprodi merangkap Wadek II FIKOM Jayabaya Dra. Hj. Dewi Setyarini, M.S
BEEIKUT DAFTAR NAMA-NAMA MAHASISWA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS JAYABAYA LULUSAN SEMESTER GENAP T.A 2025-2026 DAN BERHAK MENYANDANG GELAR SARJANA ILMU KOMUNIKASI S.I.Kom
NO _ NPM _ NAMA
01. 2022371650011 ADELIA PUTRI AQILLA, S.I.Kom
02. 2022371650004 SHELLY PANGESTU, S.I.Kom
03. 2021371650006 MARIANI CAROLINE DE ORNAY, S.I.Kom
04. 2022371650024 THALITA NOERALYA WARDANA, S.I.Kom
05. 2022371650002 IREN AZZAHRA, S.I.Kom
06. 2022371650007 KEIRA MARSHA FATIMA ALDRICH, S.I.Kom
07. 2022371650032 KARINA DWI AURELLIA PUTRI, S.I.Kom
08. 2022371650026 RIANI AZ ZAHRA, S.I.Kom
09. 2022371650036 ARSYANAYA DIRAFITRI, S.I.Kom
10. 2022371650099 MARIA RYNMORA RASMINTA PANE, S.I.Kom
11. 2022371650015 ZEFANNIA EKA SYAILOMITHA, S.I.Kom
12. 2022371650001 SHITY NURZELA, S.I.Kom
13. 2022371650010 ALISA HIDAYAT, S.I.Kom
14. 2022371650034 IRINE SIMANJUNTAK, S.I.Kom
15. 2022371650005 WINA HASNA VANIA, S.I.Kom
16. 2022371650023 MELISA SINAGA, S.I.Kom
17. 2022371650006 ANNISA QOTHRUNNADA, S.I. Kom
18. 2021371650002 HELMI, S.I.Kom
19. 2022371650042 MUCHAMAD DAFA APRILIANO, S.I.Kom
20. 2022371650008 SOFIRMAN LAOLI, S.I. Kom
21. 2022371650030 FITRIA AMANDA PUTRI, S.I. Kom
22. 2022371650029 FARAH LABITA OCTAVIA, S.I.Kon
23. 2022371650020 FERDY HARI HAMONANGAN SITORUS, S.I.Kom
24. 2022371650019 YULIASIH PRIHATINI, S.I.Kom
25.2022371650031 SALSABILA MARCHA RENOVA, S.I.Kom
Jumat, 14 Agustus 2026
Clutter and Decluttering
![]() |
| Meja kerja di tempat kerja masih perlu terorganisir rapi lagi |
![]() |
| Before :Meja kerja di rumah belum terorganisir rapi |
After : paling tidak berupaya merapikan meja kerja di rumah
Clutter = barang-barang yang menumpuk, berlebihan, tidak tertata, atau tidak lagi jelas kegunaannya, sehingga membuat ruang terasa penuh dan sulit digunakan.
Contoh: lemari penuh topi, tas, sepatu, pakaian, atau barang koleksi sampai sulit mencari barang yang dibutuhkan.
Decluttering = proses memilah dan mengurangi barang yang tidak diperlukan, kemudian menata kembali barang yang memang ingin disimpan.
Yang menarik, clutter tidak selalu berarti barangnya banyak. Koleksi yang banyak tetapi tertata, memiliki kategori, dan memang sengaja dikoleksi belum tentu clutter.
Bedanya dengan hoarding
Kolektor:
"Saya menyimpan barang karena saya menghargai, memahami, dan menikmati koleksi tersebut."
Clutter:
"Barang sudah terlalu banyak atau tidak tertata sehingga mengganggu fungsi ruang."
Hoarding oleh Hoarder:
"Sulit sekali melepaskan barang, bahkan ketika barang tersebut sudah tidak berguna atau menimbulkan masalah."
Jadi, misalnya koleksi topi BlackYak, Mammut, tas, sepatu outdoor, kalau Anda mengetahui modelnya, menyusunnya dengan baik, dan menikmati sejarah serta desainnya, itu lebih tepat disebut koleksi, bukan otomatis clutter.
Bahkan decluttering untuk seorang kolektor tidak harus berarti membuang koleksi. Bisa berupa mengelompokkan, mendokumentasikan, memberi label, dan menentukan mana koleksi utama dan mana barang duplikat.
Oke 🙏👍🇮🇩
Jadi gini :
Setelah saya melakukan journalling di weblog saya ini tentang back pack, tentang caps /topi, saya belajar untuk mengkategorisasi barang.
Sata kategorikan 2 (dua) biar simpel buat saya.
1. Barang yang melekat sehari-hari pada saya .
2. Barang yang tidak melekat sehari-hari pada saya.
Barang yang melekat sehari-hari pada saya :
Berarti barang yang memang saya pakai untuk keperluan hidup sehari-hari dalam keseharian hidup dan pekerjaan saya : baju-celana, sepatu, topi, tumbler, tas dan jaket. Plus asesories dan utilities juga gears yang melekat sehari-hari pada keseharian saya: smartphone, jam tangan, folding knives, pisau lipat, dompet, payung, laptop, aneka kamera, tablet, segala cable dan charge. Ini esensial buat keseharian saya atau edc => everyday carry.
Barang yang tidak melekat sehari-hari pada saya.
Nah ini barang-barang yang tidak melekat pada saya tergolong semua barang milik saya yang diluar sphere yang melekat erat pada diri saya. Contoh perkakas pertukangan. Ini barang-barang yang saya butuhkan untuk pekerjaan rumah/ kebun. Kemudian Alat-alat pendukung kerja : printer, tv, buku-buku, majalah, segala jenis atk, utilities dll.
Prinsip saya declutter mulai dari : Barang-barang yang tidak melekat sehari-hari pada saya. Contoh yang saya buang karena rusak : koper-koper yang sudah rusak rodanya, pecah body kopernya. Ini koper-koper yang terbuat dari bahan plastik ini saya buang semua karena sudah pecah tidak mungkin dipakai lagi. Beli baru lebih simpel daripada perbaiki barang plastik seperti koper travel.
Iya Alhamdulillah kedua anak saya sudah mentas semua sudah kerja dan memiliki domisili di luar rumah karena sudah berumah tangga sendiri dan juga yang bungsu sudah kerja sendiri dengan tempat tinggal sendiri.
Karena Melakukan declutter bagi rumah tangga dengan anak, jauh lebih susah lagi daripada sekedar lihat tayangan decluttering dengan prinsip Marie Kondo misalnya.
Prinsip KonMari dari Marie Kondo
Prinsip decluttering atau berbenah ala Marie Kondo dikenal sebagai Metode KonMari. Inti dari metode ini adalah memilih untuk menyimpan barang-barang yang "spark joy" (membangkitkan kebahagiaan/kegembiraan) dan menyingkirkan sisanya dengan penuh rasa terima kasih.
Anda dapat mempelajari lebih mendalam mengenai konsep dasar merapikan rumah dan hidup tenang ala Marie Kondo melalui buku populernya yang tersedia di The Life-Changing Magic of Tidying Up di online shop.
Prinsip Utama Metode KonMari
Komitmen Sekali Selesai: Lakukan proses berbenah secara tuntas dalam satu waktu, bukan dicicil sedikit-sedikit atau ruangan demi ruangan, agar hasilnya permanen.
Bayangkan Gaya Hidup Ideal: Tentukan dulu tujuan dan seperti apa bentuk ruangan atau suasana rumah impian yang Anda inginkan sebelum mulai memilah.
Pilih Berdasarkan Kategori, Bukan Lokasi: Kumpulkan semua barang sejenis dari seluruh penjuru rumah ke satu tempat, jangan merapikan berdasarkan ruangan.
Uji dengan Pertanyaan "Spark Joy": Pegang setiap barang di tangan Anda dan tanyakan pada diri sendiri apakah benda tersebut benar-benar membawa kebahagiaan atau kegembiraan.
Ucapkan Terima Kasih: Sebelum membuang atau mendonasikan barang yang sudah tidak dipakai, ucapkan terima kasih atas fungsi dan jasa yang telah diberikannya pada Anda.
Urutan Kategori Berbenah
Marie Kondo menyarankan urutan kategori yang tepat saat melakukan decluttering agar tingkat kesulitan emosionalnya naik secara bertahap:
Pakaian: Kategori paling mudah untuk melatih kepekaan rasa.
Buku: Buku yang belum dibaca atau tidak dibaca ulang sebaiknya dilepaskan.
Kertas: Dokumen, catatan, atau brosur yang tidak penting.
Komono (Barang Serbaguna): Elektronik, kosmetik, perkakas, hingga barang dapur.
Barang Sentimental: Foto lama, kenang-kenangan, atau hadiah dari orang terdekat (kategori paling sulit).
Decluttering bagi rumah tangga dengan anak, jauh lebih susah lagi.
Decluttering rumah tangga dengan anak memang jauh lebih sulit dibanding rumah tangga tanpa anak. Bukan hanya karena jumlah barang lebih banyak, tetapi karena banyak barang mempunyai nilai emosional dan fungsi yang berubah-ubah.
Misalnya:
Mainan yang sekarang tidak dipakai, tetapi mungkin akan dipakai lagi.
Buku dan perlengkapan sekolah dari tahun-tahun sebelumnya.
Pakaian yang sudah kekecilan tetapi masih bagus.
Barang pemberian keluarga yang sayang dibuang.
Peralatan hobi anak.
Barang yang sebenarnya sudah tidak diperlukan, tetapi anak merasa masih membutuhkannya.
Kuncinya: jangan mulai dengan "apa yang harus dibuang?"
Lebih mudah mulai dengan:
"Apa yang benar-benar ingin kita pertahankan?"
Kemudian buat 4 kelompok:
- Tetap disimpan — sering dipakai atau memang penting.
- Disimpan sebagai kenangan — jumlahnya dibatasi.
- Diberikan/didonasikan — masih bagus tetapi tidak digunakan.
- Dibuang/didaur ulang — rusak atau sudah tidak layak.
Untuk keluarga dengan anak, saya justru menyarankan decluttering bertahap, misalnya satu laci atau satu rak setiap kali. Jangan langsung satu kamar penuh.
Dan ada satu prinsip penting:
Decluttering bukan membuat rumah kosong, tetapi membuat rumah lebih mudah dihuni.
Apalagi kalau seseorang memang kolektor—seperti koleksi topi, tas, sepatu, batu, dan sebagainya—tujuannya bukan menghilangkan koleksi, tetapi memisahkan koleksi yang bernilai dari barang yang sekadar menumpuk.
Organisasi kategori barang
Kalau Anda punya banyak barang koleksi, mengorganisasi penyimpanan sebenarnya lebih tepat daripada sekadar decluttering. Tujuannya bukan mengurangi koleksi, tetapi membuat koleksi teratur, mudah dicari, terlindungi, dan tetap menyenangkan untuk dilihat.
Untuk koleksi seperti topi, tas, sepatu, batu/akik, saya sarankan sistem seperti ini:
1. Kelompokkan berdasarkan jenis
Contohnya:
🧢 Topi → berdasarkan merek atau jenis
🎒 Tas → berdasarkan merek/ukuran/fungsi
👟 Sepatu → berdasarkan merek/tahun/model
💎 Batu hobby → berdasarkan jenis, warna, atau asal
2. Buat kategori "koleksi utama"
Tidak semua barang harus diperlakukan sama.
A — Koleksi inti: paling bernilai secara sejarah, desain, atau sentimental.
B — Koleksi pendukung: menarik tetapi bukan yang utama.
C — Duplikat/kurang penting: bisa disimpan terpisah atau dipertimbangkan untuk dilepas.
3. Beri kode dan dokumentasi
Misalnya:
BYK-001 → BlackYak cap
MAM-001 → Mammut cap
EIG-BAG-001 → Eiger backpack
Kemudian catat:
- Merek
- Model
- Perkiraan tahun
- Negara produksi
- Kondisi
- Harga beli jika diketahui
- Dari mana diperoleh
- Foto
Ini membuat koleksi berubah dari sekadar tumpukan barang menjadi arsip koleksi.
4. Gunakan tempat penyimpanan yang sesuai
Untuk topi, misalnya, jangan ditumpuk terlalu berat karena bentuk crown bisa berubah. Tas sebaiknya tidak dijejali sampai bentuknya berubah. Sepatu perlu ruang agar tidak lembap.
Untuk barang yang bernilai sentimental atau vintage, kelembapan, panas, debu, dan sinar matahari langsung justru perlu menjadi perhatian utama.
5. Prinsip penting bagi kolektor
Saya kira konsep yang cocok adalah:
> "Kurasi, bukan sekadar membuang."
Seorang kolektor tidak harus memiliki rumah yang minimalis. Rumah boleh berisi banyak benda, asalkan setiap benda mempunyai tempat dan alasan keberadaannya.
Dengan begitu, koleksi Anda tetap banyak, tetapi tidak berubah menjadi clutter apalagi hoarder yang mana 'hoarding' atau 'nyusuh' dalam bahasa Jawa adalah sebuah mental disorder problem.
(*)
Sabtu, 08 Agustus 2026
Selfie Plain, No Filter
Jumat, 07 Agustus 2026
Jayabaya Magazine
Edisi VI Link.: https://heyzine.com/flip-book/05ca60d24d.html
Edisi V
Link : https://heyzine.com/flip-book/984c16be18.html
Edisi II Maret 2026
Link : https://bit.ly/BuletinJayabayaMaret2026
Edisi 3
Link : https://heyzine.com/flip-book/e1d88e4e5d.html
Edisi 1 Januari 2026
![]() |
| Edisi Pertama Januari 2026 |
6:28 AM
mung pujanarko























.jpg)





























